1,721,378 research outputs found

    BARODAK RAPANCAR ON SAMAWAN PEOPLE BALE BRANG VILLAGE

    No full text
    BARODAK RAPANCAR ON SAMAWAN PEOPLE BALE BRANG VILLAGE Miftahudin Miftahudin Arif Sugitanata This study discusses how the perspective of Islamic law and cultural philosophy and Barodak Rapancar for the Samawa Studi community in Bale Brang Village, Sumbawa Regency. Barodak Rapancar is carried out when someone is going to have a wedding in Bale Brang Village, the couple is scrubbed using a potion commonly referred to by the community as odak, the odak is processed with a mixture of bark from various types of multipurpose trees. The people of Bale Brang believe that if this tradition is not carried out, the family of the bride and groom will experience a form of rabuyak disease. Rabuyak disease namely lumps on the head accompanied by itching, bleeding from the eyes when crying, trance, ribs appearing a few centimeters, and several other strange diseases caused by violating the life cycle ceremony. 12 22 2020 1 26 http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 10.24239/jsi.v17i2.601.1-26 https://www.jurnalhunafa.org/index.php/hunafa/article/view/601 https://www.jurnalhunafa.org/index.php/hunafa/article/download/601/506 https://www.jurnalhunafa.org/index.php/hunafa/article/download/601/50

    Rancangan Bangun Alat Wafer Learning Pada Fabrikai IC (Integrated Circuit )

    No full text
    Skripsi ini memaparkan hasil dari penelitian dan perancangan sebuah alat pencucian Wafer Silicon pada fabrikasi IC. Wafer Silicon adalah kepingan wafer yang terbuat dari pasir kuarsa yang dipadatkan lalu dipotong-potong hingga menjadi sebuah kepingan-kepingan yang berbentuk piringan. Wafer silicon dibuat sebagai bahan dasar dari sebuah IC. Sebelum diolah menjadi IC, wafer silicon harus bersih dan tidak terkontiminasi dari partikel-partikel yang mengganggu wafer sebagai fungsi utamanya. Untuk itu, penulis mencoba meneliti dan merancang alat pada prinsip pencucian wafer. Alat ini menggunakan Arduino mega 2560 pro mini, sensor suhu ds18b20 sebagai monitoring keadaan suhu bahan kimia yang dipakai untuk mencuci, LCD Touchscreen 2,4�� sebagai layar serta mekanika pencucian dengan penggerak dasar dari motor stepper

    Usulan Perbaikan Kualitas Pelayanan Service Mobil Nissan Dengan Metode Integrasi Service Quality (Servqual) Importance Perfomance Analysis (IPA) Dan Quality Function Deployment (QFD) Di PT Indonestosa Trada

    No full text
    Bengkel PT. Indosentosa Trada dalam laporan Monthly Report Nissan yang dilakukan Customer Relations Officer (CRO) Nissan Motor Indonesia (NMI) terhadap Customer Servis Index (CSI) bengkel. Hasil dari local survey CSI bengkel PT. Indosentosa Trada bulan September 2016 masih kurang dari target yang di harapkan, dari lima dimensi CSI yang di survey yaitu Service Initiation, Service Advisor, Service Facility, Vehicle Pickup, dan Service Quality. Empat dari lima atribut memerlukan aktivitas perbaikan. Penelitian dilakukan menggunakan metode integrasi Service Quality (SERVQUAL) untuk mengetahui kepuasan pelanggan terhadap pelayanan bengkel dengan membandingan kesenjangan antara kepentingan dan kepuasan pelanggan terhadap pelayanan bengkel, kemudian mengkategorikan atribut-atribut pelayanan yang menjadi prioritas perbaikan dengan metode Importance performance Analysis (IPA), dan untuk memperbaiki kualitas pelayanan maka digunakan Quality Function Deployment (QFD) dengan membangun House of Quality (HOQ). Hasil dari data yang didapat dari hasil penyebaran 16 atribut pertanyaan tentang pelayanan bengkel kepada 100 Responden kepada konsumen Nissan Soekarno Hatta. Hasil penelitian Service Quality menunjukan bahwa pelayanan yang diberikan belum memenuhi kepuasan pelanggan dilihat dari nilai GAP yang semuanya bernilai negatif. Untuk mengetahui pelayanan mana yang perlu diperbaiki maka digunakan IPA yang masuk kuadran 1 yaitu, atribut pelayanan P1, P6, P12, P15, dan P16. Rekomendasi berdasarkan HOQ yang perlu ditingkatkan terlebih dahulu adalah atribut pelayanan P1, yaitu kemudahan membuat jadwal booking service appointment sebelum mendatangi bengkel, karena mendapatkan nilai Raw Weight terbesar. Respon teknis yang memberikan kontribusi terbesar pada kualitas perbaikan yaitu respon teknis R03 yaitu Tersedia operator service online karena bisa memberi kontribusi perbaikan kualitas pada atribut pelayanan P1, P6, dan P12 maka digunakan sebagai acuan usulan perbaikan kualitas pelayanan. Kata kunci : CSI, SERVQUAL, IPA,dan HO

    DESAIN KALENDER MEJA PT. POS INDONESIA BANDUNG

    No full text
    PT. Pos Indonesia adalah perusahaan jasa layanan pos yang berbentuk perseroan terbatas dan melayani masyarakat sebagai konsumen dalam pengiriman dan penerimaan melalui benda-benda layanan pos seperti surat pos, kartu pos, wesel pos, amplop kilat khusus, perangko, materai, telegram dan sebagainya. Kantor-kantor pos milik perusahaan PT. Pos Indonesia tersebar di seluruh pelosok tanah air. Perusahaan PT. Pos Indonesia dipilih dan dijadikan tempat untuk kerja praktek. Adapun masalah yang dihadapi oleh perusahaan PT. Pos Indonesia adalah desain media layanan pos kurang menarik serta kurangnya ketertarikan konsumen terhadap desain media layanan pos. Oleh karena itu, perusahaan PT. Pos Indonesia tersebut membutuhkan desainer grafis untuk menyelesaikan masalah dalam merancang media-media visual pos agar desain media layanan pos jadi lebih menarik dan bagus sehingga dapat menarik perhatian konsumen. Peranan desainer grafis itu penting bagi perusahaan PT. Pos Indonesia karena perusahaan PT. Pos Indonesia memerlukan desain layout media-media layanan pos yang dibuat dan didesain untuk berkomunikasi dengan konsumen. Desainer grafis telah membekali pengetahuan dalam mendesain layout dan mampu mengatasi masalah yang dihadapi perusahaan PT. Pos Indonesia serta siap membantu perusahaan PT. Pos Indonesia yang membutuhkan

    PENGARUH EFISIENSI MODAL KERJA DAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN PROPERTI, REAL ESTATE, DAN KONTRUKSI BANGUNAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2016-2020

    Get PDF
    Miftahudin, 2021, Pengaruh Efisiensi Modal Kerja dan Good Corporat Governance Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Properti, Real Estate, dan Kontruksi Bangunan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016-2020. Skripsi : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasakti Tegal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh secara parsial dan simultan dari variabel Efisiensi Modal Kerja dan Good Corporate Governance terhadap Nilai Perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi dan studi pustaka. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan property, real estate dan kontruksi bangunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2020 yang berjumlah 81 emiten. Sampel penelitian ini berjumlah 15 emiten yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Pengolahan data menggunakan aplikasi SPSS versi 22. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) efisiensi modal kerja berpengaruh terhadap nilai perusahaan dengan nilai signifikan 0,020 < 0,05. (2) good corporate governance dalam hal proporsi dewan komisaris independen berpengaruh terhadap nilai perusahaan dengan nilai signifikan 0,021 < 0,05 dan komite audit berpengaruh terhadap nilai perusahaan dengan nilai signifikan 0,042 < 0,05 (3) efisiensi modal kerja dan good corporate governance secara simultan berpengaruh terhadap nilai perusahaan dengan nilai sigifikan 0,022 < 0,05. Kata Kunci : efisiensi modal kerja, good corporate governance, dan nilai perusahaa

    PERANCANGAN MEDIA PROMOSI EVENT KAMPANYE KEGUNAAN KERTAS BAGI REMAJA

    No full text
    Benda yang berbentuk lembaran ini atau yang lebih dikenal masyarakat luas dengan nama kertas, sejak awal keberadaannya menjadi salah satu kebutuhan yang tak bisa di pisahkan dalam kehidupan masyarakat luas pada umumnya, karena kegunaannya yang begitu berarti dalam kehidupan manusia hingga saat ini. Oleh sebab itu, perkembangan kertas yang sangat pesat ini menjadikan kertas mempunyai dunianya sendiri yang selalu berhubungan dengan kehidupan umat manusia sehari-hari

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore