4 research outputs found

    MEMBANGUN WEBSITE WELAS ASIH KABUPATEN BOJONEGORO DENGAN PHP DAN MySQL

    No full text
    The main of this final project is build an website Welas Asih Bojonegoro. Welas Asih is a religious cross cultural movement aspires to restore a culture Welas Asih in the midst of the conflict in the nation of the world. Welas Asih movement by Karen Armstrong a former monk Then world leaders gathered then make charter Welas Asih. declair is the district must implement program in various sectors, economy,health, education. Bojonegoro declair it self as Welas Asih because development in bojonegoro has not accommodate thise with special needs, this makes the current development must accommodate all groups including the disabled to thr elderly. Build an Website is one of the solutions as a means of information and dissemination to the public of Welas Asih Program that has been in the Government decides to Bojonegoro. In Build this webste the author use the PHP programming language combined with MySQL database

    Perancangan Sistem Informasi Manajemen Administrasi Prestasi Belajar (Studi Kasus Pada PPA IO 991 Welas Asih Semarang)

    No full text
    ABSTRACT: Information is an important factor in managing an organization and company. Manual handling of information is becoming obsolete because it does not meet the standards of efficiency and effectiveness. Although many companies in Indonesiahave started using computer technology to manage the information they need, there are still some companies that have not used it, including the foundation engaged in humanitarian field is the Compassionate Allowance foundation located in Semarang. Compassionate Allowance Foundation Semarang is a non-profit foundation is to provide mentoring for underprivileged children. Recognizing the importance of computerization, the Compassionate allowance Foundation to the author to ask for help drafted an application program management student academic value. In designing the application writer using the method of system development SDLC (System Development Life Cycle). The use of the above methods can facilitate the authors in designing the academic value of information systems. Applications is a combination of the recording system and data processing system that generates students score reports. After the application is tested, then the result , the application, can helpCompassionate Allowance Foundation Semarang in budgeting process for mentoring student program.Keywords: information systems, management, administration, academic achievement ABSTRAK: Informasi merupakan faktor penting didalam mengelola suatu organisasi dan perusahaan. Penanganan informasi secara manual sudah mulai ditinggalkan karena tidak memenuhi standar efisiensi dan efektifitas. Meskipun banyak perusahaan di Indonesia yang sudah mulai menggunakan teknologi komputer untuk mengelola informasi yang mereka butuhkan, masih ada beberapa perusahaan yang belum menggunakannya, diantaranya adalah yayasan yang bergerak di bidang kemanusiaan yaitu PPA Welas Asih yang belokasi di Semarang. PPA Welas Asih Semarang merupakan yayasan non profit yang melakukan pendampingan bagi anak kurang mampu. Menyadari pentingnya komputerisasi, maka PPA Welas Asih  meminta bantuan kepada penulis untuk dirancangkan suatu program aplikasi pengelolaan nilai akademik siswa. Dalam merancang aplikasi tersebut penulis menggunakan metode pengembangan sistem SDLC (System Development Life Cycle). Penggunaan metode di atas dapat mempermudah penulis dalam merancang sistem informasi nilai akademik  tersebut. Aplikasi yang dibuat merupakan penggabungan sistem pencatatan dan sistem pengolahan data nilai anak yang menghasilkan laporan. Setelah aplikasi tersebut penulis uji, maka hasilnya adalah, aplikasi tersebut dapat dioperasikan oleh  PPA Welas Asih Semarang untuk membantu proses pengganggaran dalam program bimbingan anak.Kata Kunci : sistem informasi, manajemen, administrasi,  prestasi belaja

    as

    No full text
    Mengingat faktor-faktor tersebut memengaruhi kinerja karyawan PT Mayora Indah Jatake, penelitian ini mengkaji pelatihan, insentif, kompensasi, dan lingkungan kerja sebagai variabel independen. Seratus karyawan dari perusahaan yang berpartisipasi dipilih secara acak menggunakan metode pengambilan sampel probabilitas untuk penelitian ini. Survei daring dilakukan menggunakan Google Forms dan SPSS versi 25 untuk analisis deskriptif kuantitatif. Penilaian validitas dan reliabilitas menggunakan Cronbach's Alpha dan Pearson's Alpha, dengan regresi linier berganda, analisis korelasi, evaluasi reliabilitas, penentuan validitas, koefisien determinasi, uji-t parsial, dan uji-F simultan. Analisis Data Produk menggunakan momen sebagai salah satu strateginya. Sesuai dengan temuan, koefisien korelasi adalah 0,306 dan nilai R2 adalah 0,094 (interval kepercayaan 9,4%). Kinerja karyawan secara signifikan dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti lingkungan kerja, empirisme, motivasi, dan motivasi keseluruhan, sebagaimana ditunjukkan oleh hasil uji-t parsial (4,973 > 4,98525, 5,480 > 1,98525, 2,811 > 1,98525, 4,199 > 1,98525). Berdasarkan uji F, ketika tingkat signifikansi ditetapkan pada 0,000 < 0,05, nilai F hitung simultan adalah 36,353, lebih tinggi dari nilai F tabel sebesar 2,31. Hasil ini menunjukkan bahwa kinerja pekerja PT dipengaruhi oleh beberapa parameter pelatihan. Selain pekerjaan itu sendiri, terdapat pula motivasi intrinsik, tingkat gaji, dan kondisi kerja di Mayora Indah Jatake.a

    LAYANAN KONSELING KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN SELF-COMPASSION REMAJA DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH PELAYANAN SOSIAL ASUHAN ANAK BUDI ASIH KOTA BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Remaja adalah sebuah tahap transisi yang dimulai dari rentang usia 10-13 tahun dan akan berakhir pada usia antara 18-22 tahun. Masa remaja merupakan masa yang dipenuhi dengan ―badai dan tekanan jiwa‖ yang dimana pada masa tersebut terjadi perubahan yang signifikan secara fisik, intelektual, dan emosional pada seorang individu yang akan menimbulkan rasa sedih dan bimbang serta dapat memunculkan sebuah konflik pada lingkungannya. Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh remaja tersebut yaitu dengan dapat menerima diri sendiri dalam menghadapi kekurangan pada diri dan kenyataan yang sedang dialami dengan menumbuhkan rasa menyayangi diri sendiri atau juga bisa disebut dengan self-compassion. Dalam layanan konseling kelompok self compassion adalah sebuah alternative untuk dapat melihat diri sendiri agar meningkatkan resilensi pada remaja. Selanjutnya rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pelaksanaan layanan konseling kelompok dalam meningkatkan self-compassion remaja di Unit Pelaksana Teknis Daerah Pelayanan Sosial Asuhan Anak Budi Asih Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Jumlah keseluruhan remaja di Unit Pelaksana Teknis Daerah Pelayanan Sosial Asuhan Anak Budi Asih Kota Bandar Lampung berjumlah 40 remaja dengan jenis penelitian lapangan (field research) dan desain penelitian deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, sumber data dalam penelitian ini adalah informan yang berjumlah 6 orang dengan rincian 5 orang remaja, 1 orang konselor, dan sumber data sekunder yang diperoleh dari buku, jurnal, dan sumber lain yang relevan. Metode pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan beberapa langkah yaitu Data Reduction (Reduksi Data), Data Display (Penyajian Data), Conclusion Drawing/Verification (Verifikasi). Berdasarkan hasil penelitian, bahwa dalam proses layanan konseling kelompok dilakukan sesuai dengan teori dan tahapan yang ada yaitu sebagai berikut: 1) tahap prakonseling, 2) tahap permulaan, 3) tahap transisi, 4) tahap kerja, 5) tahap akhir, 6) pasca konseling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa self-compassion remaja dalam layanan konseling kelompok dapat dikatakan berhasil, serta layanan konseling kelompok telah terbukti mengatasi permasalahan yang dialami dan dirasakan oleh remaja dan dapat meningkatkan rasa welas asih diri atau self-compassion remaja melalui layanan konseling kelompok. Kata Kunci: Layanan Konseling Kelompok, Self-Compassion. ABSTRACT Adolescence is a transitional stage that starts from the age range of 10-13 years and will end between the ages of 18-22 years. Adolescence is a time filled with "storms and mental pressures" where during that time there are significant physical, intellectual, and emotional changes in an individual that will cause sadness and indecision and can give rise to a conflict in his environment. To overcome the problems faced by these teenagers, namely by being able to accept themselves in the face of their shortcomings and the reality they are experiencing by fostering a sense of self-love or it can also be called self-compassion . In counseling services, self-compassion groups are an alternative to being able to see oneself in order to increase resilience in adolescents. Furthermore, the formulation of the problem in this study is how the process of implementing group counseling services in improving adolescent self-compassion in the Regional Technical Implementation Unit of the Budi Asih Child Care Social Service of the Lampung Provincial Social Service. This research uses qualitative research. The total number of teenagers in the Regional Technical Implementation Unit for the Budi Asih Child Care Social Service of the Lampung Province Social Service is 40 teenagers with field research and a qualitative descriptive research design. In this study, a purposive sampling technique was used, the data sources in this study were 6 informants with details of 5 teenagers, 1 counselor, and secondary data sources obtained from books, journals and other relevant sources. The data collection methods used by the author are interviews, observation and documentation. The data analysis technique in this research uses several steps, namely Data Reduction, Data Display, Conclusion Drawing/Verification. Based on the results of the study, that in the process of group counseling services are carried out in accordance with the existing theories and stages, namely: 1) pre-counseling stage, 2) initial stage, 3) transition stage, 4) work stage, 5) final stage, 6) post-counseling. The results of this study indicate that adolescent Self-Compassion in group counseling services can be said to be successful, and group counseling services have been proven to overcome problems experienced and felt by adolescents and can increase adolescent self-compassion through group counseling services. Keywords: Group Counseling Services, Self-Compassion
    corecore