1,720,970 research outputs found
PERKEMBANGAN TISSUE BANK DI ASIA PASIFIC DAN ASPEK BIOETIKA
Abstrak
Tissue Bank atau Bank Jaringan adalah suatu institusi / organisasi amal non-profit, yang
bertujuan untuk mengumpulkan, memproses, mengawetkan, menyimpan, mensterilkan serta
mendistribusikan jaringan biologi dan sel guna kepentingan keperluan klinik dalam pengobatan
penyakit manusia. Bank jaringan pertama di dunia didirikan oleh Dr. George Hyatt pada tahun
1949 diAmerika yang terkenal dengan US Naval Tissue Bank. Kemudian berkembang ke benua
Eropa dan seluruh dunia. DiAsia-Pasific, bank jaringan mulaidi Burma tahun 1980 dan Thailand
tahun 1984. Sesudah itu diikuti oleh negara Asia Facifi. . Di lndonesia baru resmi dibuka awal
tahun 1990 dengan tiga pusat bank jaringan di Batan jakarta, RS Sutomo Surabaya dan RS DR
M Jamil Padang. Semenjak didirikan, bank jaringan telah menolong berjuta juta penduduk dari
kecacatan dan penyakit lainnya.Jaringan biologi itu dapat dari donor manusia disebut allograft
dan dapat pula berasal dari jaringan binatang yang disebut Xeograft. Bentuk jaringan biologi
bisa dalam bentuk organ yang utuh atau dalam bentuk sel baik sebagai sel dewasa atau sel
punca (stem cell). Sebelum di pakai atau di transplantasikan pada manusia maka jaringan itu
berasal harus bebas dari berbagai penyakit menular seperti kuman, virus seperti HlV, Hepatitis
B/C, Tuberculoses/TBC, Syphilis, dan lain lain. Karena itu sebelum dipergunakan pada manusia
sakit maka jaringan itu membutuhkan beberapa proses sehingga dapat dipergunakan dengan
aman. Tahapan tahapan proses dari mulai pengambilan jaringan dari cionor, pengolahan agar
jadi aman dan penerapannya pada pengobatan perryakit rnemakai dasar hukum dan bioetika
yang jelas. Bioetika itu meliputi persetujuan pengambilan jaringan dan sei dari donor apakah
masih hidup atau meninggal, penggantian pengambilan jaringan, kerahasiaan, keamanan
penyimpanan, pen.jaminan mutu dalam menghindari efek samping yang iidak diinginxan
Amnion Dressing in the Management of Radiation Skin Reaction Following Post Radiotherapy
EFEKTIVITAS KERJA PERAWAT DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM MAYJEN H.A. THALIB KABUPATEN KERINCI PROPINSI JAMBI
Pelayanan keperawatan adalah salah satu pelayanan rumah sakit yang berkewajiban memberi pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, anti diskriminasi, dan efektif. Ukuranpencapaian suatu tugas atau tujuan disebut efektivitas kerja dengan faktor yang mempengaruhinya adalah produksi, efisiensi, kepuasan, adaptasi, perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kerja perawat di instalasi rawat inap Rumah Sakit Umum Mayjen H.A. Thalib Kabupaten Kerinci Propinsi Jambi Tahun 2011 dengan desain potong lintang. Penelitian ini dilakukan pada 55 orang perawat rawat inap yang dipilih memakai teknik proporsional simple random sampling. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa perawat yang memiliki efektivitas kerja baik sebanyak 50.9%, produksi baik 58.2%, efisiensi baik 54.5%, kepuasan baik 54.4%, adaptasi baik 58.2% dan perkembangan baik 50.9%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa variabel yang memiliki hubungan yang bermakna dengan efektivitas kerja perawat adalah produksi, efisiensi, perkembangan dengan nilai p0.05. Implikasinya adalah diharapkan rumah sakit memperhatikan aspek yang bisa meningkatkan efektivitas kerja perawat serta melakukan pembenahan terhadap aspek tersebut sehingga pencapaian tujuan rumah sakit memangbisa terukur dari efektivitas kerja perawatnya
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
