11 research outputs found
PENGEMBANGAN MODUL PRAKTIKUM EMBRIOLOGI BERBASIS SEARCH, SOLVE, CREATE AND SHARE (SSCS) TERINTEGRASI AYAT AL-QUR’AN PADA MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG
ABSTRAK
PENGEMBANGAN MODUL PRAKTIKUM EMBRIOLOGI BERBASIS SEARCH, SOLVE, CREATE AND SHARE (SSCS) TERINTEGRASI AYAT AL-QUR’AN PADA MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
RADEN INTAN LAMPUNG
Oleh : Devi Septiani
Pembelajaran menggunakan model SSCS ini pendidik dan peserta didik bekerja sama untuk mencari solusi terhadap suatu masalah sehingga pembelajaran akan lebih bermakna bagi peserta didik. Penulis ingin menyajikan model integrasi sains dengan agama serta peta konsep ayat-ayat sains dalam al-Qur’an, sebagai referensi dan langkah awal bagi pendidik dalam mengaplikasikan pendidikan integrative.. Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk mengetahui kelayakan modul praktikum embriologi berbasis SSCS terintegrasi ayat Al-Qur’an serta untuk mengetahui kemenarikkan terhadap pengembangan modul praktikum embriologi berbasis SSCS terintegrasi ayat Al-qur’an. Jenis penelitian ini yakni penelitian Research and Development (R&D) yang menggunakan prosedur Borg and Gall sampai dengan 7 langkah.Dalam penelitian ini menggunakan data ahli materi, ahli media, ahli bahasa, dan respon mahasiswa. Berdasarkan data hasil penelitian bahwa modul praktikum embriologi berbasis SSCS terintegrasi Ayat Al-Qur’an, dapat disimpulkan bahwa pengembangan modul praktikum embriologi berbasis SSCS terintegrasi ayat Al-Qur’an dengan metode pengembangan menurut Borg and Gall sampai langkah ketujuh diantaranya yakni research and information collecting, planning, develop prelimiery form of product, prelimiery field testing, main product revision, main field testing dan operational product revision. Setelah melakukan penilaian modul praktikum embriologi berbasis Search, Solve, Create and Share (SSCS) terintegrasi ayat Al-Qur’an telah diperoleh penilaian dengan kriteria sangat layak dan sangat menarik.
Kata Kunci: Modul Praktikum; Embriologi ;Search, Solve, Create and Share (SSCS); Terintegrasi Ayat Al-Qur’an; Borg & Gall
iiABSTRACT
DEVELOPMENT OF EMBRYOLOGY PRACTICUM MODULE BASED ON SEARCH, SOLVE, CREATE AND SHARE (SSCS) INTEGRATED AL-QUR'AN VERSION IN
BIOLOGY EDUCATION STUDENTS RADEN INTAN
LAMPUNG ISLAMIC UNIVERSITY
By : Devi Septiani
Learning using the SSCS model, educators and students work together to find solutions to a problem so that learning will be more meaningful for students. The author would like to present a model of the integration of science with religion as well as a concept map of the verses of science in the Qur'an, as a reference and first step for educators in applying integrative education. Al-Qur'an and to find out the attractiveness of developing an integrated SSCS- based embryology practicum module with verses of the Qur'an. This type of research is Research and Development (R&D) research that uses the Borg and Gall procedure up to 7 steps. This research uses data from material experts, media experts, linguists, and student responses. Based on the research data that the SSCS-based embryology practicum module is integrated with the Qur'anic verse, it can be concluded that the development of the SSCS-based embryology practicum module is integrated with the Qur'anic verse with the development method according to Borg and Gall until the seventh step, namely research and information collecting. , planning, developing preliminary form of product, preliminary field testing, main product revision, main field testing and operational product revision. After conducting an evaluation of the Search, Solve, Create and Share (SSCS) based embryology practicum module with the integration of the Qur'anic verses, an assessment has been obtained with very feasible and very interesting criteria.
Kata Kunci: Modul Praktikum; Embriologi ;Search, Solve, Create and Share (SSCS); Terintegrasi Ayat Al-Qur’an; Borg & Gal
An Analysis of Early Childhood Education Curriculum Development in Singapore and Finland
The curriculum is an important factor in organizing the teaching and learning process to achieve goals. One way to improve educational standards is to implement an effective and innovative curriculum in early childhood education institutions. This research aims to analyze the early childhood education curriculum in Singapore and Finland. The author uses a type of library research. In this research, the author used the data collection instrument by reviewing documents from several books, articles, journals, laws of the Republic of Indonesia, and the Singapore and Finnish curriculum frameworks as literature that supports this research. Data analysis starts with data collection, reduction, presentation, and conclusion. The results of the research show that the education curriculum in Singapore and Finland is included in the category of an advanced education system in terms of the welfare of society or its population (education and economy), the quality of educators or teachers, and the focus on children's future development. The novelty of the analysis results is that in terms of review, it relates to curriculum objectives, content/material, learning media (facilities and infrastructure), learning strategies, and evaluation
ANALISIS PESAN DAKWAH DALAM SERIAL ANIMASI HAFIZ DAN HAFIZAH (Episode 2 Kebersihan Sebagian dari Iman)
ABSTRAK
Penyampaian dakwah harus sesuai dengan perkembangan
zaman agar pesan dakwah yang kita sampaikan mampu diterima dengan
baik oleh para penerima dakwah tersebut. Internet saat ini menjadi salah
satu alternatif sebagai media dalam penyampaian dakwah. Salah satu
platform yang menyediakan layanan gratis dan memiliki banyak
pengunjung adalah Youtube. Salah satu format acara berseri yang
sedang berkembang di Youtube saat ini adalah Serial Animasi. Adapun
yang melatarbelakangi penulis tertarik untuk membuat skripsi ini
karena menurut penulis serial animasi Hafizah dan Hafizah episode
Kebersihan Sebagian dari Iman ini merupakan salah satu cara proses
belajar karena mengandung video edukasi berkemas hiburan untuk
anak usia dini agar menjaga kebersihan sebelum beribadah.
Tujuan dari penelitian dalam skripsi ini adalah untuk
mengetahui pesan dakwah yang terdapat pada animasi Hafiz dan
Hafizah, serta teknik penyajian dakwah yang disajikan dalam animasi
tersebut. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
jenis penelitian library research (pustaka), yang bersifat deskriptif.
Kemudian teknik yang di gunakan adalah observasi dan dokumentasi,
serta Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan
analisis Semiotika Roland Barthes mencari makna denotasi,konotasi
dan mitos yang terdapat dalam Serial Animasi Hafizah dan Hafizah.
Kesimpulan yang dihasilkan setelah melakukan proses analisa
dengan menggunakan analisis Semiotika Roland Barthes yaitu terdapat
pesan-pesan dakwah diantaranya adalah : selalu meminta perlindungan
kepada Allah SWT, berdoa sebelum melaksanakan aktivitas, selalu
mengucapkan salam, saling tolong menolong, gotong royong. Dalam
teknik penyajian pesan dakwah, animasi Hafiz dan Hafizah
menggunakan lagu-lagu dan alur cerita kegiatan yang berunsur islami.
Kata kunci : Semiotika, Serial Animasi, Pesan Dakwah
iv
ABSTRACT
The delivery of da'wah must be in accordance with current
developments so that the da'wah message that we convey can be well
received by the recipients of the da'wah. The internet is currently an
alternative medium for conveying da'wah. One platform that provides
free services and has many visitors is YouTube. One of the serial
program formats that is currently developing on YouTube is Serial
Animation. The reason behind the author's interest in writing this thesis
is because according to the author of the animated series Hafizah and
Hafizah, the Cleanliness Part of the Faith episode is one way of the
learning process because it contains educational videos packed with
entertainment for young children to maintain cleanliness before
worship.
The aim of the research in this thesis is to find out the da'wah
message contained in the Hafiz and Hafizah animations, as well as the
form of da'wah presentation techniques da’wah presented in the
animation. This research uses a qualitative method with the type of
library research (library), which is descriptive in nature. Then the
techniques used are observation and documentation, as well as the
analysis used in this research, namely using Roland Barthes' semiotic
analysis to look for the meaning of denotation, connotation and myth
contained in the Hafizah and Hafizah Animation Series.
The conclusion produced after carrying out the analysis
process using Roland Barthes' semiotic analysis is that there are
da'wah messages including: always ask for protection from Allah SWT,
pray before carrying out activities, always say greetings, help each
other, work together. In the technique of presenting da'wah messages,
Hafiz and Hafizah's animations use songs and activity storylines that
have Islamic elements.
Keywords: Serial animation, Semiotic, Da'wah messag
PENDAMPINGAN PEMBENTUKAN POSYANDU REMAJA DI DESA CIPANCAR, KECAMATAN SERANGPANJANG, KABUPATEN SUBANG
Abstrak
Pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Cipancar bertujuan untuk membantu dalam mendirikan Posyandu Remaja. Posyandu remaja merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat termasuk remaja dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan keterampilan hidup sehat remaja. Pembentukan Posyandu Remaja dan kader kesehatan remaja bertujuan untuk meningkatkan kesehatan reproduksi remaja dan sebagai wadah untuk memfasilitasi kebutuhan kesehatan remaja. Diharapkan dengan Pembentukan Posyandu Remaja ini dapat meningkatkan derajat Kesehatan serta meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi bagi para remaja.
Kata Kunci: Posyandu remaja, Kader, Pelatihan, Pembentukan
Abstract
Community service carried out in Cipancar Village aims to assist in establishing Youth Posyandu. Adolescent posyandu is one form of Community Resource Health Effort (UKBM) which is managed and organized from, by, for and with the community including adolescents in the implementation of health development to improve the degree of health and healthy life skills of adolescents. The establishment of Adolescent Posyandu and adolescent health cadres aims to improve adolescent reproductive health and as a forum to facilitate adolescent health needs. It is hoped that the establishment of this Adolescent Posyandu can improve the degree of adolescent health and increase reproductive health knowledge for adolescents.
Keywords: Youth posyandu, cadre, training, formatio
PEMIKIRAN FAQIHUDDIN ABDUL KODIR TENTANG KEDUDUKAN PEREMPUAN STUDI QIRĀ`AH MUBĀDALAH
ABSTRAK
Patriarki yang kerap memarjinalkan posisi perempuan dalam
segala ranah telah dilegitimasi oleh negara, budaya dan agama. Tafsir�tafsir patriarkis banyak bertebaran dan dianggap oleh masyarakat luas
sebagai satu kebenaran yang utuh sehingga kedudukan perempuan
selalu distigmasisasi negatif atau melawan hal yang mereka sebut
”melanggar kodrat perempuan”. Qirā`ah Mubādalah merupakan suatu
upaya untuk merekonstruksi tafsir-tafsir patriarkis bahkan misoginis
mengenai kedudukan perempuan. Dalam penelitian ini juga penulis
akan memaparkan bagaimana Qirā`ah Mubādalah merekonstruksi
makna-makna dari tafsir-tafsir yang tak ramah perempuan.
Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian library
research (kepustakaan), suatu metode pengumpulan data yang bersifat
deskriptif atau “penjelasan”.
Sejarah ketimpangan kedudukan perempuan telah terjadi dari
masa ke masa. Islam sebagai agama yang Rahmatan Li Al-‘ᾹlamῙn
dengan jelas dan terang melalui Tauhid, sumber rujukan baik Al-Qur’ān
maupun hadits menyatakan bahwa kedudukan perempuan dan laki-laki
ialah setara sebagai mitra sejajar, dan memiliki hubungan yang
horizontal. Faqihuddin Abdul Kodir melalui teori interpretasinya juga
sangat realistis dan berdasar pada ajaran-ajaran Islam yang
mengedepankan nilai-nilai keadilan. Kedudukan manusia (laki-laki dan
perempuan) bukanlah sesuatu yang absolut, adikodrati dan kaku
artiannya dapat dipertukarkan maupun dikombinasikan melalui sebuah
kesepakatan yang disebut consent antara laki-laki dan perempuan.
Pemikiran Faqihuddin Abdul Kodir berdasar pada teori interpretasi
Qirā`ah Mubādalah yang ditawarkan sangat relevan untuk diterapkan
oleh masyarakat terkhusus seorang mukmin. Sebab masyarakat harus
beranjak dari pemahaman keagamaan yang patriarkis menuju
masyarakat yang memiliki pemahaman kesetaraan dan keadilan demi
terciptanya kondisi yang sejahtera, bahagia, tentram yang sejak awal di
bawa oleh Islam melalui Tauhid dan ajaran-ajarannya.
Kata Kunci : Faqihuddin Abdul Kodir, Kedudukan Perempuan,
Qirā`ah Mubādalah .
ABSTRACT
The patriarchal culture which often marginalizes the position of
women in all fields has been legitimized by the state, culture and
religion. The interpretation of patriarchy is widespread and is
considered by the wider community as a complete truth, so that the
position of women in the public area is always stigmatized negatively
or against what they call "violating women's nature". Qirā`ah
Mubādalah is an attempt to reconstruct patriarchal and even
misogynistic interpretations of the position of women. In this research,
the author will also explain how Qirā`ah Mubādalah reconstructs the
meanings of interpretations that are not friendly to women.
This research method uses library research as a descriptive data
collection method, namely the "explanation" method.
This research found that the position of women must be equal to
that of men and that no one should be higher and that no one should be
demeaned because men and women are only servants of Allah whose
position is measured by their piety.
The history of inequality in the position of women has occurred
from time to time. Islam as a religion that is Rahmatan Li Al-‘ᾹlamῙn
very clearly through of Tauhid, reference sources both the Qur’ān and
hadith state that the position of women and men is equal as equal
partners, and has a horizontal relationship. Faqihuddin Abdul Kodir
through his theory of interpretation is also very realistic and based on
Islamic teachings that put forward the values of justice. The position of
humans (male and female) is not something absolute, magical and
sacred, meaning that it can be exchanged or combined through an
agreement between men and women.
Faqihuddin Abdul Kodir's thoughts based on the theory of
interpretation of Qirā`ah Mubādalah offered are very relevant to be
applied by the community, especially mukmin. Because society must
move from a patriarchal religious understanding to a society that has
an understanding of equality and justice in order to create prosperous,
happy, and peaceful conditions that Islam brought from the beginning
through Tauhid and its teachings.
Keywords: Faqihuddin Abdul Kodir, Position of Women,
Qirā`ah Mubādalah
ANALISIS PESAN DAKWAH DALAM NOVEL RANAH 3 WARNA KARYA AHMAD FUADI
bstrak
Novel Ranah 3 Warna Merupakan salah satu bentuk Dakwah
dalam tulisan atau bil Qalam yang isinya memiliki nilai Islami yaitu
pesan-pesan dakwah yang dapat disampaikan. Yang tujuannya untuk
menyuru kepada kebaikan. Disetiap wacana yang diproduksi tentunya
memiliki hal yang melatar belakangi penelitian wacana ini bagaimana
teks tersebut diproduksi. Wacana sangat tidak dapat diartikan sebagai
teks yang memiliki arti yang kosong. Tetapi teks merupakan salah
satu bagian terkecil yang menjadi salah satu struktur yang
berkembang dimasyarakat. Karena teks dibuat atas kesadaran,
pengalaman dan perilaku yang khusus atas suatu peristiwa. Jadi
Wacana Teks pada Novel Ranah 3 Warna yang bikembangkan oleh
Da’i, menunjukan adanya sesuatu yang dapat terjadi di masyarakat.
Teori pada penelitian ini menggunakan Analisis Wacana Teun Van
Djik, yang biasanya disebut dengan Kognisi Sosial. Yang mana
peneliti tidak hanya meneliti dari bagian teks saja. Tetapi suatu hal
praktik yang harus diamati dengan jelas. Metode penelitian ini
Pendekatan Kualitatif yang menggambarkan subjek dan objek
berdasarkan fakta yang ada. Sumber data primer penelitian ini adalah
teks Novel Ranah 3 Warna, sedangkan sumber data skunder berupa
buku, jurnal, penelitian terdahulu yang memiliki kaitan dengan
penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian ini
YaituDokumentasi dan Wawancara.
Hasil Temuan Dan kesimpulan dari penelitian ini dapat diketahu
dari teks novel Ranah 3 Warna yang disampaikan da’i atau penulis
dalam Novel Ranah 3 Warna memiliki Struktur Makro yaitu berupa
Tema atau topik yang dikedapankan dalam Wacana, Superstruktur
yang bermoneter dengan kerangka teks. Segi Struktur Mikro
menjelaskan isi dari makna wacana pada teks.Hasil analisis pesan
dakwah Pesan Aqidah yaitu mengajarkan untuk selalu mendekatkan
diri dengan Allah SWT dan percaya atas apa yang telah Allah
Takdirkan. Pesan Syari’ah yaitu bersyukur dan beristiqamah dan
bersungguh-sungguh dalam mengejar cita-cita. Pesan Akhlak Untuk
selalu berikhtiar dan Bersabar dalam meraih impian yang harus
dibekali dengan sikap yang sabar dan ikhtiar.dari segi Kognisi dan
iii
Konteks sosial pada Analisis Wacana Teun Van djik, Kognisi sosial
yaitu berasal dari pengalaman dari da’i penulis, Hasil penelitian
Sesuatu disetiap Proses perlunya ditemani oleh kesabaran untuk
menggapai cita-cita atau impian yang kita miliki. Banyak halangan
dan rintangan yang dihadapi Konteks Sosial dari Novel Ranah 3
Warna dalam penelitian ini bahwa disetiap perjalanan meraih impian
kesuksesan tentunya diperlukan kesabaran dan kesungguhan,
walaupun dengankesungguhan masih ada kegagalan .
Kata Kunci : Wacana Teun Van Djik, Pesan Dakwah, Kesabaran,
Novel Ranah 3 Warna
iv
Abstract
Ranah 3 Warna are one of the forms of Dakwah in the book or
bill of Qalam which has the Islamic value of messages that can be
delivered. The goal is to lead to good. Every wacana produced has
something that outlines the research of this wacana how the text was
produced. Wacana is highly incomprehensible as a text that has an
empty meaning. But the text is one of the smallest parts that becomes
a growing structure in society. Because the text is made on the
awareness, experience and behavior that is specific to an event. So the
Wacana Text on the Novel Ranah 3 Warna that was developed by
Da’i, shows the existence of something that can happen in society.
The theory on this study uses Teun Van Djik’s Wacana
Analysis, which is commonly referred to as Social Cognition. The
researchers don’t just look at the text. But it is a practical thing that
needs to be observed clearly. This research method is a qualitative
approach that describes subjects and objects based on existing facts.
The primary data source of this research is the text of the Novel
Ranah 3 Warna, while the data source is books, journals, previous
research that has a connection with this research. The data collection
techniques used in this study are documentation and interviews.
The results of the findings and conclusions of this research
can be found from the text of the novel Ranah 3 Warna that is
presented by da’i or the author in the Novel Ranah 3 Warna has a
macro structure that is a theme or topic that is described in Wacana, a
monetary superstructure with a text framework. The Micro Structure
section explains the meaning of the wording in the text. The Prophet
(peace and blessings of Allah be upon him) taught them to believe in
what God has commanded them to do. The Qur’an is a message of
gratitude and gratitude. In order to always be patient and patient in
achieving dreams that must be supplied with a patience and patience
attitude. in terms of Cognition and Social Context on Analysis
Wacana Teun Van djik, Social cognitive is derived from the
experience of the writer, the results of research Something on each
Process need to be accompanied by patience to the aspirations or
dreams we have. Many obstacles and obstacles faced by the Social
Context of the Novel Ranah 3 Warna in this study that every journey
v
to the dream of success requires patience and seriousness, although
with seriousness there is still failure.
Keywords: Teun Van Djik, Dawah Message, Patience, Novel
Ranah 3 Warn
ANALISIS RENDAHNYA MINAT BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MATERI FIQIH DAN RELEVANSINYA DALAM PENGAMALAN IBADAH SHALAT SISWA SMA NEGERI 1 MERAKSA AJI, TULANG BAWANG
ABSTRAK
Kesuksesan suatu pendidikan salah satunya dipengaruhi
dengan minat belajar siswa, minat belajar yang baik akan
berpengaruh dengan hasil belajar siswa beda hal nya dengan minat
belajar siswa rendah maka hasil belajar juga rendah. Adapun
relevansi minat belajar dengan pengamalan ibadah siswa yang saling
berkaitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab
rendahnya minat belajar dan relevansinya dalam pengamalan ibadah
shalat siswa SMA Negeri I Meraksa Aji, Tulang Bawang.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif,
jenis deskriptif menggunakan metode studi lapangan (field research).
Informan utama penelitian yaitu guru pendidikan agama Islam dan
siswa SMA Negeri I Meraksa Aji Tulang Bawang, sedangkan sumber
data skunder di peroleh berupa dokumentasi yang telah ditentukan
oleh peneliti. Tehnik pengumpulan data menggunakan observasi
partisipatif, wawancara bebas terpimpin dan dukumentasi. Tehnik
analisa data menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman
dengan tahapan pengumpulan dataa, reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan yang dilakukan secara bersamaan. Pemeriksaan
keabsahan data menggunakan kredibilat.
Berdasarkan analisis yang telah penulis lakukan dapat
diperoleh kesimpulan bahwa terdapat beberapa faktor yang
menyebakan minat belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan
agama Islam rendah, faktor-faktor tersebut antara lain faktor internal
dan eksternal. Faktor internal yaitu (psikologis dan fisiologis siswa),
sedangkan faktor eksternal yaitu (faktor keluarga, guru dan
lingkungan), minat belajar di SMA Negeri I Meraksa Aji Tulang
Bawang tergolong rendah. Dan relevansi minat belajar dengan
pengamalan ibadah di SMA Negeri I Merksa Aji Tulang Bawang
tergolong rendah.
Kata Kunci: Minat Belajar, Pendidikan Agama Islam,
Pengamalan Ibadah
iii
ABSTRAC
The success of an education is influenced by student interest
in learning, good interest in learning will affect student learning
outcomes, unlike the case with low student interest in learning,
learning outcomes are also low. The relevance of interest in learning
with the practice of student worship is interrelated. This study aims to
determine the causes of low interest in learning and its relevance in
the practice of prayer of students of SMA Negeri I Meraksa Aji,
Tulang Bawang.
This research uses a descriptive qualitative approach,
descriptive type using field study method (field research). The main
informants of the research were Islamic religious education teachers
and students of SMA Negeri I Meraksa Aji Tulang Bawang, while
secondary data sources were obtained in the form of documentation
that had been determined by the researcher. Data collection
techniques use participatory observation, guided free interviews and
documentation. Data analysis techniques use the interactive model of
Miles and Huberman with the stages of data collection, data
reduction, data presentation, and conclusion drawing which are
carried out simultaneously. Data validity checks use credibility.
Based on the analysis that the author has done, it can be
concluded that there are several factors that cause students' interest in
learning in Islamic religious education subjects to be low, these
factors include internal and external factors. Internal factors are
(psychological and physiological students), while external factors are
(psychological and physiological students).
Keywords: Interest in Learning, Islamic Religious Education,
Practice of Worshi
PERAN MUSYRIFAH DALAM PEMBENTUKAN PERILAKU SOSIAL KEAGAMAAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL-AZHAR DESA MARGARIA TERBANGGI BESAR LAMPUNG TENGAH
ABSTRAK
Musyrifah adalah penyebutan yang biasa digunakan untuk seorang
pembimbing di asrama. Peran musyrifah di pondok pesantren sangatlah penting
karena pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki tujuan
untuk menghasilkan generasi muslim yang taat beragama dan berakhlak mulia.
Musyrifah, sebagai pembimbing dan pengajar di pesantren, memiliki tanggung jawab
besar dalam membentuk karakter dan perilaku sosial keagamaan santri. Musyrifah di
Pondok Pesantren Al-Azhar yang berada di Desa Margaria ini tidak hanya
memberikan pengajaran agama, tetapi juga memberikan teladan, bimbingan, serta
dukungan moral kepada santri. Dengan interaksi yang intensif dan pendekatan yang
holistik, musyrifah berperan dalam membentuk identitas keagamaan santri serta
membantu mereka menjadi individu yang bertanggung jawab, peduli, dan
berkontribusi positif dalam masyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah
bagaimana proses kegitan santri di pondok pesantren? Bagaimana metode musyrifah
dalam pembentukan perilaku sosial keagamaan santri di pondok pesantren Al-Azhar?
Metode penelitian dalam skripsi ini adalah deskriptif kualitatif dengan
menggunakan jenis penelitian lapangan (Field reserch). Adapun sifat dari penelitian
ini adalah Deskriptif yaitu penulis akan mendeskripsikan data temuan lapangan.
Metode pengumpulan data berupa observasi dimana peneliti mengamati secara
langsung dilapangan, wawancara yang dimana peneliti berkomunikasi secara verbal
dalam bentuk percakapan untuk memperoleh informasi dan dokumentasi yang
bertujuan untuk memperoleh gambaran umum deskripsi lokasi penelitian. Dalam
wawancara yang digunakan kepada informan menggunakan teknik purposive
sampling dengan pemilihan informan berdasarkan kategori informan kunci, informan
utama dan informan pendukung, serta dokumentasi yang didapatkan selama proses
kegiatan penelitian. Teori yang digunakan untuk menganalisis dalam penelitian ini
adalah teori Struktural Fungsional yang dikemukakan oleh Talcott Parsons dalam
menganalisis dan membahas hasil temuan dilapangan.
Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa proses kegiiatan di pondok
peantren al-Azhar dilakukan sesuai rangkaian jadwal kegiatan yang diberikan seperti
sholat berjama'ah, yasinan, ta'lim, hafalan Al-Qur'an, puasa senin kamis, al-berzanji,
PDS (Pengembangan Diri Santri) dan kegiatan bulan dan tahunan seperti Peringatan
Hari Besar Islam. Kemudian santri wajib melaksanakan proses kegiatan yang teleh
dibuat oleh musyrifah dan dan akan dipraktekkan di kehidupan sehari-hari, hal ini
dapat dilihat dari semua kegiatan yang dijalankan oleh santri setiap hari. Selanjutnya
musyrifah dalam melakukan metode pembentukan perilaku sosial keagamaan pada
santri melalui (1) metode pembiasaan, seperrti membiasakan sholat 5 waktu,
berpakaia sopan, dan berbicara dengan bahasa yang santun. (2) Metode nasihat,
pemberian nasihat seperi pengebangan akhlak, pemahaman agama dan pembentukan
karakter. (3) Metode hukuman, dengan pemberian hukuman seperti membersihkan
lingkungan pesantren, membaca aqur’an bagi santri yang melanggar peraturan. (4)
Metode keteladanan, dengan memberikan contoh langsung dalam hal kesopanan,
kejujuran, tanggung jawab, dan tolong menolong. hal itu diterapkan dengan tujuan
santri memiliki perilaku sosial keagamaan yang baik, dapat dilihat dari perilaku santri
dengan musyrifah, ustadz dan para santri lainnya sudah cukup baik sehingga perlu
untuk dipertahankan dan lebih baik di tingkatkan lagi agar target dari pembentukan
perilaku sosial keagamaan santri benar tertanam dengan baik pada diri santri serta
dapat diterapkan di lingkungan pondok pesantren ataupun saat santri sudah keluar dari
pondok pesantren dan dapat di terapkan juga dilingkungan masyarakat.
Kata Kunci : Musyrifah dan Perilaku Sosial Keagamaan Santri. ABSTRACT
Musyrifah is a term commonly used for a mentor or guide in a
dormitory. The role of musyrifah in Islamic boarding schools (pondok pesantren)
is very important because these institutions aim to produce devout and morally
upright Muslim generations. As mentors and teachers, musyrifah have significant
responsibilities in shaping the character and social-religious behavior of the
students (santri). At Pondok Pesantren Al-Azhar in Margaria Village, musyrifah
not only provide religious education but also serve as role models, offer
guidance, and provide moral support to the santri. Through intensive interaction
and a holistic approach, musyrifah play a role in forming the religious identity of
the santri and helping them become responsible, caring, and positively
contributing individuals in society. The research questions in this study are: How
do the activities of santri in the pondok pesantren proceed? What methods do
musyrifah use in shaping the social-religious behavior of santri at Pondok
Pesantren Al-Azhar?
This study employs a descriptive qualitative research method using field
research. The nature of this research is descriptive, as the author will describe
field data findings. Data collection methods include observation, where the
researcher directly observes in the field; interviews, where the researcher
communicates verbally to gather information; and documentation, aimed at
obtaining a general description of the research location. Interviews use purposive
sampling techniques, selecting informants based on key informant categories,
primary informants, and supporting informants, as well as documentation
obtained during the research process. The theory used for analysis in this study is
the Structural Functional Theory proposed by Talcott Parsons, which is used to
analyze and discuss field findings.
The research results show that the activities at Pondok Pesantren Al�Azhar follow a schedule provided, including congregational prayers, Yasin
recitations, religious lessons, Quran memorization, Monday and Thursday
fasting, Al-Barsanji, Personal Development for Santri (PDS), and monthly and
annual activities such as Islamic holiday celebrations. Santri are required to
follow the activities set by musyrifah and apply them in daily life, as seen from
their daily activities. Furthermore, musyrifah employ several methods to shape
the social-religious behavior of santri: (1) habituation methods, such as making
daily prayers, dressing modestly, and speaking politely a routine; (2) advisory
methods, offering advice on moral development, religious understanding, and
character formation; (3) punitive methods, such as assigning tasks like cleaning
the pesantren environment or Quran reading for rule violations; and (4)
exemplary methods, providing direct examples of politeness, honesty,
responsibility, and mutual assistance. These methods aim to instill good social�religious behavior in the santri, as evidenced by their interactions with musyrifah,
teachers, and other santri. The behavior of the santri is generally good, and it is
essential to maintain and improve it to ensure that the social-religious behavior
goals are effectively instilled in the santri and applied both within and outside the
pesantren and in the broader community.
Keywords: Musyrifah and Religious Social Behavior of Student
EKSEKUSI JAMINAN OBJEK FIDUSIA PASCA KELUARNYA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 71/PUU-XIX/2021
Law number 42 of 1999 concerning fiduciary guarantees regulates all matters regarding fiduciary guarantees, including the implementation of their execution, but in practice there are many discrepancies between the laws and regulations and the behavior of creditors towards debtors which are often arbitrary in withdrawing the object of guarantee. The Constitutional Court Decision No. 71/PUU-XIX/2021 aims to affirm and provide legal protection for the parties, before the existence of this Constitutional Court decision, creditors often used their right to execute directly without the need to go through the court, as long as it was carried out in accordance with the provisions of the applicable law. This is done by creditors to speed up the execution process and reduce the administrative burden experienced by the parties. However, the ruling also provides strict restrictions to protect the rights of debtors, including the obligation of creditors to provide clear and adequate notice before executing executions. In this study, the author uses a normative juridical research method or can be called a literature review and reviews legal materials, the approach taken by the author is the legal approach and also the case approach Where the case approach is carried out by reviewing or reviewing the results of the Constitutional Court decision number 71/PUU-XIX/2021. The analysis of legal materials is carried out by citing and studying relevant articles of laws and regulations, while the opinions of scholars are quoted and then used as a theoretical basis to answer research questions. From the explanation above, it can be concluded that this Constitutional Court decision can provide legal certainty and also provide legal protection for the parties because the results of this Constitutional Court decision require creditors to carry out the execution through an application to the district court
