407 research outputs found
Pengaruh Literasi Keuangan, Pengendalian Diri, dan Penggunaan Media Sosial Terhadap Perilaku Konsumtif.
Literasi keuangan dan pengendalian diri merupakan beberapa faktor
penting dalam menentukan keputusan pembelian. Media sosial digunakan sebagai
wadah yang dapat mendorong seseorang untuk melakukan pembelian. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, pengendalian diri,
dan penggunaan media sosial terhadap perilaku konsumtif. Penelitian ini
dilakukan di Indonesia dan contoh dalam penelitian ini adalah 200 responden
yang aktif menggunakan media sosial dengan rentang usia 19-54 tahun. Penentuan
contoh dilakukan secara purposive melalui survey online. Data dianalisis secara
deskriptif, uji korelasi dan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian
menunjukkan terdapat pengaruh negatif signifikan literasi keuangan dan
pengendalian diri terhadap perilaku konsumtif, sementara itu media sosial tidak
berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif
Personal Branding Valentino Simanjuntak sebagai Komentator Olahraga di Media Televisi
Abstrak - Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif mengenai “Personal Branding Valentino Simanjuntak sebagai Komentator Olahraga di Media Televisi”. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis bagaimana penerapan personal branding yang dilakukan oleh Valentino Simanjuntak sebagai komentator olahraga di media televisi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian analisis deskriptif. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini ialah post-positivisme karena peneliti ingin membuktikan dan menganalisa suatu fenomena yang terjadi pada subjek penelitian dengan berpedoman teori yang sudah ada dan berpaku pada suatu teori. Dalam objek penelitian penulis memilih Valentino Simanjuntak sebagai informan kunci, lalu memilih Ary Sapari dan Petrus Tomy Wijanarko sebagai informan pendukung dan memilih Dra. Dewi Taviana Walida, Psi, Psikolog sebagai informan ahli. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam melakukan personal branding, Valentino Simanjuntak hadir sebagai komentator olahraga di media televisi yang memiliki ciri khas variasi ragam bahasanya saat menjadi komentator olahraga yaitu slang, jargon, akrolek, dan ken dengan sebelas karaktersitik personal branding yaitu keaslian, integritas, konsisten, spesialisasi, wibawa, kekhasan, relevan, terlihat, kegigihan, nama baik, dan kinerja yang sudah cukup baik dan selaras. Akan tetapi, pada poin kewibawaan, untuk diakui sebagai ahli dalam bidang komentator olahraga Valentino Simanjuntak masih membutuhkan waktu dan proses lagi untuk memenuhi kriteria kewibawaan.Abstract - This research is a qualitative research on "Personal Branding Valentino Simanjuntak as Sports Commentator on Television Media". The purpose of this research is to analyze the way of applying personal branding carried out by Valentino Simanjuntak as a sports commentator on television media. This study uses qualitative methods with a type of descriptive analysis research. The paradigm used in this research is post-positivism because researchers want to prove and analyze the phenomena that occur in the subject of research by referring to existing theories and sticking to a theory. In the research object, the author choose Valentino Simanjuntak as the key informant, then choose Ary Sapari and Petrus Tomy Wijanarko as supporting informants and chose Dra. Dewi Taviana Walida, Psi, Psychologist as expert informant. The result of this research shows that in conducting personal branding, Valentino Simanjuntak was present as a sports commentator on television media who has a uniqueness of language variation like slang, jargon , akrolek, and ken with eleven personal branding characteristics namely authenticity, integrity, consistency, specialization, authority, distinctiveness, relevant, visibility, persistence, goodwill, and performance. It is good enough and in harmony. However, in terms of authority, to be recognized as an expert in the field of sports commentator Valentino Simanjuntak still needs more time and process to fulfill the criteria of authorityKeywords - Language Variety, Personal Branding, Sports Commentato
"Zaphanza": jaket anti repot dan efisien bagi sang pendaki gunung sejati
Kegiatan mendaki gunung saat ini sedang menjadi hobi banyak generasi muda, apalagi dengan adanya promosi kegiatan pendakian dari salah satu film Indonesia yang menambah ketertarikan dan keingintahuan masyarakat (khususnya pemuda pencinta alam) untuk berpetualang ke daerah pegunungan. Persiapan perlengkapan pendakian seperti peta, tenda, ransel (backpack), jaket, baju hangat, head lamp, korek, bekal air dan makanan serta perlengkapan pribadi lainnya membuat barang bawaan menjadi banyak dan beban yang dibawa cukup berat. Jaket “ZAPHANZA” sebagai jaket multifungsi bagi sang pendaki gunung sejati memiliki Kreatifitas dan Keunikan sebagai pelindung tubuh, dilengkapi dengan tempat penyimpanan tenda, raincoat, sarung tangan, peluit, kompas, termometer, striping yang memantulkan cahaya, tempat perlengkapan makan, kerah yang dapat menutupi bagian mulut, dan kupluk atau tudung yang dapat tertutupi hingga bagian ujung rambut (dapat berfungsi sebagai sleeping bag) membuat proses persiapan perlengkapan pendakian menjadi lebih mudah dan efisien. Kehadiran jaket “ZAPHANZA”, diharapkan mampu mengatasi permasalahan pengemasan perlengkapan khususnya efisieni pengemasan perlengkapan dan mengurangi beban bawaan. Jaket gunung “ZAPHANZA” memiliki prospek komersialisasi dengan peluang pasar konsumen yang masih sangat terbuka. Kegiatan pembuatan jaket “ZAPHANZA” diawali dengan tahap desain produk, survei bahan baku, penyempurnaan desain, pembuatan produk, uji coba produk, demonstrasi produk, tahap finalisasi, survei peluang komersialisasi kepada konsumen dan produsen, pengurusan paten, pengajuan 106 karya inovasi Indonesia paling prospektif tahun 2014 dan diakhiri dengan publikasi artikel ilmiah.Dikt
Pengaruh Karakteristik Sosio-Demografi, Gaya Hidup dan Persepsi Risiko terhadap Keberdayaan Konsumen di Bidang Asuransi Kesehatan.
Saat ini masyarakat dituntut mengelola keuangan jangka panjang dan memiliki
asuransi kesehatan. Prinsipnya, konsumen termotivasi meminimalkan kesalahan dan
memaksimalkan kegunaan agar terhindar dari ketidakpastian. Penelitian ini bertujuan
menganalisis pengaruh karakteristik sosio-demografi, gaya hidup dan persepsi risiko
terhadap keberdayaan konsumen di bidang asuransi kesehatan. Metode online survei
digunakan pada 100 pengguna asuransi kesehatan BPJS/non-BPJS yang tidak berasal
dari tempat kerja dan pernah mengurus klaim/pembayaran ketika berobat untuk diri
sendiri/mengurus orang lain. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensia.
Responden paling banyak memiliki gaya hidup fulfilleds. Persepsi risiko terhadap jasa
asuransi kesehatan tergolong tinggi terutama pada risiko waktu dan keuangan. Indeks
Keberdayaan Konsumen (IKK) di bidang asuransi kesehatan adalah 47,00 yang
termasuk kategori mampu. Responden laki-laki berusia 36-50 tahun, berpendidikan
tinggi, bekerja dan berpendapatan >Rp1 500 000/kapita/bulan, menggunakan asuransi
BPJS 6-10 tahun, memiliki berorientasi gaya hidup strivers adalah responden yang
paling berdaya. Semakin tua responden, nilai IKK akan semakin menurun. Semakin
tinggi pendapatan responden, lama pendidikan dan lama menggunakan asuransi
kesehatan dengan status pekerjaan bekerja akan meningkatkan nilai IKK
Perilaku Komplain Konsumen Generasi Y Pada Belanja Online
Perilaku belanja online merupakan metode belanja yang paling diminati
masyarakat modern, khususnya Generasi Y yang selalu terhubung dengan internet
dan teknologi dalam berbagai aspek kehidupan. Selain memberikan kemudahan,
belanja online juga berpotensi merugikan konsumen. Tujuan penelitian ini adalah
menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku belanja online dan
perilaku komplain pada konsumen Generasi Y. Penelitian ini melibatkan 100
mahasiswa S1 Institut Pertanian Bogor yang dipilih menggunakan teknik
snowball. Data dikumpulkan melalui self report menggunakan kuesioner dan
wawancara mendalam. Analisis yang digunakan dalam penelitian adalah uji
regresi linier berganda. Hasil uji regresi menunjukkan uang saku per bulan dan
sikap terhadap belanja online berpengaruh secara nyata terhadap frekuensi belanja
online. Perilaku komplain dipengaruhi secara nyata oleh jenis kelamin, gaya hidup
strivers, dan jumlah akun media sosial
Halal food purchase behavior of students from three school levels using theory of planned behavior approach
Leafresh (vegetables: all fresh!) sayur kemasan cepat saji, praktis, aman, dan bergizi untuk meningkatkan konsumsi sayur keluarga
Sebanyak 27 persen dari jumlah masyarakat Indonesia tidak menyajikan sayur dalam makanan mereka. Rendahnya konsumsi sayuran dapat mengakibatkan gangguan pada kesehatan. Minimnya waktu yang dimiliki para ibu dan wanita karir dalam mempersiapkan dan mengolah makanan untuk keluarga mereka adalah salah satu penyebabnya. Oleh karena itu, Perusahaan Agriaria membuat produk dengan nama LEAFRESH (Vegetables: All Fresh!). LEAFRESH merupakan sayuran yang telah dikemas serta dimodifikasi menjadi sayuran cepat saji melalui tahapan pembersihan sayuran, pencucian, pemotongan, pengeringan, dan penyediaan bumbu serta telah dilengkapi dengan cara pembuatan dan kandungan gizi dari sayuran. Berdasarkan hasil perhitungan kelayakan usaha, nilai R/C usaha ini sebesar 1.56 sehingga usaha ini layak untuk dijalankan. Produksi LEAFRESH bekerja sama dengan kelompok tani di wilayah Cihideung Ilir serta dibantu oleh dua orang karyawan. Varian yang ditawarkan oleh produk LEAFRESH yaitu olahan sayur sop, sayur capcay, dan sayur asem serta sayur organik yang terdiri dari tumis kangkung dan sayur bening bayam. LEAFRESH tersedia dalam dua bentuk paket kemasan, yaitu kemasan mini (100 gram) dan kemasan jumbo (400 gram). Teknik pemasaran yang diterapkan usaha ini adalah konsinyasi, direct selling, dan pengadaan agen (reseller). Sistem konsinyasi telah dilakukan di beberapa toko di wilayah Bogor. Selain itu, setiap minggu dilakukan direct selling dengan sepeda motor coolbox di wilayah perumahan di Bogor. Pengadaan agen telah dilakukan di wilayah Depok, Tangerang, Bekasi, dan Jakarta. Promosi dilakukan melalui media cetak, media elektronik, dan ikut serta dalam berbagai kompetisi bisnis. LEAFRESH telah diproduksi sebanyak sembilan kali dan menghasilkan produk sebanyak 416 paket dengan perolehan omzet sebesar Rp2 791 000.Dikt
Pengaruh Akses Pendidikan Konsumen dan Gaya Hidup terhadap Keberdayaan Konsumen di Wilayah Perkotaan dan Perdesaan Bogor.
Keberdayaan konsumen merupakan suatu gambaran konsumen yang memiliki sikap tegas, aktif dalam mempertahankan haknya, serta berani mengajukan komplain jika merasa dirugikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan akses pendidikan konsumen, gaya hidup dan keberdayaan konsumen di wilayah Perkotaan dan Perdesaan Bogor, dan menganalisis pengaruh akses pendidikan konsumen dan gaya hidup terhadap keberdayaan konsumen. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dengan contoh 120 ibu rumah tangga yang dipilih secara purposif. Data dianalisis secara deskriptif, independent sample t-test, mann whitney, dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu rumah tangga di perkotaan lebih banyak mendapatkan pendidikan konsumen dibandingkan di perdesaan dengan perbedaan nyata antara kedua wilayah. Terdapat perbedaan nyata pada gaya hidup fulfilleds dan believers diantara kedua wilayah. Lama pendidikan dan intensitas akses pendidikan konsumen memengaruhi secara nyata dan positif terhadap indeks keberdayaan konsumen
Pengaruh Sikap dan Preferensi terhadap Perilaku Pembelian Pangan Lokal
Perkembangan Indonesia saat ini, membuat masyarakat semakin selektif
dalam pembelian pangan. Pemilihan pangan lokal dan impor sudah mulai banyak
dipertimbangkan masyarakat ketika melakukan pembelian. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis pengaruh sikap dan preferensi terhadap perilaku pembelian
pangan lokal. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan metode
survei. Lokasi penelitian di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat dan
Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor. Responden
berjumlah 250 ibu rumah tangga yang dipilih secara proportional random sampling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin baik sikap terhadap produk pangan
lokal dan semakin baik preferensi terhadap produk pangan lokal akan
meningkatkan perilaku pembelian pangan lokal
Pengaruh Karakteristik Sosial, Demografi dan Ekonomi serta Gaya Hidup terhadap Keberdayaan Konsumen di Bidang Telekomunikasi.
Perubahan lingkungan global dan perkembangan teknologi telekomunikasi
yang berlangsung sangat cepat mendorong terjadinya perubahan mendasar,
melahirkan telekomunikasi yang baru, dan perubahan cara pandang dalam
penyelenggaraan telekomunikasi. Hal tersebut dapat mengakibatkan konsumen
lebih mudah terkena penipuan. Supaya konsumen terhindar dari kerugian,
konsumen membutuhkan keahlian dan pengetahuan yang lebih dibandingkan
dengan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh karakteristik
sosial, demografi dan ekonomi serta gaya hidup terhadap keberdayaan konsumen
di bidang telekomunikasi. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional
study dengan metode pengumpulan data adalah secara online. Contoh pada
penelitian ini yaitu konsumen yang menggunakan jasa telekomunikasi (modem
dan provider telepon seluler yang digunakan untuk mengakses internet, SMS
(Short Message Service) dan telepon). Data dianalisis secara deskriptif dan
inferensia. Analisis deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik
sosial, karakteristik demografi, karakteristik ekonomi, gaya hidup dan indeks
keberdayaan konsumen. Analisis inferensia digunakan untuk analisis kluster dan
regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen yang paling
berdaya adalah perempuan dewasa awal (17-40 tahun), pendidikan tinggi, dan
pendapatan lebih dari Rp 1.500.000 per bulan. Gaya hidup fullfilleds berpengaruh
negatif signifikan terhadap keberdayaan konsumen di bidang telekomunikasi
- …
