1,725,684 research outputs found
KEPEMIMPINAN PRESIDEN MEGAWATI PADA ERA KRISIS MULTIDIMENSI, 2001-2004
Pada 1997 - 1998, Indonesia menghadapi berbagai macam krisis yang menimbulkan gejolak dan mengubah jalannya sejarah bangsa ini. Dimulai dari krisis ekonomi nasional, dan berlanjut pada munculnya berbagai bentuk ancaman, seperti konflik etnis dan agama, serta maraknya separatisme dan terorisme. Krisis multidimensi tersebut berpotensi menghantar Indonesia pada perpecahan dan dicap sebagai negara gagal. Penelitian ini bertujuan untuk memberi pemahaman tentang hubungan antara krisis multidimensi dan kepemimpinan presiden pada kurun waktu tahun 2001 hingga 2004. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dipakai untuk menggali tacit knowledge dari pengambil keputusan tertinggi saat itu, yang tidak lain adalah Presiden Republik Indonesia kelima Megawati Soekarnoputri. Penelitian ini menggunakan kerangka teori Byman dan Pollack (2001) sebagai pisau analisis dengan metode penelitian kualitatif. Hasil temuan penelitian yang diperoleh antara lain, walaupun dalam masa pemerintahan yang relatif singkat, kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri, berhasil mengatasi sebagian besar krisis multidimensi yang dihadapi oleh Indonesia saat itu. Kebijakan strategis di bidang ekonomi, politik, hukum, sosial, dan lingkungan diambil  dengan landasan pemikiran yang inovatif, melalui berbagai upaya dialog, perundingan, pembuatan program, pengesahan peraturan perundang-undangan, hingga pemberlakuan operasi militer demi menjaga kedaulatan dan keamanan Negara Indonesia. Dampak dari berbagai kebijakan tersebut masih bisa dirasakan hingga saat ini, seperti pemilihan umum secara langsung, otonomi daerah, meletakan fondasi pembangunan kemaritiman. Keberhasilan tersebut menjadi landasan yang kokoh bagi presiden selanjutnya untuk melanjutkan program pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat di Indonesia. Salah satu kontribusi penelitian ini adalah mengeksplisitkan aspek-aspek yang melatarbelakangi pengambilan keputusan strategis pada era 2001-2004, yang diharapkan bisa berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan saran praktis dalam rangka proses penyusunan perencanaan dan kebijakan strategis pembangunan, baik pada tataran suatu negara maupun global
Hasil Peer Review (Digital Age Literacy in Elementary School) oleh Fika Megawati, M.Pd dan Yuli Astutik, M.Pd
Ini adalah hasil peer review dari artikel yang berjudul "Digital Age Literacy in Elementary School" yang dipublikasikan Atlantis Press oleh Fika Megawati, M.Pd dan Yuli Astutik, M.P
Hasil Peer Review (Implementing organize your speech posted in social media to improve the students’ ability in public speaking) oleh Fika Megawati, M.Pd dan Yuli Astutik, M.Pd
Ini adalah hasil peer review dari artikel yang berjudul "Implementing organize your speech posted in social media
to improve the students’ ability in public speaking" yang dipublikasikan ELTAR oleh Fika Megawati, M.Pd dan Yuli Astutik, M.P
Data for: Kinetics of mace (Myristicae arillus) essential oil extraction using microwave assisted hydrodistillation: effect of microwave power
This research aims to investigate the effect of HD and MAHD methods on mace essential oil yields, compositions, and extraction kinetic using diffusion-controlled model. In the extraction using MAHD, the effect of power was also investigated. The diffusion process of mace essential oil in solid was approached using Fick’s theory. Therefore, diffusion coefficient (De), which can be used to design industries with good operationals can be obtained. On top of that, the correlation between power and diffusion coefficient was also investigated.The mass balance equation of mace essential oil is assumed that the extracted particles’ shape is circle. In this research, data on essential oil fraction (xdata) will be obtained. This data was obtained after the mace was degraded, so that the essential oil can diffuse out. The time needed for degradation until the essential oil diffused out for the first time was called tdeg. Consequently, in the calculation, the time value (t) must be corrected into tdata - tdeg. The values of tdeg and β were calculated continuously until the desired essential oil fraction (xcal) was obtained. To make it more systematic, trial and error processes were done using a solver tool on Microsoft Excel to get minimum Sum of Square of Errors (SSE). Based on the previous explanation, diffusion coefficient (De) is influenced by temperature, or in other words, by the microwave power used. In this research, the effect of power on diffusion will be correlated with empirical equation.Diffusion-controlled model can describe essential oils extraction mechanism using HD and MAHD methods. The calculation only used the data when the essential oil has not been in the constant volume. The calculation result showed that time of mace degradation (tdeg), so the essential oil can diffuse out in the extraction using HD (22.42 min) was very long compared to using MAHD (2.8–8.24 min). The time of cell wall degradation in essential oil extraction of mace uses MAHD at 300, 600, and 800 W at 8.24, 3.97, and 2.8 min, respectively. These results indicated that microwave degrades oil cell walls faster than conventional heating equipment and the higher the microwave power, the shorter the cell wall degradation time. In addition, the calculation result showed that the diffusion coefficient (De) of mace extraction using HD is less than the one using MAHD. Therefore, that it can be concluded that that mass transfer of mace essential oil extraction using HD is lower than the extraction done using MAHD. In addition, the higher the power used, the higher the diffusion will be. This means that the extraction process will be faster. The correlation equation of De versus P can be expressed by De = 3.02 x 10^(-15) x P^0.5985
Hasil Peer Review (Realitas Penerapan Literasi Digital bagi Mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah Sidoarjo) oleh Fika Megawati, M.Pd dan Yuli Astutik, M.Pd
Ini adalah hasil peer review dari artikel yang berjudul "Realitas Penerapan Literasi Digital bagi Mahasiswa
FKIP Universitas Muhammadiyah Sidoarjo" yang dipublikasikan ICECRS oleh Fika Megawati, M.Pd dan Yuli Astutik, M.P
Hasil Peer Review (Successful English Learners in Speaking English at SMAN 2 Surabaya) oleh Fika Megawati, M.Pd dan Yuli Astutik, M.Pd
Ini adalah hasil peer review dari artikel yang berjudul "Successful English Learners in Speaking English at SMAN 2 Surabaya" yang dipublikasikan JEES oleh Fika Megawati, M.Pd dan Yuli Astutik, M.P
Kebijakan Politik Presiden Megawati Tahun 2001-2004
Megawati merupakan salah satu sosok pemimpin wanita berpengaruh di
Indonesia, Megawati terpilih menjadi presiden pada tahun 2001. Adapun SI – MPR
tersebut diselenggarakan dalam rangka menanggapi langkah presiden Abdurrahman
Wahid yang membekukan lembaga MPR/DPR dan Partai Golkar (Soebachman,
2015:152). Karena pada tanggal 23 Juli 2001 MPR secara resmi “melengserkan”
Presiden Gus Dur, otomatis wakil presiden Megawati Soekarnoputri naik jabatan
untuk menggantikannya. Presiden Republik Indonesia yang ke – 5 adalah Megawati
Soekarnoputri. Megawati merupakan presiden wanita pertama yang ada di Indonesia.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah : (1) bagaimana kiprah Megawati
dalam gelanggang perpolitikan di Indonesia sebelum tahun 2001 ?; (2) bagaimana
kebijakan politik dalam negeri dan luar negeri pemerintahan Megawati tahun 20012004
?;
(3)
apa
dampak
kebijakan
politik
dalam
negeri
dan
luar
negeri
pemerintahan
Megawati
tahun 2001-200 ? Tujuan penelitian ini adalah : (1) untuk menganalisis
kiprah Megawati dalam gelanggang perpolitikan di Indonesia sebelum tahun 2001;
(2) untuk menganalisis kebijakan politik dalam negeri dan luar negeri pemerintahan
Megawati tahun 2001-2004; (3) untuk menganalisis dampak kebijakan politik dalam
negeri dan luar negeri pemerintahan Megawati tahun 2001-2004.
Hasil penelitian yang diperoleh adalah perjalanan politik praktis Megawati
dimulai sebagai kader partai PDI, selanjutnya motor perolehan suara dan menjadi
sebagai Anggota DPR dalam posisi partai PDI menuju puncak kekuasaannya. Tahun
2000 menjadi awal dari perjalanan politik yang sesungguhnya Megawati menjabat
sebagai wakil presiden republik Indonesia yang ke-8. Dan menjadi prestasi tersendiri bagi Megawati tatkala tahun 2001 menjadi Presiden ke 5 dengan dimakzulkannya
Abdurrahman Wahid dari kursi kepresidenan.
Simpulan dari penelitian ini adalah selama menjabat sebagai presiden republik
indonesia yang ke-5 Megawati banyak melakukan perubahan, walaupun perubahan
tersebut tidak terlalu signifikan tapi mnjadi awal dari sebuah pondasi politik
indonesia, yaitu kebijakan dalam negeri dan luar negeri yang kesemuanya hampir
fokus dalam hal perpolitikan. Salah satunya adalah stabilitas nasional dengan langkah
yang paling konsen adalah Pemberantasan Korupsi dengan dibentuknya lembaga
KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dan mengesahkan beberapa Undang-Undang
dan Peraturan Pemerintah untuk mengawal setiap kebijakan negara.
Berdasarkan hasil penelitian di atas, penulis dapat menyampaikan saran yaitu :
(1) Kepada para Mahasiswa calon guru sejarah, Penelitian ini diharapkan dapat
mengasah dan memahami secara mendalam mengenai perjalanan Politik Presiden
Megawatie Soekarnoputri tahun 2001-2004; (2) Kepada almamater, hendaknya mau
memberikan peluang bagi mahasiswa untuk mengadakan penelitian yang sesuai
keinginannya, terutama yang berada di wilayah sendiri, sehingga akan membawa
dampak terhadap rasa cinta tanah air, bangsa dan negara; (3) Bagi pembaca, dapat
menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai perjalanan politik praktis
Megawati Soekarnoputri, dan dapat mengambil nilia-nilau tauladan yang dicontohkan
dari sosok Megawati, baik dalam hal perjalanan politik, hambatan, perjuangan, dan
kepemimpinannya
Megawati Soekarnoputri Sebagai Presiden Wanita di Indonesia (2001-2004)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang tampilnya Megawati Soekarnoputri menjadi Presiden RI, kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Megawati Soekarnoputri selama menjadi presiden RI, dan yang terakhir capaian selama pemerintahan Megawati Soekarnoputri.
Penelitian ini adalah penelitian historis dengan menggunakan metode historis, melalui tahapan; heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sepanjang sejarah pemerintahan di Indonesia Megawati Soekarnoputri adalah satu-satunya wanita pertama yang menjabat sebagai presiden RI, tampilnya Megawati Soekarnoputri sebagai presiden RI 2001-2004, dimana sistem pemerintahan yang digunakan adalah Kabinet Gotong Royong. Namun, kinerja Megawati Soekarnoputri dalam memimpin pemerintahan (2001-2004) memang tidak bisa membuktikan kepada publik bahwa Megawati Soekarnoputri Memiliki kesamaan kapasitas dengan gaya kepemimpinan ayahnya Bung Karno. Dalam masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri banyak kejadian-kejadian yang terjadi di indonesia salah satunya terjualnya aset negara untuk membayar utang negara.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Megawati Soekarnoputri dapat memperbaiki keadaan Indonesia melalui kebijakan bidang ekonomi dan kebijakan bidang hukum. Capaian selama pemerintahan Megawati Soekarnoputri yaitu politik dan hukum, ekonomi, pertahanan dan keamanan, pemberantasan korupsi dan pemberantasan terorisme
- …
