89 research outputs found
Analisis Food Supply Chain Network Crude Palm Oil (CPO) pada Pt. Perkebunan Nusantara III PKS Hapesong
The Indonesian palm oil commodity, especially Crude Palm Oil (CPO), is
expected to compete in the international market and provide good quality in every
fulfillment of demand. Because Indonesia is one of the largest CPO producing countries
with a record that in 2013 Indonesia had become the number 1 exporter with export
quantities reaching 26.7 million tons with a value of US 19,1
Juta (47% perdagangan minyak sawit internasional). Sebagai salah satu perusahaan yang
berpengalaman dalam menghasilkan komoditas kelapa sawit khusunya CPO PT.
Perkebunan Nusantara III PKS Hapesong kerap menghadapi masalah jumlah produksi yang
fluktuatif, sebagai contoh dalam kurun waktu Oktober 2018 sampai September 2019
dengan penurunan terbesar mencapai jarak 294 ton. Volume produksi CPO yang fluktuatif
tersebut diakibatkan inkonsistensi pasokan tandan buah segar (TBS). Permasalahan yang
diteliti pada penelitian ini adalah aktivitas rantai pasok dengan melihat kerangka jaringan
rantai pasok kelapa sawit/CPO secara lebih luas dari petani/pemasok sampai kepada tangka
timbun, sehingga diketahui gambaran keadaan rantai pasok. Gambaran rantai pasok
tersebut dianalisis dengan metode Food Supply Chain Network, diperhatikan aktivitas yang
menghambat kegiatan-kegiatan rantai pasok sehingga menyebabkan kuantitas produksi
fluktuatif. Kegiatan aktivitas tersebut dinilai dengan SCOR (supply chain operations
reference) , dan didapatkan nilai HEP terbesar (human error probability) dengan adaptasi
model SCOR adalah 2,0852 yang terdapat pada proses make dari keseluruhan total nilai
pada aktivitas proses sebesar 3,801.146 HalamanSkripsi Sarjan
The impact of noise level on students’ learning performance at state elementary school in Medan
Strategi untuk Memaksimalkan Kinerja Pemeliharaan di PT Inalum
Industri aluminium primer adalah capital intensive. Pada industri aluminium primer, kinerja maintenance terbaik menjadi salah satu isu strategis di dalam organisasi karena berdampak potensial terhadap bottom line melalui perbaikan produktivitas dan profitabilitas secara keseluruhan perusahaan. Produktivitas dan profitabilitas tercapai apabila didukung kinerja maintenance maksimal yang ditunjukkan oleh availability peralatan yang tinggi disertai dengan biaya maintenance optimum.
Availability equipment PT Inalum dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan namun masih dibawah benchmarking availability equipment industri aluminium sebesar 95%. Biaya maintenance menunjukkan penurunan, namun masih di atas benchmarking biaya maintenance industri manufaktur 3%. Untuk itu dilakukan penelitian untuk memperbaiki kinerja maintenance PT Inalum sehingga mampu meningkatkan kinerja produksi.
Penelitian dilakukan dengan membandingkan level penerapan sistem manajemen maintenance di PT Inalum dengan sistem manajemen maintenance kelas dunia. Diagnosis sistem management dilakukan melalui kuesioner terhadap superintendent dan manajerial yang ada di PT Inalum yang terlibat dengan manajemen maintenance. Diagnosis terhadap taktikal strategi mengacu pada konsep manajemen kelas dunia menurut Campbell.
Selanjutnya dilakukan benchmarking untuk mengukur kinerja maintenance meliputi: maintenance cost, availability, PM shedule compliance, service level dan perputaran persediaan (inventory turn over) dibandingkan dengan best practice dunia.
Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan, penulis berkesimpulan bahwa level maintenance PT Inalum pada level kompeten yang mengacu kepada manajemen maintenance kelas dunia.
Hasil taktikal strategi yang direkomendasikan berdasarkan analisa gap yaitu meningkatkan sistem manajemen maintenance PT Inalum dari level kompeten menjadi level excellent .71 HalamanTesis Magiste
Strategi Perawatan Mesin Kapal terhadap Efektivitas Operasional MT. Citra Bintang (Studi Kasus: PT. Citra Bintang Samudra Line, Medan)
Strategi perawatan yang sesuai dengan kebutuhan komponen mesin dapat mengurangi besar losses dan meningkatkan produktivitas proses produksi. Mesin Induk kapal MT. Citra Bintang merupakan salah satu peralatan terpenting di atas kapal bagi perusahaan pelayaran yang akan dievaluasi efektivitasnya, dikarenakan memiliki nilai downtime yang besar.
Selama periode tahun 2009 s/d 2014 terjadinya kecenderungan tidak maksimalnya kegiatan perawatan berkala dalam periode 5 (lima) tahun terakhir yang disebabkan tidak optimalnya penggunaan biaya perawatan yang dialokasikan oleh perusahaan, dimana terjadi penurunan sejak periode tahun 2009 - 2010 dengan nilai keterserapan biaya perawatan sebesar 93%, menurun menjadi 58% di periode tahun 2013 – 2014.
Metode Pengukuran efektivitas mesin induk yang digunakan adalah metode TPM dengan jenis Penelitian Deskriptif dilakukan dengan perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai OEE yang didapatkan dari perkalian rasio availability, performance dan quality selama tahun 2014 adalah 82,24% dan berada di bawah standar JIPM (Japan Institute of Plant Maintenance) sebesar 85%. Sehingga nilai tersebut harus ditingkatkan agar mencapai minimal 85%.
Adapun losses yang paling berpengaruh adalah disebabkan oleh Breakdown losses sebesar 43,01 % , peringkat kedua disebabkan Quality defect and required losses sebesar 29,91%, dan peringkat ketiga disebabkan Speed Losses sebesar 27,08%.
Berdasarkan hasil penelitian, dengan menggunakan pengukuran OEE, menetapkan bahwa kegagalan sistem pemeliharaan sehingga rendahnya nilai-nilai efektifitas mesin pada tahun 2014 yang disebabkan oleh faktor-faktor yang menyebabkan kehilangan waktu dari mesin-mesin utama saat produksi disebabkan oleh Turbocharge ME rusak sebesar 29%, Gasket/Packing Cylinderhead bocor sebesar 19%, Valve in-out Cylinder Head bocor sebesar sebesar 15%, Exhaust Cylinder head bocor sebesar 12%, Mesin Over heat sebesar 8%, Pompa air laut untuk Mesin Induk & Mesin Bantu rusak sebesar 7%, Seating vale intake & Exhaust bocor sebesar 5%, Fress Water Pump untuk mesin induk rusak sebesar 4%, dan Kopling Pompa Cargo Selip tidak bisa melakukan bongkar muatan sebesar 1% dari keseluruhan Penyebab Mesin Induk Berhenti Pada Saat Produksi Tahun 2014.88 HalamanTesis Magiste
Ramp Activity Handling PT. Gapura Angkasa dengan Pendekatan Lean Six Sigma di Bandar Udara Internasional Kualanamu Kelas I, Deli Serdang
Industri yang ada bandar udara di dalamnya sangatlah dinamis, dimulai dari tingkat pelayan dan kualitas yang sesuikan dengan permintaan penumpang, aircraft sevice untuk maskapai, maupun pengguna jasa bandar udara. Keberagaman kegiatan managemen operasi bandar udara yang dikombinasikan dengan pengaruh budaya dan lingkungan dimana lokasi bandar udara itu berada. Hal tersebut mengakibatkan kepemilikan dan struktur organisasi yang kompleks. Efisiensi sangatlah perlu diperhatikan dikarenakan banyak level dan keberagaman. Sebagai contoh, ada bandar udara memberikan ground handling service yang diharuskan kepada maskapai, dan menerima keuntungan dari seluruh operasi pengelolahan masakapai. Ada juga bandar udara yang harus menyediakan ground handling service dari pihak maskapai sendiri atau pihak swasta lain.
Dinamika yang terjadi di bandar udara berpotensi dapat mengakibatkan kejenuhan waktu operasi ramp activity handling. Hal itu dikarenakan Ramp activity handling adalah muara dari seluruh ground handling services. Kejenuhan waktu operasi dapat mempengaruhi pelayanan terhadap konsumen dan waktu kedatangan/ keberangkatan pesawat di bandar udara (Slot Time Airport) yang sudah terbatas.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meminimalkan ground time maskapai untuk dengan jenis narror body aircraft di bandar udara. Metode penyelesaian masalah dilakukan dengan pendekatan lean six-sigma (DMAIC). Analisis penyebab masalah dilakukan untuk menemukan rekomendasi perbaikan kualitas dengan menggunakan konsep Kaizen yaitu analisis dengan menggunakan Five M Checklist dan penetapan saran Five Step Plan terhadap perbaikan dari lima faktor penyebab masalah yaitu man (manusia), methods (metode), machine (mesin/ peralatan), material (yakni: dokumen dan Informasi), dan environment (lingkungan kerja).Skripsi Sarjan
Pengolahan Limbah Untuk Meningkatkan Produktivitas Perusahaan Dengan Green Productivity Di PT. XYZ
Produktivitas adalah rasio antara output dan input. Dari pengertian tersebut dapat diartikan bahwa produktivitas merupakan sebuah parameter tentang kemampuan kesatuan input untuk menghasilkan output. PT. Kreasi Beton Nusapersada adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri bahan dan bangunan. Proses produksinya menghasilkan sisa hasil produksi atau limbah cair berupa kotoran sisa air dari hasil pencucian concrete mixer dan truck mixer dimana limbah cair tersebut mengandung semen. Limbah cair tersebut dibuang secara langsung, yang akan menyebabkan sedimentasi yang dapat mengeras di dasar saluran dan jika dibuang ke tanah, maka akan merembes dan menurunkan kesuburan tanah disekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan tahap-tahap dalam mencari alternatif solusi serta upaya perbaikan yang baik untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. Salah satu cara menghadapi permasalahan ini adalah dengan menerapkan Green Productivity. Menurut Asian Productivity Organization (2008) metode ini mengaplikasikan teknik, teknologi dan sistem manajemen untuk menghasilkan barang dan jasa yang ramah lingkungan. Hasil perhitungan Green Productivity Index dan Green Productivity Ratio untuk masing-masing alternatif diperoleh alternatif ke dua sebagai alternatif solusi. Produktivitas total rata-rata yang diperoleh pada periode Juni 2017 sampai Mei 2018 adalah sebesar 1,24 dan setelah estimasi produktivitas total dari alternatif 2 diperoleh sebesar 2,23 yang berarti bahwa terjadi peningkatan produktivitas sebesar 0,98%.Skripsi Sarjan
Optimasi Perencanaan Produksi dengan Pendekatan Linear Goal Programming
Perencanaan produksi merupakan proses untuk menyusun sistem dalam
memproduksi barang-barang pada suatu periode tertentu sesuai dengan yang
ditetapkan atau dijadwalkan melalui pengorganisasian sumber daya seperti tenaga
kerja, mesin, dan faktor lainnya. Sistem perencanaan yang baik akan
meningkatkan laba perusahaan sehingga PT Sariguna Primatirta juga perlu
menyusun sitem perencanaan untuk memenuhi permintaan pasar sesuai dengan
batasan—batasan yang dimiliki. PT Sariguna Primatirta merupakan perusahan
multi nasional yang bergerak di bidang minuman. Banyak minuman yang
diproduksi oleh PT Sariguna Primatirta terutama air minuman dalam kemasan dan
ukuran sehingga penulis mengkhususkan penelitian pada 3 air minum dalam
kemasan dengan berbagai ukuran. Penelitian ini akan membahas penggunaan
metode Goal Programming untuk mengoptimalkan produksi, pendapatan, dan
waktu kerja pada perusahaan tersebut. Sebelum diselesaikan dengan metode goal
programming terlebih dahulu dilakukan peramalan untuk memproyeksikan
produksi pada periode selanjutnya sebagai target (nilai ruas kanan) pada model
goal programming yaitu dengan metode sik/is. Dari hasil penelitian yang dibantu
software LINGO diperoleh solusi optimal telah sesuai dengan target yang
ditetapkan untuk periode Januari – Desember 2019 Perusahaan perlu
mempertimbangkan untuk mengurangi shift kerja karena waktu kerja terpakai
lebih sedikit dari waktu yang tersedia.Production planning is a process for arranging a system for producing
goods in a certain period as determined or scheduled through organizing
resources such as labor, machines, and other factors. A good planning system will
increase the company's profit so that PT Sariguna Primatirta also needs to
compile a planning system to meet market demand in accordance with existing
limitations. PT Sariguna Primatirta is a multi-national company engaged in the
beverage sector. Many drinks produced by PT Sariguna Primatirta, especially
bottled and sized bottled water, so the authors specialize in research on 3 bottled
drinking water of various sizes. This study will discuss the use of the Goal
Programming method to optimize production, income and working time at the
company. Before resolving with the goal programming method, forecasting is
made to project production in the next period as a target (right-hand side value)
in the goal programming model, namely the physical method. From the results of
research assisted by LINGO software, it was found that the optimal solution was
in accordance with the targets set for the January - December 2019 period.
Companies need to consider reducing work shifts because work time is used less
than the available time.109 HalamanSkripsi Sarjan
Pengolahan Limbah Untuk Meningkatkan Produktivitas Perusahaan Dengan Green Productivity Di PT. XYZ
Produktivitas adalah rasio antara output dan input. Dari pengertian tersebut dapat diartikan bahwa produktivitas merupakan sebuah parameter tentang kemampuan kesatuan input untuk menghasilkan output. PT. Kreasi Beton Nusapersada adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri bahan dan bangunan. Proses produksinya menghasilkan sisa hasil produksi atau limbah cair berupa kotoran sisa air dari hasil pencucian concrete mixer dan truck mixer dimana limbah cair tersebut mengandung semen. Limbah cair tersebut dibuang secara langsung, yang akan menyebabkan sedimentasi yang dapat mengeras di dasar saluran dan jika dibuang ke tanah, maka akan merembes dan menurunkan kesuburan tanah disekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan tahap-tahap dalam mencari alternatif solusi serta upaya perbaikan yang baik untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. Salah satu cara menghadapi permasalahan ini adalah dengan menerapkan Green Productivity. Menurut Asian Productivity Organization (2008) metode ini mengaplikasikan teknik, teknologi dan sistem manajemen untuk menghasilkan barang dan jasa yang ramah lingkungan. Hasil perhitungan Green Productivity Index dan Green Productivity Ratio untuk masing-masing alternatif diperoleh alternatif ke dua sebagai alternatif solusi. Produktivitas total rata-rata yang diperoleh pada periode Juni 2017 sampai Mei 2018 adalah sebesar 1,24 dan setelah estimasi produktivitas total dari alternatif 2 diperoleh sebesar 2,23 yang berarti bahwa terjadi peningkatan produktivitas sebesar 0,98%.Skripsi Sarjan
Pengolahan Limbah Kulit Durian Menjadi Lembaran Serat yang Bernilai Ekonomis dengan Metode Green Manufacturing
Durian dari Medan sudah terkenal di seluruh nusantara. Para wisatawan
yang berkunjung ke Medan akan selalu mencari durian untuk dapat menikmati
kelezatannya. Menurut riset dari Badan Pusat Statistik pada tahun 2014 - 2018,
Sumatera Utara merupakan penghasil buah durian terbesar di Indonesia, rata-rata
produksi durian di Sumatera Utara sebesar 1195,308 ton. Durian yang kita nikmati
adalah dagingnya saja sementara kulitnya akan menjadi sampah. Pertahun Sumatera
Utara menghasikan 332.712 ton kulit durian. Jika kulit durian tersebut dibiarkan
begitu saja maka akan menumpuk dan dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan.
Kulit durian tersebut dapat diolah menjadi serat yang bernilai ekonomis. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mendapatkan usulan bagaimana mengolah limbah kulit
durian menjadi produk ramah lingkungan yang bernilai ekonomis. Metode yang
digunakan adalah Green Manufactruing untuk meminimalisi dampak limbah dan
melihat apakah produk ramah lingkungan. Dari hasil penelitian bahwa memanfaatkan
kulit durian tersebut adalah dengan cara mengolahnya menjadi serat. Serat kulit
durian ini akan dipergunakan menjadi pengganti bahan kain atau kulit pembuatan tas.
Sehingga serat dari limbah kulit durian ini dapat menjadi solusi mengurangi jumlah
limbah kulit durian yang menimbulkan bau yang tidak sedap dan jika dibakar akan
menimbulkan pencemaran udara. Dari perhitungan yang telah dilakukan dapat
dikatakan produk lembaran serat kulit durian bersifat affordable dan sustainable.Durian from Medan is well known throughout the archipelago. The tourists
visiting Medan will always look for durians to be able to enjoy their delights.
According to research from the Central Bureau of Statistics in 2014 - 2018, North
Sumatra is the largest producer of durian fruit in Indonesia, the average durian
production in North Sumatra is 1195,308 tons. The durian that we enjoy is just the
meat while the skin will become garbage. In the year of North Sumatra, 332,712 tons
of durian skin produced. If the durian skin is left alone it will accumulate and can
cause problems for the environment. The durian skin can be processed into
economically valuable fibers. The purpose of this study is to get a proposal on how to
treat durian leather waste into eco-friendly products that have economic value. The
method used is Green Manufactured to minimize the impact of waste and see if the
product is environmentally friendly. From the results of the study that utilizing durian
skin is by processing it into fiber. This durian leather fiber will be used as a substitute
for fabric or leather for making bags. So that fiber from durian skin waste can be a
solution to reduce the amount of durian skin waste that causes unpleasant odors and if
burned it will cause air pollution. From the calculations that have been done, it can be
said that durian leather fiber sheet products are affordable and sustainable.127 HalamanSkripsi Sarjan
Pemetaan Aliran Rantai Pasok Crude Palm Oil (CPO) dan Analisis Human Error Lantai Produksi pada PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais
Palm oil produces crude palm oil (CPO) can generate various processed
products (downstream products) such as cooking oil, margarine and non-food
industries, like shampoo, soap, cosmetics, and glycerin. PT Austindo Nusantara
Jaya Agri Siais is a privately owned business entity and one of the subsidiaries of
the ANJ Group engaged in oil palm plantations located in South Tapanuli Regency.
The purpose of this research is to make the CPO supply chain and human error
analysis of CPO production floor at PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais in
fulfilling the supply of fresh fruit bunches (FFB) at the palm oil mill and also the
sale of its CPO. This study uses the Human Error Assessment and Reduction
Technique (HEART) method to determine the probability of human error occurring
within the palm oil mill work station. The result of this study is to show the creation
of the flow in supply chain structure is started from upstream to downstream and
the highest probability of human error is located at the sortation with the number of
7,8012.Kelapa sawit menghasilkan minyak sawit kasar yang disebut dengan
minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang dapat menghasilkan berbagai macam
produk olahan lainnya (produk hilir) seperti produk yang dihasilkan pada industri
minyak goreng, margarin, dan industri non-pangan, seperti sampo, sabun,
kosmetika dan gliserin. PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais merupakan badan
usaha milik swasta dan salah satu anak perusahaan dari ANJ Group yang bergerak
di bidang perkebunan kelapa sawit terletak di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Penelitian ini dilakukan untuk membuat pemetaan aliran rantai pasok dan analisis
human error lantai produksi CPO pada PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais
dalam memenuhi pasokan tandan buah segar (TBS) di pabrik kelapa sawit serta
penjualan CPOnya. Penelitian ini menggunakan metode Human Error Assessment
and Reduction Technique (HEART) untuk mengetahui probabilitas human error
yang terjadi di dalam stasiun kerja pabrik kelapa sawit. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa terciptanya aliran struktur rantai pasok yang berawal dari hulu
sampai ke hilir serta probabilitas human error tertinggi berada pada stasiun sortasi
dengan Human Error Probability sebesar 7,8012.113 HalamanSkripsi Sarjan
- …
