5 research outputs found

    STRUKTUR INTRINSIK DAN IDEOLOGI GENDER DALAM CERPEN INDONESIA PENGARANG PEREMPUAN DEKADE 1970-2000-AN SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERWAWASAN GENDER DI SMA

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya ideologi gender dalam karya sastra Indonesia dalam hal ini cerpen, juga adanya kondisi pembelajaran sastra di sekolah yang nyaris diabaikan. Apalagi karya pengarang perempuan kurang diperkenalkan sehingga siswa tidak banyak mengenal karya-karya dan kiprah kaum perempuan dalam kesusastraan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Bagaimanakah struktur intrinsik cerpen-cerpen Indonesia yang berideologi gender karya pengarang perempuan dekade 1970-2000-an?; (2) Bagaimana ideologi gender yang terdapat dalam sepuluh cerpen Indonesia karya pengarang perempuan dekade 1970-2000-an tersebut?; (3) Apakah sepuluh cerpen tersebut dapat dijadikan bahan pembelajaran bahasa Indonesia berwawasan gender di Sekolah Menengah Atas? Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripiskan struktur intrinsik cerpen-cerpen Indonesia yang berideologi gender karya pengarang perempuan dekade 1970-2000-an, (2) mendeskripsikan ideologi gender yang terdapat dalam sepuluh cerpen Indonesia karya pengarang perempuan dekade 1970-2000-an tersebut, (3) Untuk mengetahui pemanfaatan sepuluh cerpen karya pengarang perempuan dekade 1970-2000-an tersebut sebagai bahan pembelajaran bahasa Indonesia yang berwawasan gender di Sekolah Menengah Atas. Adapun metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif analitik yang mengungkap keadaan yang sebenarnya dalam cerpen-cerpen Indonesia karya pengarang perempuan dekade 1970-2000-an. Temuan penelitian ini adalah Pertama, cerpen pengarang perempuan ini memiliki struktur penceritaan yang logis dan kronologis. Tokoh utama yang ditampilkan semuanya perempuan dan karater yang memperjuangkan hak-haknya sebagai perempuan dan istri, ada juga tokoh yang menentang ketentuan adat Buton. Tema cerita adalah tentang kemelut hidup yang dihadapi oleh seorang perempuan dan istri. Kedua, ideologi gender yang terdapat dalam cerpen-cerpen Indonesia karya pengarang perempuan di atas dipengaruhi oleh empat ideologi gender, yaitu ideologi patriarki, ibuisme, familialisme, dan umum yang mengakibatkan adanya ketidakadilan gender, yaitu perempuan tersubordinasi, termarginalisasi, terdiskriminasi dan terepresi. Ideologi patriarki dan ideologi umum lebih banyak muncul yakni, 9 cerpen yang dianalisis yaitu, “Bajunya Sini” karya Ratna Indraswari, “Lais” karya Nenden Lilis, “Bukan Jalan Terbaik” karya La Rose, “Bunga dalam Gelas” karya Dorothea Rosa Herliany,“La Runduma” karya Waode Wulan Ratna, “Perempuan dari Sorento” karya Naning Pranoto, “Air Suci Sita” karya Leila S. Chudori, “Cerita Malam Pertama” karya Titis Basino, dan “Selubung Hitam” karya Titi Said. Sedangkan ideologi familialisme dan ideologi ibuisme hanya terdapat pada 6 cerpen yakni, “Bunga dalam Gelas” karya Dorothea Rosa Herliany, “Cerita Malam Pertama” karya Titis Basino, “Lais” karya Nenden Lilis, “Perempuan dari Sorento” karya Naning Pranoto, “Sagra” karya Oka Rusmini, dan “Selubung Hitam” karya Titi Said. Dari temuan penelitian, direkoumendasikan agar cerpen Indonesia pengarang perempuan dekade 1970-2000-an ini dijadikan sebagai alternatif bahan pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang berwawasan gender di SMA. This research is motivated by the ideology of gender in the works of Indonesian literature in this short story, as well as the existence of literary learning conditions in schools are almost negligible. Moreover, the work of women authors less introduced so that students do not know many of the works and progress of women in literature. The formulation of the problem in this study are as follows: (1) What is the intrinsic structure of the short stories of Indonesian gender ideology works of women writers 1970-2000 decade late ?; (2) How does gender ideology contained in the works of the author of ten short stories Indonesian women's decade 1970-2000 is ?; (3) Are the ten short stories can be used as learning materials insightful Indonesian gender in high school? The purpose of this study were (1) the intrinsic structure mendeskripiskan short stories of Indonesian gender ideology of women's work writer's decade 1970-2000, (2) describe the ideology of gender in the works of the author of ten short stories Indonesian women's decade of 1970-2000, the (3) To examine the use of ten short story by the author of the women's decade 1970-2000 as the learning material-minded Indonesian gender in high school. The research methods used in this study is descriptive analytic method that reveals the real situation in the short story works of women authors Indonesia's 1970-2000 decade. The study found some result. First, short story Indonesian women's decade of 1970-2000 daily have logic and chronologic stroy structure. The main character are displayed all female character and the fight for their rights as women and wifes, their is also a figure who oppose customary provision Buton. The theme is about the life crisis by a women and wife. Second, found that gender issues contained in the Indonesian short story author's work is influenced by the women in the top four of gender ideology, the ideology of patriarchy, Ibuism, familialisme, and the public that the existence of gender inequality, women are subordinated, marginalized, discriminated and repressed. Patriarchal ideology and ideology more generally appears that, nine stories were analyzed, namely, "Bajunya Sini" by Ratna Indraswari, "Lais" by Nenden Lilis, "Bukan Jalan Terbaik" by La Rose, "Bunga dalam Gelas" by Dorothea Rosa Herliany, "La Runduma" Waode Wulan Ratna work, "Perempuan dari Sorento" by Naning Pranoto, "Air Suci Sita" by Leila S. Chudori, "Cerita Malam Pertama" by Titis Basino, and "Black Veil" by Titi Said. The research finding, the authors recommended the short stories in Indonesian women’s decade of 1970-2000 to be alternative teaching materials Indonesian language and literary minded gender

    ANALISIS KESALAHAN EJAAN DALAM KARANGAN NARASI PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR KECAMATAN SUMEDANG SELATAN

    Get PDF
    This study aims to uncover spelling errors (letter use errors, word writing, and punctuation use) of fifth grade students of elementary schools in South Sumedang District, Sumedang Regency. To achieve this goal qualitative descriptive research is carried out with steps: collecting data on students' language errors and conducting language error analysis. The research subjects were fifth grade students of Margacinta Elementary School, Manangga Elementary School, and Pasanggrahan I Elementary School, South Sumedang District. The results of the study showed that there were errors in language in students' narrative essays which included spelling errors (letter usage errors, word writing, and punctuation errors). Spelling errors that often appear are errors in capital letters, incorrect writing of prepositions, errors in the use of punctuation, errors in writing words that are not in accordance with the rules of the correct language, and errors in writing of particles. The largest number of misspellings is Manangga Elementary School with a number of spelling errors of 52 (43.33%) and the smallest number of misspellings, namely Margacinta Elementary School with 27 (22.5%) errors

    Pelatihan Media Permainan Tradisional Dakuca Terhadap Guru Raudathul Athfal Kabupaten Sumedang

    Get PDF
    Permainan tradisional tersebut dapat menstimulasi enam aspek perkembangan anak. Tujuan Program Kegiatan Masyarakat Stimulus ini untuk meningkatkan kompetensi dan  kreativitas guru Raudhatul Athfal (RA) di Kabupaten Sumedang dalam hal pengembangan media pembelajaran. Metode yang digunakan pada kegiatan Program Kegiatan Masyarakat Stimulus  (PKM-S) ini di antaranya ceramah, diskusi, dan praktik media dakuca. Instrument yang digunakan yaitu media congklak yang sudah dikembangkan menjadi media dakuca. Adapun tahapan dalam kegiatan PKM-S ini di antaranya perencanaan dan pelaksanaan kegiatan. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama tiga hari, dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang guru RA di Kabupaten Sumedang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya stimulus terhadap kreativitas guru RA dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis kearifan lokal sehingga  guru RA dapat menciptakan dan mengembangkan permainan tradisional seperti bola bekel yang dikembangkan dari segi tampilan dan diberi nama menjadi  “Bocer†(Bola Ceria)

    MENINGKATKAN PEMAHAMAN MEMBACA SISWA SD DALAM PEMBELAJARAN TEKS CERITA ANAK DENGAN METODE DISKUSI

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pendapat ahli dan hasil penelitian yang menyatakan bahwa masih rendahnya kemampuan membaca pemahaman siswa sekolah dasar di Indonesia. Dalam upaya mengatasi permasalahan rendahnya kemampuan membaca pemahaman, peneliti menggunakan Metode Diskusi yang memiliki prinsip dasar melibatkan keaktifan siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mendeskripsikan pembelajaran Bahasa Indonesia yang menggunakan metode diskusi dalam pembelajaran terhadap hasil belajar peserta didik; (2)Menganalisis dampak penggunaan metode diskusi dalam pembelajaran terhadap pemahaman materi dan keaktifan peserta didik; (3) Meningkatkan keterampilan guru dalam menyusun ataupun melaksanakan pembelajaran serta perbaikan pembelajaran. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran membaca Metode Diskusi efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman Teks Cerita Pendek siswa sekolah dasar. Hal ini terlihat dari Hasil dari perbaikan mata pelajaran bahasa Indonesia dibuktikan dengan peningkatan rata-rata hasil nilai evaluasi peserta didik. Dari 18 peserta didik pada siklus I mendapatkan rata-rata nilai 65.55. Pada siklus II perbaikan pembelajaran mendapat nilai rata-rata 71.11, dan pada siklus III rata-rata nilai peserta didik adalah 76,6%
    corecore