1 research outputs found
Keefektifan Konseling Naratif untuk Meningkatkan Penyesuain Diri Siswa Sekolah Menengah Kejuruan
ABSTRAK Wati, Marsinta Eko. 2016. Keefektifan Konseling Naratif untuk Meningkatkan Penyesuaian Diri Siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. M. Ramli, M.A, (II) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd. Kata Kunci: konseling naratif, penyesuaian diri, SMK Penyesuaian diri adalah kemampuan individu untuk bisa sejalan, selaras, atau sebanding dengan keadaan lingkungan baik lingkungan fisik, sosial, nilai, maupun norma yang berlaku di suatu wilayah. Begitu juga dengan siswa ketika di sekolah yang diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan keadaan sekolah. Kenyataannya masih banyak siswa yang mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri di sekolah, terutama bagi siswa baru. Peran konselor dalam hal ini adalah membantu siswa untuk bisa mengenal dan memahami lingkungan baru sehingga siswa dapat menyesuaikan diri di sekolah. Upaya bantuan yang dapat diberikan adalah konseling, yang salah satunya menggunakan pendekatan naratif. Konseling naratif mengajak siswa untuk mengubah perspektif usang menjadi perspektif baru yang konstruktif dan kongruen dengan realitas saat ini. Penelitian ini bertujuan mengetahui keefektifan konseling naratif untuk meningkatkan penyesuaian diri siswa SMK di sekolah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Single Case Experimental Design (SCED) model A-B-A’, dengan subjek penelitan siswa SMKN 2 Malang sebanyak tiga siswa yang berada di kelas X. Pengambilan subjek dilakukan dengan teknik purposive sampling. Untuk penjaringan calon subjek penelitian digunakan skala penyesuaian diri dan data perkembangan terhadap pemberian treatment dikumpulkan dengan pedoman observasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan visual inspection. Konseling naratif diberikan dengan tahapan membangun rapport, dekonstruksi, pembentukan narasi baru, dukungan terhadap narasi baru. Tahapan konseling tersebut dilaksanakan dalam enam sesi pertemuan konseling. Dari hasil analisis, perubahan penyesuian diri menunjukkan persentase yang berbeda pada setiap subjek. Ketiga subjek penelitian mengalami peningkatan antara lain sebesar 88%, 59,3%, dan 68,75%. Secara umum semua subjek penelitian mengalami peningkatan meski tampak bervariasi. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa konseling naratif efektif untuk meningkatkan penyesuaian diri siswa SMK di sekolah. Berdasarkan hasil penelitian, diajukan saran yang perlu dipertimbangkan konselor dan peneliti selanjutnya. Konselor hendaknya menggunakan konseling naratif untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan penyesuaian diri siswa di SMK. Peneliti selanjutnya hendaknya melakukan penelitian eksperimen konseling naratif untuk meningkatkan penyesuaian diri siswa dengan menggunakan kelompok kontrol
