3 research outputs found
Risk Factors Of Type 2 Diabetes Mellitus In The Working Area Of The Kalumata Public Health Center
Diabetes mellitus is a group of metabolic diseases characterized by hyperglycemia, insulin function, or both. In Indonesia, the number of people with DM reaches 8.5 million, making it the 7th in the world. According to the 2018 Riskesdas report, the prevalence of DM in North Maluku was recorded at 15,381 cases and was the second highest DM case, of which 2,822 cases were found in Ternate City. This study aims to determine the risk factors for type 2 diabetes mellitus in Kalumata Health Center. This study uses a type of quantitative research using case control observational research design, data collection tools in the form of medical records at Kalumata Health Center and primary data using questionnaires, the population of this study were DM and non-DM patients, the sample size of this study was 100 samples, the sampling technique used simple random sampling, this research was conducted in September-December 2024 and the analysis used was chi-square analysis and logistic regression. Of the total 100 samples obtained, the risk factor associated with the incidence of type 2 DM is age with a risk of 0.202 times (p=0.025; 95% CI 0.053-0.768). With this study, it is hoped that it can provide insight into the risk factors for Type 2 Diabetes Mellitus. Thus, the results can be utilized to organize routine counseling
SOSIALISASI PENANGANAN AWAL CEDERA OLAHRAGA DENGAN METODE PRICE PADA ATLET BASKET MUDA DI KOTA TERNATE
Cedera olahraga merupakan masalah umum yang dapat mempengaruhi performa atlet dan memerlukan penanganan yang tepat untuk pemulihan yang efektif. Metode PRICE (Protection, Rest, Ice, Compression, dan Elevation) adalah pendekatan dasar yang sering digunakan dalam menangani cedera olahraga. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan atlet muda mengenai penanganan cedera olahraga. Program ini dilakukan pada tanggal 15 Juni 2024 di Gelanggang Olahraga Ternate, Maluku Utara, dengan melibatkan 48 atlet muda. Program ini terdiri dari penyuluhan serta pelatihan untuk memperkuat pemahaman peserta. Penilaian dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil pre-test menunjukkan bahwa 33% peserta memiliki tingkat pengetahuan kurang, 17% cukup, dan 50% baik. Setelah penyuluhan dan pelatihan, hasil post-test menunjukkan tidak ada peserta dengan pengetahuan kurang, 23% memiliki pengetahuan cukup, dan 77% memiliki pengetahuan baik
Analisis Faktor Penyebab Penyakit Skabies di Puskesmas Kalumata
Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh kutu yang dikenal dengan nama Sarcoptes scabiei varitas hominis yang dapat menimbulkan rasa gatal dan sangat mudah menular melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Di Indonesia, scabies menempati urutan ke-3 dari 12 penyakit kulit yang paling banyak ditemukan di Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan penyebab penyakit skabies di Puskesmas Kalumata. Jenis penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang dewasa di wilayah kerja Puskesmas Kalumata yang memenuhi kriteria sampel. Teknik pengumpulan data dengan wawancara untuk mengisi kuesioner. Sampel dalam penelitian ini didominasi oleh pelajar (38,1%) kategori SMP-SMA (83,1%), personal hygiene dan sanitasi lingkungan dalam kategori baik (79,7%), penggunaan alat pribadi bersama dalam kategori cukup (39,9%), sosial ekonomi kategori sedang baik (52,5%), dan tingkat pengetahuan tentang skabies cukup (58,5%). Hasil uji Chi-Square diperoleh p-value < 0,05 yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara pekerjaan, tingkat pendidikan, personal hygiene dan sanitasi lingkungan, penggunaan alat-alat pribadi bersama, sosial ekonomi, dan pengetahuan tentang skabies dengan penyakit skabies.Kata Kunci : Faktor Penyebab, Puskesmas Kalumata, Skabie
