61 research outputs found
Jorge Mario Bergoglio Fransiskus : Paus dari dunia baru = Jose Mario Bergoglio : Francesco Isieme
Buku ini berisi tentang biografi Jorge Mario Bergoglio/Fransiskus.Jakartaxiii, 235 halaman; 21 c
Fransiskus paus dari dunia baru
Pelataran Basilika Santo Petrus, Vatikan, dipenuhi hamparan luas payung payung yang mengembang. Ribuan orang, seraya menahan udara dingin yang menggigit serta terpaan air hujan selama berjam-jam, menantikan saat cerobong asap Kapel Sistina memberikan tanda-tanda yang diharapkan.Pada saat jarum jam menunjuk pukul 19.05, segumpal asap putih membumbung. Awalnya asap putih itu sangat tipis, tetapi kemudian berangsur-angsur menjadi lebih tebal dan bersih. Asap putih itu pun mulai membumbung dengan kencang dari cerobong asap, mengirimkan pesan yang jelas kepada orang-orang yang terpesona dan mulai bersorak-sorai. Paus telah terpilih, walaupun dunia belum tahu nama dan wajahnya. Pada saat itu hujan berhenti. Penantian itu seperti tak berkesudahan. Akhirnya, jendela besar teras utama Basilika Santo Petrus terbuka.Dialah Kardinal dari Buenos Aires, Jorge Mario Bergoglio. Dialah Jesuit pertama yang menjadi Uskup Roma dan yang pertama dalam sejarah Gereja menggunakan nama Fransiskus, si Miskin dari Asisi. Dialah Paus yang dengan rendah hati mengatakan, “Saya menginginkan Gereja yang miskin dan untuk orang miskin!”********“Bagi saya, Fransiskus adalah seseorang yang dekat dengan kemiskinan, sosok yang cinta perdamaian, sosok yang mencintai dan merawat ciptaan. Saat ini pun hubungan kita dengan ciptaan tak terlalu baik, bukan? Fransiskus adalah orang yang memberi kita semangat perdamaian...”“Kalian semua tahu bahwa tugas konklaf adalah memberikan seorang Uskup untuk Roma. Sepertinya saudara-saudara saya, para kardinal, telah pergi mencari uskup itu sampai hampir ke ujung dunia... Dan sekarang, kita mulai perjalanan ini, perjalanan bersama uskup dan umat, perjalanan Gereja Roma, yaitu Gereja yang menjadi induk dari semua pelayanan kasih Gereja seluruh dunia. Jalan ini merupakan jalan persaudaraan, kasih, dan kepercayaan di antara kita. Berdoalah selalu bagi diri kita, satu dengan yang lain. Berdoalah pula untuk seluruh dunia supaya terjalinlah persaudaraan yang meluas.
PERANCANGAN SISTEM BASIS DATA OPERASIONAL PADA SMP STRADA SANTO FRANSISKUS XAVERIUS 2
PERANCANGAN SISTEM BASIS DATA OPERASIONAL PADA SMP STRADA SANTO FRANSISKUS XAVERIUS 2 - Basis Data, Operasional, Pendidika
Arti Persaudaraan Menurut Paus Fransiskus dan Gus Dur
In the midst of the weakening of fraternal relations between people, there are two important figures who write their ideas related to "brotherhood". These two figures are Pope Francis and Gus Dur. According to Pope Francis, brotherhood means treating all beings as brothers and sisters. The language used by Pope Francis is the call to be a neighbor to others. Meanwhile, according to Gus Dur, brotherhood means loving the different (plurality) in human life. Gus Dur strongly emphasizes the importance of tolerance and respect for differences between human beings, especially religions. In this article, the author wants to compare the thoughts of the two figures on the theme of "brotherhood". In addition, this paper also aims to contribute thoughts for everyone to increase the spirit of building brotherhood that is able to transcend existing boundaries.AbstrakDi tengah arus merenggangnya relasi persaudaraan antar manusia, ada dua tokoh penting yang menuliskan gagasannya berkaitan dengan “persaudaraan”. Kedua tokoh tersebut ialah Paus Fransiskus dan Gus Dur. Menurut Paus Fransiskus, persaudaraan berarti memperlakukan segenap makhluk sebagai saudara dan saudari. Bahasa yang digunakan oleh Paus Fransiskus ialah panggilan menjadi sesama bagi yang lain. Sementara itu menurut Gus Dur, persaudaraan berarti sikap menyayangi yang berbeda (pluralitas) dalam kehidupan umat manusia. Gus Dur sangat menekankan pentingnya toleransi dan sikap menghargai perbedaaan antar umat manusia, khususnya agama. Dalam artikel ini, penulis hendak membandingkan pemikiran kedua tokoh mengenai tema “persaudaraan”. Selain itu, tulisan ini juga hendak memberikan kontribusi pemikiran bagi setiap orang untuk meningkatkan semangat membangun persaudaraan yang mampu melampaui batas-batas yang ada
ANALISIS PENERAPAN PSAK NO. 45 TENTANG PELAPORAN KEUANGAN ORGANISASI NIRLABA (Studi Kasus pada Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius Paroki Meliau)
Dimasa sekarang ini laporan keuangan menjadi salah satu bagian terpenting pada sebuah organisasi karena merupakan bentuk transparansi untuk meminimalisir kecurangan dalam organisasi. Laporan keuangan menyajikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja organisasi, dan arus kas organisasi yang berguna bagi para pengguna laporan keuangan untuk menyusun keputusan-keputusan ekonomi serta menunjukkan tanggung jawab manajemen atas penggunaan sumber daya. Penerapan standar dalam menyusun laporan keuangan merupakan salah satu bentuk upaya dalam mwujudkan transparansi sebuah organisasi termasuk organisasi nirlaba atau nonprofit. Dalam menyusun laporan keuangannya organisasi mengacu pada PSAK No. 45 Tentang Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui penerapan PSAK No. 45 Tentang Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba pada Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius Paroki Meliau jika ditinjau dari laporan keuangan serta hambatan-hambatan yang dihadapi Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius Paroki Meliau dalam menerapkan PSAK No. 45 Tentang Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif terhadap laporan keuangan Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius Paroki Meliau Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukan bahwa Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius Paroki Meliau belum menerapkan PSAK No. 45 Tentang Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba dalam kegiatan organisasinya. Kendala yang dihadapi ialah masih kurangnya pemahaman para pengurus dan pengelola keuangan gereja tentang PSAK No. 45 Tentang Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba sebagai pedoman penyusunan laporan keuangan Gereja dan kebijakan dari pihak Keuskupan Sanggau yang membuat ketentuan mengenai penerapan PSAK No. 45 Tentang Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba sebagai standar dalam menyusun laporan keuangan. (Kata kunci : Laporan Keuangan, Organisasi Nirlaba, PSAK, Gereja) Andarsari, P. R. (2017). Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba (Lembaga Masjid). Ekonomika : Jurnal Ekonomi Vol. 1 No. 2 (2017) 143–152. Universitas Kadiri.Budirahardjo, Henkie Priemaadionova. 2009. Penerapan Pelaporan Keuangan pada Yayasan Nurul Hayat yang Sesuai Dengan PSAK No.45. Jurnal. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi PERBANAS.Edni Olka Pratiwi dan Ika Kristianti. 2021. Analisis Pencatatan dan Pelaporan PSAK 45 di Gereja X Salatiga. Jurnal Akuntansi Vol. 13 No. 1 (2021)61-71. Universitas Kristen Maranatha.Gultom, Ignatius Rian. "Analisis Penerapan PSAK No.45 Tentang Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba." Jurnal EMBA.. Vol. 3. No. 4. (2015) 527-537.Harefa, Dorkas. (2016). Analisis Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 45 pada Gereja Niha Keriso Protestan-Indonesia (GNKP-I) Jemaat Denninger Distrik III Kota Gunungsitoli. Skripsi. Universitas HKBP Nommensen. Fakultas Ekonomi. Ikatan Akuntan Indonesia. 2015. PSAK No. 45 Revisi 2015. Ikatan Akuntan Indonesia. Jakarta.Leonardo Kumambow, Jantje J. Tinangon, Victorina Z. Tirayoh. 2015. Penerapan Psak No. 45 Pada Gereja Gmim Bukit Zaitun Walian Dua. Jurnal. Universitas Sam Ratulangi Manado.Mamesah. 2013. Penerapan PSAK No. 45 Pada GMIM Efrata Sentrum Sonder Dalam Kaitannya Dengan Kualitas Informasi Laporan Keuangan. Jurnal Emba Vol. 1 No. 4. (2013) 1717-1728.Nurlaela dan Mutmainah 2014. Implementasi PSAK NO. 45 Dalam Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba Berstatus Badan Layanan Umum. Jurnal Paradigma. 12(01).Pontoh, Chenly Ribka S. 2013. Penerapan Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba Berdasarkan PSAK No 45 Pada Gereja BZL. Jurnal EMBA ISSN 2303-1174 Vol. 1 No. 3 Juni 2013. Universitas Sam Ratulangi.Pratama, Yohanes Mario. 2019. Analisis Kesiapan Audit Paroki Kumetiran Yogyakarta. Jurnal. Universitas Gadjah Mada. Fakultas Ekonomika Dan Bisnis.Priyo Hari Adi dkk. 2020. Penyusunan Laporan Keuangan Gereja Sesuai PSAK No. 45/2011:Pengabdian di Gereja Jemaat Kristus Indonesia Ekklesia Salatiga. Jurnal Pengabdian Masyarakat : Vol. 1 No. 1 (2020) 17-24. Universitas Kristen Satya Wacana. Fakultas Ekonomika Dan Bisnis.Putri, Tantri Sofyana. 2015. Analisis Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Nomor 45 Pada Gereja Huria Kristen Batak Protestan (Hkbp) Kertanegara Semarang. Jurnal. Universitas Dian Nuswantoro Semarang.Rosariana, Yosephine Eska Martiana. 2018. Rekonstruksi Penyusunan Laporan Keuangan Gereja Berdasarkan PSAK 45 (Studi Kasus Pada Gereja Katolik Santo Hubertus Kertosono). Skripsi. Universitas Jember. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis.Sutarti dan Prayitno, Deny. 2007. Analisis Penerapan PSAK No.45 dalam Penyajian Laporan keuangan Organisasi Nirlaba Studi pada Rumah Sakit “X”. Jurnal. Sekolah Tinggi Ilmu Kesatuan.Tinungki, Angelia N.M. 2014. Penerapan Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba berdasarkan PSAK No. 45 Pada Panti Sosial Tresna Werdha Hana. Jurnal EMBA Vol. 2 No. 2. (2014) 809-81
Pendidikan Iman bagi Kaum Muda Menurut Paus Fransiskus dalam Seruan Apostolik Evangelii Gaudium
Young people are essential members of the Church who play a significant role in proclaiming the Good News in both the present and the future. As they are in direct contact with the advancements of today's world, young people need to be equipped with a strong foundation of faith. Pope Francis, in his apostolic exhortation Evangelii Gaudium, provides special attention to the education of the youth. This article aims to identify and describe faith education for young people according to Pope Francis in Evangelii Gaudium. In this research, the author employs the library research method to explore the content of Evangelii Gaudium. The results of this study show that Evangelii Gaudium offers a call to proclaim the Gospel in the modern era to all members of the Church. Therefore, young people must receive adequate education to become evangelizers. The elements of faith education for Catholic youth include the model of faith education, the parties involved, the objectives, the subject matter, the content of faith education, and the strategies for faith education.AbstrakKaum muda merupakan anggota Gereja yang berperan penting dalam pewartaan kabar gembira di masa sekarang dan masa depan. Kaum muda yang bersentuhan langsung dengan kemajuan dunia saat ini perlu memiliki bekal hidup beriman yang kokoh. Paus Fransiskus, dalam seruan apostolik Evangelii Gaudium, memberikan beberapa perhatian khusus bagi pendidikan kaum muda. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan pendidikan iman bagi kaum muda menurut Paus Fransiskus dalam Evangelii Gaudium. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode studi pustaka (library research) untuk mengeksplorasi isi Evangelii Gaudium. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Evangelii Gaudium memberikan suatu dorongan bagi pewartaan Injil di zaman modern ini bagi seluruh lapisan umat di dalam Gereja. Untuk itu, kaum muda perlu mendapatkan bekal pendidikan yang memadai untuk menjadi pewarta. Unsur-unsur pendidikan iman bagi kaum muda Katolik berupa model pendidikan iman, pihak-pihak yang berperan dalam pendidikan iman, tujuan pendidikan iman, objek pendidikan iman, isi pendidikan iman, dan strategi pendidikan iman
Pendidikan Iman Bagi Kaum Muda Katolik Menurut Paus Fransiskus Dalam Seruan Apostolik Christus Vivit: Pendekatan, Tantangan, Dan Arah Pastoral
Nowadays, the negative impact of the Digital Era and globali-zation has brought many young people into a crisis situation regarding moral values. As a result, more and more young Catholics are not growing in their faith and commitment to love God and their fellow humans. The faith education of young Catholics, whether in the family, church, or formal schools, seems unable to overcome the negative impacts of the Digital Era and globalization. Pope Francis, in his Apostolic Exhortation, Christus Vivit, pays special attention to the faith education of young Catholics. So, in this writing, the author wants to identify and describe faith education for young Cath-olics based on Pope Francis' perspective. Previously, Marihot Simanjuntak and Monika Br Bangun (2023) had conducted research on the same theme, but the content was more about the application of theory and did not explain Pope Francis' views regarding faith education for young Catholics. This re-search was carried out using library research. The results of this research show that there are three main approaches to faith education, namely the love and understanding approach, the inclusive and contextual approach, and the community approach. So, faith education is not just a transfer of knowledge but must touch the heart and build a relationship with Christ. This article also discusses the challenges and rel-evant pastoral strategies.AbstrakDewasa ini, dampak negatif Era Digital dan globalisasi membawa masuk banyak orang muda dalam situasi krisis akan nilai-nilai moral. Akibatnya, semakin banyak orang muda Katolik yang tidak berkembang dalam iman dan komitmen untuk mencintai Allah dan sesama manusia. Pendidikan iman orang muda Katolik baik di lingkup keluarga, gereja, maupun sekolah formal seolah-olah tidak mampu mengatasi dampak negatif Era Digital dan globalisasi ini. Paus Fransiskus, dalam Seruan Apostoliknya, Christus Vivit, memberikan beberapa perhatian khusus bagi pendidikan iman kaum muda Katolik. Maka dalam penulisan ini, penulis hendak mengidentifikasi dan mendeskripsikan pendidikan iman bagi kaum muda Katolik berdasarkan perspektif Paus Fransiskus itu. Sebelumnya, Marihot Simanjuntak dan Monika Br Bangun (2023) sudah melakukan penelitian dengan tema yang sama, namun isinya lebih pada penerapan teori dan tidak menjelaskan pandangan Paus Fransiskus mengenai pendidikan iman bagi kaum muda Katolik. Penelitian ini dilakukan dengan studi Pustaka (library research). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tiga pendekatan utama pendidikan iman, yaitu pendekatan kasih dan pengertian, pendekatan inklusif dan kontekstual dan pendekatan komunitas. Sehingga, pendidikan iman bukan hanya transfer pengetahuan, tetapi harus menyentuh hati dan membangun hubungan dengan Kristus. Artikel ini juga membahas tantangan, dan strategi pastoral yang relevan
- …
