5,919 research outputs found

    Dr. Manmohan Singh: The ‘accidental prime minister’ and the quiet architect of India’s economic transformation

    No full text
    Dr. Manmohan Singh, the first Sikh Prime Minister of India, who was known for his trailblazing economic reforms that propelled India into a global powerhouse died on Thursday, 26 December in New Delhi. He was 92. Prime Minister Narendra Modi on Friday paid his tribute to Dr. Singh, a distinguished political figure of our times. The Union Cabinet marked their respect for the former Prime Minister by observing a two-minute silence and by adopting a Condolence resolution that read as follows “Dr. Manmohan Singh has left his imprint on our national life. In his passing away, the nation has lost an eminent statesman, renowned economist, and a distinguished leader,” it said

    A Gentle Giant | Indeed, History Will Be Kinder to Manmohan Singh Than the Media

    No full text
    In remembering a 33-year-old parliamentary term held in the Rajya Sabha, Dr Manmohan Singh’s contributions to nation-building as both finance minister and prime minister (while being a member of the Upper House) go beyond his economic prudence and expertise

    [Manmohan Singh and John W. McClaskey Flying Dual Control Curtiss Seaplane]

    No full text
    Manmohan Singh and John McClaskey, instructor, at the controls of a dual control 75 horsepower Curtiss floatplane

    Analisis Neo-Developmentalism dalam Strategi Pembangunan Ekonomi India Pada Masa Pemerintahan Manmohan Singh Tahun 2004-2014

    No full text
    Pada tahun 2004-2014, India dipimpin oleh Perdana Menteri Manmohan Singh. Pada masa pemerintahannya, Singh mengeluarkan strategi pembangunan yang tak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi yang cepat dan stabil namun juga ingin menciptakan pertumbuhan ekonomi secara inklusif. Hal ini berdampak baik pada perekonomian India. Dimana India tak hanya mendapatkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan cepat namun juga berkelanjutan. Strategi pembangunan yang dikeluarkan oleh India saat itu memiliki karakter yang sama dengan pandangan baru tentang pembangunan yakni Neo Developmentalism. Pandangan ini keluar etika Washington Consensus mengalami krisis legitimasi karena banyak negara yang gagal dalam menerapkannya. Sehingga Neo Developmentalism memiliki strategi pembangunan baru yang dapat membantu negara berkembang untuk bertransisi keluar dari Washington Consensus. Strategi pembangunan yang terdapat pada Neo Developmentalism memiliki aktivitas pendukung, yang mana aktivitas tersebut akan membantu mendeskripsikan suatu negara memiliki kesamaan dengan Neo Developmentalism. Sehingga dalam penelitian ini penulis bertujuan untuk melihat apakah India menerapkan Neo Developmentalism dalam strategi pembangunan ekonomi pada masa pemerintahan Manmohan Singh tahun 2004-2014. Dimana pada masa pemerintahan Singh, India mencapai perekonomian terbaik sepanjang sejarah India. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dimana hasilnya akan menjelaskan fenomena Neo-Developmentalism di India. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwasanya terdapat sembilan aktivitas India yang sama dengan aktivitas yang terdapat pada perspektif pembangunan Neo-Developmentalism. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam pencapaian India yang dicapai pada masa pemerintahan Manmohan Singh tahun 2004-2014 melakukan strategi pembangunan dan menerapkan aktivitas yang sama dengan perspektif pembangunan baru yakni Neo-Developmentalism

    [Mohman Singh]

    No full text
    Image of Manmohan Singh piloting a Curtiss Pusher at the Curtiss Flying School

    G. Milton Dunlap and M Singh Flying Dual Control, 75 H.P. Curtiss Hydro Aeroplane

    No full text
    Pilots George Milton Dunlap and Manmohan Singh at the aviators' seats of a 75 horsepower dual control Curtiss floatplane

    "Sri Lanka's plan to dilute 13th Amendment dismays PM Manmohan Singh" (timesofindia.indiatimes.com)

    No full text
    NEW DELHI: A six-member delegation of the Tamil National Alliance (TNA) from Sri Lanka met PM Manmohan Singh on Tuesday amid reports that political parties in the island nation were moving to seek an annulment of the 13th Amendment. via: http://articles.timesofindia.indiatimes.com/2013-06-19/india/40069386_1_sampanthan-13th-amendment-sri-lankan-tamil source: timesofindia.indiatimes.co

    Politically (In) correct: an imagined conversation with Manmohan Singh

    No full text
    First, they came for a college student and I was scared Then, they came for the academics and I was frightened And then, they came for the journalist and I was quiet Now

    KEBIJAKAN PERDANA MENTERI MANMOHAN SINGH DALAM MENGEMBANGKAN INDUSTRI TEKSTIL DI INDIA ( 2004-2009)

    No full text
    Proses perkembangan perekonomian India sebelum mencapai masa seperti sekarang ini sempat dijuluki sebagai negara yang ekonominya lemah dan tidak masuk perhitungan dalam percaturan perekonomian dunia, namun sekarang ini kondisinya berbalik seratus delapanpuluh derajat. Pertumbuhan ekonomi yang pesat dan kegemilangannya menarik banyak perusahaan asing untuk menanamkan investasinya di India, menjadikan negara ini salah satu kekuatan ekonomi baru dari Asia. Sehingga tentu saja banyak negara yang ingin menjalin hubungan baik dengan India. Saat ini, industri tekstil di India dalam perkembangannya merupakan industri terbesar kedua setelah bidang pertanian. Banyak hal yang dilakukan pemerintah untuk mengembangkan dan memajukan industri ini. Hal itu tidak lepas dari pentingnya industri ini, karena industri pada bidang tekstil merupakan industri yang sangat mendukung dalam meningkatkan perekonomian India. India mengekspor tekstilnya ke negara-negara Asia, Eropa bahkan Amerika. Dua sektor yang paling signifikan dalam industri tekstil adalah tenun dan kapas. Kedua sektor ini memberikan kontribusi yang paling utama dari total ekspor tekstil di India. Reformasi Ekonomi India memainkan peran yang penting. Setelah pondasi reformasi ekonomi yang diluncurkan tersebut berhasil, paket reformasi ekonomi gelombang dua diluncurkan pemerintah tahun 1991, yang berisi enam program revolusi ekonomi besar pemerintah yang mengarah pada serangan langsung terhadap kemiskinan, yaitu revolusi demografi, kontrak kerja, globalisasi, keuangan, aspirasi, dan reformasi bagi kaum miskin. Selain itu, reformasi yang berisi tentang penghapusan pemberian izin mendirikan pabrik disambut kalangan pengusaha, baik domestik maupun luar negeri. Pada akhirnya kebijakan-kebijakan yang diambil tersebut membuat banyak perusahaan asing masuk untuk menanamkan investasinya di India. Banyaknya perusahaan yang berdiri di India, membuat setiap perusahaan pada akhirnya saling berkompetisi untuk memberikan pelayanan terbaik guna meraih perhatian konsumen. Tentu saja kondisi itu menguntungkan masyarakat selaku konsumen, karena kualitas barang yang dihasilkan perusahaan meningkat, sementara harga barang turun, yang membuat daya beli masyarakat naik. Kita tidak dapat melihat perkembangan industri tekstil di India dekade ini sebagai suatu runtutan yang tunggal, melainkan telah melibatkan atau memakan waktu yang cukup panjang. Diawali dengan reformasi ekonomi pada dekade 90- an, India melejit menjadi negara maju, salah satunya di bidang tekstil. Patut menjadi catatan penting terutama ketika era pemerintahan Manmohan Singh (2004-2009). Pemerintahan Manmohan Singh dinilai sukses dalam memajukan industri tekstil di India. Hal itu dapat terwujud berkat kebijakan pemerintah. Setidaknya ada dua hal penting yang dilakukan pemerintah. Pertama, kebijakan yang diterapkan di dalam negeri oleh Perdana Menteri Manmohan Singh melalui upaya peningkatan kualitas dan produktivitas kapas dengan cara memberikan bantuan modal dan mendorong pihak swasta untuk menyediakan dukungan keuangan bagi industri tekstil. Kedua, kebijakan luar negeri yang diterapkan adalah membangun mitra dagang dengan negara-negara maju seperti Amerika dan Australia, yaitu dengan penanaman modal asing serta penelitian dan pengembangan pada sector ini dan mengikuti promosi baju atau pakaian yang diadakan di seluruh dunia untuk memperkenalkan produk tekstil dari Indi
    corecore