1,721,961 research outputs found
EKSISTENSI BAITUL HIKMAH SEBAGAI LEMBAGA KAJIAN KEILMUAN PADA MASA PEMERINTAHAN KHALIFAH AL-MAKMUN
Aktifitas keilmuan pada masa khalifah Al Makmun (198-218 H/ 813-833 M) mencapai masa keemasan dalam sejarah kemajuan Islam, karena khalifah sendiri adalah seorang ulama’ besar. Majelis al Makmun penuh dengan para ahli ilmu, ahli sastra, ahli kedokteran, dan ahli filsafat. Mereka diundang oleh al-Makmun dari segala penjuru dunia yang telah maju. Terkadang al-Makmun sendiri berperan aktif dalam berdiskusi dan berdebat dengan para ahli tersebut. Untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan saat itu, Khalifah Al Makmun memperluas Baitul Hikmah (Darul Hikmah) yang telah didirikan ayahnya Harun Ar Rasyid sebagai akademi ilmu pengetahuan pertama di dunia. Baitul Hikmah diperluas menjadi lembaga perguruan tinggi, perpustakaan, dan tempat penelitian. Lembaga ini juga memiliki ribuan buku ilmu pengetahuan
KONFLIK ANTARA AL-AMIN DAN AL-MAKMUN PADA TAHUN 810-813 M
Masa kejayaan Umat Islam selama masa kekuasaan Dinasti Abbasyiah terjadi pada pemerintahan Harun Ar-Rasyid dan anaknya, Al-Makmun. Akan tetapi di tengah masa kejayaan umat Islam nyatanya terjadi pula konflik antara kedua anak Harun Ar-Rasyid yaitu Al-Amin dan Al-Makmun. Konflik antara kedua anak Harun Ar-Rasyid ini menyebabkan perang saudara antara keduanya, pada akhirnya Al-Amin terbunuh. Terbunuhnya Al-Amin berdampak sangat buruk yang mengakibatkan menurunnya kedudukan Dinasti Abbasiyah dan muncul berbagai pemberontakan-pemberontakan. Kata kunci: Al-Amin, Al-Makmun, Wasiat, Perang Saudara, Konflik
MENYINGKAP MAKNA AMAN DALAM SYAIR “AL-MAR’U YAHSABU ANNAHU MAKMUN” KARANGAN HASYIM KAMALUDDIN AL-HILLI (ANALISIS PSIKOLOGI PENGARANG)
This study aims to uncover the meaning of security according to the human perspective in the poem entitled Almar'u yahsabu annahu makmun by Hasyim Kamaluddin Al-Hilli with the study of Author Psychology. The poem entitled Almar'u yahsabu annahu makmun is a poem that discusses the tragedy of the karbala war, namely the tragedy of the killing of sayyid Husain, the grandson of the Prophet Muhammad. This poem was created during the Uthmaniy reign by Hasyim Kamaluddin Al-Hilly. This research uses descriptive qualitative research in the form of library research using the study of author psychology. In this study, it has been found that the meaning of security according to the human perspective has been refuted by Hasyim Kamaluddiin in his poem Almar'u yahsabu annahu makmun in the first and second stanzas, in the fourth and fifth stanzas Hasyim also explains the message of life that must be considered by humans and by using the example of the Karbala war tragedy which killed the Prophet's grandson in a tragic way adds knowledge to the reader that the sense of security of danger in the world is a trick according to the second stanza
Dakwah KH. Subhan Makmun di Radio Gemilang 105,5 FM Brebes bulan September-Oktober 2014
Penelitian skripsi ini berjudul “ Dakwah KH. Subhan Makmun di Radio Gemilang 105,5 FM Brebes Edisi September-Oktober 2014. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui dakwah KH. Subhan Makmun di Radio Gemilang 105,5 FM Brbebes edisi bulan September-Oktober 2014. Radio Gemilang mempunyai program dakwah “Dialog Islam” dengan format dialog interaktif dimana di Kabupaten Brebes masih sedikit stasiun radio yang menyiarkan program dakwah dengan konsep seperti ini. Selain itu, program tersebut menghadirkan narasumber yang kompeten dibidang dakwah yaitu KH. Subhan Makmun.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, data diperoleh menggunakan metode dokumentasi dan wawancara . Setelah data-data terkumpul kemudian penulis analisis dengna analisis deskriptif kualitatif dan analisis swot untuk memperoleh gambaran mengenai faktor-faktor yang dapat mendukung dan menghambat dakwah KH. Subhan Makmun di Radio Gemilang 105,5 FM Brebes. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa dakwah bisa menggunakan berbagai macam media salah satunya media radio. Demikian pula, KH. Subhan Makmun dalam dakwahnya beliau memanfaatkan Radio Gemilang 105,5 FM Brebes sebagai sarana penyampaian atau menyiarkan dakwah yaitu dalam program acara Dialog Islam yang disiarkan setiap hari Senin pukul 20.00- 22.00 dengan menggunakan format dialog interaktif, pendengar bisa bertanya langsung tentang tema yang disampaikan ataupun yang di luar tema dengan melalui telephon atau sms. Adapun faktor internal dan eksternal dalam kekuatan dakwah KH. Subhan Makmun adalah jelas dalam menyampaikan dakwahnya dan jawaban yang disampaikan lugas serta akurat. Sedangkan kelemahan dakwahnya adalah dalam menerangkan pembahasan satu tema terlalu luas, terkadang keluar dari tema pembahasan. Selain itu, faktor peluang dan ancamannya yaitu pendengar bisa bertanya tentang agama yang lebih mendalam kepada narasumber dan bisa datang langsung di studio Radio Gemilang 105,5 FM Brebes, ada beberapa radio lain yang mempunyai program menarik, oleh karena itu Radio Gemilang harus lebih kreatif lagi dalam membuat program
Pola komunikasi Sultan Makmun Al-Rasyid Perkasa Alamsyah dalam mengembangkan Islam di kerajaan Deli
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui bentuk komunikasi ,
kepemimpinan seorang Sultan Makmun Al-Rasyid Paku Alamsyah dalam
mengembangkan Islam di kerajaan Deli dan keberhasilan Sultan Makmun Al-
Rasyid Paku Alamsyah dalam mengembangkan Islam di Kerajaan Deli.
Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan melakukan
analisis terhadap sumber data lama yang sesuai dengan penelitian ini. Penelitian
ini dilakukan dengan teknik analisis data sejarah seperti, pemilihan topik,
pengumpulan sumber, verifikasi sumber (kritik sejarah, keabsahan sumber),
interpretasi (analisis dan sintesis) dan penulisan. Dengan melakukan pendekatan
sejarah maka dapat ditemukan pola komunikasi yang dilakukan oleh Sultan
Makmun Al-Rasyid dalam mengembangkan Islam di kerajaannya.
Hasil penelitian ini telah ditemukan beberapa hal tentang Sultan Makmun
Al-Rasyid Perkasa Alamsyah dalam hal pengembangan dakwah Islam pada
masanya. Sultan adalah seorang pemimpin bagi masyarakat Melayu di Kota
Medan. Dia memiliki perhatian yang besar terhadap perkembangan Islam pada
masanya. Pola komunikasi yang terjadi ialah pola komunikasi interpersonal
dengan kelompok kecil, karena Sultan sering melakukan rapat-rapat dalam
menentukan kebijakannya. Sultan juga memiliki perhatian besar terhadap
pembangunan masjid-masjid pada masanya. Dengan melakukan komunikasi
terhadap pihak-pihak yang berkuasa Sultan berhasil mendirikan Masjid Raya Al-
Mashun yang masih berdiri kokoh hingga sekarang, dan juga beberapa masjid
lainnya. Sultan juga memberikan perhatian terhadap kebijakan syariat di daerah
kekuasaannya, juga memberikan perhatian terhadap ulama ataupun mufti. Dengan
temuan-temuan yang telah peneliti dapatkan, maka dapat disimpulkan Sultan
melakukan pola komunikasi yang baik terhadap berbagai pihak hingga Islam
mampu eksis pada masanya
- …
