113 research outputs found

    Analisis Kemampuan Literasi Numerasi Siswa SMP Negeri 2 Wanukaka

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui kemampuan peserta didik di SMP Negeri 2 Wanukaka dalam meneyelesaiankan soal-soal literasi numerasi bertipe PISA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas IXA SMP Negeri 2 Wanunaka dengan jumlah siswa 20 orang. subjek yang dipilih untuk dideskripsikan hasilnya yaitu 5 subjek, kelima subjek dipilih berdasarkan kriteria baik sekali, baik, cukup, kurang, kurang sekali, masing-masing kategori dipilih untuk diwawancarai. Jenis data yang dikumpulkan berupa data kualitatif dari hasil tes literasi numerasi siswa. Data dianalisis berdasarkan tahapan polya dan indicator literasi. Analisis data dilakukan berdasarkan tahap reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil analisis data kemampuan literasi numerasi peserta didik pada tahap memahami masalah 16% termasuk kategori kurang sekali, pada tahap merencanakan 8% termasuk kategori kurang sekali, pada tahap melaksanakan rencana 27% termasuk kategori kurang sekali, sedang pada tahap melihat kembali 0%, termasuk kategori kurang sekali. Sehingga dari hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan siswa untuk soal bertipe PISA masi tergolong rendah. Kata kunci: kemampuan literasi numerasi, poly

    Malo Optimalisasi Kemampuan Penalaran Matematis Siswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning

    No full text
    Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui optimalisasi kemampuan penalaran matematis siswa setelah menggunakan penerapan model discovery learning. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat studi pustaka (library research) yang menggunakan jurnal dan sumber-sumber lainnya sebagai objek yang utama. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengumpulkan jurnal dan skripsi yang sudah terdaftar dan sah melalui koneksi internet kemudian  dikaji. Berdasarkan hasil penelitian studi literatur dari beberapa jurnal dan skripsi yang relevan dengan judul, menyatakan bahwa kemampuan penalaran mempunyai hubungan yang erat dengan model discovery learning karena untuk menyelesaikan permasalahan matematika dibutuhkan suatu proses yang mendukung siswa sehingga dapat menyimpulkan dan mendapatkan pemahaman baru tentang materi yang dipelajari. Kata Kunci: Kemampuan Penalaran, Discovery Learning

    Kodi Analisis Proses Penyelesaian Soal Matematika Bertipe PISA Di SMP Negeri 1 Kodi

    No full text
    Penelitian itu bertujuan untuk mengetahui sejauh mana proses penyelesaian soal matematika soal bertipe PISA di kelas IXA SMP Negeri 1 Kodi. Subjek penelitian adalah SMP Negeri 1 Kodi dengan jumlah 16 orang. subjek yang di pilih untuk di deskripsikan hasil yaitu 6 orang subjek, keenam subjek di pilih berdasarkan kriteria baik sekali, baik, cukup, kurang, kurang sekali. Masing-masing kategori di pilih untuk di wawancara. jenis data yang di kumpulkan berupa data deskriptif kualitatif dari hasil tes proses penyelesaian soal matematika bertipe PISA. Data  di analisis berdasarkan tahapan polya. Analisis data di lakukan berdasarkan tahap reduksi data, penyajian dan kesimpulan. Hasil analisis data termasuk dalam kategori kurang siswa yang mampu memahami diperoleh presentase 29%. siswa yang mampu menyusun rencana proses penyelesaian soal di peroleh presentase 28%, siswa yang mampu melaksanakan proses penyelesaian soal diperoleh presentase 18%, sedangkan proses penyelesaian  soal melihat kembali di peroleh presetase (0%). Sehingga dari hasil tersebut menunjukan bahwa analisis proses penyelesaian soal matematika bertipe PISA masih dalam kategori kurang. Kata Kunci: Proses Penyelesaian Soal Matematika Bertip PISA, Poly

    Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Kelas IX SMP Negeri 3 Kota Tambolaka dalam Pemecahan Masalah pada Materi Bilangan Berpangkat Dan Bentuk Akar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal bilangan berpangkat dan bentuk akar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IXA SMP Negeri 3 Kota Tambolaka dengan jumlah 35 siswa, dan subjek yang mendapat tindakan/treatment lebih lanjut yaitu 6 subjek, keenam subjek ini dipilih berdasarkan Kemampuan Awal Matematika kategori tinggi, kategori sedang dan kategori rendah. Masing-masing kategori dipilih 2 subjek yang akan mewakili 35 siswa tersebut. Jenis data yang dikumpulkan berupa data kualitatif yaitu hasil tes kemampuan berpikir kritis dan hasil wawancara. Data dianalisis berdasarkan indikator berpikir kritis yang telah ditetapkan oleh peneliti yang meliputi klarifikasi, assesmen penarikan kesimpulan, strategi dan taktik. Analisa data yang dilakukan melalui tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil analisis data diperoleh 11% siswa termasuk dalam kategori tinggi dengan kemampuan merinci pokok-pokok permasalahan, menggunakan rumus dengan benar dan tepat dalam menyelesaikan soal dan membuat kesimpulan dari jawabannya. 26% siswa termasuk dalam kategori sedang dengan kemampuan merinci pokok-pokok permasalahan, mampu menggunakan rumus dengan tepat dan benar. Sedangkan 63% termasuk dalam kategori rendah karena hanya mampu merinci pokok-pokok permasalahan. Dari hasil tersebut menunjukan bahwa kemampuan berpikir kritis siwa masih tergolong rendah.Kata kunci: Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa, Bilangan Berpangkat dan Bentuk Aka

    Kii Analisis Kemampuan Literasi Numerasi Siswa Kelas IXA SMP Kristen Waimangura

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui kemampuan peserta didik di SMP Kristen Waimangura dalam menyelesaikan soal-soal literasi numerasi bertipe PISA Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas IXA SMP Kristen Waimangura dengan jumlah siswa 31 orang. subjek yang dipilih untuk dideskripsikan hasilnya yaitu 6 subjek, kelima subjek dipilih berdasarkan kriteria baik sekali, baik, cukup, kurang, kurang sekali, masing-masing kategori dipilih untuk diwawancarai. Jenis data yang dikumpulkan berupa data kualitatif dari hasil tes literasi numerasi siswa. Data dianalisis berdasarkan tahapan polya dan indicator literasi. Analisis data dilakukan berdasarkan tahap reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil analisis data kemampuan literasi numerasi peserta didik pada tahap memahami masalah 30,6% termasuk kategori kurang sekali, pada tahap merencanakan 14,5% termasuk kategori kurang sekali ,pada tahap melaksanakan rencana 13,4% termasuk kategori kurang sekali, sedang pada tahap melihat kembali 0%, termasuk kategori kurang sekali. Sehingga dari hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan siswa untuk soal bertipe PISA masih tergolong rendah. Kata kunci: kemampuan literasi numerasi, poly

    Art, Biography, Sexuality: Patrick Procktor and Keith Vaughan

    No full text
    This critical review forms a reflection on the research published within the following publications: Patrick Procktor: Art and Life (Unicorn Press, 2010) Keith Vaughan: The Mature Oils 1946-1977, (Sansom & Co., 2012) The research is on two artists, Patrick Procktor (1936-2003), and Keith Vaughan (1912-1977). The monograph on Procktor – previously one of the least documented of the generation of artists who came to prominence in London in the Sixties – positions him in a history of art from which he had been notably absent. The research on Vaughan asserts a new reading of his work, one that is both deeper and more nuanced in its analysis of the ways in which personal experience and sexuality are encoded autobiographically within his work. Crucially, in both artists biography and work are symbiotically linked; the research therefore examines the links between life and art. Revisionary in intent, the work examines trajectories of experience of gay British (or rather, English) artists in the twentieth century, artists who sought to express themselves and forge careers within the constraints of a heteronormative society, albeit one in which attitudes to sexuality were undergoing change. As gay men, both were constrained by the social mores of their times, and each used painting as a means to affirm personal and sexual identities. A key research interest is in the ways in which sexuality and persona are reflected in critical responses to the artist’s work: in Vaughan, Procktor and other gay male artists of the period. The writing on both Procktor and Vaughan examines the relationship between their personal and professional/artistic lives, framed within a broader socio-political and art historical context. It asserts the place of biography as a means to understand and form new readings of the work. The work adds substantially to the literature and wider discourse on post-war British painting and social history

    Kaka Analisis Kemampuan Literasi Numerasi Siswa SMP N.1 Kota Tambolaka

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kemampuan peserta didik di SMP N.1 Kota Tambolaka   dalam menyelesaikan soal-soal literasi numerasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas IXC SMP N.1 Kota Tambolaka   dengan jumlah siswa 27 orang. Subjek yang dipilih untuk dideskripsikan hasilnya yaitu 6 subyek, keenam subyek dipilih berdasarkan kriteria baik sekali, baik, cukup, kurang dan kurang sekali, masing- masing kategori dipilih untuk diwawancarai. Jenis data yang dikumpuikan berupa data kualitatif dari hasil tes literasi numerasi siswa. Data dianalisis berdasarkan tahapan polya dan indikator literasi. Analisis data dilakukan berdasarkan tahap reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil analisis data kemampuan literasi numerasi peserta didik pada tahap memahami masalah 44%, pada tahap merencanakan 32%, pada tahap melaksanakan rencana 13%, sedangkan tahap melihat kembali 11% termasuk kategori kurang sekali. Sehingga dari hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan siswa untuk soal literasi numerasi masih tergolong rendah. Kata kunci: kemampuan literasi numerasi, polya

    OPTIMALISASI KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA SMA DI TINJAU DARI GENDER/JENIS KELAMIN

    No full text
    Tujuan penelitian ini, untuk mencari informasi dan mengetahui kemampuan representasi matematis siswa SMA ditinjau dari gender/jenis kelamin. Metode yang digunakan adalah metode kepustakaan (library research), data dalam penelitian ini diperoleh melalui membaca, mencatat, serta mengumpulkan data dari berbagai sumber pustaka seperti jurnal, artikel dan sumber lainya yang relevan. Hasil penelitian kemampuan representasi matematis siswa ditinjau dari gender.Berdasarkan hasil penelitian dari tujuh jurnal, dari 58  siswa yang terdiri dari  26 siswa laki-laki dan 32 siswa perempuan, kemampuan representasi matematis siswa terdapat perbedaan setiap gender. Perbedaan setiap gender dilihat dari cara menyelesaikan soal sesuai dengan indikator dari setiap artikel yang ada dan kemampuan menjawab soal dan menyelesaikan soal hampir sama tetapi cara menjelaskan soal dengan cara yang berbeda. Kemampuan representasi matematis siswa laki-laki hampir sama kemampuan representasi matematis siswa perempuan dalam cara menjawab soal tes, sesuai dengan indikator yang diterapkanKata Kunci: kemampuan representasi matematis siswa ditinjau dari gender

    Pada Analisis Kemampuan Berpikir Lateral Siswa Kelas VIII SMPK. St. Paulus Karuni Dalam Menyelesaikan Soal Sistem Persamaan Linear Dua Variabel

    No full text
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan berpikir lateral siswa kelas VIII SMPK. St. Paulus Karuni dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIIIc SMPK St. Paulus Karuni dengan jumlah 28 siswa. Subjek yang dipilih untuk dideskripsikan hasilnya yaitu 3 subjek, ketiga subjek ini dipilih berdasarkan 3 kategori yaitu tinggih, sedang, dan rendah. Masing – masing kategori dipilih 1 subjek untuk diwawancarai. Data dianalisis berdasarkan aspek berpikir lateral. Analisis data dilakukan melalui tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil analisis data kemampuan berpikir lateral siswa pada kategori tinggi 2 (7%) mampuh memenuhi aspek berpikir lateral,  pada kategori sedang 5(18%) cukup mampuh memenuhi aspek berpikir lateral. dan pada kategori rendah 21 (75%)  belum mampuh memenuhi aspek berpikir lateral. Dari hasil tersebut menunjukan bahwa kemampuan berpikir lateral siswa masi tergolong rendah. Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Lateral Siswa, Soal SPLD
    corecore