110 research outputs found

    Merajut relasi dengan moderasi dan toleransi

    Full text link
    Membangun relasi dengan pihak lain khususnya dengan penganut agama yang berbeda membutuhkan sikap moderat dan toleran. Sikap moderat dan toleran ini bahkan adalah ajaran al-Qur’an dan perilaku yang dicontohkan oleh Rasulullah. Lebih dari itu, moderat dan toleran juga ajaran agama-agama di dunia. Agama Konghucu, Budha, Hindu dan Kristen, semua mempunyai ajaran tentang moderasi dan toleransi. Meski demikian, ada beberapa kendala dalam menjalin relasi umat beragama. Antara lain, (1) sikap fanatisme dari para pemeluk agama. (2) adanya kesenjangan antara elit agama dengan masyarakat di bawah sehingga relasi umat beragama hanya wacana. (3) kurang adanya infrastruktur yang mendukung tercapainya komunikasi yang baik di antara umat beragama yang berbeda

    Merajut relasi dengan moderasi dan toleransi

    Full text link
    Membangun relasi dengan pihak lain khususnya dengan penganut agama yang berbeda membutuhkan sikap moderat dan toleran. Sikap moderat dan toleran ini bahkan adalah ajaran al-Qur’an dan perilaku yang dicontohkan oleh Rasulullah. Lebih dari itu, moderat dan toleran juga ajaran agama-agama di dunia. Agama Konghucu, Budha, Hindu dan Kristen, semua mempunyai ajaran tentang moderasi dan toleransi. Meski demikian, ada beberapa kendala dalam menjalin relasi umat beragama. Antara lain, (1) sikap fanatisme dari para pemeluk agama. (2) adanya kesenjangan antara elit agama dengan masyarakat di bawah sehingga relasi umat beragama hanya wacana. (3) kurang adanya infrastruktur yang mendukung tercapainya komunikasi yang baik di antara umat beragama yang berbeda

    Pentingnya pendidikan etika bagi anak di Taman Pendidikan al-Quran Desa Beji

    No full text
    Pendidikan etika menjadi hal terpenting bagi anak dan harus tertanam sejak usia dini. Pendidikan etika sebagai bekal utama untuk menjalani kehidupan bermasyarakat dan juga untuk mengatasi problematika yang ada. Selain di sekolah, taman pendidikan Al-Qur’an juga menjadi lembaga pendidikan yang sangat efektif guna menanamkan pendidikan etika dan membentuk pribadi anak yang positif. Pendidikan etika bagi anak akan bisa terwujud apabila semua elemen yang terlibat dalam kegiatan belajar mengajar dapat melaksanakan dan mengevaluasi setiap proses yang berjalan di taman pendidikan Al-Qur’an

    “Al-Al’ab al-Lughawiyyah wa Mu’aalajatu Shu’ubati Ta’allumi al-Lughah”

    No full text
    إن الحديث عن تعليم اللغة العربية يقتضي الإشارة إلى الجهد الكبير في تنو الإستراتيجيات لكون التعليم يجري جذابا و فعالا. وسيكون تعليم اللغة العربية يجري كما يرام إذا كان هناك الإهتمام بأساليب البدائل متاحة أثناء إجراء عملية التعليم. و هكذا نستطيع أ نؤكد أن خلق التعليم جذابا فعالا بتنويع الإستراتيجيات ضرورة للوفاء. و من المظاهر التعليمية أنه بإمكان للمعلم أن يقوم بعملية التعليم مع اللعب، و اللعب له دور مهم في التعليم مما ينبغي أيضا أن نقول أن اللعب له أثر متين لترقية دوافع المتعلمين في التعلم. zو نخص في تعليم اللغة العربية أن اللعب له أثر في تحسين اللغة لدى الأفراد و قدرتهم على الممارسة التعليمية. إضافة إلى ذلك أن الألعاب اللغوية من أقصر الطرق لإتقان اللغة بمهاراتها المختلفة؛ الإستماع و الكلام و القراءة و الكتابة. لذا، أن اللعب بكونه يكسر روتين الدرس و عملية التدريس فيساعد المعلم لمعالجة صعوبة تعلم اللغة العربية و توفير فرص الاتصال بين الدارسين في مواقف اجتماعية طبيعية مرحة. و نفس الشيئ فنقول أن اللعب اللغوي وسيلة جديدة استفادت منه برامج تعلم اللغات، و أثبت تطبيقاتها نتائج إيجابية في كثير من البلاد التي تهتم نظم تعليم لغاتها. و في هذا الصدد نود أن نقدم لكم عن أهمية الألعاب اللغوية و أثرها في معالجة صعوبة التعلم العربية مع البيان عن أنواع الألعاب اللغوية و فعالية استخدامها في إجراء عملية التعليم

    تنمية مهارة الكلام باستخدام طريقة تمثيل الأدوار بالتطبيق على مدرسة االمعلمات الإسلامية "بيت الآرقم" بالوانج جمبير نموذجا

    Full text link
    ABSTRAK Madrasatul Mu’allimat al-Islamiyah “Baitul Arqom” Balung Jember adalah salah satu lembaga pendidikan yang memiliki perhatian besar terhadap pembelajaran bahasa Arab. Pembelajaran Bahasa Arab di madrasah tersebut bertujuan agar siswa-siswinya mampu menguasai agama dan mampu mendalami bahasa Arab dengan 4 (empat) kemahiran berbahasa: istima’, kalam, qiro’ah dan kitabah. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa kelemahan dan ketidakmampuan siswa-siswi dalam berbicara disebabkan oleh beberapa hal,diantaranya: proses belajar mengajar belum berlangsung secara efektif, guru belum menggunakan strategi yang efektif, variatif dan inovatif. Guru hanya menyampaikan materi, terbatasnya kesempatan bagi siswa untuk berlatih berbicara di dalam kelas, kurangnya motivasi siswa untuk berlatih berbicara dan kurangnya kegiatan berkelompok di dalam kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berbicara dengan menggunakan strategi role play. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, yang dilakukan dengan cara berkolaborasi antara peneliti dan guru. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 2B. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dalam dua siklus dengan mengikuti prosedur 4 (empat) tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Instrumen yang digunakan: daftar observasi, catatan lapangan, petunjuk wawancara dan angket. Pemerolehan data dipresentasi dan dianalisis dengan menggunakan 2 (dua) cara: yaitu kualitatif dan kuantitatif. Untuk melihat keaktifan siswa selama proses pembelajaran di kelas, peneliti menganalisis dan menggunakan data secara kualitatif. Sementara data kuantitaif digunakan untuk menganalisis dan memperbaiki kemampuan berbicara siswa. Hasil temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi bermain peran sangat efektif untuk mengembangkan kemampuan berbicara siswa. Hal ini ditunjukkan dengan adanya keterlibatan siswa secara aktif dalam bermain peran dengan berani dan percaya diri tanpa rasa takut, malu atau khawatir akan terjadi kesalahan dalam menggunakan bahasa, dan juga mereka dapat menggunakan komponen bahasa secara benar di samping mampu bekerja sama dalam hal kegiatan berkelompok secara baik. ABSTRACT Madrasatul Mu'allimat al-Islamiyah "Baitul Arqom" Balung Jember is an Islamic Senior High School which has high attention to Arabic. Teaching Arabic in this school aims at comprehending Islamic books which ore written in Arabic as well as improving language skills: listening, speaking, reading and writing. The previous study which has been done by the researcher indicates the weakness of the students in speaking. It may be caused by teaching and learning process. The teacher did not use variety of strategies. She was only telling about the lesson, the apportunity was limited for the students to speak inside the class and they each motivation to speak and discuss inside the class. This classroom action research which done by both of the researcher and the teacher aims at improving speaking skill through role playing strategy. The subject of this research is the students of class 2B, by using two cycles each contains four methods, namely: planning, implementing, observing and reflecting. In collecting the data, the researcher used some instruments: observation list, field note, interviewing guide and questionaire. Qualitative is used to describe learning process, whereas quantitative is dealing with speaking ability. The result of this research indicates that the strategy of role playing is very effective to improve the ability of student speaking skill. During performing role playing, they did it confidently without being ashame or worry, they could speak fluently and were able to work together

    Teaching speech skills using role modeling

    Full text link
    Teaching Arabic at the Islamic university aims to understand Islamic books written in Arabic as well as improve language skills: listening, speaking, reading and writing. Previous research conducted by researchers showed the weakness of students in speaking. The teaching and learning process cause this. The teacher does not use various strategies. He only tells about lessons, limited opportunities for students to talk in class and their respective motivations to talk and discuss in class. The research conducted by this researcher aims to improve speaking skills through role-playing strategies. Role-playing is one of the most effective and exciting teaching methods that help us in the learning process, especially in developing speaking skills. The subjects of this study were students of the Islamic State University of Malang, Indonesia Faculty of Economics, EKA class 3. Using two cycles each containing four methods, namely: planning, implementation, observation, and reflection. The results of this study indicate that role-playing strategies are useful in improving students' speaking skills. During the role-playing, they do it with confidence without feeling embarrassed or worried, and they can speak fluently, even they can work together to improve their speaking skills while acting in the teaching process

    الإستراتيجيات المباشرة لتنمية الثروة اللفظية دراسة وصفية عن تعليم اللغة العربية في تربية الأطفال "السلام"

    Full text link
    المستخلص: تهدف هذه الدراسة إلى معرفة الإستراتيجيات المستخدمة لتنمية الثروة اللغوية في تربية الأطفال "السلام". وكما علمنا أن الأطفال في مرحلة الأساس لديهم قوة في الذاكرة بجانب أنهم كثير الحركة. و في تعليم اللغة العربية فيمكننا القيام باعطاء الكلمة الجديدة بأن نأتي الكلمات التي لا غريب لهم في الطعم و الشكل، وأصبح الأشياء الجديدة لهم ملموسة من قبل. لذلك الإستراتيجيات المباشرة هي الإستراتيجيات المناسبة لهم في تنمية الثروة اللغوية. ونتيجة الدراسة المحصولة عليها تبين أن استخدام الإستراتيجيات المباشرة تشجع دافعية الطلاب للمشاركة في تعليم اللغة العربية و تنمي ثروتهم اللغوية. وذلك قامت المدرسات بتزويد الثروة اللغوية من مصادرها الأصلية، إما أن تكون من الآيات القرآنية والأحاديث النبيوة و الأشعار العربية أ ويضا من المصطلحات العربية. والدراسة التي استخدمتها الباحثة هي دراسة وصفية، لذلك قامت الباحثة بالملاحظة الدقيقة طوال عملية التعليم

    Mediatisasi belajar: refleksi atas implementasi Merdeka Belajar di masa pandemi Covid-19

    No full text
    Konsep “Merdeka Belajar” yang diarahkan oleh Pemerintah bukan hanya tantangan bagi para profesi bidang pendidikan tetapi juga para orangtua yang kebanyakan belum mampu menyiapkan lingkungan belajar di rumah relatif sama dengan di sekolah dan selain juga harus menyiapkan kuota internet yang cukup besar agar dapat mengakses video keterampilan gerak sebagai materi ajar pendidikan yang akan dipelajari di rumah. Terobosan yang banyak disarankan melalui berbagai metode belajar daring (dalam jaringan) atau secara digital (online) di tengah badai Covid-19. Upaya untuk mempertahankan kualitas pendidikan yang diukur dari tingkat capaian hasil belajar di tengah Pandemi Covid-19 tentu menjadi target dari para pendidik, sebagaimana tuntutan kurikulum Merdeka Belajar di sekolah dimana ada tiga klasifikasi yang menjadi target hasil belajar yaitu domain kognitif (pengetahuan), psikomotor (keterampilan/skill) dan afektif (pembentukan kharakter). Ketiga domain ini saling terkait untuk mewujudkan capaian hasil belajar. Secara garis besar ukuran yang dapat digunakan dari tiga domain tersebut adalah meningkatnya pengetahuan murid melalui apa yang dipelajari. Hal ini tidak luput dari pemikiran penulis untuk membahasnya sehingga buku Bunga Rampai menjadi menarik bagi setiap pembaca. Hadirnya buku bunga rampai ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan para pembaca secara khusus para guru, dosen dan pemerhati pendidikan serta kami berharap agar terus-menerus dapat menuliskan pemikiran empirisnya dalam buku bunga rampai lainnya. Buku adalah jendela dunia, dan kelak buku ini menjadi harta warisan yang sangat berharga buat tunas bangsa Indonesia di masa akan datang
    corecore