2 research outputs found

    Nilai-nilai kearifan lokal wayang topeng malangan sebagai sumber pembelajaran sejarah

    No full text
    Local wisdom is considered a solution to the nation's moral problems, which have been eroded by the negative side of globalism. Wayang Topeng Malangan is one of Malang's unique local wisdoms and has potential as a source of learning history, especially in Malang. The goal of this research was to look into local values in Malangan Mask Wayang art to use as a source for learning history in school. This research method uses qualitative methods and data collection through literature and interviews. The result is that the local wisdom of Wayang Topeng Malangan contains values in the form of religious values, moral values, and aesthetic values. The use of the Malangan Mask Puppet as a source for learning history in class can be used as an apperception for learning Hindu-Buddhist history in phase E or grade 10 high school in the form of apperception photos, pictures, and apperception videos and texts.Kearifan lokal dinilai sebagai solusi bagi permasalahan moral bangsa yang tergerus sisi negatif globalisme. Wayang Topeng Malangan salah satu kearifan lokal khas Malang dengan potensi sebagai sumber belajar sejarah khususnya di Malang. Tujuan penelitian ini untuk menggali nilai-nilai lokal dalam kesenian Wayang Topeng Malangan untuk digunakan sebagai sumber belajar sejarah di kelas. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pengumpulan data dengan kepustakaan dan wawancara. Hasilnya kearifan lokal Wayang Topeng Malangan mengandung nilai-nilai berupa nilai religius, nilai moral, dan nilai estetika. Penggunaan Wayang Topeng Malangan sebagai sumber belajar sejarah dikelas dapat digunakan sebagai apersepsi pembelajaran sejarah Hindu Budha di fase E atau kelas 10 SMA berupa apersepsi foto atau gambar dan apersepsi video dan naskah

    JAS MERAH (JALAN-JALAN SEJARAH MENGEMBANGKAN KESADARAN SEJARAH): PEMBELAJARAN SEJARAH LUAR RUANGAN BERBASIS KESADARAN SEJARAH

    No full text
    Abstract: The importance of historical counciousness as an affective aspect in learning historical goals requires specific historical learning designs to achieve these goals. The purpose of this paper is to formulate JAS MERAH (Historical Journey Based on Historical Counciousness), namely a learning design that is based on outdoor learning (outdoor learning) which divides into three stages, namely preparation, implementation, and follow-up based on historical counciousness, especially on aspects of historical knowledge, aspects of historical research methods, aspects of historical uses, and aspects of historical meaning. Abstrak: Pentingnya sejarah lokal sebagai bagian dari pengenalan lingkungan bagi peserta didik dan kesadaran sejarah sebagai aspek afektif dalam tujuan pembelajaran sejarah memerlukan desain pembelajaran sejarah yang khusus untuk mencapai tujuan tersebut. Tujuan tulisan ini merumukandesain pembelajaransejarahyang disusun berdasar pada pembelajaran sejarah luar ruangan (outdoor learning)yang focus pada sejarah local dilingkungannya dan aspek kesadaran sejarah sebagai tujuan pembelajarannya. Hasilnya penulis merumuskan JASMERAH (Jalan-jalan Sejarah Mengembangkan Kesadaran Sejarah) untuk sejarah local yang terbagi dalam tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan follow up yang setiap tahapannya berbasis pada kesadaran sejarah khususnya pada aspek pengetahuan sejarah, aspek metode penelitian sejarah, aspek kegunaan sejarah, dan aspek pemaknaan sejarah.Desain yang penulis rumuskanberfokus pada situs-situs sejarah lokal yang ada disekitar lingkungan peserta didik
    corecore