2 research outputs found

    Hubungan Peran Keluarga Dengan Kesiapsiagaan Lansia Dalam Menghadapi Bencana Angin Puting Beliung Di Desa Tamanan Bondowoso

    No full text
    Introduksi: Bencana angin puting beliung merupakan salah satu fenomena alam yang sering terjadi di Indonesia, termasuk di Desa Tamanan, Bondowoso. Lanjut usia (lansia) merupakan kelompok yang paling rentan terhadap dampak bencana tersebut. Metode: Desain penelitian ini menggunakan korelasional dengan pendekatan cross- sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh lansia yang tinggal di Desa Tamanan sebanyak 108 orang, sampel yang digunakan sebanyak 108 responden. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan total sampling. Instrument yang digunakan adalah kuesioner peran keluarga dan kesiapsiagaan lansia. Analisis data menggunakan uji Spearman rho. Result: Tingkat signifikan 5% (0,05) hasil uji statistik rank spearman rho, yakni sig (0,000) < 0,05 dengan nilai r 0,702 dengan kekuatan hubungan kuat, maka H0 ditolak. Artinya terdapat hubungan peran keluarga dengan kesiapsiagaan lansia dalam menghadapi bencana angin puting beliung di Desa Tamanan Bondowoso. Analisis: Peran keluarga pada kesiapsiagaan lansia dalam menghadapi bencana angin puting beliung di Desa Tamanan Bondowoso berada pada tingkat kurang optimal 53 responden (49,1%) dan kesiapsiagaan lansia berada pada kategori belum siap sebanyak 53 responden (49,1%). Diskusi: Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengambilan kebijakan dan program intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan lansia melalui peran aktif keluarga. Dengan demikian, diharapkan dapat mengurangi dampak negatif bencana terhadap kelompok lansia di Desa Tamanan dan daerah lainnya yang memiliki risiko serupa

    Active Assisted Range Of Motion Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Dengan Masalah Keperawatan Ketidakstabilan Glukosa Darah Di Paviliun Bougenville RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso

    No full text
    Indonesia menempati peringkat kelima dalam jumlah penderita DM di dunia dengan 19,5 juta jiwa. Salah satu masalah keperawatan pada pasien DM yang sering muncul adalah ketidakstabilan kadar glukosa darah yang dapat berdampak pada kelemahan otot, penurunan kondisi fisik, hingga risiko komplikasi metabolik. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat diterapkan adalah latihan Active Assisted Range of Motion (AAROM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas intervensi AAROM dalam membantu menurunkan dan menstabilkan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Melitus tipe II. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan subjek tiga pasien DM tipe II yang mengalami ketidakstabilan glukosa darah di Paviliun Bougenville RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso. Proses asuhan keperawatan mencakup pengkajian, penegakan diagnosis, perencanaan, implementasi latihan AAROM selama tiga hari berturut-turut pada ekstremitas atas dan bawah, serta evaluasi kadar glukosa darah yang dilakukan sebelum dan sesudah setiap sesi latihan. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan kadar glukosa darah yang signifikan pada seluruh pasien, disertai perbaikan kondisi klinis seperti penurunan rasa lelah dan mukosa bibir yang lebih lembab. Latihan AAROM terbukti efektif sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis untuk menurunkan dan menstabilkan kadar glukosa darah, serta meningkatkan keterlibatan pasien dan keluarga dalam perawatan mandiri
    corecore