23 research outputs found

    NASI WONG WONGAN PERSPEKTIF RELIGIUS MAGIS

    No full text
      Artikel yang berjudul “Nasi Wong-Wongan Perspektif Religius Magisâ€, ini membahas tentang nasi yang berwujud manusia atau dibuat dalam bentuk /wujud manusia sebagai salah satu persembahan diantara banyak persembahan yang ada. Nasi wong-wongan ini dalam upacara yang lebih besar sebagai salah satu pelengkap dalam banten caru. Adanya fenomena wabah yang melanda negeri ini khususnya di Bali bagi umat Hindu sangat meyakini dengan persembahan ini akan dapat menghindari wabah yang terjadi. Segala upaya dtelah dilakukan  termasuk himbauan kepada prejuru untuk melakukan persembahyangan di seluruh desa adat di Bali. Hal ini dilakukan agar masyarakat di Bali  tetap tenang dan berserah diri kepada Tuhan. Berdasarkan keyakinan umat Hindu di Bali sebuah banten bersifat magis karena di dalamnya ada mantera yang diuncarkan oleh seorang sulinggih yang memimpin suatu upacara. Banten yang dalam hal ini berupa nasi wong-wongan bersifat niskala dan sekala serta memiliki daya magis. Dengan banten tersebut dapat memberikan vibrasi yang positif sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan

    PANGLUKATAN SAPTA GANGGA PERSPEKTIF USADA BALI

    No full text
    Bali dengan penduduknya yang dominan Hindu menyebabkan Bali itu unik. Keunikan itu karena budaya yang diilhami oleh ajaran Hindu yang tampak lebih menonjol yaitu upacara upakara yadnya. Salah satu pelaksanaan upacara agama itu adalah manusa yadnya. Panglukatan  merupakan  bentuk penyucian diri dalam hal ini dilakukan di Pura Tamba Waras dengan Panglukatan Sapta Gangga. Panglukatan Sapta Gangga itu unik karena mendapat panugerahan Dalem Solo dengan tujuh pancoran.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui panglukatan Sapta Gangga, untuk mengetahui tata caranya dan implikasi setelah melaksanakan panglukatan. Untuk mencapai tujuan itu digunakan teori fenomenologi dan pendekatan Ayurveda serta porposif sampling dengan kualitatif. Adapun hasil yang diperoleh (1) melakukan panglukatan karena mengalami keluhan seperti sakit kepala, nyeri, sakit maag/dyspepsia dan sakit bebai. (2) tata caranya yaitu syarat yang harus dibawa adalah bungkak nyuh gading, bungkak nyuh gadang dan banten pejati. (a)  diawali dengan ngaturang bhakti atau berdoa terlebih dahulu, (b) melaksanakan panglukatan ketujuh pancoran yang ada di Pura Tamba waras. (c) panglukatan dengan bungkak nyuh gading oleh Pemangku, dilanjutkan dengan sembahyang di jeroan dan minum air bungkak nyuh gadang yang sebelumnya didoakan terlebih dahulu serta dicampur dengan minyak. (3) Implikasi dari panglukatan tersebut merasa lebih seger, sejuk/tis,tenang, keluhan yang diderita mulai berkurang

    FUNGSI MENGKUDU DALAM BANTEN PAMALI PADA UPACARA MECARU

    No full text
    Banten merupakan sarana bhakti bagi umat Hindu di Bali. Banten identik dengan Bali karena banten mempunyai daya tarik yang berifat magis sehingga turis asing banyak yang datang ke Bali.Salah satu banten tersebut adalah banten pamali. Berdasarkan hal itu maka tujuan penelitian adalah untuk mengetahui mengkudu sebagai sarana dalam banten pamali pada upacara mecaru, untuk mengetahui tata cara menyusun banten pamali dan untuk mengetahui fungsi mengkudu dalam banten pamali pada upacara mecaru. Untuk mendapatkan data digunakan metode porposif sampling dengan jenis penelitian kualitatif,untuk membedahnya memakai teori simbol dan Fungsionalisme struktural. Teori ini digunakan karena banten masih fungsional di masyarakat. Adapun hasil yang diperoleh 1)mengkudu adalah tanaman yang memiliki khasiat obat 2) tata cara menyusun banten pamali yaitu sebuah baki/tempeh diisi dengan taledan nasi kacang saur jajan buah/raka-raka, sate,lindung, capung, katak mengkudu bungsil,clebingkah yang bertanda tapak dara, sorohan alit dan canang sari ,3) mengkudu dalam banten pamali dapat berfungsi religius dan fungsi kesehatan

    Kesuna : Pengobatan Tradisional Untuk Mengatasi Dangkangan

    No full text
    Pengobatan tradisional Bali yang dikenal dengan Usada banyak memberikan manfaat bagi kesehatan. Salah satu tanaman yang berkhasiat obat adalah Kesuna/bawang putih. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui kesuna dapat mengatasi dangkangan /mata ikan. Dengan metode pengumpulan data (observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi). Teori yang digunakan enomedisin. Dari metode dan teori tersebut diperoleh hasil : (1) Kesuna dapat mengatasi dangkangan/mata ikan karena kesuna sebagai salah satu tanaman yang berkhasiat obat mengandung organosulfur (S-alil-l- sistein). Kandungan sulfur yang terdapat pada kesuna yaitu sebagai agen eksfoliasi pada kulit dan mempunyai efek keratolitik, (2) Tata cara penggunaan kesuna untuk mengatasi dangkangan/mata ikan yaitu : ambil satu siung kesuna, dikupas kulitnya,dipotong atau diiris pangkalnya dan gosok-gosokkan pada telapak kaki yang sakit dua kali sehari yaitu pagi dan sore sampai sembuh

    SURVEI KESEHATAN DAN STATUS GIZI ANAK DI DESA TUMBANG RUNGAN, KOTA PALANGKA RAYA

    No full text
    Kesehatan anak menjadi perhatian penting bagi dunia dan di Indonesia khususnya Kalimantan Tengah. Hal ini berdasarkan data Riskesdas tahun 2018 bahwa Kalteng menjadi provinsi urutan ke-15 dalam proporsi status gizi buruk dan gizi kurang balita, urutan ke 5 dalam proporsi status gizi sangan pendek dan pendek, dan menjadi provinsi urutan ke 4 dalam proporsi status gizi kurus dan sangat kurus pada balita. data Riskesdas status gizi remaja perempuan di provinsi Kalimantan Tengah tahun 2017 indeks TB/U persentase pendek sebesar 36,8% dan sangat pendek sebesar 10,5%. Sarana kesehatan yang berada di wilayah Desa Tumbang Rungan dapat dikatakan kurang memadai, baik dalam kuantitas maupun kualitas. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti ingin  melakukan pemeriksaan status kesehatan dan status gizi anak-anak di desa Tumbang Rungan. Penelitian deskriptif observasional secara cross sectional. Sampel diambil dengan purposive sampling siswa SD Tumbang Rungan dan SMP Satu Atap Tumbang Rungan. data penelitian meliputi data karakteristik responden,  pemeriksaan antropometri (tinggi badan, berat badan), dan pemeriksaan fisik (tekanan darah, rambut, gigi mulut, mata, telinga, kulit, jantung, paru). Subyek penelitian sebanyak 20 orang mengalami 55% status gizi kurang dan buruk (BB/U), 55% stunting (TB/U), 20% sangat kurus (IMT/U). Kesehatan organ kulit, rambut, kuku dan gigi masih masuk dalam keadaan tidak sehat. Masalah kesehatan gizi pada anak dan remaja di kelurahan Tumbang Rungan menjadi problem utama.

    Penggunaan tanah merah di panglukatan beji selati: The use of red soil in the production of Panglukatan Beji Selati

    No full text
    Penyakit kulit umumnya disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, atau berasal dari dalam tubuh. Manifestasi penyakit kulit seperti gatal-gatal, ruam, bintik, serta nyeri pada kulit. Penyakit kulit dapat ditangani dengan pengobatan tradisional, yakni menggunakan unsur  prthivi (unsur dari  Panca Maha Bhuta). Dalam sistem pengobatan Ayurweda penggunaan unsur prthivi disebut dengan Mitti Chikitsa dan pada beberapa negara dikenal dengan Mud Therapy. Penelitian dilakukan di Panglukatan Beji Selati, Desa Bunutin, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Dimana pada Panglukatan Beji Selati ini terdapat prosesi menggunakan tanah merah dalam rangkaian ritual melukatnya. Masyarakat mempercayai dan meyakini bahwa tanah merah dapat mengurahi keluhan penyakit kulit maupun penyakit lainnya (sekala dan niskala). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan unsur prthivi dalam pengobatan, khususnya tanah merah. Jenis penelitian ini adalah kualitatif,  menggunakan teori  etnomedisin dan  teori  fungsionalisme struktural.  Dalam  penelitian  ini,  data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Metode pengambilan data dengan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah merah di Panglukatan Beji Selati dapat digunakan untuk penyembuhan penyakit kulit karena adanya kepercayaan masyarakat serta kandungan mineral seperti seng (Zn), tembaga (Cu), besi (Fe), dan magnesium (Mg). Tata cara penggunaan tanah merah di Panglukatan Beji Selati terdapat pada rangkaian ritual melukat yang tidak dapat dipisahkan untuk mendapatkan suatu manfaat. Serta implikasi dari penggunaan tanah merah adalah dapat mengobati sakit gigi, meredakan nyeri otot, menjaga kesehatan kulit, mengatasi rematik dan nyeri pada daerah perut, dan menyegarkan tubuh, serta menunda tanda penuaan

    TERAPI YOGA ASANAS UNTUK MENGATASI DISMENORHEA DI KOTA DENPASAR

    No full text
       Dismenorhea merupakan gangguan yang dirasakan pada sebelum atau selama menstruasi berlangsung. Berdasarkan data Dinkes Provinsi Bali tahun 2014 sebanyak 48,05% perempuan mengalami dismenorhea. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan terapi yoga asanas. Terapi yoga asanas merupakan suatu gerakan atau olah tubuh, olah napas dan olah pikiran untuk mengatasi dan meningkatkan kesehatan dengan melakukan pose-pose yoga yang disertai dengan pemusatan pikiran dan pengaturan napas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, manfaat dan pose-pose yoga asanas yang digunakan dalam mengatasi dismenoreha dan dilakukan secara kualitatif dengan metode purposive sampling data. Teori yang digunakan dalam kajian ini adalah teori kesehatan Ayurweda dan teori yoga serta data diperoleh dengan cara observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi secara mendalam. Sasaran penelitian adalah instruktur yoga dan klien yang pernah dan sedang melakukan terapi yoga asanas. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat, diketahui bahwa asanas yang digunakan untuk mengatasi dismenorhea yaitu Tadaasanas, Vrksaanasas, Utkataasanas, Matsyendraasanas, Marichaasanas, Pascimotanaasanas, Baddha Konaasanas, Bhujangaasanas, Yoga Mudra, Dhirga Pranama dan Vajraasanaas. Yoga asanas menjadi suatu teknik terapi dalam mengatasi dismenorhea yang bermanfaat untuk melancarkan aliran oksigen dalam tubuh, memberikan ketenangan pada pikiran, napas dan jiwa serta menstimulasi kelenjar pada tubuh untuk memproduksi hormon prostaglandin dan hormon endorphin secara optimal

    PENANGANAN DISPEPSIA DENGAN PRANA (STUDI KASUS DI RSUP SANGLAH)

    No full text
    Perkembangan ilmu pengetahuan saat ini bergerak sangat cepat serta membawa perubahan polahidup setiap individu menjadi lebih kompleks, sehingga hal ini menuntut individu untuk meningkatkan pola kinerjanya. Pola kinerja individu dipengaruhi oleh kesehatan individu. Salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan adalah gaya hidup, sehingga gaya hidup yang tidak tepat dapat menyebabkan dispepsia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanganan dispepsia menggunakan prana dengan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teori kesehatan dan teori struktural fungsional dengan pendekatan ilmu kesehatan ayurweda. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, penanganan dispepsia hasilnya akan lebih sempurna jika diberikan pengobatan dengan mengkombinasikan pengobatan tradisional komplementer dan pengobatan konvensional. Tatalaksana penanganan terdiri dari: pendaftaran di bagian administrasi, diagnosa medis, pasien mengambil posisi duduk atau tidur dan berdoa memohon kesembuhan, penelusuran aura, penyapuan pada cakra pasien, therapist memberikan energi pada cakra solar pleksus dan cakra pusar, setelah itu menstabilkan prana pada tubuh pasien, melepaskan hubungan prana antara therapist dan pasien, selanjutnya therapist dan pasien berdoa dan mengucapkan rasa terimakasih kepada Tuhan, therapist memberikan saran agar bagian tubuh yang diberikan prana tidak boleh terkena air karena tubuh dalam proses penyerapan prana. Implikasi penanganan dispepsia menggunakan prana, antara lain: mengurangi keluhan nyeri dan panas di uluhati, mengurangi mual, mengurangi perih, kembung dan rasa penuh pada perut, dan dapat tidur dengan baik dan bangunpun baik

    MEDITASI UNTUK MENGATASI KECEMASAN PADA IBU HAMIL

    No full text
    Seorang ibu pada masa kehamilan akan mengalami perubahan-perubahan baik fisik maupun psikologi seperti kecemasan. Upaya tradisional komplementer yang dilakukan dalam mengatasi kecemasan pada ibu hamil yaitu dengan meditasi. Meditasi yaitu metode memusatkan pikiran yang dapa membantu ibu berpikir positif dan memberikan rasa tenang dan bahagia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui meditasi, tata laksana meditasi dan implikasi meditasi kepada ibu hamil. Jenis penelitian ini kualitatif menggunakan metode snow ball sampling dengan sasaran ibu hamil yang dilakukan pada tempat pelatihan-pelatihan yoga di Kota Denpasar. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pendekatan ayurweda menggunakan tiga teori yaitu teori yoga, teori fenomenologi dan teori fungsionalisme struktural. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa meditasi dapat mengatasi kecemasan pada ibu hamil karena meditasi merupakan salah satu metode untuk memusatkan pikiran,  tata laksana dalam meditasi yaitu : menyiapakan alat-alat, doa pembuka, melakukan yoga asanas, memulai meditasi dengan melakukan sikap tubuh meditasi, memfokuskan pada pernapasan pada saat meditasi, memberikan afirmasi positif selama 10-15 menit, megakhiri meditasi degan menarik napas panjang tiga kali kembali kekesadaran diri, gerakan jari tangan dan jari kaki, buka kedua mata perlahan lalu gosokan kedua tangan lalu usapkan dengan lembut pada wajah sampai seluruh tubuh, doa penutup. Implikasi yang ditimbulkan setelah melakukan meditasi ibu hamil yaitu: ibu hamil merasakan rasa tenang, nyaman dan mampu berpikir positif pada masa kehamila

    Masker daun kelor (Moringa oleifera) untuk mengatasi wajah berjerawat: Moringa leaf mask (Moringa oleifera) to treat facial acne

    No full text
    Kondisi kulit wajah berpengaruh besar terhadap kepercayaan diri seseorang. Adapun permasalahan yang dapat terjadi pada kulit wajah salah satunya jerawat. Dalam sistem pengobatan tanaman berkhasiat obat yang sering digunakan salah satunya adalah tanaman kelor. Maka diangkat penelitian dengan judul Masker Daun Kelor (Moringa Oleifera) Untuk Mengatasi Wajah Berjerawat yang berlokasi di Denpasar. Penelitian ini untuk memecahkan rumusan masalah berupa manfaat masker daun kelor untuk mengatasi wajah berjerawat, tata cara pengolahan kelor sehingga menjadi masker wajah di Missda Beauty, implikasi dari penggunaan masker daun kelor terhadap wajah berjerawat. Penelitian ini menggunakan landasan teori etnomedisin dan teori fungsional struktural. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Usada, dengan jenis penelitian kualitatif, menggali sumber data secara purposive sampling, observasi, wawancara, pencatatan dokumen, uji laboratorium vitamin C, analisa data dan keabsahan data. Dari hasil penelitian didapat bahwa (1). Penggunaan masker wajah daun kelor dapat mengatasi jerawat karena mengandung vitamin C. (2). Tata cara pembuatan masker daun kelor pembuatan masker wajah daun kelor dalam bentuk sediaan kering dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu menyiapkan tempat dan alat, pemilihan bahan, pencucian bahan, pengeringan bahan, pembuatan serbuk dari bahan, pencampuran bahan masker tersebut dengan takaran perbandingan 2:2:1, 2 daun kelor berbanding 2 beras putih dan banding 1 beras merah, kemudian dilakukan pengemasan dan pemberian label pada produk. Masker daun kelor siap diaplikasikan ke wajah. (3). Implikasi dari penggunaan masker wajah daun kelor adalah mengatasi jerawat, menyamarkan noda bekas jerawat, menghaluskan, menyegarkan, menyamarkan garis halus pada kulit wajah
    corecore