292 research outputs found
PENANAMAN DAN PENINGKATAN NILAI-NILAI KARAKTER SISWA SMK MELALUI PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DENGAN METODE PEMECAHAN MASALAH BERBASIS KARAKTER
Abstrak:Beberapa hasil penelitian dan hasil ujian nasional SMK dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa hasil belajar siswa masih belum meningkat secara signifikan. Studi TIMSS dan PISA sejak tahun 1999 sampai kini juga menunjukkan bahwa capaian anak-anak Indonesia dalam bidang sains tidak menggembirakan. Pada pihak lain implementasi pendidikan karakter di SMK juga masih belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Berdasarkan atas pengamatan lapangan menunjukan bahwa pelaksanaan pendidikan karakter pada lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia belum berjalan dengan baik. Hal ini nampak dari berbagai kejadian perilaku siswa yang mencerminkan budaya tidak berkarakter. Oleh karena itu perlu dilakukan pengembangan bahan ajar yang memungkinkan memiliki dampak positif pada pengembangan kognitif dan karakter siswa. Berdasarkan beberapa kajian teoritik dan empirik strategi yang tepat untuk memecahkan masalah tersebut adalah dengan pengembangan bahan ajar menggunakan metode pembelajaran Pemecahan Masalah berbasis karakter.Kata-kata kunci: SMK, Bahan Ajar, Pemecahan Masalah. Karakter.Abstract: Some of the results of national examination and examination results from year to year showed that student learning outcomes have not improved significantly. The TIMSS and PISA studies from 1999 to present also show that the achievements of Indonesian children in the field of science are not encouraging. On the other hand the implementation of character education in SMK also still has not shown satisfactory results. Based on field observations, it shows that the implementation of character education in educational institutions in Indonesia has not run well. This is evident from various student behavior events that reflect a culture of no character. Therefore, it is necessary to develop teaching materials that have a positive impact on the cognitive development and character of the students. Based on several theoretical and empirical studies the appropriate strategy to solve the problem is with the development of teaching materials using the method of character-based problem-solving learning.Key Words: SMK, Instructional Materials, Problem Solving. Characte
Strategi pembelajaran inovatif kontemporer : suatu tinjauan konseptual operasional / Wena, Made
MANAJEMEN RISIKO DALAM PROYEK KONSTRUKSI
Abstrak: Setiap kegiatan usaha jasa konstruksi akan selalu muncul risiko menderita kerugian. Risiko yang terjadi pada proyek dapat berpengaruh buruk pada sasaran proyek yaitu jadwal, biaya/anggaran dan mutu, serta sekaligus merupakan kendala dalam pelaksanaan proyek. Kesuksesan proyek konstruksi sangat tergantung dari kemampuan manajer proyek dalam mengelola risiko yang terjadi. Manajemen risiko meliputi langkah-langkah yang terkait usaha pelaksanaan perencanaan manajemen risiko, identifikasi, tanggapan, dan monitoring serta pengawasan pada suatu proyek. Semua proses/langkah-langkah tersebut harus selalu diperbaharui (update) selama siklus proyek. Melalui manajemen risiko kemungkinan terjadi risiko pada proyek konstruksi dapat diperkecil bahkan dihindari. Kata-kata kunci: manajemen risiko, proyek konstruks
PREDIKSI PRODUKTIFITAS KERJA PADA PEKERJAAN TANAH DAN PONDASI BANGUNAN TAK BERTINGKAT
Abstrak:Kelompok pekerja bangunan yang mengerjakan jenis pekerjaan pengalian tanah, pasangan anstampeng batu kali, pasangan pondasi batu kali, dan pasangan rolag diatas pondasi masih perlu mendapat perhatian, terutama munculnya faktor pengaruh ekternal dan internal dalam bekerja, sehinga mengurangi capaian hasil kerja yang masih rendah dan kurang memberi keuntungan terhadap jasa pelaksana konstruksi. Penelitian mengunakan cara survei, wawancara dan observasi hasil kerja pada setiap jenis pekerjaan konstruksi kepada kelompok pekerja dari pekerja, tukang, mandor dan pelaksana di kota Malang bekerja pada jasa pengembang bangunan tak bertingkat. Hasil penelitian diperoleh sumbangan atribut pada sosio ekonomi meliputi: pengalamam profesi pekerja antara 5-7 th, pendidikan formal yang dicapai sebelum bekerja min SD, Pelatihan ketrampilan kerja yang diperoleh melalui belajar dari tukang atasan, upah satuan harian,Jarak timbunan material kerja terhadap tempat pasangan komponen konstruksi, dan penataan site material dan tempat kerja konstruksi.sumbangan pada lingkungan sarana kerja meliputi variabel: site lokasi pekerjaan konstruksi, ketersediaan material sebelum mengawali pekerjaan konstruksi, kelengkapan peralatan kerja bantu yang dimiliki oleh masing profesi, cara mengunakan material dan metode kerja, Kondisi Cuaca saat berlangsung jam kerja, Profesi tetap sebagai tenaga kerja disektor bangunan, Koefisien upah dari kelompok pekerja dari jenis pekerjaan diperoleh dari hasil capaian produktivitas kerja real dilapangan dalam ukuran waktu kerja 7 jam sehari.Kata-kata kunci: produktivitas, Jenis pekerja bangunan, koefisien upah kerjaAbstract: The group of construction workers who performs the type of earth excavation work, river stone masonry pairs, river stone foundation pairs, and rollerag pairs on the foundation still need attention, especially the emergence of external and internal influencing factors in their work, thereby reducing low and insufficient performance. provide benefits for construction implementation services. The research used surveys, interviews and observations of the work results of each type of construction work to groups of workers, from workers, masons, foremen and implementers in Malang to work in multilevel building developer services. The results showed that the contribution of attributes to the socio-economy includes: professional experience of workers between 5-7 years, formal education achieved before working at elementary school, work skills training obtained through learning from a superior, daily unit wages, distance of work material hoarding to the partner’s place. construction components, and the arrangement of site material and construction workplaces. contributions to the work facility environment include variables: construction work site sites, availability of materials before starting construction work, completeness of work tools owned by each profession, how to use materials and work methods, conditions Weather during working hours, permanent profession as labor in the building sector, the wage coefficient of the group of workers from the type of work is obtained from the results of real work productivity achievements in the field in terms of working time of 7 hours a day.Keywords: productivity, type of construction worker, coefficient of wage
PREDIKSI PRODUKTIFITAS KERJA PADA PEKERJAAN TANAH DAN PONDASI BANGUNAN TAK BERTINGKAT
Abstrak: Kelompok pekerja bangunan yang mengerjakan jenis pekerjaan pengalian tanah, pasangan anstampeng batu kali, pasangan pondasi batu kali, dan pasangan rolag diatas pondasi masih perlu mendapat perhatian, terutama munculnya faktor pengaruh ekternal dan internal dalam bekerja, sehinga mengurangi capaian hasil kerja yang masih rendah dan kurang memberi keuntungan terhadap jasa pelaksana konstruksi. Penelitian mengunakancara survei, wawancara dan observasi hasil kerja pada setiap jenis pekerjaan konstruksi kepada kelompok pekerja dari pekerja, tukang, mandor dan pelaksana di kota Malang bekerja pada jasa pengembang bangunan tak bertingkat. Hasil penelitian diperoleh sumbangan atribut pada sosio ekonomi meliputi: pengalamam profesi pekerja antara 5-7 th, pendidikan formal yang dicapai sebelum bekerja min SD, Pelatihan ketrampilan kerja yang diperolehmelalui belajar dari tukang atasan, upah satuan harian,Jarak timbunan material kerja terhadap tempat pasangan komponen konstruksi, dan penataan site material dan tempat kerja konstruksi.sumbangan pada lingkungan sarana kerja meliputi variabel: site lokasi pekerjaan konstruksi, ketersediaan material sebelum mengawali pekerjaan konstruksi, kelengkapan peralatan kerja bantu yang dimiliki oleh masing profesi, cara mengunakan material dan metode kerja, Kondisi Cuaca saat berlangsung jam kerja, Profesi tetap sebagai tenaga kerjadisektor bangunan, Koefisien upah dari kelompok pekerja dari jenis pekerjaan diperoleh dari hasil capaian produktivitas kerja real dilapangan dalam ukuran waktu kerja7 jam sehari.Kata-kata kunci: produktivitas, Jenis pekerja bangunan, koefisien upah kerjaAbstract: The group of construction workers working on the type of soil control work, the stone anstampeng pair, the stone masonry pairs, and the rolag pairs on the foundation still need attention, especially the emergence of external and internal factors of influence in work, thus reducing the achievement of the work is still low and less provide benefits to construction services. The research uses survey methods, interviews and work observations on each type of constructionwork to a group of workers from workers, builders, foremen and executors in the city of Malang working on the services of non-storey building developers. The results of the research were attributed to socio-economic attributes: work experience professions between 5-7 years, formal education achieved before min min work, vocational training obtained through learning from supervisors, daily unit wages, construction materials, and site arrangement of constructionmaterials and workplaces. contributions to the workplace environment include variables: site location of construction work, availability of materials prior to the start of construction work, completeness of the auxiliary work equipment owned by each profession, how to use materials and working methods, Weather during working hours, Profession remains as a workforce in the building sector, wage coefficient of the group of workers of the type of work obtained from the achievement of real work productivity field in the size of working time 7 hours a day.Keywords: productivity, Type of construction worker, wage coefficient of wor
TINJAUAN TEORITIK DAN EMPIRIK PERAWATAN DAN PEMELIHARAAN GEDUNG TINGGI (HIGH RISE BUILDING) DI INDONESIA
Abstrak: Semakin banyaknya pembangunan gedung tinggi di kota-kota besar tentu akan muncul konsekuensi perawatan dan pemeliharaannya. Agar suatu bangunan dapat memenuhi fungsi sesuai dengan rencana, tentu membutuhkan perawatan dan pemeliharan sesuai standar. Merawat bangunan modern yang sarat dengan peralatan mechanical dan electrical, akan berbeda dengan bangunan-bangunan konvensional. Kalau semula pengertian perawatan gedung hanya dikaitkan dengan pembersihan (cleaning service) yang bisa ditangani oleh tenaga-tenaga biasa, maka perawatan bangunan-bangunan modern memerlukan tenaga akhli tersendiri. Berdasarkan pengamatan empiris saat ini perhatian masyarakat terhadap perawatan bangunan masih sangat kurang. Pengalaman menunjukkan bahwa pembangunan gedung lebih mudah dari pada melaksanakan tugas kewajiban merawat dan memelihara. Oleh karena itu tidak mengeherankan apabila gedung-gedung yang mewah yang baru saja selesai dibangun, dalam waktu beberapa tahun, kemudian mutunya telah menurun, terutama gedung-gedung yang berfungsi sebagai fasilitas umum dan fasilitas sosial. Tujuan tulisan ini adalah untuk melakukan analisis secara teoritik dan empirik terhadap permasalahan perawatan dan pemeliharaan gedung di Indonesia, khususnya di kota-kota besar.Kata-kata kunci: Perawatan, Pemeliharaan, Gedung Tinggi.Abstract: The increasing number of high-rise buildings in big cities will certainly have consequences for their care and maintenance. In order for a building to fulfill the function in accordance with the plan, it certainly requires maintenance and maintenance according to the standard. Caring for modern buildings that are loaded with mechanical and electrical equipment, will be different from conventional buildings. If initially the notion of building maintenance was only related to cleaning (cleaning service) that could be handled by ordinary personnel, then the maintenance of modern buildings requires its own expert power. Based on empirical observations at present the public’s attention to building maintenance is still very lacking. Experience shows that building construction is easier than carrying out the obligation to care for and maintain. Therefore it is not surprising that the luxurious buildings that have just been completed have been built in a few years, then their quality has declined, especially buildings that function as public facilities and social facilities. The purpose of this paper is to conduct a theoretical and empirical analysis of the problems of building maintenance and maintenance in Indonesia, especially in large cities.Keywords: Maintenance, Maintenance, High Building
Strategi pembelajaran inovatif kontemporer : suatu tinjauan konseptual operasional/ Wena
261 hal.; 23 cm
Strategi pembelajaran inovatif kontemporer : suatu tinjauan konseptual operasional/ Wena
xiii, 261 hal.: tab.; 23 cm
Strategi pembelajaran inovatif kontemporer : suatu tinjauan konseptual operasional/ Wena
261 hal.; 23 cm
Strategi pembelajaran inovatif kontemporer : suatu tinjauan konseptual operasional/ Wena
261 hal.; 23 cm
- …
