1,721,094 research outputs found

    تصميم الرسالة" في تدريس اللغة العربية المندمجة بالتربية "الخلقية": تطبيقها في مهارة القراءة لمستوى العقلي" = The message design in Arabic learning integrated with character building: Applied in reading skill for rasionally level

    Full text link
    Nowadays, there are some negative phenomenon related to the attitude, such as the children that become far away from the Islamic value. There are some causes of the phenomenon, namely poverty, divorce, spouse conflict in a family, the absence of the parents role in children’s education, inappropriate society, and immoral friends. These bad things could be restrained by using learning because learning is a certain condition where there are interaction between a giver, which is the teacher, and a receiver, which is the student. In this interaction, the teacher, using certain condition and purpose, helps student to get knowledge, guidance, skill, and value that can straighten an attitude. Among the message is moral value. The students’ development could also be improved by character value. Arabic learning has a purpose to give student language skill, and its components. By Arabic learning, it is also possible to give students moral value. One of the factors to make successful learning is the available of learning sources, which are people, material, device, hardware, technique, message, and setting. Message is the main of a learning that are given by the teacher. The objectives of the paper is to 1) describes the message design in Arabic learning (reading skill) that is integrated with character building (according to the message types, design characteristic, form of the design, language skill, character building types, learning method used in character building), 2) describes the form of the message design principle. The methodology used in this paper is qualitative description using literature studies type with qualitative analysis. The findings are 1) the material of reading, that the character of the message design is static, the form of the design is by replacing the antonym of the underlined word, the message is the value, the character taught is religious character(birrul walidain, and responsibility), and the character building method is giving advice or lecturing. 2) The application of the message design principles are; 1) readiness and motivation: the existence of an instruction, and the title of the text, 2) attention directing device: the existence of an underline in the word, 3) student’s active participation: replacing the antonym of the underlined word, 4) repetition: getting more replacing word, 5) feedback: the teacher correction and appreciatio

    Konsep pembelajaran Bahasa Arab menurut Ibnu Khaldun

    Full text link
    Bentuk pembelajaran bahasa yang berwujud pada aneka macam kegiatan pembelajaran bahasa sangat ditentukan oleh bagaimana seseorang memandang hakekat bahasa.manusia. Konsep bahasa dari “the father of sociology” Ibnu Khaldun, menginspirasi beberapa pakar bahasa yang datang setelahnya seperti Chomsky dll. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan “fase-fase bahasa menurut Ibnu Khaldun, konsep bahasa menurut Ibnu Khaldun, posisi konsep bahasa Ibnu Khaldun diantara pakar bahasa lainnya dan konsep pembelajaran bahasa Arab menurut Ibnu Khaldun”. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, metode pengumpul data melalui survey pada buku buku “Muqaddimah Ibnu Khaldun” sebagai data utama (primary resources) dan buku “Ibnu Khaldu wa al Hadaatsah” sebagai data kedua (secondery resources) dan analsis yang dipergunakan adalah analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) proses berbahasa pada manusia melalui dua fase yakni fase pencandraan realita dan fase penjelasan, 2) definisi “bahasa” sebagai “ekspresi seorang pembicara tentang maksudnya. Ekspresi tadi merupakan perbuatan lisan/mulut yang muncul untuk menyampaikan maksud tertentu dengan menggunakan kalimat, 3) Titik temu Ibnu Khaldun dan para tokoh linguistic dalam konsep “Bahasa” adalah pada: a) Bahasa adalah suara, b) Kata- kata terdiri dari unit suara yang terpisah, c) Kata-kata mengandung arti, d) Kata- kata merupakan sesuatu yang tidak terbatas karena suara juga tidak terbatas, e) Bahasa didasarkan pada dua tingkatan, tingkatan kata dan tingkatan suara, f) Bahasa adalah istilah, g) Bahasa berbeda antara satu masyarakat dengan masyarakat yang lainnya, h) Bahasa merupakan sarana ekspresi, i) Bahasa adalah aktifitas yang disengaja, j) Bahasa adalah penguasaan lisan, k) Bahasa merupakan keutamaan manusia yang bisa diupayakan pemerolehannya. 4) Konsep pembelajaran bahasa Arab yakni melalui “malakah/ penguasaan” Bahasa bisa dicapai melalui “pemeliharaan dan penggunaan” Bahasa tersebut dan Bahasa tersebut semakin bertambah menancap dan kuat selanjutnya melalui “keselamatan tulisan” dan “pemahaman yang baik” melalui praktek untuk menumbuhkan “rasa Bahasa” yang dibuktikan melalui tulisan yang benar. Dengan teori ini Ibnu Khaldun telah lebih dahulu memaparkan metode atau kurikulum dalam pembelajaran Bahasa Nasional. Yakni suatu metode yang mementingkan pembentukan “malakah/ penguasaan” Bahasa terlebih dahulu kemudian dengan rahasiarahasia penciptaan bahasa secara cerdas. Hal ini terwujud melalui “banyak menghafal Bahasa Arab” sehingga tergambar dalam benaknya “motif- motif” dimana orang- orang Arab menenun susunan- susunan kalimatnya

    إستراتيجية " الإندماجية" لتعليم مهارة القراءة فى المرحلة الجامعية (دراسة الحالة في قسم تعليم اللغة العربية في كلية علم التربية والتعليم بجامعة مولنا ملك إبراهيم الإسلامية الحكوية بمالنج)

    Full text link
    هناك كثير من المشكلات التى يواجهها الطلاب في عملية تدريس مهارة القراءة وكثير ما تكون العملية التى يسلكها الطلاب أثنائها هي قراءة النصوص وتلخيصها بصورة تحديد الأفكار الرئيسية لكل الفقرة الموجودة داخل النص, مع أن ما يقصد بالقراءة من التعريف الجديد هي القدرة على التعرف على الرموز المكتوبة و النطق بها وفهمها وأضيف إلى ما مضى شرط آخر وهو تفاعل القارئ مع المادة المقروءة ونقدها و استثمار ما يُقرأ فى مواجهة المشكلات التى يمر بها القارئ و الإنتفاع به في حياته عن طريق ترجمة الخبرات القرائية إلى سلوك يتمثله القارئ. وفى هذا التعريف يتضمن فيه الأهداف من القراءة. وهذه المهارة تحتاج إلى تدريبات خاصة ومتنوعة وهكذا يجتمع فيه المهارات اللغوية منها مهارة القراءة نفسها و مهارة الكتابة ومهارة الكلام. هذه الأعمال المتنوعة مسايرة بما قررها علماء التربويين فى الخبرات التعليمية المطلوبة وهي تكون مجالات تنمية الإنسان تنمية متكاملة وهي تتكون عن مجال العقل و الجسم و النفس و الإجتماعي. وانطلاقا من بين هذه الأشياء المتعلقة فى عملية تدريس القراءة اللازمة حتى أراد الباحثة فى التعرف باستيراتيجية سمتها باستيراتيجية "الإندماجية" التى قد طبقتها فى قسم تعليم اللغة العربية يستهدف هذا البحث إلى وصف استيراتيجية "الإندماجية" و تطبيقها فى تدريس مهارة القراءة. ويكون هذا البحث الكيفي على نوع دراسة الحالة باستخدام الأدوات فى جمع بياناتها من خلال الدراسة المكتبية و الملاحظة وتحلل الباحثة عن طريق التحليل الوصفي. تتصف إستيراتيجية "إنداجية" فى تدريس مهارة القراءة بأعمال متنوعة التى يسلكها الطلاب وتطبق إستيراتيجية "إنداجية" فيها عند الأنشطة قبل التعليمية ( preinstructional activities ) و تقديم المعلومات ( information presentation ) ومشاركة الدارس ( student participation ) و الإختبارات ( testing ) و المتابعة ( follow through

    Profil buku teks bahasa Arab MI di wilayah Kota Malang

    No full text
    Kenyataan menunjukkan bahwa keberadaan buku teks Bahasa Arab di MI sangat dibutuhkan oleh guru dan siswa Madrasah Ibtidaiyah. Sebagian besar guru menggunakan buku teks sebagai acuan dalam pemilihan pesan, serta membantu dalam menentukan aktivitas belajar siswa. Bahkan keberadaan buku teks dimungkinkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan oleh hasil penelitian Dedi Supriadi tahun 2000, terhadap beberapa buku teks untuk sekolah dasar, yang menunjukkkan adanya hubungan antara tingkat ketersediaan buku teks dan prestasi belajar siswa. Dengan kata lain keberadaan materi ajar merupakan faktor penentu keberhasilan pencapaian kurikulum, karena materi ajar merupakan bagian dari kurikulum.Penelitian dengan judul Profil Buku Teks Bahasa Arab Madrasah Ibtidaiyah di Wilayah Kota Malang, ini berusaha menjawab beberapa hal, yaitu: 1) Prinsip penyusunan bahan ajar apa saja yang diterapkan dalam buku teks bahasa Arab MI di Kota Malang, 2) Organisasi bahan ajar apa saja yang diterapkan oleh buku teks bahasa Arab MI di Kota Malang? 3) Keterampilan bahasa apa saja yang ingin diajarkan oleh buku teks bahasa Arab MI di Kota Malang? 4) Bagaimana tujuan pembelajaran yang dirumuskan dalam buku teksbahasa Arab MI di Kota Malang? 5) Jenis evaluasi apa saja yang diterapkan dalam buku teks bahasa Arab MI di Kota Malang? Penelitian ini dapat dikategorikan sebagai penelitian deskriptif, yaitu bertujuan untuk melukiskan ”apa yang ada” dalam situasi tertentu. Strategi penelitian analisis isi (content analysis) dipandang sebagai strategi yang tepat untuk menarik kesimpulan yang sahih dari suatu buku atau dokumen. Sumber data yang dipergunakan dalam penelitian ini pertama data utama yang diteliti yakni Buku Ajar "Lancar Berbahasa Arab 1, 2 dan 3 karangan Agus Wahyudi, berdasarkan Standar Isi Madrasah Ibtidaiyah tahun 2007". Instrumen yang dipergunakan berupa pedoman check list yang berisi butir-butir pertanyaan yang didasarkan pada kajian teori tentang penyusunan bahan ajar. Adapun butir-butir instrumen diadaptasi dari Rusydi Ahmad Thu'aimah. Adapun hasil penelitiannya adalah: 1) Prinsip-prinsip bahan ajar yang diterapkan dalam penyusunan buku ajar bahasa Arab MI di kota Malang: valid, kebermaknaan, kecenderungan dan perhatian, layak untuk dipelajari dan prinsip global. 2) Organisasi bahan ajar yang diterapkan dalam penyusunan buku teks bahasa Arab MI di kota Malang adalah organisasi logis dan psikologis. 3) Keterampilan bahasa dan aspek bahasa yang diterapkan dalam penyusunan buku ajar bahasa Arab MI di kota Malang adalah mufrodat, istima’, kalam, qiro’ah, dan kitabah. 4) Tujuan pembelajaran dan metode pembelajaran yang dirumuskan dalam buku teks bahasa Arab MI di Kota Malang adalah kemampuan siswa dalam mengidentifikasi bunyi huruf hijaiyah tentang materi yang dipaparkan, menemukan makna dari wacana lisan ataupun tertulis, dan mampu berdialog dengan berbahasa arab, dan 5) Jenis evaluasi yang diterapkan dalam buku teks bahasa Arab MI di Kota Malang adalah: a) membuat pertanyaan atas jawaban yang ada, b) menjawab pertanyaan dengan memilih jawaban yang tepat, c) mengartikan mufrodat, d) menulis kalimat beserta artinya, e) menyusun kata-kata menjadi kalimat sempurna, f) menerjemahkan kalimat bahasa Indonesia ke bahasa arab , g) menerjemahkan dari bahasa arab ke dalam bahasa Indonesia, h) melengkapi kalimat yang kosong menjadi kalimat sempurna, i) menulis bilangan bahasa arab, j) menyambungkan mufrodat yang berlawanan artinya, dan k) memberi harokat pada suatu kata

    Peran bahasa Arab sebagai sarana inovasi pada aktifitas ekonomi kreatif

    Full text link
    Pembelajaran bahasa- apapun bahasa itu- terkait erat dengan fungsinya sebuah alat komunikasi antar penggunanya. Jika pengguna bahasa tersebut (native speakers) memproduksi budaya, etos kerja dan kuasa politik yang “hegemonic“ maka individu atau komunitas di luar native speakers akan tertarik untuk mempelajari bahasa itu, dengan tujuan untuk mendapatkan “budaya maju”. Kini, bahasa Arab tidak saja fungsinya sebagai bahasa agama akan tetapi sudah merambah pada berbagai dimensi kehidupan, bahkan bahasa Arab hadir sebagai sarana inovasi dalam aktivitas ekonomi kreatif. Karena penggunaan bahasa Arab sangat dipengaruhi oleh motivasi penggunanya. Dalam teori konstruksi kreatif, melalui aktifitas pemrosesan internal menyatakan bahwa pemerolehan bahasa seseorang berkaitan erat dengan variabel psikologis dan lingkungan. Pada bagian ini ada proses penyaringan yang menyeleksi masukan bahasa berdasarkan motivasi yang terdiri dari motivasi integratif, instrumental dan identifikasi sosial. Ketiga motivasi ini mendorong munculnya inovasi dalam upaya penggunaan bahasa Arab melalui beberapa macam program, jasa maupun produk yang bisa menjadi sarana ekonomi kreatif bagi penyebar bahasa tersebut.1) Bahasa Arab untuk Perbankan “Al ‘Arobiyyah li al Mashraf”, 2) Bahasa Arab untuk Pariwisata “Al ‘Arobiyyah li al Siyaahah”, 3) Bahasa Arab untuk Percetakan “Al ‘Arobiyyah li al Thibaa’ah”, 4) Bahasa Arab untuk Haji “Al ‘Arobiyyah li al Hajj”, 5) Bahasa Arab untuk Pekerja “Al ‘Arobiyyah li al Ummal”, 6) Bahasa Arab untuk Tarjamah “Al ‘Arobiyyah li al Tarjamah”, 7) Bahasa Arab untuk Diplomasi (Al ‘Arobiyyah lil Wafdi), 8) Bahasa Arab berbasis IT (Al ‘Arobiyah At Tiknuluujiyyah

    Media pembelajaran dalam buku ajar al 'arabiyyah baina yadaik

    No full text
    Media adalah gabungan antara hardware dan software. Media adalah alat bantu yang berfungsi memaksimalkan pesan pembelajaran. Tidak semua bahan ajar atau buku ajar dapat membelajarkan pada siswa secara maksimal. Media yang paling umum digunakan adalah teks. Ada dua elemen mendasar dalam desain visual bahan ajar, yakni: elemen teks dan elemen visual. Masing- masing elemen berperan dalam mempengaruhi daya ingat dan belajar manusia Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis media dan fungsinya yang terdapat dalam buku ajar Al ‘Arobiyyah Baina Yadaik. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, instrumen pengumpul data berupa check list dan analsis yang dipergunakan adalah analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang terdapat dalam buku ajar adalah: contoh dan ilustrasi. mnemonic device, format yang tertib dan konsisten, penggunaan Bahasa yang tepat, perwajahan, arrangement/persiapan atau rencana, balance/ Keseimbangan, colour (warna), legibility/ sifat mudah dibaca, daya tarik (appeal), gaya penulisan (style), size/ ukuran huruf, spacing/ jarak antar kata dan colour/ warna huruf. Sedang fingsi dari media pembelajaran yang terdapat dalam buku ajar Al ‘Arobiyyah Baina Yadaik adalah: memudahkan pemahaman, memudahkan dalam mempelajari bahan, memotivasi siswa untuk belajar, menarik perhatian siswa, menjadikan siswa seolah- olah berinteraksi (pseudo-interaction) dengan gurunya sendiri, memudahkan siswa dalam memahami dan konsentrasi terhadap apa yang ditampilkan, keseimbangan dalam menata atau meletakkan elemen-elemen visual akan menjadikan tampilan lebih dinamis, lebih menarik, dan membuat nyaman mata siswa saat melihat tampilan visual, agar pesan mudah dicerna siswa, memudahkan belajar, agar siswa memberikan perhatian pada tampilan visual yang dilihatnya, dan agar memudahkan siswa dalam membaca teks
    corecore