1,721,541 research outputs found
HUBUNGAN KESEPIAN DENGAN KECENDERUNGAN NOMOPHOBIA PADA MAHASISWA PERANTAU DI BANDAR LAMPUNG
ABSTRAK
HUBUNGAN KESEPIAN DENGAN KECENDERUNGAN
NOMOPHOBIA PADA MAHASISWA PERANTAU
DI BANDAR LAMPUNG
Oleh:
Muhammad Ridho
Mahasiswa perantau yang berada pada rentang usia dewasa awal cenderung
mengalami kesepian akibat jauhnya jarak dari keluarga dan lingkungan asal,
sehingga mendorong mereka mencari pelarian melalui penggunaan
smartphone secara berlebihan. Ketergantungan ini berpotensi menimbulkan
nomophobia, yaitu rasa cemas berlebihan ketika tidak dapat mengakses ponsel
atau internet. Interaksi sosial yang dilakukan secara digital sering kali hanya
memberikan ilusi keterhubungan, sehingga tidak menyelesaikan permasalahan
dan justru memperburuk rasa kesepian. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan antara kesepian dengan kecenderungan nomophobia
pada mahasiswa perantau. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa
aktif yang merantau di Bandar Lampung, dengan teknik purposive sampling
dan jumlah subjek sebanyak 139 orang. Instrumen yang digunakan terdiri dari
Skala Kecenderungan Nomophobia (23 aitem; α = 0,952) dan Skala Kesepian
(29 aitem; α = 0,972). Teknik analisis data menggunakan korelasi Product
Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang
signifikan antara kesepian dengan kecenderungan nomophobia pada
mahasiswa perantau, dengan koefisien korelasi (r) = 0,460, koefisien
determinasi (R²) = 0,211, dan signifikansi (p) < 0,001. Artinya, semakin tinggi
tingkat kesepian yang dirasakan mahasiswa, maka semakin tinggi pula
kecenderungan mereka mengalami nomophobia. Temuan bahwa kesepian
berhubungan positif dengan kecenderungan nomophobia pada mahasiswa
perantau menunjukkan perlunya upaya preventif yang menitikberatkan pada
pengurangan rasa kesepian. Universitas dapat memfasilitasi kegiatan sosial,
kelompok dukungan sebaya, serta layanan konseling untuk memperkuat
interaksi tatap muka dan dukungan sosial. Selain itu, edukasi literasi digital
yang mendorong keseimbangan penggunaan ponsel dan interaksi langsung
penting dilakukan untuk membantu mahasiswa mengelola kecemasan tanpa
ketergantungan berlebihan pada perangkat.
Kata kunci: Kecenderungan Nomophobia, Kesepian. ABSTRACT
HUBUNGAN KESEPIAN DENGAN KECENDERUNGAN
NOMOPHOBIA PADA MAHASISWA PERANTAU
DI BANDAR LAMPUNG
Oleh:
Muhammad Ridho
Young adult students who are far from home tend to experience loneliness due
to the distance from their families and home environment, leading them to seek
escape through excessive smartphone use. This dependency has the potential
to lead to nomophobia, which is excessive anxiety when unable to access a
phone or the internet. Digital social interactions often only provide an illusion
of connection, failing to resolve issues and instead exacerbating feelings of
loneliness. This study aims to investigate the relationship between loneliness
and nomophobia tendencies among migrant students. The population in this
study consisted of active students living away from home in Bandar Lampung,
using purposive sampling with a sample size of 139 participants. The
instruments used included the Nomophobia Tendency Scale (23 items; α =
0.952) and the Loneliness Scale (29 items; α = 0.972). Data analysis employed
the Product Moment correlation technique. The results of the study indicate a
significant positive correlation between loneliness and nomophobia tendencies
among migrant students, with a correlation coefficient (r) = 0.460, coefficient
of determination (R²) = 0.211, and significance (p) < 0.001. This means that
the higher the level of loneliness felt by students, the higher their tendency to
experience nomophobia. The finding that loneliness is positively associated
with the tendency toward nomophobia among migrant students highlights the
need for preventive efforts focused on reducing feelings of loneliness.
Universities can facilitate social activities, peer support groups, and
counseling services to strengthen face-to-face interactions and social support.
Additionally, digital literacy education that promotes a balance between phone
use and direct interaction is important to help students manage anxiety without
excessive reliance on devices.
Keywords: Nomophobia, Loneliness
HUBUNGAN KESEPIAN DENGAN KECENDERUNGAN NOMOPHOBIA PADA MAHASISWA PERANTAU DI BANDAR LAMPUNG
BSTRAK
HUBUNGAN KESEPIAN DENGAN KECENDERUNGAN
NOMOPHOBIA PADA MAHASISWA PERANTAU
DI BANDAR LAMPUNG
Oleh:
Muhammad Ridho
Mahasiswa perantau yang berada pada rentang usia dewasa awal cenderung
mengalami kesepian akibat jauhnya jarak dari keluarga dan lingkungan asal,
sehingga mendorong mereka mencari pelarian melalui penggunaan
smartphone secara berlebihan. Ketergantungan ini berpotensi menimbulkan
nomophobia, yaitu rasa cemas berlebihan ketika tidak dapat mengakses ponsel
atau internet. Interaksi sosial yang dilakukan secara digital sering kali hanya
memberikan ilusi keterhubungan, sehingga tidak menyelesaikan permasalahan
dan justru memperburuk rasa kesepian. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan antara kesepian dengan kecenderungan nomophobia
pada mahasiswa perantau. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa
aktif yang merantau di Bandar Lampung, dengan teknik purposive sampling
dan jumlah subjek sebanyak 139 orang. Instrumen yang digunakan terdiri dari
Skala Kecenderungan Nomophobia (23 aitem; α = 0,952) dan Skala Kesepian
(29 aitem; α = 0,972). Teknik analisis data menggunakan korelasi Product
Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang
signifikan antara kesepian dengan kecenderungan nomophobia pada
mahasiswa perantau, dengan koefisien korelasi (r) = 0,460, koefisien
determinasi (R²) = 0,211, dan signifikansi (p) < 0,001. Artinya, semakin tinggi
tingkat kesepian yang dirasakan mahasiswa, maka semakin tinggi pula
kecenderungan mereka mengalami nomophobia. Temuan bahwa kesepian
berhubungan positif dengan kecenderungan nomophobia pada mahasiswa
perantau menunjukkan perlunya upaya preventif yang menitikberatkan pada
pengurangan rasa kesepian. Universitas dapat memfasilitasi kegiatan sosial,
kelompok dukungan sebaya, serta layanan konseling untuk memperkuat
interaksi tatap muka dan dukungan sosial. Selain itu, edukasi literasi digital
yang mendorong keseimbangan penggunaan ponsel dan interaksi langsung
penting dilakukan untuk membantu mahasiswa mengelola kecemasan tanpa
ketergantungan berlebihan pada perangkat.
Kata kunci: Kecenderungan Nomophobia, Kesepian. ABSTRACT
HUBUNGAN KESEPIAN DENGAN KECENDERUNGAN
NOMOPHOBIA PADA MAHASISWA PERANTAU
DI BANDAR LAMPUNG
Oleh:
Muhammad Ridho
Young adult students who are far from home tend to experience loneliness due
to the distance from their families and home environment, leading them to seek
escape through excessive smartphone use. This dependency has the potential
to lead to nomophobia, which is excessive anxiety when unable to access a
phone or the internet. Digital social interactions often only provide an illusion
of connection, failing to resolve issues and instead exacerbating feelings of
loneliness. This study aims to investigate the relationship between loneliness
and nomophobia tendencies among migrant students. The population in this
study consisted of active students living away from home in Bandar Lampung,
using purposive sampling with a sample size of 139 participants. The
instruments used included the Nomophobia Tendency Scale (23 items; α =
0.952) and the Loneliness Scale (29 items; α = 0.972). Data analysis employed
the Product Moment correlation technique. The results of the study indicate a
significant positive correlation between loneliness and nomophobia tendencies
among migrant students, with a correlation coefficient (r) = 0.460, coefficient
of determination (R²) = 0.211, and significance (p) < 0.001. This means that
the higher the level of loneliness felt by students, the higher their tendency to
experience nomophobia. The finding that loneliness is positively associated
with the tendency toward nomophobia among migrant students highlights the
need for preventive efforts focused on reducing feelings of loneliness.
Universities can facilitate social activities, peer support groups, and
counseling services to strengthen face-to-face interactions and social support.
Additionally, digital literacy education that promotes a balance between phone
use and direct interaction is important to help students manage anxiety without
excessive reliance on devices.
Keywords: Nomophobia, Loneliness
FENOMENA CATCALLING DI LINGKUNGAN UIN SUSKA RIAU (STUDI FENOMENOLOGI PADA MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI UIN SUSKA RIAU)
ABSTRAK
Nama : Muhammad Ridho Marbun
NIM : 12140314346
Program Studi : Ilmu Komunikasi
Judul : Fenomena Catcalling Di Lingkungan Uin Suska Riau
(Studi Fenomenologi Pada Mahasiswa Ilmu
Komunikasi Uin Suska Riau)
Penelitian ini di latar belakangi oleh tingginya kasus kekarasan dan pelecehan seksual yang terjadi di Pekanbaru, dan tidak terlepas pada UIN SUSKA Riau, yang menimbulkan tantangan dalam mempersiapkan Mahasiswa berakhlaqul Qarimah dan berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Fenomena Catcalling Di Lingkungan UIN SUSKA Riau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan Catcalling masih terjadi di lingkungan kampus UIN SUSKA Riau, berupa siulan, ejekan, serta mengomentari penampilan fisik seseorang. Dampak yang ditimbulkan dari tindakan catcalling ini seperti gangguan psikologis jangka pendek dan juga gangguan komunikasi diakibatkan pelanggaran etika, hal ini menunjukkan kegagalan dalam berkomunikasi. Salah satu faktor utama terjadinya catcalling yaitu kurangnya pemahaman dari pelaku tentang catcalling sehingga di anggap normal, perlu diketahui bahwa tindakan termasuk kedalam pelecehan seksual.
Kata Kunci : Catcalling, fenomena, Mahasiswa Ilmu Komunikasi
Analisis kinerja keuangan pada PT Bank Muamalat Indonesia Tbk
Muhammad Ridho Saputra. Analisis Kinerja Keuangan pada PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Dibimbing oleh Ibu Isna Yuningsih selaku dosen pembimbing I dan Ibu Musviyanti selaku dosen pembimbing II. Kinerja keuangan merupakan hasil atau prestasi suatu perusahaan yang dicapai dalam suatu periode atau beberapa periode tertentu dalam pengeloaan keuangan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kinerja keuangan bank menggunakan pendekatan RGEC yang meliputi Risk Profile, Good Corporate Governance, Earning, dan Capital. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa laporan tahunan pada perusahaan yang dikeluarkan oleh PT Bank Muamalat Indonesia Tbk periode 2014-2017 yang didapatkan dari website resmi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk tahun 2014, 2016, dan 2017 mendapatkan predikat Cukup Sehat. Dan tahun 2015 mendapatkan predikat Kurang Sehat
ANALISIS MAKROFAUNA TANAH GAMBUT PADA PERKEBUNAN KARET (Hevea brasiliensis Muell.) DENGAN USIA YANG BERBEDA DI DESA BALAM JAYA KECAMATAN TAMBANG KABUPATEN KAMPAR
ANALISIS MAKROFAUNA TANAH GAMBUT PADA PERKEBUNAN KARET (Hevea brasiliensis Muell.) DENGAN USIA YANG BERBEDA
DI DESA BALAM JAYA KECAMATAN TAMBANG
KABUPATEN KAMPAR
Muhammad Ridho Saputra (11682101456)
Di bawah bimbingan Oksana dan Novita Hera
INTISARI
Kesuburan tanah secara biologi dapat dilihat dari keberadaan fauna tanah. Pengolahan lahan pertanian secara terus-menerus dapat menurunkan produktivitas fauna tanah sehingga perlu dilakukan analisis fauna tanah untuk mengetahui kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan mengetahui keragaman makrofauna tanah gambut pada perkebunan karet usia tanaman yang berbeda. Penelitian ini dilakukan di Desa Balam Jaya Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar pada Bulan Agustus sampai Oktober 2021 menggunakan metode deskriptif observatif dengan teknik purposive sampling. Sampel tanah diambil pada 4 lokasi berbeda yaitu lokasi perkebunan karet dengan usia penggunaan lahan 5, 10, dan 15 tahun dan lahan semak belukar. Parameter yang dianalisis meliputi data indentifikasi makrofauna, kelimpahan relatif dan indeks keragaman, kemerataan, dominansi makrofauna. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lahan semak belukar dan perkebunan karet dengan lama penggunaan lahan 5, 10, dan 15 tahun memiliki indeks keanekaragaman (H’) yang sama, yaitu dalam kategori sedang. Makrofauna tanah yang diperoleh terdiri dari 8 ordo dan 20 familia. Indeks kemerataan (E) pada lahan semak belukar dan perkebunan karet usia 5 dan 10 tahun memiliki kategori sedang dan lahan karet usia 15 tahun memiliki kategori tinggi. Lahan semak belukar dan perkebunan karet usia 5, 10 dan 15 tahun memiliki indeks dominansi (D) yang sama, yaitu dalam kategori rendah.
Kata kunci: identifikasi, kampar, karet, makrofaun
PENGARUH PENERAPAN METODE MURAJAAH TERHADAP HAFALAN AL-QUR’AN SISWA PADA MATA PELAJARAN TAHFIZ DI PONDOK PESANTREN UBAY BIN KAAB SALO
ABSTRAK
Muhammad Ridho Isfihany, (2023): Pengaruh Penerapan Metode Murajaah terhadap Hafalan Al-Qur’an Siswa pada Mata Pelajaran Tahfiz di Pondok Pesantren Ubay Bin Kaab Salo
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan metode Murajaah terhadap Hafalan Al-Qur’an Siswa pada Mata Pelajaran Tahfiz di Pondok Pesantren Ubay Bin Kaab Salo. Penelitian ini termasuk jenis penelitian ex post facto dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 30 siswa dan pengambilan sampel jenuh, yaitu semua anggota populasi dijadikan sampel penelitian. Pengumpulan data menggunakan angket, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji Korelasi Product Moment. Hasil penelitian di peroleh rhitung 0,725 lebih besar dari rtabel pada taraf signifikan 5% (0,374) maupun taraf signifikan 1% (0,478), maka Ha diterima dan Ho ditolak. Hal ini berarti ada pengaruh signifikan penerapan metode murajaah terhadap hafalan Al-Qur’an siswa pada mata pelajaran tahfiz di Pondok Pesantren Ubay Bin Kaab Salo. Besar pengaruh penerapan metode murajaah terhadap hafalan Al-Qur’an siswa 81,5% sedangkan 18,5% dipengaruhi oleh variabel lain.
Kata Kunci: Metode Murajaah, Hafalan Al-Qur’a
OPTIMALISASI PELAKSANAAN TUGAS JAGA LAUT AGAR TIDAK TERJADI TUBRUKAN ANTARA MT. B. STAR DENGAN MT. AT LUCKY SAAT AKAN SANDAR SHIP TO SHIP
INTISARI
Pratama, Muhammad Ridho Maulana H, 541711106329 N, 2021,
“Optimalisasi Pelaksanaan Tugas Jaga Laut Agar Tidak
Terjadinya Tubrukan Antara MT. B. Star dengan MT. At Lucky
Saat Akan Sandar Ship to Ship”, Program Diploma IV, Program
Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing
I: Capt. H. Agus Hadi, M.Mar Pembimbing II: Darul Prayogo
M.Pd.
Seluruh negara yang memiliki kondisi geografis terdiri dari pulaupulau dan di kelilingi oleh perairan, kapal merupakan suatu moda
transportasi yang dominan sehingga laut memegang peranan yang sangat
penting bagi suatu negara dalam memajukan kondisi perekonomian negara
tersebut. Dalam menciptakan moda transportasi laut diperlukan adanya
manajemen yang dapat mengakomodasi secara maksimal keberadaan
sistem transportasi nasional maupun internasional, sehingga tercipta
transportasi global.
Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah kualitatif. Dalam
hal pengumpulan data, peneliti mengggunakan metode observasi di
lapangan secara langsung dengan menggunakan dokumen kapal, kemudian
dengan wawancara terhadap para pihak terkait yang dalam hal ini para
perwira kapal serta didukung kuat dengan kepustakaan baik berupa foto
atau dokumen letter yang tentunya mendukung terhadap tujuan penelitian.
Pada hasil penelitian ini, diperoleh penyebab terjadinya tubrukan
serta bagaimana penanganan yang dilakukan guna menangani tubrukan
tersebut. Dan hendaknya setiap perusahaan pelayaran benar – benar
melakukan perekrutan sesuai dengan prosedur yang baik dan benar.
Nahkoda sebagai Personnal In Charge di atas kapal wajib memastikan
seluruh crew di atas kapal memahami prosedur yang sudah ditetapkan dan
hendaknya dilaksanakan dengan maksimal
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN PRODUK BBM DENGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) (STUDI KASUS PT. PRIMA PUTRA AGUNG)
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN PRODUK BBM DENGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) (STUDI KASUS PT. PRIMA PUTRA AGUNG)
Oleh :
Muhammad Ridho
Program Studi Teknik Industri
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Jl. HR. Soebrantas KM. 15 No. 155 Pekanbaru
ABSTRAK
PT. Prima Putra Agung merupakan salah satu perusahaan yang ada di Kabupaten Rokan Hilir yang bergerak dibidang industri Jasa. Perusahaan ini terletak di desa Pujud, Kecematan Pujud dengan jam operasioal pelayan 18 jam yang menjual tiga jenis produk BBM yaitu Pertalite, Pertamax dan Bio Solar. Permasalahan pada PT. Prima Putra Agung yaitu ketidak stabilan penjualan dikarenakan stok Produk perharinya sering mengalami kekosongan maka proses penjualan terhenti hinga berkurangnya penjualan perbulanya. Penerapan metode yang tepat pada perusahaan dalam mengetahui jumlah persedian produk yang digunakan untuk mengendalikan persediaan dalam perusahaan adalah economic order quantity (EOQ). Penelitian ini menggunakan metode Forecasting untuk mengetahui kebijakan pada masa yang akan datang dan melakukan perhitungan EOQ untuk menentukan jumlah yang optimal dalam pemesanan kepada supplier dan dapat menghemat biaya persediaan. Hasil dari penelitian pada jenis BBM pertalite pembelian kebutuhan persediaan ekonomis adalah sebesar 447952,9 liter dan biaya persediaan ekonomis yang dikeluarkan adalah sebesar Rp10.604.758. Adapun biaya yang dikeluarkan untuk setiap kali melakukan penyimpanan pertalite adalah Rp24/liter. Pada jenis BBM bio solar pembelian kebutuhan persediaan ekonomis adalah sebesar 265575,72 liter dan biaya persediaan ekonomis yang dikeluarkan adalah sebesar Rp12.591.752. Adapun biaya yang dikeluarkan untuk setiap kali melakukan penyimpanan bio solar adalah Rp47/liter Pada jenis BBM pertamax turbo pembelian kebutuhan persediaan ekonomis adalah sebesar 23496,13 liter dan biaya persediaan ekonomis yang dikeluarkan adalah sebesar Rp15.409.768. Adapun biaya yang dikeluarkan untuk setiap kali melakukan penyimpanan pertamax turbo adalah Rp656/liter.
Kata kunci: EOQ, Forecasting, Supplier, Pertalite, Pertamax, Bio Sola
PERAN IKATAN REMAJA MASJID AL-ISTIQOMAH DALAM KEGIATAN KEAGAMAAN DI DESA PULAU LAWAS KECAMATAN BANGKINANG
ABSTRAK
NAMA : MUHAMMAD RIDHO ILLAHI
NIM : 12040417377
JUDUL : PERAN IKATAN REMAJA MASJID AL-ISTIQOMAH DALAM KEGIATAN KEAGAMAAN DI DESA PULAU LAWAS KECAMATAN BANGKINANG
Remaja masjid adalah sebuah organisasi remaja yang bernaungan didalam Masjid. Remaja Masjid inilah yang menjadi tonggak ramai dan sepinya masjid dalam kegiatan kegamaan. Organisasi remaja masjid Al- Istiqomah membawa pembaharuan dan cara baru untuk mengajak serta mendorong masyarakat untuk meramaikan masjid. Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang yaitu Pertama Pembina Remaja Masjid, Kedua Pengurus Masjid, Ketiga Ketua Remaja Masjid, Keempat Sekretaris Remaja Masjid dan yang Kelima Seksi Keagamaan Remaja Masjid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Peran Ikatan Remaja Masjid Al-Istiqomah Dalam Kegiatan Keagamaan di Desa Pulau Lawas Kecamatan Bangkinang. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, dokomentasi, dan observasi. Hasil dari penelitian ini adalah menunjukkan bahwa ikatan remaja masjid Al-Istiqomah sudah menjalankan perannya dalam kegiatan keagamaan dalam bentuk mempersiapkan shalat berjamaah di Masjid, Menyusun jadwal khatib, menjadi panitia kemasjidan, melaksanakan pengumpulan dan pembagian zakat, kemudian dakwah dan sosial.
Kata Kunci: Peran, Remaja Masjid, Kegiatan Keagamaan
EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR MELALUI TEKNIK MOTIVATIONAL INTERVIEWING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI DI SMAN 9 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2019/2020
ABSTRAK
EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR MELALUI TEKNIK MOTIVATIONAL INTERVIEWING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI DI SMAN 9 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2019/2020
Oleh
Muhammad Ridho Fadlurahman
Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar pada peserta didik kelas XI di SMA Negeri 9 Bandar Lampung, sehingga perlu ada upaya untuk meningkatkan motivasi belajar pada peserta didik dengan memberikan layanan bimbingan belajar melalui teknik Motivational Interviewing. Layanan bimbingan belajar merupakan suatu proses bantuan untuk memfasilitasi peserta didik dalam mengembangkan pemahaman dan keterampilan dalam belajar, dan memecahkan masalah-masalah belajar atau akademik.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah layanan bimbingan belajar melalui teknik Motivational Interviewing efektif untuk meningkatkan motivasi belajar pada peserta didik kelas XI jurusan IPA di SMA Negeri 9 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2019/2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif eksperimen dengan desain penelitian pre-eksperimental design jenis one group pre-test post-test design. Sampel penelitian berjumlah 10 peserta didik kelas XI jurusan IPA SMA Negeri 9 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2019/2020 yang memiliki motivasi belajar rendah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket, wawancara, dokumentasi dan observasi.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa skor rata-rata pre-test sebesar 9,7, meningkat menjadi 23,8 pada skor Post-test. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon signed ranks test dengan taraf signifikasi 0,05 (5%), diperoleh nilai Z sebesar -2.814 dan asymp. Sig. (2-tailed) bernilai 0,005. Artinya nilai 0,005 lebih kecil dari < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan belajar melalui teknik Motivational Interviewing efektif untuk meningkatkan motivasi belajar pada peserta didik kelas XI jurusan IPA SMA Negeri 9 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2019/2020
- …
