1,721,035 research outputs found
UAS ILMU POLITIK DAN PENDIDIKAN IPS AKHMAD MAULANA FIRDAUS
Akhmad Maulana Firdaus
[email protected]
Mata kuliah : Ilmu Politik dan Pendidikan IPS
DOSEN : Dr. M. Zainal Arifin Anis, M. Hum & M. Adhitya Hidayat Putra, M.Pd
Program studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan
Universitas Lambung Mangkurat
Banjarmasin
1. Mengapa kekuasaan diperlukan untuk mempengaruhi kebijakan politik. Uraikan bagaimana pendapat Anda.
Jawaban:
Menurut saya kekuasaan merupakan salah satu faktor yang penting dalam mempengaruhi kebijakan politik karena dengan kekuasaan, seseorang atau sekelompok orang dapat memiliki pengaruh dan kontrol terhadap proses pembuatan kebijakan. Kekuasaan dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengendalikan sumber daya dan perilaku orang lain.
Dalam konteks politik, para pemimpin atau kelompok yang memiliki kekuasaan akan lebih mudah untuk mempengaruhi perubahan dan membuat keputusan-keputusan penting dalam sebuah negara. Hal ini bisa dikarenakan mereka memiliki akses pada berbagai lembaga pemerintahan seperti parlemen, birokrasi hingga media massa sehingga mereka dapat mengekspresikan pandangan serta ideologinya agar dapat dipengaruhi oleh banyak orang
UAS ILMU POLITIK DAN PENDIDIKAN IPS AKHMAD MAULANA FIRDAUS
UJIAN AKHIR SEMESTER
Akhmad Maulana Firdaus
[email protected]
Mata kuliah : Ilmu Politik dan Pendidikan IPS
DOSEN : Dr. M. Zainal Arifin Anis, M. Hum & M. Adhitya Hidayat Putra, M.Pd
Program studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan
Universitas Lambung Mangkurat
Banjarmasin
1. Mengapa kekuasaan diperlukan untuk mempengaruhi kebijakan politik. Uraikan bagaimana pendapat Anda.
Jawaban:
Menurut saya kekuasaan merupakan salah satu faktor yang penting dalam mempengaruhi kebijakan politik karena dengan kekuasaan, seseorang atau sekelompok orang dapat memiliki pengaruh dan kontrol terhadap proses pembuatan kebijakan. Kekuasaan dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengendalikan sumber daya dan perilaku orang lain.
Dalam konteks politik, para pemimpin atau kelompok yang memiliki kekuasaan akan lebih mudah untuk mempengaruhi perubahan dan membuat keputusan-keputusan penting dalam sebuah negara. Hal ini bisa dikarenakan mereka memiliki akses pada berbagai lembaga pemerintahan seperti parlemen, birokrasi hingga media massa sehingga mereka dapat mengekspresikan pandangan serta ideologinya agar dapat dipengaruhi oleh banyak orang
Supplemental materials for preprint: UAS ILMU POLITIK DAN PENDIDIKAN IPS AKHMAD MAULANA FIRDAUS
Supplemental materials for preprint: UAS ILMU POLITIK DAN PENDIDIKAN IPS AKHMAD MAULANA FIRDAUS
PERAN GURU AQIDAH AKHLAK DALAM MENDIDIK KARAKTER KEDISIPLINAN SISWA KELAS VII DI MTs. MATHLA’UL ANWAR LANDBAW GISTING
ABSTRAK
Fahmi Maulana Firdaus : Peran Guru Aqidah Akhlak Dalam
Mendidik Karakter Disiplin Peserta
Didik Kelas VII di MTs Mathla’ul
Anwar Landbaw Gisting.
Skripsi : Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan
Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan
Lampung. Pembimbing I : Dr. Baharudin, M.Pd.
Pembimbing II : Agus Susanti, M.Pd.
Pendidikan akhlak sebagaimana dirumuskan oleh Ibnu
Miskawaih merupakan upaya ke arah terwujudnya sikap batin yang
mampu mendorong secara spontan lahirnya perbuatan-perbuatan yang
bernilai baik dari seseorang. Dalam pendidikan akhlak, kriteria benar
dan salah untuk menilai perbuatan yang muncul merujuk kepada
Alquran dan sunnah sebagai sumber tertinggi ajaran Islam. Dengan
demikian maka pendidikan akhlak bisa dikatakan sebagai pendidikan
moral dalam diskursus pendidikan Islam.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetahui
Bagaimana Peran Guru dalam Membangun Kedisiplinan Siwa Kelas
VII di MTs Mathla’ul Anwar Landbaw. (2) Untuk mengetahui Faktor
Apa Saja yang Menjadi Pendukung dan Penghambat dalam
Membangun Kedisiplinan Siswa.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif,
yang dilaksanakan di MTs Mathla’ul Anwar Landbaw. Subjek
penelitian ini adalah guru Aqidah Akhlak, informan penelitian sendiri
ialah kepala sekolah, guru aqidah akhlak, guru lainnya dan siswa kelas
VII. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah observasi, wawancara, dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam membangun
kedisiplinan siswa, guru aqidah akhlak memiliki peran aktif baik
diluar maupun didalam kelas, cara guru dalam membangun
kedisiplinan siswa dengan cara menanamkan nilai-nilai positif dengan
pembiasaan yang Penanaman Akhlak secara Umum TerOsebut sudah
terpenuhi semua walaupun belum sempurna prosesnya baik dalam
proses KBM di kelas maupun dalam lingkungan sekolah.
Kata Kunci : Peran Guru Aqidah Akhlak, Membangun Kedisiplinan.
ii
ABSTRACT
Fahmi Maulana Firdaus : The Role of Aqidah Akhlak Teachers in
Educating Disciplined Character of Class
VII Students at MTs Mathla’ul Anwar
Landbaw Gisting.
Thesis
: Department of Islamic Religious Education, Faculty of
Tarbiyah and Teacher Training, Raden Intan State Islamic
University (UIN) Lampung. Advisor I: Dr. Baharudin,
M.Pd. Advisor II: Agus Susanti, M.Pd.
Moral education as formulated by Ibnu Miskawaih is an effort
towards the realization of an inner attitude that is able to
spontaneously encourage the birth of good deeds from a person. In
moral education, the criteria of right and wrong to assess the actions
that arise refer to the Qur'an and Sunnah as the highest sources of
Islamic teachings. Thus, moral education can be said to be moral
education in the discourse of Islamic education.
This study aims to: (1) To find out the Role of Teachers in
Building Discipline of Class VII Students at MTs Mathla’ul Anwar
Landbaw. (2) To find out what factors support and hinder building
student discipline.
This study uses a descriptive qualitative research type, which was
conducted at MTs Mathla'ul Anwar Landbaw. The subjects of this
study were Aqidah Akhlak teachers, the research informants
themselves were the principal, aqidah akhlak teachers, other teachers
and grade VII students. The data collection methods used in this study
were observation, interviews, and documentation.
The results of the study showed that in building student
discipline, aqidah akhlak teachers have an active role both outside
and inside the classroom, the teacher's way of building student
discipline by instilling positive values with habits that General Akhlak
Instillation has been fulfilled even though the process is not perfect
either in the teaching and learning process in the classroom or in the
school environment.
Keywords: The Role of Aqidah Akhlak Teachers, Building Discipline
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
