3 research outputs found

    Pengembangan Media Mock-Up Jam Sudut Dalam Pembelajaran matematika Materi Sudut Peserta Didik Tunarungu Kelas X di SMALB YPTB Kota Malang

    No full text
    ABSTRAKMaria, Lilin Andi. 2019. Pengembangan Media Mock-Up Jam Sudut Dalam Pembelajaran Matematika Materi Sudut Peserta Didik Tunarungu Kelas X di SMALB YPTB Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dra. Sudarsini, M.Pd. (2) Dr. Asep Sunandar, S.Pd, M.AP Kata Kunci: Tunarungu, Pembelajaran Matematika, Materi Sudut, Media Mock-Up Jam SudutHasil observasi di kelas X SMALB YPTB Kota Malang yang dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung, permasalahan yang muncul adalah kurangnya minat atau motivasi peserta didik yang disebabkan oleh tidak menariknya media pembelajaran yang digunakan di sekolah, peserta didik belum paham dengan tujuan media untuk pembelajaran, metode yang diterapkan pada saat pembelajaran adalah menggunakan metode ceramah sehingga pembelajaran dirasa kurang menarik oleh peserta didik serta kurang mudah untuk memahami materi yang bersifat abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media “Mock-Up Jam Sudut” bagi peserta didik tunarungu kelas X di SMALB YPTB Kota Malang dengan mengadaptasi metode pengembangan Borg and Gall yang meliputi 10 langkah dan disederhanakan menjadi 7 langkah. Subjek uji coba produk terdiri dari ahli materi 1, ahli materi 2, dan ahli media serta peserta didik tunarungu kelas X berjumlah 5 orang sebagai subjek.Desain produk berupa media mock-up berbasis visual yang terbuat dari kayu berbentuk jam dan buku panduan yang berisi tata cara penggunaan media serta materi sudut yang telah disesuaikan berdasarkan kurikulum dan kemampuan peserta didik kelas X di SMALB YPTB Kota Malang.Hasil pengembangan produk ini diperoleh data sebagai berikut: (1) Validasi ahli materi 1 95% (sangat layak), (2) Validasi ahli materi 2 100% (sangat layak), (3) Validasi ahli media 98,3% (sangat layak). Hasil rata-rata pre-test 50,6 mengalami peningkatan pada hasil rata-rata post-test 89,6. Hasil pengembangan secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa media Mock-Up Jam Sudut telah layak dijadikan sebagai media pembelajaran matematika materi sudut. Saran bagi pengembang selanjutnya adalah mengkaji terlebih dahulu kebutuhan dan karakteristik peserta didik, kemampuan peserta didik, pemilihan materi, serta pemahaman materi sebelum disampaikan kepada peserta didik sehingga menghasilkan pembelajaran bermakna bagi peserta didik. Selain itu, pengembang selanjutnya juga dapat merubah atau menginovasi desain menjadi media yang lebih unik akan tetapi tetap dengan topik yang sama sehingga peserta didik dapat lebih tertarik dengan desain media yang berbeda. 

    PENGEMBANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN MEMBACA PERMULAAN BERBASIS METODE PHONIC UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PADA PESERTA DIDIK DISLEKSIA

    Full text link
    Membaca merupakan dasar untuk menguasai bidang akademik yang lain. Kemampuan membaca harus dimiliki oleh setiap peserta didik termasuk disleksia. Salah satu faktor meningkatkatnya kemampuan membaca peserta didik di sekolah, ditentukan oleh penggunaan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru di kelas. Metode Phonic dapat membantu peserta didik membaca kata-kata secara terpisah, kemudian secara bertahap menyusun kata-kata menjadi kalimat dan teks yang lebih panjang. Pembelajaran dengan metode phonic melibatkan pengajaran bunyi huruf individual, pola bunyi, dan aturan ejaan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengembangkan program pembelajaran berbasis metode phonic untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada peserta didik disleksia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif melalui rancangan mixed methods research design (rancangan metode penelitian metode campuran). Penelitian ini menggunakan desain eksploratori skuensial. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan tes. Metode eksperimen dalam penelitian ini yaitu menggunakan rancangan single subject research (SSR). Hasil dari penelitian ini yaitu program pembelajaran membaca permulaan berbasis metode phonic yang dikemas dalam bentuk buku panduan yang telah dilakukan validasi ahli dan praktisi sekaligus diuji cobakan kepada peserta didik disleksia. Berdasarkan hasil uji coba program pembelajaran tersebut secara positif dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan peserta didik disleksia

    PELATIHAN PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI BERBAHAN DASAR MINYAK JELANTAH, SOY WAX DAN MINYAK ATSIRI UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS PROFESIONAL MUDA DI VIHARA VIMALAKIRTI

    Full text link
    ABSTRAKInovasi lahir dari ide kreatif yang dihasilkan dari pemikiran kritis terhadap permasalahan sekitar dan ketangkasan dalam membaca peluang untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan melatih  kreativitas professional muda di Vihara Vimalakirti dalam membuat lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah, soy wax dan minyak atsiri sehingga membuka peluang untuk ide bisnis bagi pengusaha pemula. Metode pendekatan dan partisipasi yang dilakukan berupa tutorial, pendampingan dan evaluasi. Tutorial dilakukan oleh narasumber dan fasilitator yang merupakan dosen dan mahasiswa prodi pendidikan kimia FKIP UNTAN. Pendampingan intensif pembuatan lilin aromaterapi dilakukan oleh fasilitator dan peserta pelatihan. Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan menggunakan kuisioner melalui google form. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, sebayak 94,7% peserta pelatihan menyatakan bahwa pelatihan ini sangat mereka butuhkan dan bermanfaat bagi peningkatkan keterampilan mereka. Sebanyak 94,7% juga mengatakan bahwa materi dan metode yang disampaikan oleh narasumber dan fasilitator sangat baik, jelas dan runut, sehingga memberikan kemudahan untuk memahaminya. Dengan demikian, PKM yang dilakukan prodi pendidikan kimia FKIP UNTAN berhasil memberikan wawasan secara keilmuan dan keterampilan bagi peserta pelatihan. Kata kunci: kreativitas; lilin aromaterapi; minyak atsiri; minyak jelantah; soy wax. ABSTRACTInnovation is born from creative ideas that result from critical thinking about surrounding problems and skill in reading opportunities to solve a problem. This community service aims to provide knowledge and train the creativity of young professionals at the Vimalakirti Temple in making aromatherapy candles made from used cooking oil, soy wax, and essential oils to open opportunities for business ideas for novice entrepreneurs. Approach and participation methods are in the form of tutorials, mentoring, and evaluation. Tutorials were conducted by resource persons and facilitators who were lecturers and students of the Chemistry Education Study Program, FKIP UNTAN. Facilitators and training participants carry out intensive assistance in making aromatherapy candles. The implementation of activities is evaluated using a questionnaire through the Google form. Based on the evaluation, 94.7% of the training participants stated they needed this training, which helped improve their skills. As much as 94.7% also said that the materials and methods presented by the resource persons and facilitators were excellent, explicit, and sequential, making them easy to understand. Thus, the PKM conducted by the FKIP UNTAN chemistry education department succeeded in providing scientific insight and skills for the trainees. Keywords: creativity; aromatherapy candles; essential oils; used cooking oil; soy wa
    corecore