875 research outputs found
IMPLEMENTASI SEKOLAH RAMAH ANAK DI TK AL-MAHASIN KOTA BIMA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Sekolah Ramah Anak (SRA) pada aplikasi pembelajaran Anak Usia Dini di TK Al-Mahasin Kota Bima. Penelitian ini ialah penelitian kualitatif yg bersifat naratif. Data-data diperoleh melalui beberapa metode pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menerima pemahaman wacana implementasi Sekolah Ramah Anak dalam pembelajaran Anak Usia Dini pada TK Al-Mahasin Kota Bima. hasil analisis data memberikan bahwa implementasi Sekolah Ramah Anak pada pembelajaran Anak Usia Dini di TK Al-Mahasin Kota Bima sudah relatif baik. di prakteknya, kegiatan pembelajaran dengan menggunakan prinsip Sekolah Ramah Anak telah hampir mendekati teori yg ada. Ini dibuktikan menggunakan hasil pengamatan serta dokumentasi pada TK Al-Mahasin Kota Bima. Pengamatan serta dokumentasi difokuskan pada kelengkapan wahana dan Prasarana yg ada pada TK Al-Mahasin Kota Bima, aplikasi metode pembelajaran, sikap terhadap peserta didik, serta kesehatan lingkungan. wahana serta prasarana yang pada TK Al-Mahasin Kota Bima telah ditata sedemekian rupa sehingga lingkungan secara holistik dapat mendukung aktivitas anak, baik secara fisik, mental juga motorik
Interview with Mahasin Al-Helou
مقابلة مع المصرية محاسن الحلو مدربة الوحوش والحيوانات المفترسة بالسرك المصري حول اختيارها لهذه المهنة الصعبة رغم انها امرأة . قامت بالمقابلة درية شرف الدين.An interview with the Egyptian Mahasin El-Helou, trainer of wild animals in the Egyptian circus, about her choice of this difficult profession, even though she is a woman. The interview was conducted by Doria Sharaf El-Din
TINDAK TUTUR EKPRESIF BAHASA ARAB DALAM FILM ANIMASI MUHSIN DAN MAHASIN
TINDAK TUTUR EKSPRESIF BAHASA ARAB DALAM FILM ANIMASI MUHSIN DAN MAHASIN
Oleh: Ridho Fauzy
(Pembimbing I: Dr. Ike Revita, M.Hum, Pembimbing II: Dr. Aslinda, M. Hum)
ABSTRAK
Dalam penelitian ini dibahas tindak tutur ekspresif bahasa Arab yang terdapat dalam film animasi Muhsin dan Mahasin. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan dan mendeskripsikan (1) bentuk-bentuk tindak tutur ekspresif, (2) fungsi tindak tutur ekspresif, dan (3) faktor yang mempengaruhi bentuk tindak tutur ekspresif bahasa Arab yang terdapat dalam film animasi Muhsin dan Mahasin. Berdasarkan cara dan prosedur analisis data, penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil analisis dalam film animasi Muhsin dan Mahasin ini, ditemukan enam bentuk tindak tutur ekspresif bahasa Arab, yaitu (1) bentuk ekspresif berterima kasih, (2) meminta maaf, (3) memuji, (4) terkejut, (5) khawatir, dan (6) senang. Bentuk tindak tutur yang paling sering muncul adalah tindak tutur pujian. Hal ini terjadi karena film animasi Muhsin dan Mahasin ini bertujuan untuk dijadikan pengajaran terhadap anak-anak. Fungsi tindak tutur ekspresif dalam film animasi Muhsin dan Mahasin ini sama jumlahnya dengan bentuk tindak tutur ekspresif yang ditemukan. Faktor pragmatik yang mempengaruhi bentuk tindak tutur ekspresif di dalam film animasi Muhsin dan Mahasin ada tiga, yaitu: (1) peserta tutur, (2) situasi tutur, dan (3) pokok tutur. Faktor yang paling dominan adalah pokok tutur. Hal ini dikarenakan dalam bertuturan ekspresif, para tokoh langsung bertutur sesuai dengan apa yang mereka ingin sampaikan tanpa melihat faktor-faktor lain di luar yang ingin disampaikan. Oleh sebab itu, faktor pokok tutur menjadi dominan dibandingkan dengan faktor-faktor lain yang ada.
Kata kunci: tindak tutur, tindak tutur ekspresif, film animasi Muhsin dan Mahasi
WACANA ISRAILIYYAT DALAM KITAB MAHASIN AL-TA’WIL KARYA AL-QASIMI
This article discusses about israiliyyat story opus by Jamaluddin al-Qasimi in his interpretation's book Mahasin al-Ta’wil. The method used in measuring validity or not, the author uses the standard al-naqd al-matn, because most of the history of israiliyyat by al-Qasimi is not accompanied by sanad or reference sources. The author examines nine narrations of israiliyyat  t from the book of Mahasin al-Ta’wil with the standard method of criticism matan. The result: (a) three history of israiliyyat is considered sahih, namely: in verse 50, 51 surah al-Baqarah, and verse 36 surah Yusuf, (b) four narrations of israiliyyat are considered maskut ‘anhu, namely: in verse 54 surah al-Baqarah, verse 155 surah al-A'raf, preamble surah Yusuf and verse 54 surah Yusuf, (c) two narrations israiliyyat is considered vanity, namely: in paragraphs 142 and 155 surah al-A'raf. So, Mahasin al-Ta’wil is considered unclean from al-dakhil source, because the source israiliyyat which is judged to be invalid and maskut'anhu
Tinjauan Isra’iliyat Dalam Tafsir Mahasin Al-Ta’wil Karya Imam Jamaludin Al-Qasimi
Tinjauan Isra’iliyat Dalam Tafsir Mahasin Al-Ta’wil Karya Imam Jamaludin Al-Qasimi Muhsin Al-Haddar
Tulisan ini ingin menunjukkan bahwa Tafsir Mahasin al-Ta’wil karya Imam Jamaludin al-Qasimi banyak mengandung referensi dari Yahudi dan Nasrani. Hal ini berbeda pandangannya dengan Mani Abdul Halim dalam karyanya menjelaskan bahwa Tafsir Mahasin al-Ta’wil tidak terdapat Israiliyyat dalam penafsirannya. hal ini bisa dilihat dari penggunaan isra’iliyat. Tulisan ini juga ingin menjawab apakah tafsir ini benar-benar tidak menggunakan isra’iliyat ?. Begitu banyak sekali kisah dalam al-Qur’an, hal ini menjadi perhatian penulis, bahkan cerita-cerita Nabi yang termuat dalam beberapa media elektonik sangat jelas mengunakan isra’iliyat. Untuk menjawab persoalan ini penulis menggunkan metode library research (studi kepustakaan) dengan menggunakan buku primer yaitu Kitab Mahasin al-Ta’wil karya al-Qasimi. Kemudian penulis akan mengkaji satu persatu ayat yang terdapat kisah-kisah dalam al-Qur’an, kemudian dilihat sumber penafsirannya apakah terdapat sumber yang berasal dari Yahudi dan Nasrani. Tulisan ini sekaligus menjawab pernyataan dari Mani’ Abdul Halim yang mengatakan bahwa Tafsir al-Qasimi tidak terdapat kisah dari Yahudi dan Nasrani. Dalam tinjauan kepustakaan penelitian ini pernah dilakukan oleh Rega Hadi Yusron dalam skripsinya yang berjudul Israiliyyat Dalam Tafsir Mahasin al-Ta’wil karya Jamaludin al-Qasimi.Perbedaannya dengan penelitian ini ialah terletak pada alasan meneliti. Jika penulis alasanya yaitu ingin membuktikan perkataan dari Mani Abdul Halim Mahmud bahwa Tafsir Al-Qasimi tidak terdapat Israiliyyat. Sedangkan Yusron ingin menegetahui apakah penafsiran yang bersifat ilmi tidak terdapat penafsiran Israiliyyat. Hal ini akan dibuktikan dengan berbagai contoh-contoh penafsiran al-Qasimi.
10 16 2019 27 46 10.24239/al-munir.v1i1.22 http://jurnalalmunir.com/index.php/al-munir/article/view/22 http://jurnalalmunir.com/index.php/al-munir/article/download/22/8 http://jurnalalmunir.com/index.php/al-munir/article/download/22/
TOUR VIRTUAL REALITY INTERAKTIF DI PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QUR’AN UMMU AL-MAHASIN MENGGUNAKAN GEAR VR
Diva Ulhaq Badruzzaman, 2025. “Tour Virtual Reality Interaktif Di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ummu Al-Mahasin Menggunakan Gear VR”, Laporan Skripsi Informatika Fakultas Teknik Dan Ilmu Komputer Universitas Pancasakti Tegal.
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. Salah satu penerapan teknologi digital adalah virtual tour, yang memungkinkan pengguna untuk menjelajahi suatu lokasi secara virtual melalui visualisasi gambar atau video interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan tour virtual reality interaktif di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ummu Al-Mahasin dengan memanfaatkan teknologi Gear VR, sehingga dapat memberikan pengalaman baru bagi calon santri dan masyarakat umum dalam mengenal lingkungan pesantren secara lebih nyata dan menarik.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengambilan gambar 360 derajat menggunakan perangkat telepon genggam serta pengembangan tampilan interaktif yang kompatibel dengan perangkat yang memiliki fitur gyroscope dan layar. Lingkup penelitian dibatasi pada area lingkungan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ummu Al-Mahasin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tour virtual interaktif berbasis Gear VR dapat membantu calon santri dalam memahami kondisi dan fasilitas pesantren dengan lebih jelas, sekaligus menjadi sarana promosi yang efektif bagi pesantren. Dengan adanya pengembangan ini, Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ummu Al-Mahasin mampu meningkatkan aksesibilitas informasi dan memperkuat citra sebagai lembaga pendidikan yang modern dan inovatif.
Kata kunci: Virtual Tour, Gear VR, Pondok Pesantren, Interaktif, Teknologi Digital
- …
