28 research outputs found
WAYANG TAVIP: MEMBANGUN POTENSI ANAK
Today parents prefer taking their children to malls or other recreational places to teaching their children to make creative games. Parents let their children to sit in front of television watching films and other television series that may not be appropriate for their age; sit for hours playing PlayStation or watching foreign cartoons that gradually instill their characters in children. This phenomenon inspired the artist to make a children’s theater show of Wayang Tavip entitled “Rebuild Children’s Potencies”. The work is the artist’s response to reveal the sense of compassion and happiness expressed through puppetry. The research results give benefits to the development of puppet shapes produced from children’s creativity as media of playing and learning. It is a new offer of promoting puppetry as means of entertaining and educating children for community in West Java in general, and Bandung Regency in specific. The work enriches the treasury of children’s theater in Indonesia, specifically in West Java; gives a new offer for young artists in West Java; and serves as a documentation of concern for children.Keywords: Wayang Tavip, Children’s Potencies, Learning________________________________________________________________ Fenomena yang terjadi di kalangan orang tua lebih memilih ruang bermain untuk anak-anaknya ke mall-mall atau tempat rekreasi yang serba instant, dari pada mengajarkan anaknya membuat permainan yang kreatif.Anak dimanjakan di depan media televisi menonton film, telenovela, sinetron yang belum pantas untuk ditonton, atau duduk berjam-jam bermain Playstations, nonton film kartun produk import yang lama kelamaan akan tertanam di benak anak-anak dan menjadi tokoh idolanya. Fenomena inilah yang mengilhami pengkarya untuk menciptakan sebuah karya pertunjukan teater anak-anak Wayang Tavip “Membangun Kembali Potensi pada Anak-anak”. Karya ini merupan respon pengkarya untuk mengungkapkan tentang rasa kepedulian dan kegembiraan, yang akan diungkapkan dalam media wayang. Hasil penelitian ini memberikan manfaat bagi perkembangan, penciptaan bentuk-bentuk wayang yang dihasilkan dari kreativitas anak-anak yang digunakan sebagai sarana bermain dan pendidikan. Sebagai tawaran baru kepada masyarakat yang ada di Jawa Barat pada umumnya, dan di Kabupaten Bandung pada khususnya, untuk mengembangkan seni pewayangan sebagai sarana hiburan dan pendidikan bagi anak-anak. Karya ini juga menambah khasanah teater anak-anak baru di Indonesia khususnya Jawa Barat, menjadi sarana apresiasi dan pembelajaran dalam kerangka perkembangan (inovasi) budaya, memberikan sebuah tawaran baru kepada seniman-seniman muda di Jawa Barat dan sebagai dokumentasi rasa kepedulian terhadap anak-anak.Kata Kunci: Wayang Tavip, Potensi Anak, Pembelajara
INOVASI SENI WAYANG TAVIP SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MUHADHOROH DI PONDOK PESANTREN FATHUL HUDA BOJONGKASO
Wayang Tavip diciptakan oleh Mohamad Tavip, Dosen Institut Seni Budaya Indonesia Bandung. Teknologidan Inovasi Wayang Tavip terletak pada medium transparan warna, tata cahaya dan modifikasikarakter wayang sesuai dengan kebutuhan. Layar khusus dan jenis lampu yang digunakan pada WayangTavip ini menjadi salah keunggulan teknologi dan inovasi Wayang Tavip. Inovasi penggunaan WayangTavip sebagai media pembelajaran Muhadhoroh di lingkungan pondok pesantren. Muhadhoroh adalahseni dakwah dengan gaya menarik dan menghibur untuk memberikan pemahaman agama kepada masyarakatsekitar. Pertunjukan Wayang Tavip sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran lingkungandan pesan keagamaan kepada masyarakat di kampung Bojongkaso. Pembuatan Wayang Tavip daribahan limbah dan non plastik transparan sebagai media pembelajaran Muhadhoroh. Manfaat dari programini melatih kreativitas, kemampuan mental, dan melatih keberanian berbicara oleh para santri didepan umum. Inovasi Seni Wayang memberi kontribusi yang positif untuk para ustads dan santri sertamasyarakat sekitar. Berdasarkan sejarah, Wayang juga salah satu media pendidikan dalam penyebaranagama Islam di pulau Jawa seperti yang dilakukan oleh para wali, seperti Sunan Kalijaga. Penelitiankarya seni ini akan dilakukan Di Pondok Pesantren Fathul Huda Bojongkaso Desa Cihanyir KabupatenBandung. Luaran dan Target program ini meningkatkan pemberdayaan para Santri Pondok pesantrenkhususnya di bidang kesenian Islam dan wayang berbasis permasalahan sosial dan lingkungan. Luaranberupa HAKI, artikel, prosiding. Target dari program ini diharapkan para Santri dapat membuat wayangTavip dan melakukan seni pertunjukan islami untuk berdakwah serta mengatasi permasalahan sosialdan lingkungan di Desa Cihanyir
DIGITALISASI WAYANG TAVIP SEBAGAI MEDIA PROMOSI SENI BERDAKWAH
Digitalisasi wayang tavip efektif dan efesien untuk membantu peserta didik dalam memproduksi
pertunjukan wayang di era digital. Tidak adanya guru yang mengajar /ekskul seni teater di Ponpes
Madrasah Aliyah (MA) berdampak pada kelangsungan seni wayang yang ada dilingkungan tersebut.
Siswa/santri yang tergabung dalam kelompok tersebut tidak ada yang membina dalam setiap produksi
dan mempromosikan karya seni dakwahnya dengan media digital atau medsos. Fenomena ini perlu
mendapat perhatian khusus, sebagai urgensi dalam penelitian ini, dan belum ada dalam studi
sebelumnya. Manfaat penelitian ini dapat menarik minat dan motivasi para santri dalam
mengembangkan pertunjukan wayang dalam format digital. Tujuan penelitian: Untuk
mengimplementasikan digitalisasi dalam pertunjukan wayang tavip mulai dari proses produksi sampai
pertunjukan dan dipromosikan melalui media medsos seperti you tobe, tik tok, instagram dan yang
lainnya. Metode penelitian mengunakan pendekatan kualoitatif dan menerapkan metode Model
penelitian pengembangan ADDIE meliputi: Analysis, Design, Development or Production,
Implementation or Delivery dan Evaluations. Luaran penelitian karya seni yaitu berupa pertunjukan
wayang tavip lakon “An In Un” dalam bentuk audio playback . Luaran formal yaitu Seminar Nasional,
publikasi online. Penelitaian yang dilakukan termasuk pada skema terapan, dengan Tingkat Kesiapan
Teknologi (TKT) tingkat 3.
Kata kunci: gitalisasi wayang tavip, efektif dan efesien, media promosi seni berdakwa
PELATIHAN PEMBUATAN WAYANG TAVIP 3D BAHAN LIMBAH BOTOL PLASTIK DAN KAIN PERCA SEBAGAI MEDIA PERTUNJUKAN SENI BERDAKWAH
Pelatihan Pembuatan Wayang Tavip 3D Bahan Limbah Botol Plastik dan Kain Perca sebagai MediaPertunjukan Seni Berdakwah di Pondok Pesantren Bojongkaso, telah memberikan dampak positifpada peningkatan kopentensi kepada Pondok Pesantren, guru dan para santri yang menjadi pesertapelatihan. Kegiatan pelatihan ini berhasil mencapai tujuannya pokoknya, yaitu membantu paraguru/ustad dalam mengembangkan pembelajaran muhadhoroh dengan media wayang untukmenyampaikan syiar. Faktor pendukung pokok keberhasilan pelatihan ini meliputi dukungan penuhdari Pondok Pesantren Fathul Huda dengan aktifnya para peserta pelatihan, serta kwalitas materidan metode pelatihan yang interatif dan relevan. Namun demikian kegiatan ini, peserta merasakanwaktu yang disediakan untuk pelatihan sangat terbatas atau kurang memadai untuk menggalikreatifitas dan teknik-teknik mendaur ulang bahan limbah botol plastik menjadi karya seni wayang.Berdasarkan hasil evaluasi pelatihan, di sarankan agar kegiatan pelatihan ini untuk kedepannyaperlu waktu yang lebih panjang agar peserta pelatihan mendapat pemahaman dan mendalami materiyang diberikan.Kata Kunci: pembuatan wayang tavip, media pertunjukan, seni berdakwa
KREATIVITAS WAYANG TAVIP 3D DALAM PROSES PEMBUATAN WAYANG MENGGUNAKAN BAHAN LIMBAH BOTOL PLASTIK DAN KAIN PERCA SEBAGAI BENTUK PERTUNJUKAN SENI BERDAKWAH DI PONPES FATHUL HUDA BOJONGKASO
Pelatihan Pembuatan Wayang Tavip 3D Bahan LimbahBotol Plastik dan Kain Perca di Pondok Pesantren Fathul HudaBojongkaso Kabupaten Bandung, merupakan bagian dariprogram: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepadaMasyarakat (LPPM) DIPA ISBI Bandung tahun 2025. Kegiatanini juga merupakan implementasi dari Tri Dharma PerguruanTinggi yang bertujuan untuk memberikan kontribusi nyatakepada masyarakat, khususnya dalam peningkatan kapasitaskompentensi, ketrampilan guru serta anak didik dalampengayaan alat peraga wayang tavip 3D untuk pertunjukan seniberdakwah.Wayang sebagai media dakwah dikenal sejak dulu ketikapara wali songo menyebarkan agama islam di Pulau Jawa. Katadakwah pada umumnya selalu identik dengan kegiatankeislaman, khutbah, ceramah, tablik akbar dan yang lainnya.Sedangkan kata dakwah berasal dari bahasa Arab yaitu da’aa –yad’u – da’watan yang artinya mengajak atau menyeru. Dengandemikian arti “dakwah” tidak selalu berkaitan dengan kegiatankeagamaan. “Mengajak atau menyeru” dapat diaplikasikandalam dialog antar personal atau kelompok. Sumber mengajakatau menyeru bisa dari legenda, mitos, atau kisah-kisah dalamajaran agama. yang punya nilai edukasi tentang kebaikan.Dakwah pada dasarnya bisa dilakukan dengan lisan, tulisan,bahkan mungkin dengan mempergunakan perbuatan. Menurutsaifudin azhari, dakwah adalah segala aktivitas yang mengubahsuatu situasi lain yang lebih baik menurut ajaran islam
ANALISIS MAKNA VISUAL WAYANG TAVIP CABANG DEPOK JAWA BARAT DALAM CERITA BERINGIN SETAN
Tavip Puppet of Satanic Banyan is one of the Contemporary Puppets in West Java. Driven by the visual meaning contained in the figure of the Tavip Puppet of Satanic Banyan, this research is a single case study in an area in Depok City that has a contemporary art identity. The formulation of the problem focuses on the background of the visual meaning in the Tavip Puppet of Satanic Banyan. The study uses a qualitative method with a semiotic approach, specifically that of Charles Sanders Pierce’s theory. It is aimed to find out signs and meanings present in the characters of Tavip Puppet of Satanic Banyan. The research results show that each character has a different visual meaning. It can be seen from every sign, color and ornament that belong to each character. Tavip Puppet of Satanic Banyan was crafted by two figures, namely Tavip as its creator and Budi Ros as its developer or script writer.Keywords: Semiotics, Visual Meaning, Tavip Puppet of Satanic Banyan.____________________________________________________________________Wayang Tavip Beringin Setan merupakan salah satu Wayang Kontemporer yang berada di Jawa Barat, penelitian ini dilatar belakangi oleh makna visual yang terdapat pada tokoh Wayang Tavip Beringin Setan. Mengambil studi kasus tunggal di daerah Kota Depok yang memiliki identitas seni rupa kontemporer. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana latar belakang makna visual pada Wayang Tavip Beringin Setan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan semiotika khususnya menggunakan teori Charles Sanders Pierce. Tujuannya yaitu agar dapat mengetahui apa saja tanda dan makna yang terdapat pada tokoh Wayang Tavip Beringin Setan. Berdasarkan hasil penelitian terhadap makna visual Wayang Tavip Beringin Setan ini ditemukan bahwa setiap tokoh memiliki makna masing-masing yang berbeda-beda. Hal ini terbukti dari setiap tanda, warna dan ornament yang dimiliki dari setiap tokoh. Terciptanya Wayang Tavip Beringin Setan ini juga terdiri dari dua orang yaitu Pak M. Tavip sebagai seorang kreator dan Pak Budi Ros sebagai pengembang atau pembuat naskah.Kata Kunci: Semiotika, Makna Visual, Wayang Tavip Beringin SetanTavip Puppet of Satanic Banyan is one of the Contemporary Puppets in West Java. Driven by the visual meaning contained in the figure of the Tavip Puppet of Satanic Banyan, this research is a single case study in an area in Depok City that has a contemporary art identity. The formulation of the problem focuses on the background of the visual meaning in the Tavip Puppet of Satanic Banyan. The study uses a qualitative method with a semiotic approach, specifically that of Charles Sanders Pierce’s theory. It is aimed to find out signs and meanings present in the characters of Tavip Puppet of Satanic Banyan. The research results show that each character has a different visual meaning. It can be seen from every sign, color and ornament that belong to each character. Tavip Puppet of Satanic Banyan was crafted by two figures, namely Tavip as its creator and Budi Ros as its developer or script writer.Keywords: Semiotics, Visual Meaning, Tavip Puppet of Satanic Banyan.____________________________________________________________________ Wayang Tavip Beringin Setan merupakan salah satu Wayang Kontemporer yang berada di Jawa Barat, penelitian ini dilatar belakangi oleh makna visual yang terdapat pada tokoh Wayang Tavip Beringin Setan. Mengambil studi kasus tunggal di daerah Kota Depok yang memiliki identitas seni rupa kontemporer. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana latar belakang makna visual pada Wayang Tavip Beringin Setan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan semiotika khususnya menggunakan teori Charles Sanders Pierce. Tujuannya yaitu agar dapat mengetahui apa saja tanda dan makna yang terdapat pada tokoh Wayang Tavip Beringin Setan. Berdasarkan hasil penelitian terhadap makna visual Wayang Tavip Beringin Setan ini ditemukan bahwa setiap tokoh memiliki makna masing-masing yang berbeda-beda. Hal ini terbukti dari setiap tanda, warna dan ornament yang dimiliki dari setiap tokoh. Terciptanya Wayang Tavip Beringin Setan ini juga terdiri dari dua orang yaitu Pak M. Tavip sebagai seorang kreator dan Pak Budi Ros sebagai pengembang atau pembuat naskah.Kata Kunci: Semiotika, Makna Visual, Wayang Tavip Beringin Seta
INOVASI SENI WAYANG TAVIP SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MUHADROROH
Pesantren di Indonesia dibedakan menjadi 3 (tiga) jenis yaitu pesantren tradisional (salaf), pesantren modern (khalaf), dan pesantren terpadu (Hasbi Indra dkk, 2020). Pendidikan pesantren merupakan salah satu pilar sistem pendidikan nasional untuk mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu (Hasbi Indra dkk, 2020). Pesantren merupakan lembaga terbuka, inklusif dan mampu mengakomodasi modernitas. Penelitian tentang metode pembelajaran di pesantren dilakukan oleh Abdul Rohman dan Siti Muhtamiroh (2022) dengan nara sumber kyai, ustadz dan santri.Pondok Pesantren Fathul Huda terletak di Kampung Bojongkaso Desa Cihanyir Kecamatan Cikancung Kabupaten Bandung. Desa Cihanyir memiliki luas 440Ha dengan batas wilayah; Batas Utara Desa Mandalasari, Batas Timur Desa Mekarlaksana, Batas Selatan Desa Cikancung dan Batas Barat Desa Ciluduk. Desa ini memiliki potensi hasil pertanian dan potensi industri rumahan. Permasalahan utama Desa Cihanyir yang dapat disesuaikan dengan Program Diseminasi Inovasi seni ini adalah pendidikan seni budaya untuk mendukung program Wajardiknas 9 Tahun di Wilayah Kecamatan Cikancung Tiga bidang utama yang dioptimalkan yaitu mata pelajaran, manajemen dan sarana prasana. Penelitian tentang pesantren di Indonesia yang menjadi tempat ramah anak (Evi Muafiah dkk, 2022). Penyelenggaran pendidikan di pesantren yaitu pendidikan intelektual, keterampilan dan karakter. Ketiga dimensi tersebut diterapkan dalam pembelajaran di kelas dengan menggunakan berbagai model, pendekatan dan strategi pembelajaran (Dewi Sadiah, 2022)
Responsabilidad de los padres por el hecho dañoso de sus hijos en la tenencia compartida
Fil: Orlandi, Olga E. Universidad Nacional de Córdoba. Facultad de Derecho; Argentina.Fil: Tavip, Gabriel Eugenio. Universidad Nacional de Córdoba. Facultad de Derecho; Argentina.Fil: Moreno, Graciela M. Universidad Nacional de Córdoba. Facultad de Derecho; Argentina.Fil: Monjo, Sebastian. Universidad Nacional de Córdoba. Facultad de Derecho; Argentina.Fil: Verplaetse, Susana. Universidad Nacional de Córdoba. Facultad de Derecho; Argentina.Fil: Mignon, Maria Belen. Universidad Nacional de Córdoba. Facultad de Derecho; Argentina.Fil: Jalil Manfroni, Maria Victoria. Universidad Nacional de Córdoba. Facultad de Derecho; Argentina.Fil: Lupoli, Claudia. Universidad Nacional de Córdoba. Facultad de Derecho; Argentina.Ante el impacto que produce la nueva concepción de la responsabilidad parental se realizará un estudio de la regulación actual relativa a la responsabilidad civil de los padres por los hechos de sus hijos bajo los nuevos lineamientos de la concepción de responsabilidad parental en relación, específicamente, a la tenencia compartida.Comprende el estudio de la regulación actual relativa a la responsabilidad civil de los padres por los hechos de sus hijos en la tenencia compartida. Se tiende a determinar los principios y fundamentos de la atribución de la responsabilidad civil de los padres por los daños causados por los hijos: si corresponde al padre que lo tenía a su cuidado en el momento del hecho o es una responsabilidad solidaria de ambos progenitores.Fil: Orlandi, Olga E. Universidad Nacional de Córdoba. Facultad de Derecho; Argentina.Fil: Tavip, Gabriel Eugenio. Universidad Nacional de Córdoba. Facultad de Derecho; Argentina.Fil: Moreno, Graciela M. Universidad Nacional de Córdoba. Facultad de Derecho; Argentina.Fil: Monjo, Sebastian. Universidad Nacional de Córdoba. Facultad de Derecho; Argentina.Fil: Verplaetse, Susana. Universidad Nacional de Córdoba. Facultad de Derecho; Argentina.Fil: Mignon, Maria Belen. Universidad Nacional de Córdoba. Facultad de Derecho; Argentina.Fil: Jalil Manfroni, Maria Victoria. Universidad Nacional de Córdoba. Facultad de Derecho; Argentina.Fil: Lupoli, Claudia. Universidad Nacional de Córdoba. Facultad de Derecho; Argentina.Derech
Perancangan dan Pembuatan Catu Daya Digital Berbasis Mikrokontroler AT89S52
18 HalamanSumber energi merupakan suatu faktor yang sangat dibutuhkan dalam
menjalankan suatu sistem. Salah satunya dalam sistem elektronika yang
menggunakan catu daya sebagai salah satu sumber energinya. Tidak semua
peralatan elektronika di desain dengan internal catu daya, sebagian dari peralatan
elektronika masih memerlukan ekstemal catu daya. Catu daya yang ada dipasaran
masih membingungkan masyarakat dalam pemakaiannya sehingga sering terjadi
kesalahan dalam pemberian tegangan ke suatu beban.
Oleh karena itu penulis memiliki ide merancang dan membuat catu daya
Digital Otomatis dan manual. Dengan dasar ini masyarakat akan lebih mudah
menggunakan tegangan DC sebagai sumber tegangan, karena catu daya ini dapat
menentukan besar tegangan outputnya sendiri. Dengan kata lain catu daya ini
bersifat otomatis yang membuatnya beda dari catu daya yang ada di pasaran. Energy source is a factor that very needed to operate a system. One of the
useful is in the electronic system that use power supply as one of the energy.
Much of the electronic tools do not design with internal power supply, most of
them still need external power supply. Power supply that sells in market still
make most people confuse to use it, so many mistakes that happen when the user
going to load the voltage.
Because of that , author have an idea to design and build a Digital Power
Supply . With this basic, people can be easily to use DC voltage as voltage
source, because this power supply can decide by itself how many voltage will use.
With the other words, this power supply have automatic character that make it
different from other power supply in market
