16 research outputs found

    OPTIMALISASI PEMBERAIAN OVERBURDEN DENGAN METODE RIPPING DAN PELEDAKAN DI BANKO BARAT PT BUKIT ASAM TBK

    No full text
    Sistem penambangan batubara di Tambang Banko Pit 1 Utara adalah strip mining dengan sistem shovel-dump truck. Jenis material terdiri dari top soil, claystone, siltstone dengan strength 0,2 – 3 Mpa dan sebagian perlu diledakkan. Untuk menunjang kinerja excavator perlu dilakukan pemberaian overburden terlebih dahulu menggunakan ripper Komatsu D375A-5. Berdasarkan nilai kuat tekan (strength) material, spesifikasi ripper dan excavator yang digunakan, produktivitas excavator PC-2000 masih belum optimal karena kedalaman penggaruan hanya 1,2 m, sedangkan kedalaman garuk dari PC-2000 bisa mencapai 2,5 m, akibatnya bucket excavator masih mengambil material yang belum digaru. Untuk meningkatkan produktivitas excavator PC-2000 dalam pemberaian material, perlu dilakukan aktivitas peledakan terhadap overburden tersebut. Peledakan ini hanya untuk meretakkan overburden tersebut mengingat material termasuk kategori very soft strength rock. Tujuan penelitian ini untuk mengoptimalkan produktivitas excavator Komatsu PC-2000 dan melakukan evaluasi rancangan teknis peledakan sehingga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap area pemukiman warga di sekitar tambang. Rekomendasi untuk optimalisasi ripping yaitu mengganti ripper yang lebih besar (Komatsu D475A-5) dengan penggaruan mencapai 2,5 m atau mengganti excavator yang lebih besar (PC-3000) dengan digging force yang lebih besar. Rekomendasi rancangan teknis peledakan untuk overburden adalah dengan sistem nonel, pengisian bahan peledak bottom air deck menggunakan bit diameter 200 mm dan geometri peledakan menggunakan burden 8 m, spacing 9 m, dan kedalaman lubang ledak 8 m

    RIPPING OVERBURDEN DENGAN BULLDOZER RIPPER D 375 A-5 SEBAGAI ALAT BANTU EXCAVATOR PC 2000 PADA PENAMBANGAN BATUBARA PIT TAL BARAT PT PAMAPERSADA NUSANTARA

    No full text
    Kegiatan penambangan batubara di job site MTBU Pit TAL Barat, dengan target produksi sebesar 811 .000 BCM/bulan pada bulan Juni, produktivitas bulldozer ripper akan mempengaruhi produktivitas excvator PC 2000 serta waktu edar dari excvator PC 2000, dan akan sangat berpengaruh terhadap target yang ingin dicapai perusahaan. Nilai kekuatan tanah diwilayah Pit TAL Barat adalah sebesar 2,23 MPa dengan kecepatan seismik sebesar 760,55 m/s jadi material masih mampu digaru  dengan alat bulldozer ripper D 375 A-5. Produktivitas bulldozer D 375 A5 yang dihasilkan dari metode straight ripping dan cross ripping sudah mampu memenuhi target yang ingin dicapai oleh perusahaan yaitu sebesar 800 BCM/Jam atau 811.000 BCM/bulan. Produktivitas untuk metode straight ripping 1.601,21BCM/jam dan untuk perbulannya 850.369,17BCM/bulan, sedangkan untuk metode cross ripping adalah 1.442,40 BCM/jam dan untuk perbulannya 766.029,80 BCM/bulan. Produktivitas excavator PC 2000 dari material hasil ripping menggunakan metode straight sebesar 817,81 BCM/jam sedangkan metode cross sebesar 842,63 BCM/jam, Produksi excavator PC 2000 yang dihasilkan per bulan dari masing metode ripping adalah sebesar 439.665,27 BCM/bulan untuk metode straight sedangkan untuk metode cross sebesar 454.007,9 BCM/bulan dari kedua metode ripping sudah mampu memenuhi target yang ingin dicapai perusahaan.Waktu edar dari material hasil ripping menggunakan metode straight ripping adalah 29,20 detik sedangkan untuk metode cross ripping adalah 28,04 detik. Metode straight ripping lebih optimal untuk digunakan dari pada metode cross ripping, hal ini dilihat dari kemampuan terhadap memenuhi target yang ingin dicapai oleh perusahaan. Kata Kunci:Overburden, Metode  Ripping, Produktivitas Ripper, Produktivitas Excavator

    ANALISIS PRODUKTIVITAS EXCAVATOR SISTEM DISPATCH DAN PERHITUNGAN PENGAMATAN LANGSUNG DI PIT PINANG SOUTH PT. KALTIM PRIMA COAL, SANGATTA, KALIMANTAN TIMUR

    No full text
    Salah satu kegiatan penambangan yang dilakukan PT. Kaltim Prima Coal (PT. KPC) adalah pengupasan overburden. Material overburden berupa batuan sandstone dengan nilai kuat tekan 1,23 – 3,4  Mpa dan tidak mampu digali langsung dengan excavator. Untuk mengupas overburden tersebut harus dilakukan operasi pengeboran dan peledakan. Material overburden yang telah menjadi broken selanjutnya akan digali oleh excavator. Produktivitas excavatordi PT. KPC dicatat melalui sistem dispatch minvu. Nilai produktivitas yang dicatat oleh sistem dispatch minvu ini berbeda dengan nilai produktivitas excavator jika dilakukan pengamatan langsung dengan memperhitungkan parameter cycle time excavatortersebut. Cycle time rata-rata Hitachi EX3600B adalah 34 detik dan cycle time rata-rata Liebherr R996B adalah 35,9 detik.Berdasarkan sistem dispatch minvu, produktivitas Hitachi EX3600B adalah sebesar 1.291 bcm/jam dan produktivitas Liebherr R996B adalah sebesar 2.027 bcm/jam sedangkan berdasarkan perhitungan pengamatan langsung produktivitas Hitachi EX3600B adalah sebesar 1.622,5 bcm/jam dan produktivitas Liebherr R996B adalah sebesar 2.316,1 bcm/jam.Produktivitas excavator berdasarkan perhitungan pengamatan langsung lebih besar dibandingkan produktivitas sistem dispatch minvu. Hal ini dikarenakan pada perhitungannya produktivitas secara langsung tidak memperhitungan spotting time, sedangkan produktivitas berdasarkan sistem dispatch minvu telah memperhitungkan waktu delay (spotting time) excavator seperti menunggu alat angkut. waktu mengunggu alat angkut datang, waktu persiapan area kerja, dan lain sebagainya yang besarnya berkisar 13% - 21%. Kata kunci: peledakan, fragmentasi, cycle time, produktivitas excavato

    Analisis Pengaruh Struktur Joint Terhadap Fragmentasi Peledakan dan Produktifitas Alat Gali Muat PT. Semen Padang (Persero), TBK

    No full text
    Fragmentasi batuan hasil peledakan merupakan salah satu parameter kesuksesan suatu peledakan, dimana fragmentasi ini akan mempengaruhi tahapan-tahapan selanjutnya, seperti digging, hauling, dan crushing. Hal inilah dibutuhkannya perhitungan yang cermat untuk memperkirakan ukuran batu pecah. Hard limestone mempunyai sifat fisik relatif kompak dengan strength relatif tinggi. Struktur batuan termasuk rock jointed dengan joint spacing termasuk kategori spasi dekat (6 – 20 cm) dan kategori spasi moderat lebar (20 – 60 cm) (Attewel, 1993). Dengan melakukan observasi terhadap operasi peledakan yang ada saat ini meliputi geometri, pola lubang ledak, dan penggunaan bahan peledak, serta pengaruhnya terhadap kondisi batuan (sifat fisik mekanik), orientasi joints (dip, strike, dan joints spacing) sebagai pertimbangan rancangan peledakan (modifikasi) dalam rangka mengurangi boulders untuk meningkatkan produktivitas alat gali muat. Kata Kunci: Rock Jointed, Orientasi Joints, Boulders, Alat Gali Mua

    Study of Ground Vibration Reduction Using Fault Tree Analysis Method on Blasting Activity in PT. Semen Baturaja Persero, Tbk.

    No full text
    Limestone mining activities at PT. Semen Baturaja Persero, Tbk use blasting activity that produces ground vibrations. Based on the measurement result on vibration level, the maximum value for vibration is 4.66 mm/s. The results of the data show that the level of emission has exceeded the standard limits for second class buildings (3 mm/s) based on (SNI) 7571: 2010 while the blasting activity is only 175-300 m from the nearest settlement. Fault Tree Analysis is used to analyze undesired events in a system or work set. Reconstruction of Fault Tree Analysis with Boolean algebra yields 5 event combinations that have the highest chance of generating ground vibrations. The event with the highest failure rate is X11 (the number of bursting holes simultaneously) with failure rate of 0.813 and X12 (fast timing delay) with failure rate (0.750). The USBM formulation obtained 3 mm/s vibration results when the number of bursting holes was reduced from 5 holes to 2 holes/delays with a quantity of 43 kg/delay. Based on Shotplus simulation, the company is advised to replace the blasting delay system from electricity to electronics to produce minimal explosion of ground vibration so as not to damage the environment

    Rancangan Sistem Waktu Tunda Peledakan Nonel Untuk Mengurangi Efek Getaran Tanah Terhadap Fasilitas Tambang

    No full text
    Sistem waktu tunda peledakan nonel yang sering digunakan PT. Semen Padang adalah echelon dan v-cut. Beda waktu tunda antar lubang ledak pada sistem waktu tunda echelon yang digunakan telah mencapai 8 ms, tetapi sering digunakan pada kondisi peledakan yang hanya memiliki free face di bagian depan dan atas. Sistem waktu tunda v-cut yang digunakan terkadang tidak memiliki beda waktu tunda 8 ms antar lubang ledak sehingga menyebabkan beberapa lubang meledak bersamaan. Burden pada row depan tidak dapat berpindah dengan jarak yang cukup untuk menyediakan free face baru pada row selanjutnya jika sistem waktu tunda yang digunakan kurang sesuai dengan kondisi free face. Kombinasi waktu tunda antar row yang tidak dirancang dengan baik akan mengakibatkan confinement pada ledakan dan meningkatkan getaran tanah. Lubang ledak yang meledak bersamaan dapat meningkatkan getaran tanah karena penggunaan bahan peledak yang semakin banyak akan meningkatkan energi yang dihasilkan. Aktivitas peledakan mengakibatkan getaran tanah yang dapat menyebabkan kerugian di lingkungan sekitar area tambang, baik yang berpengaruh pada fasilitas dan peralatan tambang maupun bangunan jika tidak dikontrol dengan baik. Salah satu cara yang paling efektif untuk mengurangi tingkat getaran tanah yang dihasilkan aktivitas peledakan nonel adalah merancang sistem waktu tunda yang sesuai dengan kondisi free face dan memiliki beda waktu tunda 8 ms antar lubang ledak. Perancangan sistem waktu tunda peledakan nonel yang lebih disesuaikan dengan kondisi free face dengan beda waktu tunda 8 ms antar lubang ledak dapat mengurangi PPV rata-rata yang dihasilkan. PPV rata-rata yang sebelumnya sebesar 1,41 mm/s berkurang menjadi 1,01 mm/s

    EVALUASI KINERJA OPERASI PENGEBORAN DAN PELEDAKAN TERHADAP PRODUKTIVITAS EXCAVATOR DI QUARRY KARANG PUTIH PT SEMEN PADANG, INDARUNG

    No full text
    PT. Semen Padang melakukan penambangan batu kapur dengan target produksi 9.844.319 ton per tahun. Penambangan batu kapur membutuhkan aktivitas pengeboran dan peledakan untuk memberai batuan agar lebih mudah digali oleh excavator. Kinerja pengeboran Furukawa HCR 1500 D20II mampu mencapai target produksi pengeboran 800 ton/jam, yaitu dengan produktivitas sebesar 970,40 ton/jam. Struktur joint spasi dekat menghambat operasi pengeboran. Semakin dekat joint spasi akan membuat kecepatan pengeboran berkurang karena terjepitnya batang bor. Distribusi fragmentasi hasil peledakan dievaluasi menggunakan software Split Desktop 2.0. didapatkan persentase boulder sebesar 15,46 %. Peledakan belum menghasilkan fragmentasi yang optimal. Fragmentasi hasil peledakan dipengaruhi oleh jenis joint spasi batuan. Semakin dekat joint spasi maka fragmentasi yang dihasilkan semakin baik. Pengisian bahan peledak dengan metode column loading mengakibatkan energi peledakan tidak tersebar merata. Berdasarkan hasil evaluasi, produktivitas Excavator Backhoe Caterpillar 6030 sebesar 1506,02 ton/jam. Geometri peledakan dimodifikasi dengan menambah isian bahan peledak per lubang. Setelah mengalami modifikasi geometri, produktivitas meningkat menjadi 1659,06 ton/jam atau meningkat 10,16% dari produktivitas awal

    ANALISIS PELEDAKAN OVERBURDEN DENGAN METODE TOP AIR DECK TERHADAP HASIL FRAGMENTASI DAN DIGGING TIME DI PIT PINANG SOUTH PANEL 3PT. KALTIM PRIMA COAL, SANGATTA, KALIMANTAN TIMUR

    No full text
    PT. Kaltim Prima Coal (KPC) merupakan perusahaan tambang batubara yang menerapkan sistem tambang terbuka. Kegiatanpengupasan lapisan overburden di PT. KPC dilakukan dengan pengeboran dan peledakan. Banyak inovasi yang dilakukan dalam metode peledakan untuk mengefisiensi bahan peledak tanpa menurunkan kualitas peledakan yang dihasilkan, salah satunya dengan metode top air deck (TAD). Peledakan TAD merupakan ujicoba pertama yang dilakukan di Pit Pinang South Panel 3 sehingga perlu dilakukan penentuan air deck factor (ADF) berdasarkan bobot Rock Mass Rating (RMR), perencanaan air deck length (ADL) untuk ujicoba, dan menganalisis hasil ujicoba berupa fragmentasi menggunakan software wipfrag, digging time excavator, dan powder factor. Ujicoba dilakukan dengan membagi satu lokasi peledakan menjadi dua blok, yaitu blok TAD dan blok normal sebagai pembanding. Nilai ADF yang dapat diterapkan di Pit Pinang South Panel 3 yaitu 0,15, dengan ADL 0,5 – 1 meter untuk lubang kedalaman 7 – 12 meter Hasil kelolosan fragmentasi ukuran <30 cm ujcoba pertama, pada blok TAD lebih besar yaitu 87,26 % dibandingkan blok normal yaitu 81,38 %, sedangkan ujicoba kedua, pada blok TAD lebih besar yaitu 88,46 % dibandingkan blok normal yaitu 87,65 %. Digging dan cycle time pada blok TAD lebih baik dibandingkan blok normal. Penghematan bahan peledak dari penerapan TAD adalah sebesar 6,9 – 8,9 %. Kata kunci: Air Deck Factor, Air Deck Length, Fragmentasi, bahan peleda

    STABILITAS LERENG DISPOSAL SERELO SELATAN DI PT. BUMI MERAPI ENERGI

    No full text
     Seiring dengan kemajuan aktivitas penambangan di Site Serelo Selatan, mengakibatkan penambahan material tanah dan volume timbunan sehingga kondisi lereng timbunan mengalami penurunan kekuatan penahan.Pengaruh kondisi musim hujan juga mengakibatkan sebagian besar dinding lereng-lereng timbunan mengalami erosi sehingga lepas dan tidak mampu menahan beban berat akibat hujan yang intens. Penelitian dimaksudkan untuk menganalisis stabilitas lereng timbunan, melakukan evaluasi, dan memperhitungkan desain baru (redesign) disposal Serelo Selatan yang memenuhi rekomendasi nilai faktor keamanan perusahaan yaitu ? 1,25 untuk lerengtunggal dan keseluruhan. Analisis stabilitas lereng dilakukan dengan menggunakan metode Bishop yang disederhanakan dengan bantuan aplikasi rockscience slide V.6.0 serta permodelan desain disposal menggunakan software autocad dan ventyx minescape 5.7. Berdasarkan hasil analisis dari ketiga penampang yang telah dibuat, terlihat bahwa keseluruhan lereng yang terbentuk di lapangan dalam kondisi tidak aman karena nilai FK yang diperoleh kurang 1,25 (penampang A, B dan C = 0,858; 0,621 dan 0,743). Maka dari itu dilakukan upaya perbaikan dengan cara memodifikasi geometri lereng, sehingga diperoleh bahwa model timbunan yang aman dan optimal untuk penampang A, B dan C adalah overall slope 13o, 15o dan 15o dengan nilai FK 2,010; 1,870 dan 1,870 serta kapasitas tampungan volume overburden sebesar 3.833.566,370 BCM

    Desain Teknis Pit Penambangan Batubara Dengan Target Produksi 630.000 Ton Per Tahun Dipit5 PT. Golden Great Borneo Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan

    No full text
    PT. Golden Great Borneo akan membuka pit baru yaitu pit 5. Target produksi batubara tahunan sebesar 630.000 ton. Nilai stripping ratio (SR) yang diizinkan perusahaan sebesar 2 BCM/ton. Perencanaan teknis desain pit yang terjadwal, aman, dan mampu menunjang pencapaian target produksi tahunan dengan nilai SR yang diizinkan diperlukan sebelum dilakukan kegiatan penambangan pada lokasi tersebut. Desain pit dibuat dengan software minescape 4.118, geometri jenjang mempertimbangkan rekomendasi konsultan geoteknik, dan pengujian faktor keamanan (FK) lereng menggunakan software slide 5.0 metode bishop. Hasil rancangan desain pit limit didapat luas bukaan 44,53 Ha, dengan geometri: tinggi 10m, lebar pada pit limit 4m,lebar lereng kerja minimum 11m, single slope 60o dan overall slope 47o jumlah batubara 5.646.694 ton, volume overburden (OB) 11.228.85 BCM, nilai SR 2,0, nila FK minimum2,621 dan dikategorikan aman. Tonase batubara pada desain sequencetahunan mampu memenuhi 100% target produksi tahunan ditambah loses 10% pada tahun 1 sampai 8, sedangkan pada tahun 9 sebesar 13% target produksi tahunan dengan nilai SR 1,51-2,38. Disposal didesain dengan geometri tinggi 5m, lebar lereng 10m, single slope 27o, dan overall slope >18o Hasil desain disposal didapat kapasitas total 11.141.130CCM dan nilai FK minimum 2,351. Kebutuhan alat gali muat tipe backhoe Komatsu PC 400LC adalah 3 unit pada tahun 1 sampai 8 dan 2 unit pada tahun 9. Kebutuhan alat angkut tipe dump truck UD Truck CWB adalah 19 unit pada tahun 1, 22 unit tahun 2, 29 unit tahun 3, 28 unit tahun 4, 26 unit tahun 5, 25 unit tahun 6, 28 unit tahun 7, 16 unit tahun 8, dan 9 unit tahun 9. Kata Kunci: Desain Pit, Stripping ratio, Target Produksi, Minescape 4.11
    corecore