1,721,021 research outputs found

    Peningkatan Kemampuan Berkomunikasi Melalui Metode Bercerita dengan Menggunakan Media Boneka Tangan Pada Anak Kelompok B2 Di TK Ilmu Al Qur'an Sempusari Kaliwates Jember Tahun Pelajaran 2015/2016

    No full text
    Penelitian ini dilaksanakan di TK Ilmu Al Qur'an Sempusari Kaliwates Jember tahun pelajaran 2015/2016 dengan menerapkan media boneka tangan dalam metode bercerita untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi anak kelompok B2 yang masih kurang. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penerapan metode bercerita dengan menggunakan media boneka tangan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi anak kelompok B2 dan peningkatan kemampuan berkomunikasi pada anak kelompok B2 melalui metode bercerita dengan menggunakan media boneka tangan. Desain penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.  Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B2 TK Ilmu Al Qur'an Sempusari Kaliwates Jember dengan jumlah anak 20 yang terdiri dari 12 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, dokumentasi, observasi, dan tes. Hasil observasi dan tes kemampuan berkomunikasi anak dianalisis secara statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui kemampuan berkomunikasi anak kelompok B2 mengalami peningkatan dengan kualifikasi sangat baik. Hasil pada siklus I meningkat yaitu yang tuntas 84,2% dan yang tidak tuntas 15,8%, sedangkan pada siklus II yang tuntas 94,4% dan yang tidak tuntas 5,6%

    Penyebab Putus Sekolah pada Anak Usia Sekolah Pendidikan Dasar Tahun 2013-2015 Ditinjau dari Perspektif Etnosains dan Cara Mengatasinya (Studi Kasus di Kec. Arjasa Kab. Jember Tahun 2016)

    No full text
    Pemerataan pendidikan yang diprogramkan sejak dulu belum tercapai, karena di Kec. Arjasa masih ada putus sekolah. Pertanyaannya, mengapa masih ada putus sekolah? Perlu dicari tahu alasan masyarakat tidak bisa menjalani wajib belajar. Permasalahan penelitian ini adalah apakah penyebab putus sekolah pada anak usia pendidikan dasar di Kec. Arjasa tahun 2013-2015 ditinjau dari perspektif etnosains, dan bagaimana cara mengatasinya? Tujuan penelitian ini mengeksplorasi dan mendeskripsikan penyebab putus sekolah pada anak usia pendidikan dasar di Kec Arjasa dari sudut pandang etnosains serta memberikan rekomendasi alternatif pemecahannya. Penelitian ini dilaksanakan di seluruh desa dengan responden 15 orang. Metode pengambilan data adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Pengambilan data untuk dianalisis berlangsung tanggal 2-12 April 2016. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan deskriptif kualitatif. Hasil analisis mengungkapkan, alasan anak berhenti bersekolah adalah ketidakcocokan siswa dengan sekolah, difabelitas, dropout, dan kurangnya pengawasan orangtua. Alasan orangtua tidak menyekolahkan anak karena rendahnya motivasi anak dan penghasilan orangtua rendah. 50% responden memandang anak berhenti sekolah karena bersekolahnya sudah cukup dan saatnya bekerja, 17% berpendapat karena akan dinikahkan, dan 33% sisanya berpendapat dengan bersekolah belum tentu mendapat pekerjaan yang diinginkan. Kesimpulannya adalah bahwa penyebab putus sekolah menurut perspektif etnosains di lokasi penelitian adalah: ketidakcocokan anak dengan sekolah, anggapan bahwa anak sudah memasuki usia kerja, memprioritaskan kepentingan, pernikahan dini, dan kentalnya orientasi “kebendaan” di masyarakat. Cara mengatasi putus sekolah adalah sosialisasi kepada orangtua/masyarakat dan pemberian bantuan. Adapun cara mengelola anak yang sudah putus sekolah, adalah pengajaran teman sebaya, SMP Terbuka, kejar paket, pelatihan karir, dan memberdayakan orang yang dituakan

    Pengaruh Penerapan Metode Problem Solving Berbantuan Media Flashcard terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V Mata Pelajaran PKn Pokok Bahasan Peraturan Perundang-undangan di SDN Kepatihan 06 Jember

    No full text
    Metode problem solving merupakan metode pembelajaran yang dapat melatih siswa untuk menyelesaikan masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari dengan pemecahan yang terbaik. Penerapan metode problem solving berbantuan media flashcard akan memberikan gambaran secara jelas tentang permasalahan peraturan perundang-undangan yang akan didiskusikan melalui kegiatan diskusi kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh positif yang signifikan dari penerapan metode problem solving berbantuan media flashcard terhadap hasil belajar siswa kelas V mata pelajaran PKn pokok bahasan peraturan perundang-undangan di SDN Kepatihan 06 Jember. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Kepatihan 06 Jember dengan subyek penelitian yaitu seluruh siswa kelas V yang terdiri dari kelas VA dan VB yang berjumlah 78 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pola pre- test post-test control group design. Pengumpulan data menggunakan metode tes yang berupa tes obyektif pada pre-test dan post-test. Skor tes siswa berupa selisih antara nilai rata-rata pre-test dan post-test pada kelas eksperimen yaitu 18,789 sedangkan pada kelas kontrol yaitu 8,75. Data tersebut kemudian dianalisis dengan uji-t menggunakan program SPSS versi 14.00, diperoleh hasil t-hitung sebesar 7,260. Nilai keefektifan relatif (ER) yaitu 72, 908%. Hasil perhitungan uji-t di konsultasikan dengan t-tabel pada db = 76, taraf signifikansi 5%, sehingga diperoleh nilai t-tabel = 1,6675; dapat diketahui bahwa t-hitung > t-tabel (7,260 > 1,6675), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh positif yang signifikan dari penerapan metode problem solving berbantuan media flashcard terhadap hasil belajar siswa kelas V mata pelajaran PKn pokok bahasan peraturan perundang-undangan di SDN Kepatihan 06 Jember

    PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV PADA MATA PELAJARAN IPS POKOK BAHASAN PERMASALAHAN SOSIAL DI SDN KEBONSARI 04 JEMBER

    No full text
    Contextual teaching and learning merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan nyata. Tujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pendekatan contextual teaching and learning terhadap hasil belajar IPS pokok bahasan permasalahan sosial pada siswa kelas IV SDN Kebonsari 04 Jember semester genap tahun pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan pola pre- test post-test control group design. Pengumpulan data menggunakan metode tes yang berupa tes obyektif pada pre-test dan post-test. Subyek penelitian yaitu siswa kelas IV yang terdiri dari kelas IVB dan kelas IVC SDN Kebonsari 04 Jember. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes. Skor tes siswa berupa nilai hasil pre-test dan post-test yang dianalisis dengan uji-t menggunakan program SPSS versi 14.00 Hasil analisis dengan rumus uji-t diperoleh t-hitung = 3,413 dengan keefektifan relative sebesar 54,71%. Hasil perhitungan uji-t di konsultasikan dengan t-tabel pada db = 68, taraf signifikansi 5%, sehingga diperoleh nilai t-tabel = 1,997; dapat diketahui bahwa t-hitung > t-tabel (3,413 > 1,997), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penerapan pendekatan contextual teaching and learning  terhadap hasil belajar siswa kelas IV pokok bahasan masalah sosial di SDN Kebonsari 04 Jember tahun pembelajaran 2015/2016

    Pengaruh Model Cooperative Learning Tipe STAD Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V Pada Mata Pelajaran IPS Pokok Bahasan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di SDN Rambigundam 01 Jember

    No full text
    Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh atau dampak dari suatu perlakuan (treatment) tertentu terhadap perubahan suatu kondisi atau keadaan tertentu. Penerapan model pembelajaran yang diterapkan oleh guru khususnya di SD dalam mata pelajaran IPS masih kurang bervariasi dan memiliki kecenderungan pada metode tertentu sehingga menyebabkan rendahnya minat siswa serta kurang adanya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Rambigundam 01 Kabupaten Jember. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan sampel penelitian terdiri atas 50 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumen, wawancara, observasi dan tes. Pelaksanaan penelitian dengan menerapkan model cooperative learning tipe STAD dilaksanakan selama 2 minggu, sejak tanggal 9 sampai 25 April 2016. Sebelum melakukan penelitian terlebih dahulu dilakukan uji homogenitas dan uji normalitas. Uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui kondisi suatu kelas homogen atau tidak homogen. Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui penyebaran data pada sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan harga= 2,785, kemudian harga dikonsultasikan dengan pada taraf signiikansi 5%, ni

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore