16 research outputs found

    TIPOLOGI ORGANISASI DAKWAH

    No full text
    Dakwah adalah sebuah aktifitas dalam rangka mengajak manusia menuju jalan Allah swt. Dalam aktifitas dakwah sangat efektif jika dilakukan dengan berorganisasi. Akan tetapi dengan munculnya organisasi ini menyebabkan banyaknya tipologi organisasi dakwah. Tipologi ini menyebabkan berbedanya pemahaman dan gerakan. Dapat digambarkan bahwa ada tiga tipologi besar organisasi dakwah, tipologi salafi, tipologi moderat dan tipologi kholafi. Juga dapat diklasifikasikan dalam tipologi organisasi dakwah dilihat dari umur, strata sosial dan metodologis

    AKOMODASI BUDAYA LOKAL DALAM LEGISLASI HUKUM KELUARGA DI INDONESIA

    No full text
    Abstract: Culture as a result of the free and dual human creative power of the natural world, it encompasses the material matters (Immaterial) and Maddi (material), real and unreal objects, Malmusah and Ghairu malmusah (palpable and untouched). Essentially, culture (Tsaqafah) is expressed as the product of human reason consisting of patterns, steady attitudes, thoughts, feelings, and reactions obtained and is primarily derived by symbols that make up its achievement independently of human groups. The nature of this Islamic responsiveness has been built by the Prophet (s) when prohibiting Khamr, forbidding the worship of idols and other shari'ah. How Rasulullah saw is very careful and gradual in doing da'wah, so achieved the success of da'wah in upholding Islamic creed and shari'ah at that time. Today many problems in the establishment of law and legislation, legislators are more concerned with intellectual subjectivity and importance than the objectivity of humanity to the benefit, resulting in policies that are not responsive to the needs of society. The author in this context tries to inventory the various local wisdom of the Muslim community in the archipelago that is relevant as an approach in establishing legislation based on local culture.Keywords: Local Culture, Legislation, Islamic Law Abstrak. Budaya merupakan hasil dari kreativitas manusiawi yang bebas dan alamiah, meliputi sisi immaterial dan materi, objek nyata dan tidak nyata, malmusah dan ghairu malmusah (gamblang dan tak tersentuh). Pada dasarnya, budaya (tsaqafah) merupakan produk akal manusia yang terdiri dari pola, kesantunan, pikiran, perasaan, dan reaksi yang diperoleh dan terutama berasal oleh simbol yang membentuk pencapaiannya secara mandiri dari kelompok manusia. Sifat dari respon Islam ini telah dibangun oleh Nabi (s) ketika melarang khamr, melarang penyembahan berhala dan syariah lainnya. Bagaimana Rasulullah melihat sangat hati-hati dan bertahap dalam melakukan dakwah, sehingga mencapai keberhasilan dakwah dalam menegakkan akidah Islam dan syari'ah pada waktu itu. Saat ini banyak masalah dalam pembentukan hukum dan undang-undang, di mana legislator lebih peduli dengan kepentingan subjektivitas intelektual daripada kepentingan objektivitas kemanusiaan, sehingga kebijakan yang lahir tidak responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Penulis dalam konteks ini mencoba untuk menginventarisasi berbagai kearifan lokal komunitas Muslim di nusantara yang relevan sebagai pendekatan dalam menetapkan perundang-undangan berdasarkan budaya lokal.Kata Kunci: Budaya Lokal, Legislasi, Hukum Isla

    DINAMIKA MASYARAKAT BERAGAMA MENUJU NEGARA BALDATUN TOYYIBATUN WARABBUN GHAFUR (Sebuah Tinjaun Implementasi Teory Billyard Ball )

    No full text
    Religion and society have a very close relationship in this life, fitroh humans will never be separated from belief in God, so that automatically applied in religious norms and values, while when humans are positioned as social beings who will not be able to stand alone then there is interaction between individuals, groups giving birth to society. Both religious and community items cannot be separated, because normatively that religion is derived to foster individuals and society. The methodology used in analyzing this study is literature study, which analyzes a variety of scattered texts related to the dynamics of a common society, which is progressing and leading to religious transformation towards civil society, or often called baldatun toyibatun warabbun ghafur. This study can be concluded that the dynamics of religious communities is an ongoing evolutionary process that is dynamically in accordance with the existing dynamics of thought, supported by other factors. The culmination of the dynamics of religious communities is when religion is able to become a coloring even as a formal symbol in a government, in which religious values ​​are the main reference in government. So that in the process religion began to participate practically in politics to gain power

    KONSEP DAKWAH KULTURAL NAHDLATUL ‘ULAMÂ

    No full text
    Nahdlatul ‘Ulamâ sebagai sebuah jamiyyah dhiniyyah yang berhaluan faham Ahlussunnah wal Jamaah merupakan organisasi terbesar di Indonesia yang didirikan oleh KH. Hasyim Asy’ari pada 16 Rajab 1344 H / 31 Januari 1926. Dalam dakwahnya  Nahdlatul ‘Ulamâ menggunakan metode dakwah Cultural, seperti halnya dakwah yang dipraktikkan Wali Songo. Nahdlatul al-‘Ulamâ memperkuat pendekatan budaya sebagai salah satu elemen penting dakwah Islam ditanah air. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang membahas tentang metode dakwah kultural Nahdlatul al-Ulamâ. Adapun macam-macam metode dakwah Nahdlatul ‘Ulamâ diantaranya adalah berceramah, propaganda, pendidikan, kelembagaan, keteladanan, kesenian, diskusi, tanya jawab, bimbingan konseling, karya tulis, korespondensi, silaturahmi. Adapun Strategi dakwah Nahdlatul al-‘Ulamâ yaitu melalui pembudayaan nilai-nilai Islam dengan menggunakan perangkat budaya lokal sebagai instrumen dakwahnya. Dalam pandangan kaum Nahdliyin kehadiran Islam yang dibawa oleh Rosulullah SAW. Bukanlah untuk menolak tradisi yang telah berlaku dan mengakar menjadi kultur kebudayaan masyarakat, melainkan sekedar untuk melakukan pembenahan dan pelurusan terhadap tradisi dan budaya yang tidak sesuai dengan risalah Rosulullah

    STRATEGI DAKWAH NURUDDIN ZANKI PADA MASA KEKHALIFAHAN DINASTI FATIMIYAH

    No full text
    The strategy carried out by Nuruddin Zanki is truly extraordinary in order to restore Islamic values in the midst of society. The leaders of their subordinates are demanded that Shari'ah be enforced in every area they lead, justice is created in every line and against the Shia Ismailimadhhab. It all deserves to be an example for preachers that defending the religion of Allah SWT requires a strategy of da'wah and extraordinary struggles.The research that the author uses is descriptive analysis method, with library research, in this study it is described that NuruddinZanki'sDa'wah Strategy is extraordinary, so that with his maximum efforts, Allah SWT wants the unity of the people to return and the collapse of the Fatimid dynasty with the teachings of Shia.The conclusion of this study is that the Strategy in Preaching is very important, especially to deal with the problems of the people and the Shiites. We leave the results to Allah SWT

    KONSEP DAKWAH UMAR BIN KHATTAB

    No full text
    Umar bin Khattab merupakan Khalifah kedua setelah Abu Bakar as-Shidiq. Adapun dalam masa kekhalifahannya ia membentuk Ahlul hal wal ‘aqdi (anggota majelis syura’). Peranannya dalam sejarah perkembangan Islam terlihat menojol setelah penaklukan-penaklukan yang ia lakukan, beliau melakukan penaklukkan hingga Islam tersebar di Jazirah Arabia, Palestina, Syiria, Mesir dan sebagian besar Persia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui konsep dakwah Umar bin Khattab. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library reseach) melalui pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa konsep dakwah yang digunakan Umar bin Khattab dalam menggunakan prinsip manajerial (‘amaliyyah al-‘idaariyyah) yang terdiri dari; takhtith (perencanaan strategi), thanziim (pengorganisasian), tawjih (penggerakan), dan riqabah (pengawasan atau evaluasi) yang diterapkan masa kekhalifahannya

    STRATEGI KOMUNIKASI GURU DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI ISLAM DI SD MUHAMMADIYAH TERPADU SENDANG AGUNG LAMPUNG TENGAH

    No full text
    The author gives the title of this thesis "Teacher Communication Strategies In Inculcating Islamic Values in SDMT Sendang Agung Central Lampung" communication strategy is one way that teachers use in instilling Islamic values in everyday life so that a child is accustomed to worshiping without compulsion and burdens such as carrying out the five daily prayers, this type of research is field research (field research) with a descriptive analytical approach. Data collection methods that researchers use are methods of observation, interviews and documentation, data are analyzed by selecting available data, then presented systematically and drawing conclusions. Based on the results of the study, it is concluded that the communication strategy used by the teacher in instilling Islamic values is through communicators (pedagogic and professional competence), communicants (righteousness of aqidah, motivation of worship, and working on amar'maruf nahi mungkar),messages (aqidah, worship and morality). ), media (bil-qoul, bil-amal and bil qudwah hasanah) and effects (increased insight, and implementation in worship) so that as a whole it includes communication strategies related to the cultivation of Islamic values and has been quite successful

    STRATEGI DAKWAH PENGURUS MASJID AL-HUDA KELURAHAN REJOMULYO KECAMATAN METRO SELATAN DALAM MENGEMBANGKAN BAITUL MAAL MASJID

    No full text
    Salah satu tempat yang ideal untuk membangun kehidupan perekonomian masyarakat menuju kesejahteraan dan berlandaskan dengan nilai-nilai spiritual adalah tempat ibadah atau masjid. Oleh karena itu, kehadiran masjid sebagai Baitul Maal sangat penting dalam hal ini. Melalui permasalahan ini sangat penting untuk memahami tentang dakwah dalam memajukan perekonomian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi dakwah pengurus Masjid Al-Huda Rejomulyo dalam mengembangkan Baitul Maal Masjid juga untuk mengetahui peluang dan kendala pengurus Masjid Al-Huda dalam mengembangkan Baitul Maal Masjid.Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Strategi dakwah yang digunakan pengurus Masjid Al-Huda adalah dengan berdakwah mendatangi warga dari rumah ke rumah, berdakwah di media sosial dan menghidupkan dan menggalakkan kegiatan-kegiatan dakwah. Adapun peluang kedepannya adalah setelah dilakukan pengkaderan diharapkan akan lebih baik lagi, membentuk yayasan khusus untuk mengelola Baitul Maal Masjid, dapat menjadi contoh bagi Masjid-masjid lain dan mampu mengikuti jejak dari Masjid Kapal Munzalan. Kendalanya adalah dalam pengelolaan belum maksimal, kesulitan mencari generasi penerus dan kesulitan dalam mencari mustahik dan muzakki. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa dakwah merupakan strategi yang paling tepat untuk mengembangkan Baitul Maal Masjid

    PENGARUH POSITIF MEDIA SOSIAL INSTAGRAM TERHADAP GAYA HIDUP MAHASISWA PROGRAM STUDI KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh positif media sosial instagram dan dampak terhadap gaya hidup mahasiswa program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam. Saat ini media sosial instagram sudah menjadi salah satu faktor perubahan gaya hidup mahasiswa. Media sosial Instagram juga menjadi media utama mereka untuk mencari sesuatu yang baru karena kebanyakan dari mereka akrab dengan aplikasi tersebut.Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yaitu menganalisis, menggambarkan dan meringkas berbagai kondisi, situasi dari berbagai data yang dikumpulkan dalam bentuk wawancara atau pengamatan mengenai masalah yang diteliti yang terjadi di lapangan. Subjek dari penelitian ini mahasiswa program studi komunikasi dan penyiaran islam yang aktif menggunakan instagram.Hasil penelitian menujukan bahwa mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Muhammadiyah Metro menggunakan media sosial instagram. Media sosial instagram sudah menjadi lifestyle atau gaya hidup bagi mahasiswa. Pengguna instagram dikalangan mahasiswa memiliki pengaruh terhadap gaya hidup dan etikanya. Pengaruh ini memiliki dampak yang positif dan membawa kearah yang lebih baik. Hal ini terjadi karena adanya dorongan dari diri sendiri untuk melakukan suatu hal akibat dari melihat suatu postingan di instagram

    POLA KOMUNIKASI PENGASUH DALAM PEMBINAAN KECERDASAN INTERPERSONAL SANTRI DI PONDOK PESANTREN ISLAM BABUL HIKMAH KALIANDA

    No full text
    Dalam sebuah pembinaan, pengasuh memiliki peran penting untuk mencapai sebuah tujuan. Dikarenakan pengasuh adalah seorang pembimbing, sebagaimana orang tua membentuk keluarga, membesarkan, mendidik, dan menjadi penanggung jawab terhadap perkembangan anak baik secara lahir maupun batin. Kegiatan pengasuh merupakan rangkaian aktifitas sehari – hari pengasuh dalam pembinaan santri untuk memenuhi kebutuhan fisik, mental dan sosial agar terbentuknya santri yang dapat berinteraksi dengan baik, mencakup komunikasi diri sendiri, antar pribadi dan khalayak ramai. Hal tersebut yang mendorong penulis untuk meneliti pola komunikasi pengasuh dalam pembinaan kecerdasan interpersonal santri di Pondok Pesantren Islam Babul Hikmah Kalianda. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan sumber data pengasuh dan santri Pondok Pesantren Islam Babul Hikmah Kalianda. Peneliti menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi untuk pengumpulan data yang diperlukan dalam penelitian ini. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis interaktif yang meliputi: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi, pola komunikasi yang digunakan pengasuh dalam pembinaan kecerdasan interpersonal santri di Pondok Pesantren Islam Babul Hikmah Kalianda adalah dengan pola komunikasi antar pribadi dan pola komunikasi kelompok kecil, walaupun tidak meninggalkan bentuk pola komunikasi publik. Faktor penghambat yang dialami dalam pola komunikasi adalah pengasuh belum dewasa dalam  menyikapi problem santri. Faktor pendukung dalam pola komunikasi pengasuh adalah dukungan dari pihak pesantren dan orang tua
    corecore