2,169 research outputs found

    ANALISIS CLEANING PALKA SERTA GOT PALKA DI KAPAL MV.KT02

    No full text
    ABSTRAKSI Suryanto Sigit Joko, 551811136849 N , 2022, “Analisis Pembersihan Palka Serta Got Palka Di MV. KT02” Skripsi Program Studi Nautika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Dosen pembimbing: (I) CAPT. ALI IMRAN RITONGA, MM,M,Mar, (II) ARYA WIDIATMAJA, S.ST,M.Si. Ruang muat harus dipersiapkan dengan optimal, merupakan faktor sangat penting dalam proses kegiatan bongkar muat, dalam pelaksanaanya harus dilaksanakan sebaik mungkin. Persiapan ruang muat harus efektif, efisien, danterlaksana dengan baik harus memiliki perencanaan strategi yang tepat. Adapun penelitian ini dilakukan untuk menjawab masalah apa yang menyebabkan proses pembersihan ruang muat di dalam palka serta got palka kurang optimal sehingga palka dikatakan belum layak untuk proses pemuatan dan strategi apa yang dijalankan untuk mengoptimalkan proses pembersihan palka agar bersih dan layak untuk dimuati muatan jenis baru. Tujuan dari penelitian skripsi ini untuk menganalisis faktor penyebab penundaan memuat dan cara bagaimana mengoptimalisasi pembersihan ruang muat di MV. KT02. Metode digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Peneliti dalam mengumpulkan data menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi dan studi Pustaka untuk mengumpulkan data. Mualim I dan Bosun dilibatkan didalam wawancara untuk mendapatkan informasi terkait permasalahan yang diteliti. Dari hasil penelitian dan pembahasan masalah penundaan memuat disebabkan masih banyak kotoran didalam palka karena 1. faktor kurangnya pengetahuan tanggung jawab kru, 2. kurang waktu dalam mempersiapkan ruang muat, 3. kurang bersihnya ruang muat dari muatan sebelumnya serta kurangnya pengawasan dari Mualim I, 4. kurangnya perlengkapan pembersihan atau pencucian ruang muat serta banyak dari peralatan tersebut yang rusak, 5. dan kurangnya koordinasi dalam pembagian tugas.Untuk lebih meningkatkan kinerja kru dalam pelaksanaan mempersiapkan ruang muat pada kapal MV. KT02 maka dengan cara 1. mengadakan Briefing sebelum mempersiapkan ruang muat, 2. membuat perencanaan pembersihan ruang muat setelah selesai membongkar muatan dan mengadakan pengawasan, 3. memberikan sosialisasi kepada crew dalam penanganan pembersihan muatan serta pembagian tuga

    Desain Sistem Palka Ikan Hidup Pada Lambung Kapal Ikan Katamaran

    No full text
    Penggunaan bentuk lambung katamaran sebagai kapal ikan berdasarkan adanya kelemahan – kelemahan yang terdapat pada bentuk lambung monohull. Keberadaan dan penggunaan sistem palkah ikan hidup, dapat membantu nelayan dalam menekan biaya operasional pengawetan ikan hasil tangkapan sebesar 11,8 %. Sedangkan penggunaan layar lebih mengacu pada pengurangan komponen biaya terbesar dari operasional kapal ikan yaitu komponen biaya bahan bakar. Dari perancangan hullform katamaran untuk muatan ikan hidup diambil satu hullform yang memiliki kinerja terbaik. Kinerja yang dimaksud dalam hal ini adalah hidrostatis, hambatan kapal, stabilitas, dan olah gerak dari kapal. Penelitian tentang desain kapal ikan katamaran untuk muatan ikan hidup yang menggunakan sistem penggerak layar dan mesin ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang kinerja hullform yang memiliki kinerja lebih baik dibandingkan dengan hullform yang menggunakan sistem palka biasa dan menjadi salah satu alternatif bagi pengembangan hullform kapal ikan ke arah yang lebih modern. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisa didapat suatu hasil yang menunjukkan bahwa pada kecepatan 12 knot, dari beberapa variasi dimensi panjang palka ikan untuk kapal ikan katamaran dengan sistem palka ikan hidup, variasi dimensi panjang palka 2,0 m dapat mereduksi hambatan terbesar di antara hullform modifikasi lainnya sebesar 3,99 % dari hambatan yang diterima kapal ikan katamaran dengan sistem palka standar. Sementara dari segi stabilitas pada berbagai kondisi yang divariasikan, variasi dimensi panjang palka 2,0 m memiliki stabilitas yang lebih baik dari variasi dimensi panjang palka lainnya dan kapal katamaran dengan sistem palka biasa. Pemasangan layar pada variasi dimensi panjang palka 2,0 m mampu mengurangi tenaga pengoperasian sebesar  48,42 % dibandingkan kapal dengan system palka ikan biasa

    PERENCANAAN PENGGUNAAN BAHAN POLYURTHANE SEBAGAI INSULASI PALKA PADA KAPAL IKAN

    No full text
    Palka merupakan bagian kapal yang penting, berfungsi sebagai tempat penyimpanan hasil tangkapan diatas kapal. Penggunaan palka berinsulasi baik merupakan salah satu cara untuk mempertahankan kesegaran hasil tangkapan diatas kapal. Bahan polyurethane yang digunakan pada palka ikan secara fisik memiliki banyak keunggulan untuk fungsi palka yang baik antara lain, konduktivitas termal yang rendah, pemindahan atau uap air yang rendah, densitas tinggi dan sebagainya. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui kerapatan dari palka berbahan polyurethane guna menjaga kesegaran ikan tetap baik dan untuk mengetahui kualitas kesegaran hasil tangkapan terhadap palka insulasi berbahan polyurethane. Penelitian ini menggunakan metode observasi langsung ke galangan kapal Emka Jaya. Hasil penelitian diperoleh kerapatan insulasi palka sebesar 42,5 kg/m^3. dan kesegaran ikan pada palka sangat baik dapat dilihat dari perolehan nilai rata- rata 9. Nilai kerapatan insulasi tersebut menunjukkan bahwa penggunaan insulasi polyurethane pada palka kapal ikan tersebut memiliki nilai yang telah memenuhi standar yang ditetapkan untuk insulasi yang baik, yaitu ? > 30 kg/m^3.Kata kunci : Palka, Polyurethane, Kesegaran ikan, Galangan

    DESAIN LAMBUNG KAPAL LAYAR MOTOR KATAMARAN DENGAN SISTEM PALKA IKAN HIDUP

    No full text
    Keberadaan dan penggunaan sistem palka ikan hidup, dapat membantu nelayan dalam menekan biaya operasional pengawetan ikan hasil tangkapan sebesar 11,8 %. Sistem palka ikan hidup, dimana palka diberi lubang sirkulasi sehingga air di dalam dan di luar palka terhubung perlu diadakan penelitian mengenai perubahan dan perbedaan tekanan yang terjadi pada saat kapal bergerak. Kondisi awal dimana kapal belum bergerak permukaan air di dalam palka akan sama tinggi dengan sarat kapal. Ketika kapal mulai bergerak tekanan luar palka akan menurun seiring dengan bertambahnya kecepatan kapal. Hal ini akan menyebabkan penurunan tinggi permukaan air di dalam palka. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis didapatkan pada kecepatan 12 knot ketinggian permukaan air di dalam palka bernilai positif dengan nilai 0,3947 m untuk diameter lubang sirkulasi 0,20 m (sebelum divariasikan), 0,4515 m untuk diameter lubang sirkulasi 0,15 m, 0,4656 m untuk diameter lubang sirkulasi 0,25 m, 0,4718 m untuk diameter lubang sirkulasi 0,20 m berjumlah dua buah. Diameter lubang sirkulasi yang optimum dipilih sebesar 0,20 m berjumlah dua buah karena pada kecepatan 12 knot, ketinggian permukaan air bernilai 0,4718 m. Nilai ini paling tinggi diantara variasi lubang sirkulasi lainnya</p

    ANALISIS PENYEBAB DAN DAMPAK TERJADINYA KEBOCORAN DINDING PALKA PADA KAPAL MV. DK 02

    No full text
    ABSTRAKSI Nugraha, Reza, Dinata 551811116534 N, 2023, “Analisis Penyebab dan Dampak Terjadinya Kebocoran Dinding Palka Pada Kapal MV. DK 02”, Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I:, Dr. Capt. Ilham Ashari, S.Si.T.M.M, M. Mar., Pembimbing II: Moh. Zaenal Arifin, S.ST, M.M. Sebagai alat transportasi pengangkut barang yang paling efisien, kapal memiliki beberapa kelebihan. Kapal mampu mengangkut muatan dalam jumlah yang banyak dibanding menggunakan alat transportasi pengangkut lain. Ketika akan melakukan proses muat di Balikpapan pada voyage ke 52B kapal melakukan kegiatan berlabuh jangkar diwilayah Balikpapan anchorage, pada saat tersebut peneliti melakukan pengecekan terhadap kondisi palka-palka bersama Chief Officer, Bosun dan AB. Peneliti menemukan adanya kebocoran dinding palka pada palka no 4 dan adanya air ballast yang masuk ke dalam palka di MV. DK 02 air ballast tersebut berasal dari tangki ballast 4 kanan. Adapun tujuan yang hendak dicapai dari hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti, yaitu mengetahui faktor penyebab utama terjadinya kebocoran dinding palka, mengetahui dampak-dampak apa saja yang dapat ditimbulkan dari terjadinya kebocoran dinding palka, mengetahui upaya apa saja yang dilakukan untuk menaggulangi kebocoran dinding palka pada MV. DK 02. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah diskriptif kualitatif yang mengatur suatu metode penelitian menggunakan beberapa aspek seperti pengumpulan data melalui observasi, wawancara dengan chief officer, bosum, mandor, dan studi pustaka. Peneliti juga melakukan pengambilan gambar guna mendukung keabsahan data dalam penelitian skripsi ini. Dari hasil penelitian dapat diketahui faktor-faktor yang menyebabkan kebocoran dinding palka MV. DK 02 antara lain: 1) Terbenturnya alat bongkar muat grab dengan dinding palka, 2) Kondisi plat palka yang sudah menipis, 3) Tenaga operator crane yang kurang terampil. Untuk itu upaya yang dapat dilakukan adalah : 1) Melakukan penyumbatan terhadap plat dinding palka yang bocor, 2) Melakukan pengurasan air ballast untuk mengurangi debit air yang dapat masuk kedalam palka, 3) Melakukan pengurasan air yang berada didalam palka menggunakan pompa bilgies ataupun menggunakan drum bekas, 4) Melakukan welding atau pengelasan pada plat dinding palka yang berlubang dan memastikannya rapat

    Synthesis of trifluoromethyl-substituted pyrazolo[4,3-c]pyridines - Sequential versus multicomponent reaction approach

    No full text
    A straightforward synthesis of 6-substituted 1-phenyl-3-trifluoromethyl-1H- pyrazolo[4,3-c]pyridines and the corresponding 5-oxides is presented. Hence, microwave-assisted treatment of 5-chloro-1-phenyl-3-trifluoromethylpyrazole-4- carbaldehyde with various terminal alkynes in the presence of tert-butylamine under Sonogashira-type cross-coupling conditions affords the former title compounds in a one-pot multicomponent procedure. Oximes derived from (intermediate) 5-alkynyl-1-phenyl-3-trifluoromethyl- 1H-pyrazole-4-carbaldehydes were transformed into the corresponding 1H-pyrazolo[4,3-c]pyridine 5-oxides by silver triflate-catalyzed cyclization. Detailed NMR spectroscopic investigations (1H, 13C, 15N and 19F) were undertaken with all obtained products. © 2014 Palka et al; licensee Beilstein-Institut

    PENYEBAB DAN PENANGGULANGAN KERUSAKAN TANGGA PALKA PADA PROSES BONGKAR MUAT PADA MV. INDIAN GOODWILL

    No full text
    ABSTRAK Jhuliano Raja Napitupulu, 2023, NIT: 561911317388 K, “Penyebab dan Penanggulangan Kerusakan Tangga Palka pada Proses Bongkar Muat pada MV. Indian Goodwill”, skripsi Program Studi Tatalaksana, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Sri Purwantini, S.E, S.Pd, MM.., Pembimbing II: Pranyoto, S.Pi, M..AP Pembangunan suatu wilayah sangat memerlukan jasa angkutan yang harus memadahi. Salah satu jasa layanan transportasi yang sering digunakan saat ini adalah kapal curah. Kapal curah (bulk carrier) merupakan jenis kapal yang muatannya dimasukkan ke dalam berupa biji-bijian yang dicurahkan langsung ke dalam palka kapal. Cargo hold atau palka (bagian untuk menempatkan kargo) dilengkapi hatches (penutup palka ) untuk melindungi kargo. Pada Cargo hold terdapat dua jenis tangga yaitu tangga miring (Australian Ladder) dan tangga vertikal (Vertical Ladder). Rusaknya tangga palka kapal dapat membuat kelancaran proses bongkar muat menjadi terhambat seperti kerusakaan tangga palka no.4 yang terjadi di MV.Indian Goodwill di pelabuhan Krakatau Bandar Samuedra (KBS) Cigading saat melakukan pembongkaran muatan dari kapal ke dermaga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor penyebab dan upaya penanggulangan kerusakan tangga palka pada proses bongkar muat MV. Indian Goodwill. Metode penelitian yang digunakan adalah metode diskriptif kualitatif dengan menguraikan secara lengkap penyebab dan penanggulangan kerusakan tangga palka pada proses bongkar muat pada MV. Indian Goodwill. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor penyebab terjadinya kerusakan tangga palka pada proses bongkar muat pada MV. Indian Goodwill antara lain kurangnya pengawasan dari foreman, kelalaian operator Excavator, dan terjadinya kelapukan tangga palka. Upaya yang dilakukan untuk menanggulangi kerusakan tangga palka dengan memberikan sosialisasi, meningkatkan pengawasan, menjaga komunikasi, dan melakukan pengecekan pada tangga palka

    Studi Volume Palka pada Kapal Purse seine yang dioperasikan di Pelabuhan Perikanan Pantai Lempasing Bandar Lampung

    No full text
    Jumlah produksi perikanan tangkap di Kota Bandar Lampung yang fluktuatif pada periode 2015-2020 dan cenderung turun pada tahun 2018-2020. Data yang ditunjukkan dari Catch per Unit effort juga menunjukkan produksi hasil tangkapan yang cenderung terus turun dalam waktu 5 tahun terakhir. Perubahan hasil tangkapan ini tidak diiringi dengan perubahan desain dan ukuran pada kapal tradisional. Fakta tersebut memunculkan pertanyaan tentang kemungkinan adanya ketidaksesuaian antara ukuran kapal dan palka dengan hasil tangkapan pada saat ini. Penggunaan kapal dengan ukuran yang besar dengan ukuran volume dan daya tampung palka yang besar tentu saja tidak akan menjadi efektif apabila hasil tangkapannya sedikit. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa kesesuaian antara jumlah hasil tangkapan dengan ukuran dan daya tampung palka kapal purse seine Pelabuhan Perikanan Pantai Lempasing Bandar Lampung. Penelitian ini dilakukan dari bulan Oktober hingga Desember 2022 yang dimulai dengan pengajuan surat penelitian hingga penyusunan laporan skripsi. Pengambilan data atau lokasi penelitian dilakukan di UPTD PPP Lempasing Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan melakukan observasi secara langsung dan pengukuran ukuran kapal dan palka serta perhitungan CpUE yang didapatkan dari perhitungan produksi dan trip dari form SL-3 tahun 2017-2022. Pengukuran palka dilakukan secara langsung dan pemodelan dibantu dengan komputer untuk mengetahui volume palka ikan pada kapal. Asumsi jumlah ikan per meter kubik volume adalah 0,5 ton. Hasil perhitungan kapasitas daya tampung palka kemudian dibandingkan dengan nilai rata-rata dan nilai tertinggi dari CpUE untuk mengetahui besaran nilai optimasi penggunaan palka. Hasil perhitungan dari rata-rata volume palka yaitu sebesar 20 m³ dengan kapasitas daya tampung ikan sebesar 10 ton. Rata-rata nilai CpUE pada kurun waktu 5 tahun terakhir adalah 0,84 ton, dengan demikian didapatlkan persentase daya tampung palka dengan rata-rata CpUE adalah 9%, dengan CpUE tertinggi adalah 18% dan dengan nilai CpUE Terendah adalah 3%. Kesimpulan dari penelitian didapati bahwa ukuran palka pada kapal purse seine yang beroperasi di PPP Lempasing Bandar Lampung tidak optimal dengan hasil tangkapan saat ini

    Desain Palka Kapal Pengangkut Ikan Hidup Dengan Sirkulasi Air Laut Alami

    No full text
    Sebagian besar ikan yang dikirim menggunakan kapal disimpan dalam ruang penyimpanan pada kapal. Kondisi ruang penyimpanan akan berpengaruh pada ikan. Permasalahan yang biasa terjadi yaitu menurunnya kualitas ikan. Oleh karena itu dirancang sistem palka ikan hidup dengan sirkulasi air laut alami dimana palka diberi lubang sirkulasi sehingga air laut dapat bersirkulasi secara alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui rancangan sistem sirkulasi air laut alami yang sesuai pada palka kapal ikan hidup. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan metode berbasis simulasi CFD (Computional Fluid Dynamic) dengan membuat model lambung dan palka kapal. Kemudian dilakukan variasi pelubangan pada palka. Berdasarkan hasil analisa data dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa aliran yang terjadi di dalam palka adalah aliran turbulen. Kecepatan arus di dalam palka pada semua variasi pelubangan berkisar antara 0,05 m/s – 0,33 m/s. Hambatan kapal terkecil yang dihasilkan yaitu sebesar 26,1 kN. Volume ruang palka semakin kecil akibat pelubangan, yaitu sebesar 22,9 m3. Ruang palka tersebut dapat diisi ikan kerapu sebanyak 2,08 ton. Dari perhitungan ekonomis dapat diketahui bahwa pemilik kapal akan balik modal setelah dua sampai empat tahun. ======================================================================================================= Most fish are shipped and stored alive in the holding cell (storage room) before getting offshore. The holding condition, without a doubt, will affect fish quality. Common problems include decreasing quality of the fish. Which is why it is necessary to design a circulation hole, therefore seawater can naturally circulate inside the holding and keep the fish fresher. The main objective of this study is to identify appropriate design for seawater circulation hole on live fish holding room. Method used is CFD (Computational Fluid Dynamic) based simulation, modeling the hull and the hold of the ship. Data analysis revealed flow inside the hold is turbulent. Current speed ranged from 0,05 m/s – 0,33 m/s. Smallest ship’s resistance showed at the level of 26,1 kN. Holding room volume is decreased along with the addition of circulation hole as big as 22,9 m3, but still can contain up to 2,08 tons of grouper fish. Economic calculation revealed the owner would have a turnover after twofour years

    PROTOTYPE ALAT PERAGA PENGOPERASIAN PALKA DENGAN RAIN SENSOR

    No full text
    INTISARI Samudra, Edwin, 2022. NIT: 541711206396 T, “Prototype Pengoperasian Palka Dengan Rain Sensor, Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Amad Narto.M.Pd M,.Mar.E, Pembimbing II : Yustina Sapan, S. ST, M.M. Rain sensor adalah sensor yang berfungsi sebagai pedeteksi air hujan, intinya sensor ini jika terkena air hujan pada papan sensornya maka resistansinya akan berubah, semaki bayak semain kecil dan sebaliknya. Untuk pengaplikasian sensor ini dapat diguakan pada peuntup palka di kapal secara otomatis jadi ketika hujan turun sensor medeteksi dan akan memberikan perigatan atau untuk tambahan dapat di gunakan untuk pengoperasian menutup palka, untuk jenisnya di pasaran terdapat FC37 dan YL83. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development. Peneliti menggunakan metode ini untuk penelitian dan mengembangkan suatu produk yang dimulai dari analisa, desain, perancangan, pemerograman, dan pengujian. Reseacrh and Development (RnD) atau dalam bahasa Indonesia adalah penelitian dan pengembangan merupakan proses mengembangkan suatu produk dan akan menghasilkan sauatu produk baru atau menyempurnakan produk yang sudah ada. Dalam hal ini tidak selalu perangkat keras atau hardware (modul elektronika, pesawat bantu, buku) yang dapat dikembangkan, tetapi dapat juga perangkat lunak atau software (sistem operasi, aplikasi untuk komputer dan perangkat elektronik lainnya). Peneliti menentukan model pengoperasian alat peraga palka menguakan rain sensor, yaitu dengan menggunakansebuah rangkaian, Arduino uno sebagai microcontroller, dan beberapa jenis sensor sebagai perangkat pendukung. Kesimpulan dari pembuatan alat peraga ini adalah untuk mempermudah pembelajaran bagi taruna dan alat peraga ini juga merupakan miniatur yang ada di atas kapal, maka penulis berharap alat peraga ini dapat di kembangkan lagi untuk penelitian berikutnya, dan dengan digunakannya rain sensor ini akan membantu crew kapal dalan mengoperasikan palka secara otomatis
    corecore