30,377 research outputs found

    From Albania to Brazil: Ismail Kadaré's Broken april and its filmic adaptation, Walter Salles' Abril despedaçado

    No full text
    Dissertação (mestrado) - Universidade Federal de Santa Catarina, Centro de Comunicação e Expressão, Programa de Pós-Graduação em Letras/Inglês e Literatura Correspondente, Florianópolis, 2007The aim of the present study is to analyse how issues of Albanian national identity are portrayed in Ismail Kadaré's novel Broken April (Prilli i Thyer), and how such features have been appropriated and translated onto the screen into a Northeastern Brazilian context. I depart from the premise that, even though Brazilian elements are indeed shown in the film, the non existence of the Kanun in Brazil, and the use of narrative techniques different from the ones employed in the novel render the story of the blood feuds in the film more universal than the genuinely Albanian reality depicted in the novel. In sum, the appropriation transcends the Albanian reality into a universal context, showing, at the same time, elements which are typical of the Brazilian culture.O objetivo do presente estudo é analisar como questões sobre a identidade nacional Albanesa são retratadas no romance Abril Despedaçado (Prilli i Thyer), de Ismail Kadaré, e como tais questões foram apropriadas e traduzidas para a tela num contexto Nordestino-Brasileiro. O estudo parte do princípio que, embora elementos tipicamente Brasileiros sejam mostrados no filme, a não existência do Kanun no Brasil, e o uso de técnicas narrativas diferentes das empregadas no romance ajudam a deixar a história das brigas de família no filme com um aspecto mais universal do que a realidade genuinamente Albanesa representada na romance. Em suma, a apropriação transcende a realidade Albanesa para um contexto mais universal, sem deixar de mostrar também elementos típicos da cultura Brasileira

    Hekimoğlu İsmail: M. Kemal Pilavoğlu

    No full text
    Zaman gazetesinde 30.01.1996 tarihinde yayımlanan Hekimoğlu İsmail'in M. Kemal Pilavoğlu adlı köşe yazısı yer almaktadır. -- 30.01.199

    PENETAPAN KAIDAH KESHAHIHAN HADIS (STUDI KOMPARATIF PEMIKIRAN M. SYUHUDI ISMAIL DAN M. HASBI ASH-SHIDDIEQY)

    No full text
    ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Penetapan Kaidah Keshahihan Hadis (Studi Komparatif Pemikiran M. Syuhudi Ismail dan M. Hasbi Ash-Shiddieqy). Dalam melakukan penelitian hadis haruslah memiliki acuan. Acuan yang dimaksudkan ialah kaidah keshahihan hadis. Ulama-ulama hadis tentunya memilki satu kriteria atau kaidah untuk menentukan keshahihan suatu hadis meskipun secara umum terdapat kesamaan. Seperti M. Syuhudi Ismail dan M. Hasbi Ash-Shiddieqy juga memiliki kriteria masing-masing dalam menilai keshahihan suatu hadis. Kedua ulama yang hidup sezaman ini merupakan ulama kontemporer yang berasal dari Indonesia serta memiliki kontribusi dalam aspek ilmu hadis. Sebagian besar karya keduanya dijadikan rujukan dalam memahami hadis sehingga sangatlah signifikan untuk diteliti lebih jauh, dari latar belakang tersebut, maka penulis mengambil permasalahan mengenai perbedaan serta persamaan kaidah keshahihan hadis pemikiran M. Syuhudi Ismail dan M. Hasbi Ash-Shiddieqy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kaidah keshahihan menurut M. Syuhudi Ismail dan Hasbi Ash-Shiddieqy dalam menilai sebuah hadis serta untuk mengetahui perbedaan maupun persamaan pandangan dalam kaidah keshahihan hadis menurut M. Syuhudi Ismail dan Hasbi Ash-Shiddieqy. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research), dengan mengumpulkan data-data dari buku-buku, kitab, makalah, jurnal dan lain sebagainya. Sumber data yang digunakan ialah suber data primer dan sekunder, sumber data primer yaitu dengan menggunakan dua sumber pendukung pertama Kaidah Keshahihan Sanad Hadis karya M. Syuhudi Ismail dan Pokok-Pokok Dirayah Hadis karya M. Hasbi Ash-Shiddieqy, kemudian sumber data sekunder yaitu merujuk pada jurnal, buku-buku, makalah serta sumber lainnya yang mendukung. Kemudian data yang telah diperoleh dianalisis untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang akan dikaji, selanjutnya mencari landasan kaidah keshahihan dari M. Syuhudi Ismail dan M. Hasbi Ash-Shiddieqy, kemudian dikomparasikan dan dianalisa pemikiran kedua tokoh tersebut untuk ditarik kesimpulanya. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa kaidah keshahihan hadis menurut M. Syuhudi Ismail dan Hasbi Ash-Shiddieqy yaitu sanadnya bersambung, perawinya dikenali sebagai kritikus hadis yang bersifat adil, dhabit serta hadisnya terhindar dari syadz dan illat. perbedaannya yaitu M. Syuhudi Ismail menambahkan poin dengan membagi kaidah keshahihan menjadi dua yaitu kaidah mayor dan kaidah minor sedangkan M. Hasbi Ash-Shiddieqy menambahkan khususnya dalam matan hadis bahwasannya dapat digolongkan hadis shahih apabila tidak bertentangan dengan Al-Qur‟an, hadis-hadis mutawatir, tidak bertentangan dengan kaidah agama yang telah disepakati serta tidak bertentangan dengan akal sehat. Persamaannyan ialah sanad bersambung, perawi yang adil dan dhabit terhindar dari syadz dan illat. Kata kunci: Kaidah Kkeshahihan Hadis, M. Syuhudi Ismail, M. Hasbi Ash- Shiddieq

    Variations on the Author

    No full text
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Bir köy hocasının hatıraları

    No full text
    İsmail Kara'nın hazırladığı "Kutuz Hoca'nın hatıraları: Cumhuriyet devrinde bir köy hocası" isimli kitap hakkında tanıtım ve eleştiri yazısı

    Teknik Interpretasi Hadis Nabi SAW. Menurut M. Syuhudi Ismail

    No full text
    Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa dalam Memahami hadis M.Syuhudi Ismail menempuh empat langkah metodologi dalam pemahami hadis sebagai berikut:1) Melalui Bentuk Matan Hadis dan Cakupan Petunjuknya. 2) Melalui Kandungan Hadis Dihubungkan Dengan Fungsi Nabi M uhammad. 3) Melalui Petunjuk Hadis Nabi Yang Dihubungkan Dengan Latar Belakang Terjadinya. 4) Melalui Petunjuk Hadis Nabi Yang Tampak Saling Bertentangan. Dalam melakukan pemahaman terhadap suatu hadis, M. Syuhudi Ismail menggunakan tiga metode pendekatan sejarah, antropologi dan fakta ilmiah

    Ismail, M.

    No full text

    İsmail Aydıner ile sözlü tarih görüşmesi

    No full text
    Bu görüşme, Genç Hayat Vakfı tarafından, Sokağımdan Tarih Yazıyorum başlığı altında gerçekleştirilmiştir. Görüşmeler, İstanbul'un, Beyoğlu, Fatih, Eyüp, Kağıthane, Şişli, Maltepe, Üsküdar, Tuzla, Beykoz ve Sarıyer ilçelerinde yaşayan ve bu ilçelerdeki ortaöğretim kurumlarında eğitim gören lise öğrencileri tarafından yapılmıştır. Bu proje kapsamında, Tuzla ilçesinde yapılan görüşmelerin sayısı 7'dir.1947 yılında İstanbul ilinin Tuzla ilçesinde doğan İsmail Aydıner’in ailesi Selanik mübadillerindendir. Selanik’ten gemi ile o dönemlerde bir Rum köyü olan Tuzla’ya gelirler. Eskiden Kartal’a bağlı olan Tuzla’nın git gide büyüyerek bir ilçe olmasına şahitlik eden Aydıner, ilçenin değişiminden detaylı olarak bahseder. Muhitte oturan insanların genelde tarımla uğraştığını ve bir kısmının da yeni yeni açılan fabrikalarda çalıştığını anlatır. İlçedeki fabrikaların ve tersanelerin Tuzla’ya zarar vermekten başka bir işe yaramadığını ifade eden Aydıner, nüfus yoğunluğunun da artmasıyla birlikte durumun daha da kötü bir hale geldiğini söylemektedir.Genç Hayat VakfıKütükoğlu, C., Kılıç, M., Çakmak, G., Alasan, N., Tekin, K., Dermanel, E.. "Akvaryum gibi bir denizi vardır Tuzla'nın". Sokağımdan Tarih Yazıyorum. 07 Tuzla

    Türkiye'nin problemi : Merkez arayışını unutması

    No full text
    İsmail Kara ile kitaplarından yola çıkılarak Türkiye'de İslam'ın devlet nezdinde hala bir mesele olup olmadığı hakkında yapılan röporta
    corecore