1,721,022 research outputs found
Integrasi Metode Marvin E. Mundel dan Kaizen sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas (Studi Kasus: Departemen Produksi Speaker PT. Ragam Citra Harmoni - Surabaya)
Lingkungan bisnis yang sangat kompetitif telah memaksa pemilik atau para pebisnis untuk meningkatkan layanan dan produk mereka guna untuk meningkatkan profitabilitas dan daya saing. PT. Ragam Citra Hamoni - Surabaya merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur. Elektronik berupa speaker pasif. Selama ini PT. Ragam Citra Harmoni belum pernah melakukan penelitian produktivitas. Metode Marvin E. Mundel digunakan sebagai metode pengukuran Produktivitas diukur dengan berfokus pada pengeluaran input (penyusutan mesin, material, tenaga kerja, energi, dan pemeliharaan) dan hasil output (penjualan), pendekatan kaizen sebagai usulan perbaikan untuk mengoptimalkan produktivitas perusahaan. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan produktivitas pada PT. RCH. Dari pengolahan data diperoleh indeks produktivitas depresiasi terendah sebesar 66.14%. produktivitas material terendah sebesar 67.97%. Produktivitas Tenaga kerja terendah sebesar 66.87%. produktivitas energi terendah 66.14%. produktivitas maintenence terendah sebesar 54.19%. Selanjutnya output produktivitas terendah dijadikan sebagai input Kaizen untuk mengoptimalkan produktivitas diperoleh hasil yang pertama Menetapkan standar berdasarkan hasil perbaikan, mengulangi upaya perbaikan dengan beberapa perubahan untuk menyesuaikan dengan keadaan, dan mengulangi tahap rencana dalam siklus PDCA jika upaya perbaikan tidak membuahkan hasil yang diharapkan dan tidak terjadi peningkatan produktivitas.Kata kunci: Produktivitas, Mundel, Konsep Kaizen
PENGARUH PENGETAHUAN K3 DAN SIKAP TERHADAP KESADARAN BERPERILAKU K3 DI BENGKEL PEMESINAN SMK XYZ SIDOARJO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh pengetahuan K3 terhadap kesadaran berperilaku K3; (2) Pengaruh sikap terhadap kesadaran berperilaku K3; (3) Pengaruh secara simultan pengetahuan dan sikap terhadap kesadaran berperilaku K3 siswa kelas XII jurusan Teknik Pemesinan di SMK XYZ Sidoarjo dengan responden sebanyak 152 siswa. Data dikumpulkan dengan angket yang diberikan kepada siswa. Analisis data menggunakan teknik regresi linier. Pengujian signifikansi koefisien korelasi dengan menggunakan uji-t dan uji-F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pengetahuan K3 memiliki pengaruh yang positif terhadap kesadaran berperilaku K3 dengan korelasi sebesar 0,380 dan kontribusi sebesar 14,5%; (2) Sikap memiliki pengaruh yang positif terhadap kesadaran berperilaku K3 dengan korelasi sebesar 0,541 dan kontribusi sebesar 29,3%; (3) pengetahuan K3 dan sikap memiliki pengaruh yang positif terhadap kesiapan kesadaran berperilaku K3 dengan korelasi sebesar 0,593 dan kontribusi sebesar 35,2%.Kata Kunci: Â Pengetahuan K3, Sikap, Kesadaran Berprilaku, Bengkel Pemesinan
Usulan Perbaikan Efektivitas Mesin GDX2-NV dan C-600 melalui Fault Tree Analysis
PT. X merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur dan mempunyai proses produksi yang bersifat make to order yaitu produksi berdasarkan pesanan dengan menggunakan system inline dua mesin yang berkolaborasi yaitu mesin GDX2-NV dan C-600. Pemilihan mesin GDX2-NV dan C-600 sebagai obyek penelitian disebabkan karena mesin tersebut merupakan mesin yang pertama kali diterapkan sistem RTT dan selalu dipantau performance dan produktivitasnya oleh manajemen. Usaha perbaikan dalam praktiknya seringkali dianggap pemborosan karena tidak menyentuh akar permasalahan yang sebenarnya. Penyebab utamanya biasanya disebabkan karena operator tidak mendapat informasi yang jelas tentang akar permasalahan yang terjadi dan faktor-faktor penyebabnya, sehingga tim kurang efektif dalam mengatasi suatu masalah. Oleh karena itu Fault Three Analysis (FTA) merupakan salah satu metode yang mampu menjabarkan permasalahan dengan jelas agar dapat dilakukan peningkatan kinerja mesin dan peralatan secara optimal, yang pada ujungnya dapat meningkatkan produktivitas perusahaan. Usulan perbaikan dari sisi material pada unit foil dengan cara membuat ruangan untuk conditioning material sebelum digunakan, sedangkan pada unit innerframe dilakukan dengan improve dari sisi peralatan agar sensor diterapkan keterbaruan dan membuat join splicing otomatis sehingga stop karena material bisa berkurang dan produktifitas semakin meningkat
Analisa Produktivitas Berdasarkan Pendekatan Metode American Productivity Center (APC) Dan Marvin E Mundel Di CV. Nipson Industrial Coating
Persaingan bisnis yang sangat kompetitif saat ini menuntut setiap perusahaan untuk meningkatkan kinerjanya agar mampu bersaing dengan perusahaan lain. CV. Nipson Industrial Coating adalah perusahaan yang bergerak untuk memproduksi thinner dan coating. Perusahaan ini belum pernah melakukan pengukuran produktivitas. Oleh karena itu, penting dilakukannya pengukuran produktivitas guna mengetahui faktor yang menyebabkan terjadi penurunan produktivitas. Penelitian ini ditujukan untuk mengukur tingkat produktivitas, mencari akar permasalahan produktivitas dan memberikan suatu usulan peningkatan produktivitas. Perhitungan indeks produktivitas menggunakan metode American Productivity Center (APC) dan Marvin E Mundel. Input penelitian terdiri dari biaya tenaga kerja, material, energi dan modal dalam periode bulan Januari 2017 sampai Desember 2018. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa adanya penurunan produktivitas. Melalui metode APC didapat nilai rata-rata produktivitas total sebesar 95,72%. Sedangkan dengan metode Marvin E Mundel didapat nilai rata-rata produktivitas total sebesar 99,26%.Kata kunci: Indeks Produktivitas, American Productivity Center (APC), Marvin E Munde
Integrating the CARTER and KANO Models to Enhance Customer Satisfaction
This research is motivated by the importance of improving customer satisfaction, a key to business success, particularly for wood pellet products. The study aims to integrate the CARTER and Kano methods to identify service and product attributes affecting customer satisfaction and assist in determining effective improvement priorities. A quantitative research method was used to collect data through questionnaires. The CARTER method assesses customer satisfaction dimensions such as compliance, assurance, reliability, tangibles, empathy, and responsiveness, while the Kano method classifies service and product attributes into must-be, one-dimensional, and attractive categories. The results show that integrating these two methods allows for effective categorization of attributes, enabling the company to focus on improving product and service quality. Fulfilling basic needs is crucial to avoid dissatisfaction, while performance and attractive needs contribute to higher customer satisfaction. The empathy and responsiveness aspects of service also significantly influence positive customer perceptions. Through the comprehensive and practical framework resulting from the integration of the CARTER and Kano methods, companies can enhance customer satisfaction sustainably while maintaining competitiveness in the wood pellet marke
Peningkatan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan dengan SERVQUAL dan TRIZ (Studi Kasus : di PT Pos Indonesia KPRK Tuban)
Kualitas pelayanan merupakan kebutuhan sangat penting untuk setiap pelanggan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan di PT. Pos Indonesia Kprk Tuban. Hal pertama yang dilakukan, menentukan dan mengidentifikasi atribut kualitas pelayanan berdasarkan hasil penyebaran kuesioner. Lima dimensi yang digunakan, yaitu : fisik, kehandalan, ketanggapan, jaminan dan empati. Hasil pengolahan data didapatkan nilai rata-rata gap sebesar -0,05 (menerima kritik dan saran) dan gap tertinggi sebesar -0.45 (tempat parikir). Hal ini menunjukkan kepuasan konsumen belum tercapai. Selanjutnya dilakukan pembobotan dengan menggunakan AHP dengan hasil jaminan keamanan pengiriman dan penerimaan barang dengan bobot 0,105 dan kinerja karyawan tepat waktu dengan bobot 0,102. Kemudian digunakan metode TRIZ untuk perbaikan. Atribut yang menjadi perbaikan adalah kebersihan, tempat perkir, pelayanan yang membingungkan dan memberikan informasi yang jelas, memberikan keramahan serta menerima kritik dan saran
Desain Ulang Tata Letak Fasilitas Produksi Dengan Metode CRAFT Untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi Agregat
Tata letak pabrik adalah suatu landasan utama dalam dunia industri. Permasalahan tata letak pabrik maupun tata letak fasilitas dan peralatan produksi merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam peningkatan produktivitas perusahaan. Perancangan tata letak fasilitas mesin di dalam workshop PT. NIM masih belum optimal dan terdapat beberapa permasalahan. Selama ini PT. NIM belum pernah menerapkan teknik tata letak fasilitas produksi, baik itu tata letak mesin, bahan baku ataupun barang jadi. Tata letak yang diaplikasikan saat ini dilakukan berdasarkan intuisi semata. Hal ini dapat dilihat dari tidak adanya data material handling baik dari data jarak antar mesin, data pergerakan material maupun nilai ekonomis. Metode CRAFT (Computerizes Relative Allocation Facilities Technique) pada penelitian ini digunakan untuk memperbaiki tata letak fasilitas, hal ini dikarenakan metode CRAFT merupakan program tipe teknik heuristic dengan didasarkan pada interpretasi “Quadratic Assignment” dari proses tata letak fasilitas (layout), dan mempunyai kriteria berdasarkan tujuan guna meminimalisasi biaya perpindahan material. Hasil penelitian menunjukkan layout usulan dengan metode CRAFT memiliki nilai OMH sebesar Rp. 12.191.687 dengan selisih sebesar Rp. 203.174/bulan dari layout awal dan efisiensi jarak sebesar 22 m
OPTIMALISASI LINI PRODUKSI PADA PRODUK EJ0078 DENGAN VSM (VALUE STREAM MAPPING) DAN METODE ERCS-BASED LINE BALANCING (ELIMINATE, COMBINE, REARRANGE, SIMPLIFY) DI PT. XYZ, SURABAYA
PT XYZ has received an order for kick gear product EJ00078 that exceeds current production capacity. Therefore, production line improvements are required to address this problem and meet order demands. One of the main focuses for maximizing production capacity is to use value stream mapping techniques and ECRS (Eliminate, Combine, Relocate, Simplify) integration to identify waste and find the optimal solution to improve production results. It's about finding solutions. Value stream mapping identified a bottleneck in the bevel process that took 5 seconds, compared to only 2.5 seconds for other processes. This resulted in wasted time and increased wait times for products to be processed. Redesigning the touch station has streamlined the production process, reducing the time required for touch operations to 2.5 seconds, the same as other workstations. To minimize waste, further identification of waste was performed using the ECRS method. This includes the reorganization of the production area for EJ00078 units, the elimination and consolidation of the inspection process at each final workstation before the packing process for EJ00078 units. The testing process was simplified and expedited as automated testing was already in place at each workplace. The final final inspection only confirms that the product meets the prescribed standards
UPAYA PERCEPATAN PROYEK RUMAH HUNIAN DENGAN OPTIMALISASI BIAYA DI PT. XYZ DENGAN PENDEKATAN CPM & PERT
Waktu dan biaya penyelesaian proyek adalah hal penting yang harus direncanakan dan dikendalikan dalam pelaksanaan proyek. Untuk mendapatkan waktu dan biaya yang minimum tanpa harus mengurangi kualitas output yang dihasilkan, maka diperlukan suatu perencanaan jaringan kerja dan menyusun jadwal kerja yang optimum sehingga penyelesaian proyek selesai tepat pada waktunya. Pada proyek pembangunan rumah hunian di PT. XYZ terdapat 40 aktivitas kegiatan terdiri dari 6 sub kegiatan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut digunakan metode CPM untuk menganalisa penyelesaian proyek dengan efisiensi waktu dan metode PERT dengan tiga estimasi waktu untuk mengetahui tingkat probabilitas kemungkinan kurun penyelesaian proyek tepat waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode CPM didapatkan durasi waktu penyelesaian proyek normal adalah 446 hari, dengan biaya total penyelesaian proyek adalah Rp. 3.665.822.000 sedangkan dengan menggunakan metode PERT durasi penyelesaian proyek dengan nilai te = 444,5 hari dan titik proyek dipercepat (TPD) adalah 318 hari dengan biaya penyelesaian proyek adalah Rp. 3.115.926.000
PENGUKURAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA DENGAN PENDEKATAN HUMAN RESOURCES SCORECARD UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA
Perguruan tinggi adalah suatu pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi dan penelitian serta pengabdian masyarakat. Universitas Trunojoyo Madura sebagai satu-satunya perguruan tinggi negeri di Madura. Universitas Trunojoyo Madura mempunya visi dan misi yang harus didukung oleh sumber daya manusia yang mampu bersaing, kreatif, inovatif dan kompeten sehingga tujuan dan sasaran strategis yang telah dirancang dapat dicapai secara maksimal. Khususnya di Kantor Pusat atau Rektorat Universitas Trunojoyo Madura perlu melakukan pengukuran kinerja karyawan yang mengaitkan orang (SDM)-strategi-kinerja. Untuk menghasilkan unit lembaga pendidikan yang unggul dengan penerapan metode Human Resources Scorecard yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap lembaga pendidikan. Dalam studi ini, data diambil dari kuesioner dan penelitian dilakukan pada tenaga kependidikan (administrasi) di bagian Biro Umum dan Keuangan (BUK) dan Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAK) Rektorat Universitas Trunojoyo Madura. Dalam merancang sebuah Human Resources Scorecard menggunakan perspektif Financial, Customer, Internal Bisnnis, Learning and Growth dan dari perspektif tersebut diberikan bobot dengan indikator menggunakan metode Analytical Hierarchy Process. Nilai pembobotan dari perspektif Financial sebesar 20,84 sehingga mendapatkan warna kuning yang berarti kinerja belum mencapai target. Selanjutnya untuk perspektif Customer sebesar 11,70 yang mana mendapatkan warna kuning yang bermakna kinerja belum mencapai target. Berikutnya perspektif Internal Bisnnis sebesar 26,89 yang mana mendapatkan warna kuning yang bermakna kinerja belum mencapai target. Dan nilai perspektif Learning and Growth sebesar 25,30 yang mana mendapatkan warna hijau yang bermakna kinerja telah mencapai target. Berdasarkan hasil tersebut yang telah memenuhi target adalah perspektif Learning and Growth dan untuk perspektif lain yang belum mencapai target perlu memberikan inisiatif-inisiatif yang membangun dan ditingkatkan komunikasi disemua lini atau aspek
- …
