1,721,015 research outputs found

    Field Work Lecture Report The Role of Commission A DPRD North Sumatra in Supervision of the Performance of BNNP North Sumatra

    No full text
    29 HlmWawasan dan pengetahuan tidak semata-mata di dapat dari dalam ruang belajar. Salah satunya adalah dengan melaksanakan praktek di luar ruang belajar seperti contohnya kuliah kerja lapangan. Kegiatan praktek ini sangat bermanfaat terkhusus pada penulis, yang mana selain menambah wawasan dan pengetahuan juga menjadi semangat untuk lebih belajar lebih baik dan aktif. Hal-hal positif yang didapat di tempat kuliah kerja lapangan terkhusus di kantor DPRD Sumatera Utara menjadi motivasi bagi penulis bahwa setiap pelaksanaan yang baik maka akan diperoleh hasil yang baik. Kerja sama dan kesolidan dalam menjalankan program kerja sangat dibutuhkan untuk terealisasinya kegiatan yang baik. Keterlibatan dalam masyarakat juga tentunya menjadi faktor untuk adanva hubungan timbal balik agar berjalan nya suatu kegiatan yang baik pula. Saran, dalam sebuah instansi pemerintahan tidak terlepas dengan kebaikan maupun keburukan, namun sebagai mahasiswa yang profesional dan berpikir kritis segala yang berhubungan dengan hal positif akan kita dukung demi kemajuan dan kebaikan lndonesia. Begitu pula sebaliknya, jika berhubungan dengan hal yang negatif tentu kita juga kan kritik dan berikan solusi untuk kemajuan lndonesia juga tentunya

    Field Work Lecture Report The Effect of Administration in Improving Work Effectiveness at the Secretariat of the North Sumatra DPRD Office

    No full text
    25 HlmWawasan dan pengetahuan tidak semata-mata di dapat dari dalam ruang belajar. Salah satunya adalah dengan melaksanakan praktek di luar ruang belajar seperti contohnya kuliah kerja lapangan. Kegiatan praktek ini sangat bermanfaat terkhusus pada penulis, yang mana selain menambah wawasan dan pengetahuan juga menjadi semangat untuk lebih belajar lebih baik dan aktif. Hal-hal positif yang didapat di tempat kuliah kerja lapangan terkhusus di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah menjadi motivasi bagi penulis bahwa setiap pelaksanaan yang baik maka akan diperoleh hasil yang baik. Kerja sama dan kesolidan dalam menjalankan program kerja sangat dibutuhkan untuk terealisasinya kegiatan yang baik. Keterlibatan dalam masyarakat juga tentunya menjadi faktor untuk adanya hubungan timbal balik agar berjalan nya suatu kegiatan yang baik pula. SARAN, dalam sebuah instansi pemerintahan tidak terlepas dengan kebaikan maupun keburukan, namun sebagai mahasiswa yang profesional dan berpikir kritis segala yang berhubungan dengan hal positif akan kita dukung demi kemajuan dan kebaikan Indonesia. Begitu pula sebaliknya, jika berhubungan dengan hal yang negative tentu kita juga kan kritik dan berikan solusi untuk kemajuan Indonesia juga tentunya. Di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) banyak hal yang positif yang memang harus kita dukung untuk kemajuan yang direalisasikan dalam bentuk kegiatan-kegiatan pada umumnya

    Analysis of the Village Fund Allocation Program (ADD) in Village Community Empowerment in Bangun Sari Village, Tanjung Morawa District, Deli Serdang Regency in 2018

    No full text
    79 HalamanPenelitian ini di latar belakangi oleh Program Alokasi Dana Desa (ADD) dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa di Desa Bangun Sari yaitu program Pencegahan KDRT dari tujuh program yang telah ditetapkan di tahun 2018 ada beberapa program yang tidak dapat direalisasikan salah satunya adalah program Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan jumlah Rp 41.000.000-,. Penelitian ini menggunakan metodologi dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif dalam penelitian menggunakan teknik wawancara, observasi dan juga dokumentasi penelitian ini juga terdiri dari key informan, informan utama dan juga informan tambahan. Tujuan dari penelitian untuk menganalisis Program Alokasi Dana Desa (ADD) dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa di Desa Bangun Sari salah satuya yaitu Program Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam Pencegahan KDRT serta mengidentifikasi kendala dan hambatan dalam Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa Program Pencegahan KDRT. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam merealisasikan program haruslah mempunyai pengorganisasian, interprestasi dan juga penerapan dan aplikasi agar dapat direalisasikan dengan baik. Program Pencegahan KDRT sangatlah penting untuk direalisasikan dikarenakan program ini dapat megedukasi masyarakat awam tentang bagaimana pencegahan KDRT jika terjadi di dalam rumah tangga mereka, namun masih ditemukan kendala dan hambatan terhadap program yang tidak teralisasi yaitu Dana untuk Program tersebut masuk di akhir tahun, waktu yang terlalu singkat dan SDM yang tidak memadai kuota. This research is motivated by the village fund allocation program in empowering rural communities in the Bangun Sari village, namely the seven domestic violence prevention programs that have been set in 2018, there are sereval programs that can’t be realized, one wf which is the KDRT program with a total of Rp 41.000.000-,. This research uses descriptive qualitative research type method with interview, observation and documentation techniques. This research also consists of key informants, main and additional inforemants.the purpose of the study was to analyze the ADD program in empowering rural communities in the Bangun Sari village, namely village community empowerment in the KDRT and indentify constraints in ADD in empowering village communities to KDRT. The results of this study can be concluded that realizing the program must have organization, interpretation and application so that it can be well realized, KDRT program is very important to realized to educate the general public about how to prevent KDRT if it occurs in their household. However, there are still obstacles to the realization of the program, namely funds that arrive at the end of the yerar, a short period of time and inadequate quota

    Field Work Lecture Report Numbering System Office Notes General Section Secretariat of North Sumatra Province DPRD

    No full text
    32 HlmDalam pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan ini penulis mendapatkan banyak pengetahuan secara nyata dalam menerapkan ilmu yang diperoleh pada saat perkuliahan, sehingga dapat di praktekkan secara maksimal ketika melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan. Selain itu Kuliah Keria Lapangan adalah sarana bagi mahasiswa untuk mengenal dunia kerja nyata sekaligus mengenal lingkungan dan kondisi kerja yang nantinya akan dihadapi mahasiswa setelah lulus kuliah. Berdasarkan uraian kuliah kerja lapangan, maka dapat disimpulkan bahwa: Teori - teori yang telah diajarkan saat di perkuliahan ternyata banyak yang diterapkan pada saat Kuliah Kerja Lapangan namun masih banyak juga kekurangan seperti penomoran surat yang seharusnya harus sistematis artinya tidak boleh mundur tanggal. Bagian umum sekretariatan adalah pusat urusan yang di perlukan DPRD-SU karena tergantung pada Bagian ini seperti urusan administrasi, kepegawaian, urusan kue dan lainya

    The role of the Inner Village Consultative Body Making Regulations in Bangun Village Parbuluan District, Dairi Regency

    No full text
    112 HalamanBadan permusyawaratan desa murapakan salah satu lembaga yang sangat penting dalam pemerintahan desa, dan salah satu peran BPD adalah membahas dan merancang peraturan desa bersama kepala desa. untuk mengetahui bagaimana peran BPD dalam proses pembuatan perdes dan faktor apa yang menjadi penghambatnya.untuk menganalisis data penelitian ini mengunakan metode kualitatif.sumber data dalam penelitian ini adalah BPD,kepala desa,sekertaris desa beserta aparat desa,ketua karang taruna dan masyarakat setempat Dan teknik pengumpulan data yaitu observasi,wawancara,dan dokumentasi. untuk hasil dari pengumpulan data tersebut yaitu didalam pelaksanaan peran BPD selama proses perancangan hingga selesainya perdes dilihat dari tiga indikator yaitu peran aktif,peran parsipatif dan pasif. The village consultative body is one of the most important institutions in village government, and one of the BPD's roles is to discuss and draft village regulations with the village head. to find out the role of the BPD in the process of making village regulations and what factors hinder it. To analyze this research data using qualitative methods. The data sources in this research are the BPD, village head, village secretary and village officials, the chairman of the youth organization and the local community. And data collection techniques are observation, interviews and documentation. The results of the data collection are in implementing the role of the BPD during the design process until the completion of the village regulations, seen from three indicators, namely active role, participative role and passive role

    Bureaucratic Pathology in Public Services (Study of Population Administrative Services at Bandar Selamat Urban Village Office)

    No full text
    77 halamanTujuan dari penelitian ini untuk mengetahui berbagai bentuk patologi birokrasi dan faktor-faktor penyebabnya di Kantor Kelurahan Bandar Selamat khusunya dalam Pelayanan Pembuatan Kartu Tanda Penduduk Dan Kartu Keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan tipe penelitian deskriptif. Adapun informan penelitian ini yaitu: para pegawai yang bekerja dikantor Kelurahan Bandar Selamat Bapak Lurah, Staf Pegawai, Kepala lingkungan dan informan selanjutnya adalah tokoh masyarakat setempat. Data yang diperoleh dari hasil wawanacara antara para pegawai dan masyarakat yang hampir dilakukan selama sebulan dilapangan kemudian data di analisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian dilakukan maka diperoleh hasil 1)Pelayanan administrasi kependudukan di kelurahan bandar selamat terbilang cukup baik namun, masih ditemukan beberapa tindakan patologi birokrasi khususnya dalam perilaku yang bersifat disfungsional di kantor kelurahan bandar selamat seperti mutu pelayanan yang rendah, kurang displin, daya tanggap rendah, gratifikasi, serta pelayanan yang terbilang masih berbeli-belit. 2)Berdasaran kasus yang penulis temukan di kantor kelurahan bandar selamat, ada factor-faktor yang menyebabkan tindakan patologi tersebut dalam hal pelayanan Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga yakni: lemahnya moral, pengawasan yang lemah, sanksi yang tidak tegas, dan rendahnya pengetahuan, dan keterampilan aparatur. The purpose of this study is to determine the various forms of bureaucratic pathology and the factors that cause it in the keluruahan city office, especially in the service of making identity cards and family cards. This study uses a qualitative approach and descriptive research type. The informants of this research are: employees who work in the urban village office of the bandar Selamat Mr. Lurah, staff staff, the head of the environment and the next informants are local community leaders. The data obtained from the results of interviews between employees and the community were carried out for almost a month in the field, then the data were analyzed in a qualitative descriptive manner. Based on the research conducted, the results obtained 1) Population administration services in the urban village of Kota Selamat are quite good, however, there are still some actions of bureaucratic pathology, especially in dysfunctional behavior in the urban village office of Kota Selamat such as low service quality, lack of discipline, low responsiveness, gratuities, and services that are still somewhat convoluted. 2) Based on the case that the author found in the urban village office of Kota Selamat, there are factors that cause this pathological action in terms of the service of the National Identity Card and Family Card, namely: weak morale, weak supervision, indecisive sanctions, and low knowledge, and apparatus skills

    Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Kinerja Kepala Desa di Kecamatan Pantai Labu

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh Tingkat Pendidikan terhadap Kinerja Kepala Desa di Kecamatan Pantai Labu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kombinasi. Johnson dan Cristense (2007) memberikan defenisi tentang metode penelitian kombinasi ( Mixed Research) Sebagai berikut “Penelitian yang mengabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif”. Creswell (2009) menyatakan bahwa , metode ini sering disebut sebagai metode multimethods (penggunaan multi metode), convergence ( dua metode bermuara ke satu), integrated (integrasi dua metode) and combine (kombinasi dua metode). Jadi dalam penelitian ini penulis mengunakan metode kombinasi sequential explanatory design. Dalam Metode Kuantitatif variabel independen dalam penelitian ini adalah Tingkat Pendidikan, sedangkan variabel dependennya adalah Kinerja Kepala Desa. Penelitian ini merupakan penelitian survei. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebayak 19 responden yang bekerja sebagai Kepala Desa yang ditentukan dengan mengunakan teknik sampling untuk tujuan tertentu (Purposive Sampling). Data analisis mengunakan teknik korelasi untuk mengetahui pengaruh variabel independen dan dependen secara parsial digunakan Uji t. Sedangkan untuk mengetahui pengaruh variabel independen dengan dependen secara serentak, digunakan uji F. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan tingkat signifikan p = 0,05 secara simultan dan secara parsial variabel tingkat pendidikan berpengaruh terhadap kinerja Kepala Desa di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang. Sedangkan dalam Metode Kualitatif, Teknik Pengumpulan Data dengan mengunakan Teknik Wawancara yang kemudian akan dilakukan perbandingan antara Analisis Data Kuantitaif dan Kualitatif, apakah terdapat perbedaan atau bahkan memiliki kesamaan.This studyaims to see the effect of the level of education on the performance of village heads in Pantai Labu sub-district. The research method used in the study is a combination. Johnson and Cristense (2007) provide definition of mixed research methods as follows “ research methods as follows “research that combines quantitative and qualitative approaches” creswell (2009) states that, this method is often referred to as the multi method method ( the use of two methods) integrated (two methods emties into one) integrated ( integration of two methods) and combine (a combination of two methods). So in this study the author use s a sequential explanatory design combination method. In the quantitative method the independent variable in this study is the level of education , while the dependent variable is the performance of the village head. This research is survey were 19 respondents who worked as village heads determined by using sampling techniques for specific purposes ( purposive sampling). Analysis data used correlation techniques to determine the effect of the independent variables and partially dependent t tedt used. Independent variable with simultaneous dependence used test f. The results of this study indicate that with a significant level of P = 0.05 simultaneously and partially the level of education influences the performance of village heads in the district of pantai pumpu deli district, while in the qualitative method, the technique of collecting data used interview techniques which will then be carried out. Comparation between quantitative and qualitative data analysis, there are differences or even similarities

    Field Work Lecture Report Analysis of Commission A DPRD North Sumatra in the Supervision of the North Sumatra Provincial Government General Administration

    No full text
    30 HlmKuliah Kerja Lapangan (KKL) merupakan salah satu mata kuliah wajib dalam setiap perkuliahan untuk menyelesaikan program studi yang diambil. Dimana, KKL adalah bentuk kegiatan dilakukan mahasiswa/i untuk terjun langsung dalam dunia kerja di instansi atau perusahan-perusahan terkait. Agar mahasiswa/i dapat merasakan langsung dunia kerja. Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ini tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa untuk terjun langsung kedalam dunia kerja dan merasakan apa yang ada di lapangan, tetapi Kuliah Kerja Lapangan ini juga mempunyai manfaat untuk Fakultas Fisipol Universitas Medan Area itu sendiri dan Instansi terkait. Salah satu manfaat Kuliah Kerja Lapangan bagi Fakultas Fisipol Universitas Medan Area, yaitu: a) Menjalin hubungan dan kerjasama yang baik antara Fakultas Fisipol Universitas Medan Area dengan instansi dalam pelaksanaan Praktik Kuliah Kerja Lapangan pada waktu yang akan datang. b) memperoleh umpan balik dalam upaya penyempurnaan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan instansi perusahaan serta tuntutan pembangunan pada umumnya. c) mengetahui atau menilai kemampuan mahasiswa dalam menyerap dan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di masa perkuliahan dan Dalam mewujudkan good goverment harus ada pengawasan legislatif terhadap eksekutif agar tidak terjadi kekuasaan yang absolut dan untuk menciptakan kesejahteraan rakyat provinsi sumatera utara

    Field Work Lecture Report Analysis of the Role of Commission A DPRD North Sumatra as a Mediator for Agrarian Conflict Resolution in North Sumatra

    No full text
    30 HlmKonflik agraria di Indonesia dan Sumatera Utara Khususnya sepertinya telah menjadi persoalan tanpa ujung. Yang terjadi bukan hanya tidak dapat diselesaikannya kasus-kasus lama, namun eskalasi konflik-konflik baru juga mengalami peningkatan sampai pada titik yang cukup mengkhawatirkan. Rasio jumlah tanah untuk pertanian dengan jumlah kebutuhan penduduk terhadap tanah yang timpang, serta tidak ditempatkannya investasi pengelolaan sumber daya alam pada areal yang bijak, disinyalir menyadi penyebab utama mengapa konflik agraria di lndonesia menjadi semakin kompleks. Komisi A DPRD Sumatera Utara dalam hal membantu penyelesaiaan permasalahan agraria baik itu antara individu dengan individu, individu dengan perusahaan/ instansi ataupun perusahaan/ instansi dengan kelompok masyarakat melalui mediasi Rapat dengar Pendapat (RDP) dan melakukan kunjungan langsung ke lokasi untuk meninjau langsung ke lapangan terkait permasalahan yang sedang terjadi

    Peran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam Menertibkan Bangunan Liar di Kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau

    Full text link
    Banyaknya bangunan liar yang ditertibkan di daerah median jalan kecamatan Bagan Sinembah tidak terlepas dari kinerja aparat Satuan Polisi Pamong Praja. Hal ini memberi arti bahwa Satuan polisi Pamong Praja merupakan aparat yang sangat dibutuhkan oleh Kepala Daerah Kabupaten Rokan Hilir dalam pemeliharaan ketenteraman, ketertiban dan penegakan Peraturan Daerah. Oleh karena itu permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana peran Satuan Polisi Pamong Praja dalam menertibkan bangunan liar di kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau 2) Faktor-faktor yang menjadi penghambat Satuan Polisi Pamong Praja dalam menertibkan bangunan liar di Kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau. Penelitian ini juga tidak terlepas dari beberapa unsur, diantaranya adalah peraturan, lembaga dan sumber daya manusia yang ada di penegak peraturan daerah itu sendiri. Penulis menggunakan metode kualitatif sebagai metode analisis data yang mengambil lokasi penelitian pada kantor Satuan Polisi Pamong Praja, kantor Camat, dan Kelurahan Bahtera Makmur Kota. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala Satuan Polisi Pamong Praja, kepala bidang ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat, anggota Satuan Polisi Pamong Praja, pegawai kantor Camat Bagan Sinembah dan masyarakat yang terkena dampak penertiban. Data dikumpulkan berdasarkan dengan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran Satuan Polisi Pamong Praja dalam menertibkan bangunan liar di kecamatan Bagan Sinembah kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau dimulai dari proses sosialisasi, pendataan, himbauan hingga penertiban dilakukan.This research is aimed to know the role of Public Order Agency in curbing illegal buildings especially for regulation, institution, and human resources in the implementation of that role. The problems on this research would discuss about: 1) The role of Public Order Agency in curbing illegal buildings in Bagan Sinembah, Rokan Hilir, Riau. 2) The factors which became an obstacle for Public Order Agency in curbing illegal buildings in Bagan Sinembah, Rokan Hilir, Riau. This research used qualitative method as a data analysis method in the office of Public Order Agency. The source of data on this research is the head of Public Order Agency, the head of public order and a public comfort, the member of Public Order Agency, sub-district office employee of Bagan Sinembah and the society affected by the enforcement. The data were collected based on doing an interview and documentation. The result of this research showed that the role of Public Order Agency in curbing illegal buildings in Bagan Sinembah, Rokan Hilir, Riau started from socialization, data collection, an appeal, until the control was done
    corecore