94 research outputs found

    Maktabat Al Muthanna Correspondence 1948

    No full text
    Telegram from Qasim Al-Rajab to Naguib, reporting a 50-pound folded bag to be registered, raising concern over a lawsuit by al-Rasafi’s author due to delays, and lamenting dependence on Naguib for timely work. He stresses prioritizing quality over cost, notes upcoming summer travel risking loss of an important client, and voices frustration with publication and notebook delays. He inquires about better coordination and requests a collection of books to restore their professional relationship.برقية من قاسم الرجب إلى نجيب يُبلغ فيها عن كيس مطوي يحتوي على ٥٠ جنيهاً يجب تسجيله، ويُعرب عن قلقه من دعوى قضائية محتملة من مؤلف كتاب الرصافي بسبب التأخيرات، كما يأسف لاعتماده على نجيب في إنجاز الأعمال في الوقت المناسب. يشدد على ضرورة إعطاء الأولوية للجودة على حساب الكلفة، ويشير إلى رحلته الصيفية القادمة التي قد تؤدي إلى خسارة عميل مهم، ويعبر عن استيائه من التأخير في النشرات والدفاتر. كما يستفسر عن تنسيق الجهود لتحسين الإدارة ويطلب مجموعة من الكتب لإصلاح العلاقة المهنية بينهما

    The Relationship of Individual Perceptions About Work and Job Stress With Employee Performance at Pt Musimas Medan (Quantitative Study on Employees at Pt Musimas Medan)

    No full text
    157 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi individu tentang pekerjaan dan stres kerja dengan prestasi kerja karyawan PT Musimas Medan. Metode penelitian adalah kuantitatif jenis deskriptif korelatif dengan pola kajian korelatif dengan menempatkan variabel penelitian dalam dua kelompok yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Populasi penelitian adalah karyawan PT Musimas Medan sebanyak 186 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Proportional Random Sampling dengan jumlah sampel terpilih sebanyak 47 orang, metode pengumpulan data menggunakan skala persepsi individu tentang pekerjaan, stres kerja dan prestasi kerja. Analisis data penelitian menunjukkan bahwa (1) ada hubungan yang positif yang sangat signifikan skala persepsi individu tentang pekerjaan dengan prestasi kerja karyawan PT. Musimas, yang ditunjukkan oleh koefisien rxy = 0,725 dengan p < 0,01; (2) ada hubungan positif yang signifikan stres kerja dengan prestasi kerja karyawan PT. Musimas yang ditunjukkan oleh koefisien koefisien rxy = 0,711 dengan p < 0,01; untuk kedua hipotesis di atas digunakan teknik analisis product moment; (3) hubungan yang signifikan persepsi individu tentang pekerjaan dengan dan stres kerja dengan prestasi kerja karyawan/individu PT. Musimas yang ditunjukkan oleh koefisien F = 9,444 ; R = 0,734; R2 = 0,539 dengan p < 0,01. Selanjutnya Standard error of estimate (SEE) sebesar 9,444 dan korelasi ketiga variabel yaitu R = 0,679 sedangkan besaran pengaruh ketiganya R2 = 0,539 dengan p < 0,01 dengan arti besaran pengaruh yaitu 53,9 %. Hipotesis ketiga dalam penelitian adalah menggunakan analisis Regresi Berganda. This study aims to determine whether there is a relationship between individual perceptions of work and job stress with the work performance of employees of PT Musimas Medan. The research method is quantitative descriptive correlative type with a correlative study pattern by placing the research variables into two groups, namely the independent variable and the dependent variable. The study population was the employees of PT Musimas Medan. The sampling technique used was proportional random sampling technique with a total sample size of 47 people, the data collection method used a scale of individual perceptions about work, job stress and job performance. Analysis of research data shows that (1) there is a very significant positive relationship between the scale of individual perceptions of work with the work performance of employees of PT. Musimas, which is indicated by the coefficient of rxy = 0.725 with p <0.01; (2) there is a significant positive relationship between job stress and work performance of employees of PT. Musimas is indicated by the coefficient coefficient rxy = 0.711 with p <0.01; For the two hypotheses above, the product moment analysis technique is used; (3) a significant relationship between individual perceptions of work and job stress and work performance of employees / individuals of PT. Musimas is indicated by the coefficient F = 9,444; R = 0.734; R2 = 0.539 with p <0.01. Furthermore, the standard error of estimate (SEE) is 9.444 and the correlation of the three variables is R = 0.679, while the magnitude of the effect of the three is R2 = 0.539 with p <0.01, which means the amount of influence is 53.9%. The third hypothesis in this study is to use multiple regression analysis

    Kontribusi Kecerdasan Emosi, Motivasi Belajar dan Cara Berpikir Terhadap Keberhasilan Problem Based Learning

    Get PDF
    Tuntutan reformasi telah membawa perubahan tatanan dan pembaharuan di berbagai bidang kehidupan di Indonesia. Perubahan dan pembaharuan itu menuntut penyesuaian visi, misi, tujuan dan strategi agar selalu dapat rnemenuhi tuntutan kebutuhan zaman, demikian halnya dengan sistem pendidikan nasional. Pembaharuan pendidikan tersebut dilakukan secara terencana, terarah dan berkesinambungan sehingga mampu menjamin pemerataan kesernpatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk dapat rnenghadapi tantangan dan tuntutan perubahan baik pada tingkat lokal, nasional maupun regional. Masyarakat dan bangsa Indonesia perlu dipersiapkan memasuki milenium ketiga dengan tuntutan-tuntutan global. Pendidikan di Indonesia termasuk pendidikan tinggi, belum bermakna bagi peningkatan kualitas manusia Indonesia. Kehidupan moral, etos kerja, kemampuan dan keterampilan yang masih rendah. Kehidupan global menuntut penguasaan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, pendidikan tinggi belum sepenuhnya dapat memenuhi tuntutan-tuntutan tersebut. Jatuh bangunnya kualitas pendidikan di Indonesia disebabkan sering berubahnya kurikulum yang diterapkan pada pembelajaran. Fenomena yang sering terjadi di Indonesia yaitu setiap pergantian kabinet pemerintahan, dalam hal ini menteri pendidikan, berubah pula kurikulum yang diterapkan. Metode konvensional juga sudah banyak dikritik dan dituntut untuk diperbaiki. Pembelajaran konvensional yang sifatnya searah yaitu dari dosen ke mahasiswa dan mahasiswa hanya pasif menerima materi dari dosen, sekarang dianggap cara yang kurang tepat lagi. Diperlukan metode pembelajaran yang lebih efektif yaitu membuat mahasiswa lebih aktif dalam proses pembelajaran. Salah satu metode pembelajaran yang sudah diterapkan diperguruan tinggi yaitu metode Problem Based Learning (Jogiyanto, 2006). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kontribusi Kecerdasan Emosi dan Motivasi Belajar dengan Cara Berpikir terhadap keberhasilan Problem Based Learning. Hasil penelitian menyatakan bahwa Kecerdasan Emosional, Motivasi Belajar, Cara berpikir tidak berkontribusi secara signifikan terhadap terhadap keberhasilan, hal ini disebabkan ada faktor lain yang dapat menentukan keberhasilan problem based learning. seperti problem solving dan cara berpikir kritis

    Pengaruh Bermain Anyaman dalam Meningkatkan Perkembangan Motorik Halus dan Kemandirian Anak Raudhatul Atfhal Abatasa Yapuspenda Kota Medan Sumatera Utara Tahun 2017

    Get PDF
    Usia anak pada masa taman kanak-kanak merupakan fase fundamental yang akan menentukan kehidupnnya di masa mendatang. Oleh karena itu tugas perkembangan pada masa anak-anak harus diperhatikan dan dikembangkan dengan maksimal agar tugas perkembangan pada tahap selanjutnya tidak terganggu. Tugas perkembangan pada rentang masa kanak-kanak terdapat delapan hal, diantaranya adalah: belajar menguasai keterampilan motorik halus dan kasar dan berkembang menjadi pribadi yang mandiri. Terdapat beberapa hal yang dapat meningkatkan perkembangan motorik halus dan kemandirian anak, salah satunya dengan bermain anyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh bermain anyaman dalam meningkatkan perkembangan motorik halus dan kemandirian anak. Penelitian ini merupakan penelitian Pretest Posttest One Group Design. Populasinya adalah peserta didik rombel B1 dan B2 pada raudhatul atfhal ABATASA YAPUSPENDA Medan sejumlah 32 orang. Jumlah sampel sebanyak 32 orang yang dipilih dengan teknik Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis uji-t. Hasil analisis data menunjukkan: (1) terdapat pengaruh bermain anyaman dalam meningkatkan perkembangan motorik halus anak di raudhatul atfhal ABATASA YAPUSPENDA Medan, dan (2) terdapat pengaruh bermain anyaman dalam meningkatkan kemandirian anak di raudhatul atfhal ABATASA YAPUSPENDA Medan.Childs during childhood is a fundamental phase that will determine their future in life. Therefore the task of development in the childhood should be considered and developed with the maximum so that the task of development in the next stage is not disturbed. Developmental tasks in the childhood range are eight things, among which are: learning to master fine motor skills and rough and develop into an independent person. There are several things that can improve the smooth motor development and independence of children, one of them is playing webbing. This research aims to describe the effect of playing webbing in improving the development of fine motor and child independence. This research is Pretest Posttest One Group Design research. The population is students B1 and B2 group on raudhatul atfhal ABATASA YAPUSPENDA Medan number 32 people. The number of samples of 32 people selected by Simple Random Sampling technique. The instrument used is an observation sheet. Data were analyzed using t-test analysis technique. The results of this research are: (1) there is influence of playing webbing in improving the fine motor development of children in raudhatul atfhal ABATASA YAPUSPENDA Medan, and (2) there is influence of playing webbing in improving children independence in raudhatul atfhal ABATASA YAPUSPENDA Medan

    Pengaru Konseling Kreatif dan Rasa Percaya Diri Terhadap Penyesuaian Diri dengan Teman Sebaya di SMA Negeri 1 Kuta Cane di Aceh Tenggara

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling kreatif dan rasa percaya diri terhadap penyesuaian diri dengan teman sebaya siswa SMA Negeri 1 Kuta Cane. Penelitian menggunakan metode quasi-eksperiment dengan desain 2 x 2 faktorial. Dengan karakteristik subjek penelitian laki-laki dan perempuan yang mengalami masalah penyesuaian diri. Populasi penelitian seluruh siswa/siswi kelas X SMA Negeri 1 Kuta Cane. Teknik Pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Sampel penelitian sebanyak 54 orang, terdiri dari 30 siswa kelompok eksperimen dan 24 siswa kelompok kontrol. Instrumen penelitian adalah angket penyesuaian diri dan angket percaya diri. Analisis data dilakukan dengan menggunakan ANAVA dua jalur dengan taraf signifikan 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) terdapat pengaruh penyesuaian diri siswa yang diberi layanan konseling kreatif lebih baik dari pada siswa yang diberi layanan konseling konvensional di SMA Negeri 1 Kuta cane dengan nilai Fhitung>Ftabel sebesar 12,297 > 2,53, bahwa siswa yang diberikan perlakuan konseling kreatif lebih terbuka dalam mengungkapkan masalahnya dengan menggunakan teknik figurin, clay, dance dan bermain peran. (2) siswa yang memiliki rasa percaya diri tinggi lebih mudah dalam menyesuaikan diri dengan baik dari pada siswa yang memiliki rasa percaya diri rendah pada siswa SMA Negeri 1 Kuta Cane. Siswa yang memiliki rasa perccaya diri yang tinggi dengan nilai Fhitung>Ftabel sebesar 14,626 > 2,53, bahwa siswa yang memiliki rasa percaya diri tinggi lebih mudah dalam menyesuaikan diri yang dilakukan dengan menggunakan teknik figurin, clay, dance dan bermain peran. (3) Adanya interaksi secara simulasi antara konseling kreatif dan rasa percaya diri terhadap penyesuaian diri siswa SMA Negeri 1 Kuta cane dengan nilai Fhitung>Ftabel sebesar 18,378 Ftable of 12.297> 2.53, that students who given creative counseling treatment more openly in expressing the problem by using figurine techniques, clay, dance and role playing. (2) students who have high self-confidence are easier to adjust well than students who have low self-confidence in students of SMA Negeri 1 Kuta Cane. Students who have high self-confidence with Fcount> Ftable of 14.662> 2.53, that students who have high self-esteem are easier to adjust to which are done using figurine, clay, dance and role playing techniques. (3) There is a simulation interaction between creative counseling and self-confidence in the adjustment of the students of SMA Negeri 1 Kuta cane with a Fcount> Ftable value of 18,378 <0.53. Students who are given creative counseling treatment are easier to increase their self-confidence and adaptation than students who are not given treatment. The results showed that the influence of creative counseling and self-confidence in adjusting to peers in SMA Negeri 1 Kuta cane

    The Relationship of Self Regulated Learning and Achievement Motivation with Academic Procrastination of Electrical Engineering Students at SMKN 1 Percut Sei Tuan

    No full text
    188 HalamanBerdasarkan hasil uji hipotesis yang telah diuraikan sebelumnya, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1. Terdapat hubungan negatif antara Self Regulated Learning dengan Prokrastinasi Akademik di SMKN 1 Percut Sei tuan Teknik Jaringan Tenaga Listrik dengan tingkat korelasi tinggi dan nilai koefisien rx1y = 0,799 dengan p = 0,000 < 0,050. Koefisien determinan (r2) dari hubungan self regulated learning dengan prokrastinasi akademik adalah sebesar (r2)= 0,654. 2. Terdapat hubungan negatif antara Motivasi Berprestasi dengan Prokrastinasi Akademik di SMKN 1 Percut Sei tuan Teknik Jaringan Tenaga Listrik dengan tingkat korelasi tinggi dan nilai koefisien rx2y = min 0,092 dengan p = 0,32 < 0,050. Koefisien determinan (r2) dari hubungan motivasi berprestasi dengan variabel terikat prokrastinasi akademik adalah sebesar (r2) = 0,654. Based on the results of the hypothesis testing that has been described previously, it can be concluded several things as follows: 1. There is a negative relationship between Self Regulated Learning and Academic Procrastination at SMKN 1 Percut Sei Tuan Electrical Power Network Engineering with a high correlation level and the coefficient value of rx1y = 0.799 with p = 0.000 < 0.050. The determinant coefficient (r2) of the relationship between self-regulated learning and academic procrastination is (r2) = 0.654. 2. There is a negative relationship between Achievement Motivation and Academic Procrastination at SMKN 1 Percut Sei Tuan Electrical Power Network Engineering with a high correlation level and the coefficient value of rx2y = min 0.092 with p = 0.32 < 0.050. The determinant coefficient (r2) of the relationship between achievement motivation and the dependent variable of academic procrastination is (r2) = 0.654

    The Relationship of Work Experience and Self Efficacy with Organizational Commitment on Employee at Biro Humas dan Keprotokolan of North Sumatera

    No full text
    99 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengalaman kerja dan self efficacy dengan komitmen organisasi pegawai pada Biro Humas dan Keprotokolan Sumatera Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah Pegawai Biro Humas dan Keprotokolan Sumatera Utara sebanyak 51 orang. Teknik pengambilan sampel adalah sampel jenuh yaitu teknik penentuan sampel dengan cara mengambil beberapa anggota populasi sebagai responden. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis, uji hipotesis uji F untuk hipotesis simultan dan Koefisien Determinasi (R2) yang pengolahannya dilakukan dengan bantuan program SPSS 23.0. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu: Pengalaman kerja (X1) memiliki nilai pearson correlation sebesar 0,291 dengan nilai signifikansi sebesar 0,01 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa pengalaman kerja memiliki hubungan terhadap komitmen organisasi tingkat hubungan rendah. Self efficacy (X2) memiliki nilai pearson correlation sebesar 0,531 dengan nilai signifikansi sebesar 0,00 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa self efficacy juga memiliki hubungan terhadap komitmen organisasi tingkat hubungan sedang. Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,323 dapat disimpulkan bahwa pengalaman kerja dan self efficacy memiliki hubungan terhadap komitmen organisasi sebesar 32,3%. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka peneliti mengajukan saran bahwa Pegawai Biro Humas dan Keprotokolan Sumatera Utara harus meningkatkan kualitas diri dengan mengikuti pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan Humas dan Keprotokolan serta melakukan diskusi dengan pegawai yang lebih senior dengan melihat track record pegawai senior tersebut sehingga meningkatkan pengalaman dan keyakinan diri terhadap pekerjaan kehumasan dan keprotokolan yang mana akan memperkuat komitmen pegawai dalam organisasi. This research aims to know the relationship of work experience and self efficacy with the commitment of the officers at Biro Humas dan Keprotokolan of North Sumatra. The methods used in this research is quantitative models with the korelasional approach. The population in this study was an employee of the Biro Humas dan Keprotokolan of North Sumatra as much as 51 employees. Sampling technique is the saturated samples namely determination of samples by taking some members of the population as the respondent. Measuring instrument used in this study is a questionnaire. The method in this research is descriptive analysis method, test the hypothesis test F for simultaneous determination of Coefficients and hypothesis (R2) that of processing carried out with the help of SPSS program 23.0. The conclusions of this study, namely: work experience (X1) has a value of pearson correlation of 0.291 significance value of 0.01 0.05 so that < concluded that work experience have a relationship against the organizational commitment the low level of the relationship. Self efficacy (X2) has a value of pearson correlation of 0.531 significance value of 0.05 0.00 < so it can inferred that self efficacy also has relations against the level of organizational commitment relationship. The coefficient of determination (R2) of 0.323 can be concluded that the work experience and self efficacy have a relationship against the organizational commitment of 32.3%. Based on the results of this research, then the researchers ask the suggestion that employees atBiro Humas dan Keprotokolan of North Sumatra should improve the quality of themselves by following a training-training related to public relations and protocol and conduct discussions with more senior officers so as to improve the experience and beliefs themselves against the work of public relations and protocol which will reinforce the commitment of the employees in the organization

    Relationship between Leader Member Exchange (LMX) and Job Satisfaction with Organizational Commitment to Educators (GADIK) State Police School of North Sumatra Regional Police

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan Leader Member Exchange Dan Kepuasan Kerja Dengan Komitmen Organisasi Pada Tenaga Pendidik Sekolah Polisi Negara Kepolisian Daerah Sumatera Utara. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan Leader Member Exchange Dan Kepuasan Kerja Dengan Komitmen Organisasi Pada Tenaga Pendidik Sekolah Polisi Negara Kepolisian Daerah Sumatera Utara. Penelitian dilakukan terhadap 75 orang tenaga pendidik. Pengumpulan data adalah metode skala, yaitu skala Leader Member Exchange, skala kepuasan kerja dan skala komitmen organisasi. Sebelum skala digunakan dilakukan ujicoba skala terhadap 40 orang tenaga pendidik PNS/sipil. Data dianalisis menggunakan Regresi Berganda. Hasil penelitian menunjukkan ; Ada hubungan yang sangat signifikan antara leader member exchange dan kepuasan kerja dengan komitmen organisasi. Hasil ini ditunjukkan dengan koefisien Freg = 205,538 ; sig < 0,010. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat dinyatakan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dinyatakan diterima. Kedua variabel dalam penelitian ini, yakni leader member exchange dan kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi adalah sebesar 84,8%. Artinya kedua variabel (leader member exchange dan kepuasan kerja) memberikan kontribusi sebesar 84,8% terhadap tinggi rendahnya komitmen organisasi. Secara terpisah, leader member exchange memberikan kontribusi sebesar 66,9% terhadap tinggi rendahnya komitmen organisasi, sementara kepuasan kerja memberikan kontribusi sebesar 83,3% terhadap tinggi rendahnya komitmen organisasi. Berdasarkan hasil ini, diketahui bahwa total sumbangan kedua variabel bebas terhadap variabel terikat adalah sebesar 84,8%. Berarti masih terdapat 15,2% pengaruh dari variabel lain terhadap komitmen organisasi, dimana faktorfaktor lain tersebut dalam penelitian ini tidak dilihat, diantaranya adalah faktor personal atau individual diantaranya kualitas kehidupan kerja, faktor organisasional berupa iklim organisasi, dan faktor non organisasional.This research aims to look at the relationship of Leader Member Exchange and job satisfaction With organizational commitment on the Educators Schools State Police North Sumatera regional police. The hypothesis proposed is no relationship Leader Member Exchange and Organizational Commitment job satisfaction In Educators School State Police North Sumatera regional police. Research done to 75 people educators. Data collection is a method of scale, i.e. the scale of Leader Member Exchange, the scale of the job satisfaction and organizational commitment scale. Before the scale used is done against 40 scale test people educators of CIVIL SERVANTS/civil. The data were analyzed using Multiple Regression. The results showed; There is a very significant relationship between leader member exchange and job satisfaction with the commitment of the organization. This result was shown by F reg coefficient = 205.538; SIG < 0.010. Based on the results of this study, it can be stated that the hypothesis presented in this research were declared admissible. Both variables in this study, namely the leader member exchange and job satisfaction towards organizational commitment is 84.8%. This means that these two variables (leader member exchange and job satisfaction) contribute to a high of 84.8% against low organizational commitment. Separately, leader member exchange contribute of 66.9% against high low organizational commitment, while contributing to job satisfaction of 83.3% against high low organizational commitment. Based on these results, note that the total contribution of both the free variable is bound to a variable against amounting to 84.8%. Means there is still a 15.2% the influence of other variables against the commitment of organizations, where these other factors in this study are not seen, which are personal or individual factors include the quality of working life, the form of organizational climate organizational organizational factors, and non

    The Effect of Emotional Intelligence and Employee Motivation on Employee Job Satisfaction of Sosopan Public Health Center, Padang Lawas Regency

    No full text
    92 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap kepuasan kerja pegawai Puskesmas Sosopan, Kabupaten Padang Lawas, untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap kepuasan kerja pegawai Puskesmas Sosopan, Kabupaten Padang Lawas dan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional dan motivasi belajar secara simultan terhadap kepuasan kerja pegawai Puskesmas Sosopan, Kabupaten Padang Lawas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah pegawai Puskesmas Sosopan Kecamatan Sosopan Kabupaten Padang Lawas sebanyak 66 orang. Data dianalisis dengan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai pada Puskesmas Sosopan Kabupaten Padang Lawas, dengan nilai t-hitung untuk kecerdasan emosional adalah sebesar 3,211 > 2,001 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,002. Motivasi belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai pada Puskesmas Sosopan Kabupaten Padang Lawas, dengan nilai t-hitung untuk variabel motivasi belajar adalah sebesar 8,197 > 2,001 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,002. Kecerdasan emosional dan motivasi belajar secara serempak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada Puskesmas Sosopan Kabupaten Padang Lawas, dengan nilai Fhitung sebesar 138,392 > F tabel sebesar 3,153. Koefisien determinasi diperoleh 0,815, dimana 81,50 % variasi kepuasan kerja dapat dijelaskan oleh kecerdasan emosional dan motivasi belajar, sedangkan sisanya 18,50 % lagi dijelaskan oleh faktor lain, yaitu seperti lingkungan kerja dan disiplin kerja. This study aims to determine the effect of emotional intelligence on job satisfaction of Sosopan Health Center employees, Padang Lawas Regency, to determine the effect of learning motivation on Sosopan Health Center employee job satisfaction, Padang Lawas District and to determine the effect of emotional intelligence and learning motivation simultaneously on Puskesmas staff job satisfaction Sosopan, Padang Lawas Regency. This research is a quantitative research. The subjects of this study were 66 employees of Sosopan Public Health Center, Sosopan District, Padang Lawas Regency. Data were analyzed using multiple linear regression. The results showed that the emotional intelligence had a positive and significant effect on employee job satisfaction at the Sosopan Public Health Center in Padang Lawas, with a calculated value for the emotional intelligence of 3.211> 2.001 with a significance level of 0.000 <0.002. Learning motivation has a positive and significant effect on employee job satisfaction at the Sosopan Health Center in Padang Lawas Regency, with the t-test value for learning motivation is 8,197> 2,001 with a significance level of 0,000 <0,002. Emotional intelligence and learning motivation simultaneously have a positive and significant effect on employee job satisfaction at the Sosopan Health Center in Padang Lawas, with a Fcount of 138.392> F table of 3.153. The coefficient of determination obtained 0.815, where 81.50% of variations in job satisfaction can be explained of emotional intelligence and learning motivation, while the remaining 18.50% is again explained by other factors, namely such as work environment and work discipline

    Hubungan Antara Komunikasi Interpersonal dan Komitmen Organisasi dengan Kepuasan Kerja pada Karyawan PT. Perkebunan Nusantara III (Persero)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi interpersonal dan komitmen terhadap organisasi dengan kepuasan kerja karyawan. Hipotesis dalam penelitian ini adalah : Ada hubungan yang positif antara komunikasi interpersoanal dan komitmen organisasi dengan kepuasan kerja karyawan. Semakin baik komunikasi interpersonal dan komitmen organisasi, maka semakin tinggi kepuasan kerja karyawan dan sebaliknya semakin rendah kepuasan kerja karyawan. Pengambilan data dilakukan di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero). Subyek penelitian sebanyak 201 orang karyawan pelaksana yang memenuhi syarat penelitian. Data diperoleh dari skala untuk mengukur komunikasi interpersonal, komitmen terhadap organisasi dan kepuasan kerja karyawan
    corecore