1,720,976 research outputs found
Integrity in Christian Values in Problematic Social Relations: The Case of GKI Yasmin
“..And now these three remain: faith, hope and love. But the greatest of these is love” … This citation from the holy Bible is the central issue of Christianity. Today, love has become a universal concept in the context of romance, family and friendships. In Christianity, love has many dimensions with multiple indicators: patient, kind, un-abusive, does not delight in evil but rejoices with the truth, always hopes, always perseveres, etc. Christians believe that love never fails, and should always have this concept in mind, use it as reference for way of thinking, speaking and behaving towards God, self and others. In other word, Christianity is about integrity of loving. This essay will discuss the integrity in applying the concept of love in a complicated social relations faced by the congregation of GKI Yasmin, in the city of Bogor. This congregation has encountered oppression by the radical groups as well as by the local government, even though they have won the case in the Supreme Court. How the congregation responding to the oppressions with integrity of Christian values will be analyzed, with the perspective of intercultural communication within ideology and moral issues. The analysis will be using interpretive text analysis toward several web archives including GKI Yasmin official website and news in Tempo.co. The result of this analysis will present a description of integrity based on Christian central values in a social relations that encountered by conflict
NEW MEDIA AND DEMOCRACY: GKI YASIVIN ISSTIE IN YOUTUBE.COM
New media gives new direction to democracy, particularly in regard to theprinciples of equality for acquisition and dissemination of information and opinionwhich are difficult to conduct properly by the media as one of the pillars ofdemocracy. Various economic and political interests that had been shadowing themainsffeam media operations are limited since the new media allows the productionand consumption of information from many to many with low control. Interreligiousconflict concerning violence faced by churches in Indonesia, for exanrple, is one ofthe cases of human rights violations that were difficult to obtain in traditionalmainstream media. New media re,preserts a public sphere of democracy toaccommodate the right of information. This paper will discuss the case of GKIYasmm, especially onthe video uploaded to Youtube.com, to analyze the democratic -models that appear on tle site. The analysis conducted qualitatively to thepurposively selected video, supported by simple quantitative content analysis. Theresults showed that the model of dernocratic discussion that occurred at the site refersto the libertarian model. The availability of information in multiple perspectives onthe case, puts the new media a resemble to the traditional media, as the watchdog forthe government. On the other hand, the availability of grassroots information asdescribed in the communitarian model was not able to advocate the communalpolitical empowerment. The analysis also shows that in the virtual public discourseon the issue of GKI Yasmin, need to be developed toward the ideal criteria ofdeliberative democracy
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK 2.0: FACEBOOK, KESADARAN KRITIS, DAN AKSI POLITIK DI DALAM REVOLUSI MESIR
Keberadaan internet membawa pengaruh yang tak terbayangkan. Pola-pola komunikasi konvensional yang dibatasi oleh ruang dan waktu, mencair ke dalam bentuk-bentuk komunikasi hampir tanpa batas. Teknologi komunikasi yang dikenal dengan sebutan 2.0 ini memungkinkan orang-orang dari berbagai penjuru saling terkoneksi melalui medium yang bersifat massal sekaligus individual, membentuk media sosial online yang adakalanya berkembang menjadi kekuatan untuk melakukan aksi di dalam dunia nyata. Menyangkut hal tersebut, menarik untuk menelusuri bagaimana strategi yang dilancarkan oleh seorang eksekutif search engine raksasa Google Inc., di dalam memanfaatkan media sosial online Facebook di Mesir. Tulisan ini menerapkan konsep-konsep dari Manuel Castells untuk menelusuri bagaimana Wael Ghonim, sang eksekutif, memanfaatkan momen, icon aktivis internet Khaled Said dan Facebook untuk membangun kesadaran kritis akan realitas aktual yang buruk, merekonstruksi identitas anggota komunitas dari powerless menjadi powerfull people, mengarahkan kekuatan untuk melawan musuh bersama dan menyusun rencana untuk mewujudkan realitas ideal yang diidamkan. Analisis dilakukan terhadap akun Facebook yang dibangun oleh Wael Ghonim, baik terutama terhadap simbol-simbol di dalam gambar yang diunggah ke dalam akun facebokk “We Are All Khaled Said”, maupun komentar-komentar para anggota komunitasnya berdasarkan prinsip-prinsip semiotika.
Kata kunci: facebook, semiotika, kesadaran kritis, dan aksi politi
Masalah Etika dalam Budaya Partisipatori Virtual pada Sub-Komunitas Maya (Studi terhadap Komentar Interaktif Komunitas Youtube pada Video Grup Band Hijau Daun)
Aktivitas remaja di dalam dunia maya memberikan ruang dan bentuk baru bagi mereka untuk saling terhubung, terlibat dalam diskursus publik, serta belajar berbagai hal yang tidak terbayangkan sebelumnya. Saat ini, Youtube merupakan salah satu bentuk media komunitas berbasis konten yang populer bagi para remaja. Pesan-pesan audio visual yang diunggah di dalam Youtube kepada komunitas interaktif ini, memungkinkan berkembangnya budaya partisipatori virtual. Makalah ini akan mengkaji suatu situs video grup Band Hijau Daun di dalam Youtube, yang sejak diunggah pada tahun 2008, telah diakses lebih dari lima juta kali dan mendapatkan komentar lebih dari dua ribu kali. Video ini mengundang kontroversi berkelanjutan di dalam komunitas Youtube tersebut. Makalah ini akan mengidentifikasi sub-sub komunitas di dalam video Grup Hijau Daun di Youtube dan menggambarkan etika di dalam budaya partisipatori virtual situs tersebut. Identifikasi sub-komunitas dilakukan berdasarkan analisis konten dengan statistik sederhana, sementara itu etika di dalam budaya partisipatori virtual dianalisis berdasarkan pemaknaan terhadap komentar-komentar yang disampaikan.
Kata kunci: etika, budaya partisipatori virtual dan sub-komunitas maya
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Komunikasi Politik yang Berangkat dari Nilai Budaya
Kasus pemilukada DKI Jakarta 2012 menjadi contoh nyata seorang komunikator politik memainkan kartu identitas ketika berkomunikasi dengan komunikan yang berbeda latar belakang budaya. Tulisan ini hendak menggali bentuk komunikasi politik yang menggunakan nilai-nilai budaya. Tulisan ini hendak menggali bentuk komunikasi politik yang menggunakan nilai-nilai budaya. Analisis dilakukan terhadap data sekunder berupa artikel mengenai kandidat dalam pilkada DKI putaran pertama yang baru berlangsung, dengan meminjam pemikiran Geert Hofstede mengenai dimensi budaya. Hasil analisis menunjukan bahwa ada beberapa nilai budaya Indonesia yang patut diperhitungkan dalam membangun pencitraan yang mereduksi jarak kekuasaan dan mengedepankan nilai femininitas
Kementerian Pertahanan: Budaya Militer di Institusi Sipil
Kementerian Pertahanan (Kemhan) adalah sebuah lembaga departemen yang istimewa dilihat dari personilnya, memiliki karyawan dari sipil dan militer. Berbeda dengan departemen lainnya, biasanya pegawai dari kalangan militer ketika berada di dalam sebuah instansi akan segera menyesuaikan diri dengan pegawai sipil lainnya, namun di Kemhan setiap pegawai tetap membawa latar belakang sipil dan militernya. Berbeda dengan Mabes TNI, Mabes AD, Mabes AL, dll. Instansi tersebut juga memiliki personil PNS, namun instansi tersebut adalah instansi militer sedangkan Kemhan adalah instansi sipil. Masih kuatnya dominasi militer di Kemhan membawa gaya kepemimpinan militer dalam memimpin bawahannya. Peneliti memusatkan penelitian pada gaya kepemimpinan yang membawa iklim komunikasi dalam organisasi menuju sasarannya. Dalam melaksanakan kepemimpinan tentulah menganut suatu pola komunikasi yang pada akhirnya mempengaruhi suasana atau iklim kerja.
Kata kunci: etos kerja, disiplin, gaya kepemimpinan, iklim komunikasi, budaya milite
Program CSR sebagai salah satu Peran serta Perusahaan dalam memberdayakan Masyarakat Majemuk (Studi terhadap kegiatan CSR di PT Pupuk Kaltim, Bontang Kalimantan Timur)
Lokasi tempat perusahaan beroperasi menjadi dasar dalam memahamai karakter khalayak. Pemahaman karakter ini akan mempengaruhi perusahaan dalam membangun hubungan yang baik. Perusahaan harus dapat memahami setiap karakter masyarakat guna mendapatkan dukungan sebagai sebuah hasil yang ingin dicapai setiap perusahaan dari khalayaknya. Salah satu cara dalam membangun hubungan positif tersebut melalui pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan- diantaranya- melalui program CSR. PT. Pupuk Kaltim (Pupuk Kaltim) merupakan sebuah BUMN yang melaksanakan program CSR sebagai tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat
Strategi Komunikasi blelalui Pendekatan Kelompok- rl kelompokEtnis Lokal (Studi mengenai community relations di PT Pupuk Kaltim)
Keberadaan perusahaan diantara masyarakat yang beragam tentu berpengamh pada strategi komunikasi yang dilakukan Public Relations [PR) dalam Lerkomunikasi dengan khalayaknya. Perusahaanharus dapat memahami setiap karakter masyarakat guna mendapatkan dukungan sebagai Sebuah hasil irng ingin dicapai setiap perusahaan dari Masyarakatnya Pupuk Kaltim adalah ' sebuah perusahaan BUMN yang berlokasi di Bontang Kalimantan Timur. Lokasi perusahaan dilihat secara demografis dihuni masyarakat lokal kalimantan yaitu dari suku Dayak Kutai dan Banjar. Selain budaya asli terdapat masyarakat pendatang yang lebih menoniol. yaitu Bugis, dan diikuti fawa' Ka1e13 kekuatan "orang isli" dan "pendatang" cukup seimbang maka seakan terbentuk "budaya baru" yang unik Atas dasar itu Pupuk Kaltim melakukan pendekaan kultural yang didasari pada nilai-nilai kehidupan masing-masing suku yang ada' Pendekatan yang dilakukan ini menjadi salah satu sffategi perusahaan dalam ikut memberdayakan masyarakat
- …
