93 research outputs found

    Research Note: The Coverage of War: Do Women Matter? A Longitudinal Content Analysis of Broadsheets in Germany

    No full text
    Our social consciousness reserves the role of fighter solely for men. Women are not considered as being authoritative or decisive actors in the context of war and violence. During armed conflicts or other violent crises, female acting subjects seem to leave the public (i.e. media) stage – a place where they are underrepresented even under normal circumstances. Furthermore, media coverage of war, it is said, largely assigns the role of the victim to women. However, there is not much empirical evidence to support this view due to the significant lack of longitudinal quantitative studies on media coverage of women during wartime. In order to investigate this, a framing analysis of media coverage of war between 1989 and 2000 was conducted in Germany. This article reports on the results of this framing analysis and the representation of women during wartime in quality German newspapers. It is the first longitudinal gender-specific framing analysis of war coverage ever carried out in any country

    Business Process Reengineering in Motorcycle Workshop X for Business Sustainability

    No full text
    AbstractCompany X is a small-scale enterprise that focuses on his business activities in motorcycle workshop that sells motorcycle spare parts and provides services for motorcycle. This company is facing tight competition that forces the company to reduce the profit margin, this results in negative impacts on company's profitability and market share. The company's internal data show that there is declining trend in business-to-business spare part sales for the last 10 years. Worrying that the declining trend will continue and threaten business sustainability, Company X conducted business process reengineering to strengthen competitive advantages. The business process reengineering changed the business process in business-to-business spare part selling process, warehousing, and inventory planning. The average customer service time before applying business process reengineering is about 30minutes, after process reengineering the time reduces to less than 15minutes. The availability of the products also increased from 70% to 90%. Improved performance in the sales process, combined with increased availability of the product can improve the overall quality of service so the company can seize market share that has been lost and maintain its business continuity

    PERANCANGAN ALAT BANTU SORTIR BIJI KOPI PEABERRY

    No full text
    Kopi merupakan salah satu minuman yang paling digemari di dunia, minuman kopi ini dihasilkan dari biji kopi. Dalam pengklasifikasiannya, biji kopi dibagi menjadi dua yaitu biji kopi Arabica dan biji kopi robusta, berdasarkan sifat dapat diklasifikasikan menjadi biji kopi peaberry dan biji kopi biasa atau juga disebut dengan longberry, biji kopi peaberry dapat menghasilkan rasa kopi yang lebih enak serta dapat meningkatkan semangat, akan tetapi pemilahan biji kopi ini sangat sulit karena hanya ada 5 persen dibandingkan dengan seluruh populasi biji kopi yang ada, maka dari itu dibuatlah alat sortir untuk biji kopi ini. Pertama-tama dilakukan wawancara dengan 4 orang responden dan didapatkan kriteria biji kopi peaberry yang baik dan dengan melalui pengukuran didapatkan bahwa standar biji kopi peaberry adalah panjang dari 8 mm sampai 14,2 mm, lebar dari 6,7 mm sampai 8,1 mm. Perancangan alat bantu sortir dilakukan berdasarkan kebutuhan serta kegunaannya, perlakuan paertama adalah membuang biji kopi yang memiliki ukuran kecil dulu yang sudah pasti adalah biji kopi peaberry dulu sehingga digunakan lubang yang kecil, setelah itu dilakukan pembuangan biji kopi dengan ukuran besar yang sudah pasti adalah biji kopi longberry; Pada irisan ukuran yang ada pada biji kopi longberry serta peaberry digunakanlah alat bantu sortir yang menggunakan lego mindstorm guna memberikan tenaga getaran yang dapat membuat biji kopi peaberry yang memiliki karakteristik bulat dapat terlempar keluar. Proses sortir ini melibatkan 4 buah tempat penampungan yang berfungsi menampung biji kopi peaberry dan longberry, Hasil dari percobaan menunjukkan bahwa penampung untuk peaberry memiliki error sebesar 34 persen, serta tingkat keberhasilan sortir biji kopi peaberry adalah sebesar 14,16 persen

    Baiba Kundrats nee Berzins in handmade coat

    No full text
    Baiba Kundrats nee Berzins with the handmade cost her mother sewed romy uniforms4.0 Latvian Immigration into Canad

    The Suitability of Apple’s iBooks Author to Create E-Learning Projects : Comparisons of Selected and Interactive Electronic Publications

    No full text
    Programme zur Erstellung von Lernapplikationen sowie noch nie dagewesene Kommunikationsmöglichkeiten bieten interessante Perspektiven für das schulische Lernen und das Erstellen von Inhalten für E-Learning Projekte. Zukünftige Lehrbücher können abstrakte Lerninhalte mit interaktiven Medienelementen didaktisch unterstützen. Welche Möglichkeiten Apples iBooks Author bietet und wo es Defizite gibt, wird In dieser Arbeit in Form eines Vergleichs ausgewählter und interaktiver elektronischer Veröffentlichungen dargestellt

    PERANCANGAN PRODUK CERMIN IKLAN MENGGUNAKAN RASBERRY-PI

    No full text
    Dengan banyaknya iklan yang ditemui setiap hari, banyak konsumen yang tidak ingin terekspos oleh iklan. Oleh sebab itu, pengiklan harus mencari cara‐cara kreatif untuk memaparkan iklan. Cara‐cara kreatif tersebut dapat menggunakan media yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya oleh konsumen. Salah satu media tersebut adalah cermin. Cermin iklan telah berhasil dirancang dalam penelitian monodisiplin sebelumnya. Akan tetapi masih banyak kelemahan cermin iklan tersebut. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian lanjutan.Terdapat penelitian pengumuman menggunakan TV‐LED dan Raspberry‐Pi. Penelitian ini dilihat dapat mengakomodasi beberapa kelemahan cermin iklan.Penelitian ini berusaha menggabungkan hasil penelitian cermin iklan dan pengumuman TV‐LED & Raspberry‐Pi. High‐fidelity prototype dibuat berdasarkan konsep terpilih. Prototype tersebut dievaluasi kembali dan dirancang suatu aplikasi yang mempermudah proses penggantian iklan. 

    Penerapan Inverse Manufacturing dalam Penanganan Produk Lampu Hemat Energi

    No full text
    Lighting is one of the human basic needs that must be fullfiled. Compact fluorescent lamps is the most used lamp as source of lighting. However, they contain mercury, which is classified as heavy metals, that can potentially harm the environment. Even as mercury container, many people didn't know that. Many people don't know the method to handle the broken or used compact fluorescent lamp. They just dispose the broken compact fluorescent lamp to trash without considering the effect of mercury contained. Inverse Manufacturing concept is about designing product life cycle that aims to repair and reuse product components so that the negative impact can be reduced and minimized. In this research, the concept of Inverse Manufacturing is applied on handling the compact fluorescent lamp product in Bandung, West Java. The study is begun with designing the Inverse Manufacturing concept’s model by adding the step of collecting back (two scenarios), sorting, repairing, remanufacturing, and recycling into the life cycle of compact fluorescent lamp. The results of recycling rates of 15 Watt compact fluorescent lamp  (about 234 grams) starts from the lowest value,  and the maximum value are 27,51 % (64,366 grams),  and 27,61 % (64,609 grams). By applying this concept, the result are the reduction on the amount of compact fluorescent lamp waste dumped into the environment and the achievement of  the conservation of natural resources through the reuse of used components

    PERANCANGAN ALAT DETEKSI KANTUK DAN ANALISIS TINGKAT KANTUK PENGEMUDI BUS MALAM X

    No full text
    Transportasi umum antar kota telah menjadi kebutuhan bagi masyarakat untuk berpindah dari satu kota ke kota lain. Transportasi darat dengan bus, kereta api, maupun mobil lebih banyak dipilih karena harganya yang relatif lebih murah. Namun transportasi darat, terutama bus, biasanya berdurasi panjang.Bagi penumpang mungkin durasi panjang bisa dimanfaatkan untuk tidur selama perjalanan, namun tidak demikian halnya bagi pengemudi.Pengemudi dituntut untuk terus fokus dan terjaga selama perjalanan yang berdurasi panjang tersebut agar terhindar dari kecelakaan. Kecelakaan bus bisa memakan banyak korban jiwa mengingat kapasitas bus yang bisa menampung puluhan orang. Pekerjaan mengemudi dengan durasi panjang dapat menimbulkan kelelahan baik secara fisik maupun mental.Manifestasi kelelahan yang sering dialami biasanya adalah mengantuk. Saat akanmengemudi dengan durasi panjang, harus dipastikan pengemudi berada dalam kondisi yang prima, dalam hal ini tidak atau sedikit memiliki rasa kantuk sebelum bekerja. Tingkat kantuk dapat di deteksi.Salah satunya dengan mengukur kecepatan reaksinya.Untuk itulah dibutuhkan suatu alat yang dapat mendeteksi kantuk dengan cepat dan praktis agar dapat digunakan untuk memeriksa keadaan pengemudi bus sebelum pengemudi melakukan perjalanannya.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan merancang alat deteksi kantuk sebelum perjalanan durasi panjang.Penelitian dilakukan pada perusahaan bus malam X sebagai obyek penelitian.Alat deteksi kantuk tersebut selanjutnya digunakan untuk mengevaluasi kondisi para pengemudi bus malam X sebelum melakukan perjalanannya.Aplikasi pendeteksi kantuk memakai metode gabungan dari pyscomotor vigilance task (PVT), mackworth clock vigilance task (MVT) dan flicker test. Metode tersebut diimplementasikan pada aplikasi berbasis HTML dan dapat dioperasikan pada semua alat elektronik yang memiliki web browser untuk mendukung kepraktisan pengujian..Replikasi data kecepatan reaksi dan kuesioner Karolinska Sleepiness Scale dikumpulkan, kemudian diolah dengan menggunakan analis diskriminan untuk mengetahui variabel yang berpengaruh dan persamaan linear yang dapat digunakan dalam pendeteksian kantuk pengemudi bus malam.Hasil pengukuran kecepatan reaksi didapatkan dengan cepat melalui persamaan linear Z yang akan membandingkan nilai Z dengan titik kritis 0,904 dalam penentuan kondisi pengemudi bus malam X. Persamaan yang digunakan untuk menentukan kondisi pengemudi bus malam telah divalidasi dengan menggunakan replikasi data kecepatan reaksi yang telah dikumpulkan sebelumnya.Kata kunci : tingkat kantuk, kelelahan, kecepatan reaksi, analisis diskriminan, Karolinska Sleepiness Scale 

    ANALISIS KELAYAKAN USAHA

    No full text
    This study has four main objectives, namely: (1) Determine the feasisibilty of the Padang Restaurant business in Kota Baru from the legal aspect, (2) Determine the feasibility of the Padang Restaurant business in Kota Baru from the market and marketing aspect, (3) Determine the feasibility of the Padang Restaurant business in Kota Baru from the technical and operational aspect, (4) Determine the feasibility of the Padang Restaurant business in Kota Baru from the financial aspect. The Kota Baru Restaurant is a business engaged in the culinary sector, by offering products in the form of Padang dishes which are located on Jalan Jenderal A.Yani in the city of Baturaja. The Kota Baru Restaurant was established in 1972 and closed in 2019 due to bankruptcy. In 2023, the Kota Baru Restaurant owner plans to reopen the Kota Baru Restaurant business. So with that in order to reopen the Kota Baru Restaurant business, a business feasibility analysis is needed so that bankruptcy does not occur for the second time. In terms of the legality aspect, the Kota Baru Restaurant is said to be feasible because the Kota Baru Restaurant can fulfill the existing requirements, namely licensing to open a business in Baturaja City and open a business in the culinary field. In the market and marketing aspects it is said to be feasible because it has a market as evidenced by collecting traffic data using the work sampling method so that a fairly large market segment is obtained, namely road users in front of restaurants with a lifestyle of eating out and an interest in buying food outside. From the technical and operational aspects, the Kota Baru Restaurant is said to be feasible because it meets the specifications, which include production and sales locations, there are demand estimates and production estimates, there are process flows, adequate production and sales facilities and there is also a workforce that assists operational activities. From the financial aspect it is said to be feasible because the Kota Baru Restaurant has met the financial feasibility specifications seen from the Net present value (NPV), amounting to IDR 643,623,829,13, Discounted Payback Period for 1.27 years and Internal Rate of Return (IRR) of 64% for the most likely scenario. Based on the four aspects that have been analyzed, it can be said that the Kota Baru restaurant deserves to be reopened

    EMPLOYEE ENGAGEMENT INDEX UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN

    No full text
    Employee Engagement adalah bagian yang tidak dapat dilepaskan dari organisasi untuk dapat terciptanya kinerja organisasi secara optimal. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa tingkat engagement karyawan yang tinggi akan memberikan berbagai keuntungan pada perusahaan tempatmereka bekerja, antara lain peningkatan profit, peningkatan pendapatan operasional, serta lebih banyaknya karyawan yang berkinerja baik dibandingkan perusahaan‐perusahaan lain yang memiliki tingkat engagement lebih rendah. Usaha peningkatan level engagement sangat penting pada semua jenis organisasi termasuk organisasi/institusi pendidikan, khususnya pada Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). Sebelum mengetahui usaha apa saja yang dapat dilakukan untuk peningkatanlevel engagement, suatu organisasi perlu terlebih dahulu mengukur tingkat engagement saat ini. Pengukuran employee engagement di Unpar dilakukan melalui pengukuran terhadap 6 faktor yang mempengaruhi employee engagement atau disebut juga sebagai Six Driver Groups, yaitu Job Design, Organizational Health, Managerial Excellence, Extrinsic Rewards, Workplace Readiness, dan Other. Kuesioner yang berisikan 54 item pertanyaan dibagikan ke 511 responden dengan tingkat pengembalian kuesioner dengan jawaban lengkap hanya 45%. Dari hasil pengolahan menggunakan Structural EquationModel, diperoleh employee engagement di Unpar adalah sebesar 75,25 (skala 100). Unit kerja dengan employee engagement tertinggi adalah Unit PPB (85,75). Untuk profesi dosen, dosen 12 jam memiliki employee engagement tertinggi (82,57). Untuk masa kerja, masa kerja 6‐10 tahun memiliki employee engagement tertinggi (79,26). Golongan yang memiliki employee engagement tertinggi adalah golonganIV (79,85)
    corecore