70 research outputs found

    Cover Art

    No full text
    The PURE logo and cover for PURE Insights were designed as part of a WOU graphic design class in Spring 2010. Cristin Stevens\u27 design was selected from six submissions by the PURE executive committee and is being used for PURE publications, including this journal. Jen Bracy of the WOU Creative Arts Division has been generous in donating her time to assist with slight modifications to accommodate a new title for the journal

    Merangkul Ibadah Virtual/Online: Melihat Keniscayaan Pengalaman Transendensi dalam Ruang Digital

    No full text
    Ibadah virtual/online bukan hanya sebagai pengganti ibadah onsite di tengah pandemi ini atau sebagai ibadah yang kurang sakral dari yang seharusnya atau yang memberikan dampak buruk karena media digital yang digunakan. Itu sebabnya, respons pragmatis tidak cukup untuk merangkul ibadah virtual/online, melainkan gereja perlu merangkulnya dengan pemahaman bahwa pengalaman esensial, yaitu pengalaman transendensi, sesungguhnya merupakan sebuah keniscayaan dalam ibadah virtual/online. Keniscayaan tersebut dilihat dari dua hal, pertama, sifat imanen dan mediated dari teori pengalaman transendensi selama ini yang selaras dengan sifat ibadah virtual/online itu sendiri. Kedua, keniscayaan tersebut ditinjau dari refleksi terhadap seni digital intermedia teori Elwell Sage. Pengalaman esensial justru terjadi ketika komposisi digital secara sengaja “dikorbankan†untuk digabungkan dengan objek nyata yang rentan dengan kesalahan, untuk dihubungkan kepada pengalaman liminal, atau pengalaman ambang antara keterbatasan dan ketidakterbatasan. Sekali lagi, ini selaras dengan sifat pengalaman transendensi dalam ibadah. Rangkulan gereja kepada ibadah virtual/online dengan pemahaman keniscayaan tersebut dapat mendorong gereja untuk berefleksi dan bertindak lebih dalam di konteks yang aktual. Abstract: An essential experiences in virtual worship  is an inevitability experience. This article aims to see the inevitability of transcendence experiences in virtual worship. First, based on a study of transcendence experiences in worship and the characteristics of virtual spaces, it appears that transcendences experiences have a mediative nature that involves several manifestations. Thus, what is mediated through an onsite worship can also be mediated through virtual worship. Second, J. Sage Elwell’s theory about intermedia digital art in Crisis of Transcendences helps us to see the inevitability of transcendence experiences in digital space. Elwell proposes digital art not to make humans run from their limitations, but in that reality, they can feel hope that goes beyond them through digital art. Digital technology is not used as a substitute for the reality of life, but refers to a reality that transcends human beings without forgetting their own limitations. That theory can be applied in virtual worship that digital media can be used as a symbolic art to mediate transcendence experiences in the digital space. Therefore, the Church needs to embrace virtual worship and be open to what can be done with it as a faithful step to live in a dynamic context. Keywords: Transcendence, Virtual/Online Worship, Digital Art  Abstrak: Pengalaman esensial dalam ibadah virtual adalah suatu keniscayaan Demikian tujuan dari artikel ini, yaitu untuk melihat keniscayaan pengalaman transendensi dalam ibadah virtual. Keniscayaan tersebut dilihat dari dua hal. Pertama, sifat mediated dari pengalaman transendensi ibadah yang selaras dengan sifat ruang virtual/online itu sendiri, yang menunjukkan bahwa pengalaman yang termediasi melalui ibadah onsite dapat juga dimediasi melalui ruang virtual. Kedua, keniscayaan tersebut ditinjau dari refleksi terhadap teori J. Sage Elwell dalam bukunya Crisis of Transcendence mengenai seni digital intermedia. Elwell menawarkan solusi dari krisis transendensi melalui seni teknologi digital, yang berarti, media digital digunakan sebagai seni yang menghubungkan, bukan yang menggantikan realitas. Media digital sebagai seni berarti memerhatikan komposisi digital demi sebuah pengalaman ambang antara keterbatasan dan ketidakterbatasan. Artinya, media digital tetaplah alat yang menghubungkan, bukan untuk menciptakan realitas yang baru. Penerapan praktisnya dalam ibadah virtual adalah melihat media digital sebagai simbol seni dari pengalaman transendensi. Penerapan tersebut memberi tugas dan disiplin baru bagi gereja. Itu sebabnya, diperlukan rangkulan gereja terhadap pelaksanaan ibadah virtual untuk melihat dan mengupayakan pengalaman transendensi secara serius dalam ruang digital, sebagai suatu refleksi gereja di tengah konteks digital ini. Kata Kunci: Transendensi, Ibadah Virtual, Seni Digita

    Industrial Pharmacy Professional Internship Report at PT. Dankos Farma East Jakarta

    No full text
    The Pharmacist Professional Work Practice (PKPA) in the pharmaceutical industry aims to provide direct experience for pharmacy graduates in understanding production processes, quality control, and the implementation of GMP (Good Manufacturing Practices) and CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik). This PKPA was conducted at PT Dankos Farma in the non-betalactam solid dosage production department. Activities included the application of GMP/CPOB, In Process Control (IPC), Critical Process Parameters (CPP), Critical Quality Attributes (CQA), and involvement in process improvement initiatives. During the program, the author participated in downtime analysis of tablet press machines and proposed preventive maintenance, resulting in a reduction of downtime by approximately 20%. In addition, support was provided for Total Productive Maintenance (TPM) on stripping machines, which improved packaging efficiency by 15%. The outcomes of this PKPA highlight the crucial role of pharmacists in ensuring product quality, safety, and efficiency within pharmaceutical manufacturing processes. Keywords: PKPA, Pharmaceutical Industry, GMP, CPOB, IPC, CPP, CQA, TPM.171 PagesKarya Tulis Profes

    Produksi Buku Panduan Membuat Iklan Media Sosial Menggunakan Artificial Intelligence

    No full text
    Karya ilmiah ini berbentuk produksi buku panduan yang berisi tentang penggunaan Artificial Intelligence (AI) Image Generator dengan objek bengkel jasa cat motor, bertujuan untuk memperkenalkan AI Image Generator kepada pelaku perintis usaha. Buku panduan ini dipilih oleh penulis sebagai media untuk memperkenalkan AI Image Generator sebagai alat memproduksi iklan produk dengan lebih efisien dan mengurangi biaya produksi. Karya ini dikemas dalam bentuk buku panduan dimana penulis mengumpulkan data dari pemilik bengkel serta konsumennya. Metode yang dilakukan adalah observasi dan wawancara mendalam. Dalam perancangannya proses produksi dijabarkan menjadi tiga tahapan, yaitu proses pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Konten yang dikemas dalam buku panduan merupakan penggabungan antara copywriting, foto dan desain dengan maksud estetika dan memudahkan pembaca mencerna pesan yang disampaikan oleh penulis. Kata kunci: Artificial Intelligence, buku panduan, Bing, edukasi. ABSTRACT This scientific work takes the form of a buku panduan that contains the usage of Artificial Intelligence (AI) Image Generator with the subject of motorcycle paint shop objects. The aim is to introduce the AI Image Generator to aspiring business owners. The author chose this buku panduan format as a medium to introduce the AI Image Generator as a tool for producing product advertisements more efficiently and reducing production costs. This work is presented in the form of a buku panduan, in which the author collected data from both the shop owners and their customers. The methods employed were observation and in-depth interviews. The production process is outlined in three stages: pre-production, production, and post-production. The content packaged in the buku panduan is a combination of copywriting, photos, and design with the intention of aesthetics and facilitating the readers in digesting the message conveyed by the author. Keywords: Artificial Intelligence, manual book, Bing, education

    Analisis Deskritif Unsur-Unsur Epic Model yang Mempengaruhi Kalender Media Promosi DSW Wedding Organizer

    No full text
    Di era modern ini, banyak sekali pembisnis maupun perusahaan yang berlomba-lomba untuk mencapai target penjualan mereka ataupun ingin berada di pucuk rantai makanan dari pesaing mereka. Berbagai media pun mereka gunakan untuk mempromosikan produk mereka, mulai dari media televisi, radio, bioskop, media luar ruangan, majalah, surat kabar, poster, brosur, stiker, billboard, videotron, kalender dan laiinya. Salah satu media yang menjadi objek peneliti ialah kalender, kalender pun akan dibuat semenarik mungkin agar konsumen yang melihatnya sadar akan keberadaan kalender tersebut dibandingkan dengan kalender pesaing lainnya. Penulis melakukan penelitian pada kasus kalender milik DSW Wedding Organizer yang merupakan usaha pada bidang jasa. Pada penelitian ini penulis ingin mengetahui bagaimana peran teori unsur-unsur EPIC model terhadap kalender yang menjadi salah satu media promosi DSW Wedding Organizer. Pada EPIC Model sendiri terdapat empat dimensi yang menjadi fokus penulis dalam melakukan penelitian, yaitu empati, persuasi, dampak dan komunikasi. Dan pendekatan yang digunakan oleh penulis yaitu kuantitatif dengan tehnik random samply dengan mengambil 60 responden, dikarenakan penulis tidak mengatahui secara pasti angka populasi pada kota Salatiga. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis dapat disimpulkan bahwa kalender DSW Wedding Oragnizer dapat dikatakan efektif, namun tidak juga dapat dikatakan sepenuhnya efektif dikarenakan nilai efektifitas nya tidak jauh dari batas tidak efektif. Dapat di jabarkan sebagai berikut nilai efektifitas pada empaty yaitu 2,95, pada persuasi yaitu 3,05 dapat dikatakan sangat efektif, pada dimensi dampak 2,66 dapat dikatakan efektif, pada dimensi komunikasi nilai efektifitas nya yaitu 2,92 dapat dikatakan efektif.In this modern era, a lots of businessmen and companies are competing to reach their sales targets or want to be at the top of the food chain of their competitors. They also use various media to promote their products, started from television, radio, cinema, outdoor media, magazines, newspapers, posters, brochures, stickers, billboards, videotrons, calendars etc. One of the media that has become the object ofthis research is the calendar, calendar will be made interesting, so that consumers who see it will be aware of the existence of the calendaris compared to the other competitor's calendar. The author conducts research on the case of a calendar owned by DSW Wedding Organizer which is a business in the service sector. Hewants to know how the theoretical role of the EPIC model elements on the calendar is one of the promotional media for DSW Wedding Organizer. EPIC Model has four dimensions that are the focus of the author in conducting research, namely empathy, persuasion, impact and communication. the approach used by the author is quantitative with random sampling techniques by taking 60 respondents, because the authors do not know the exact population figures in the city of Salatiga. From the results of research conducted by the authors it can be concluded that the DSW Wedding Oragnizer calendar can be said to be effective, but it can’t also be said to be fully effective because the value of its effectiveness is not far from the ineffective limit. Can be described as follows the value of effectiveness at empaty, which is 2.95, in persuasion that is 3.05 can be said to be very effective, on the impact dimension 2.66 can be said to be effective, on the communication dimension the value of effectiveness is 2.92 can be said to be effective

    Produksi Buku Panduan Membuat Iklan Media Sosial Menggunakan Artificial Intelligence

    No full text
    Karya ilmiah ini berbentuk produksi buku panduan yang berisi tentang penggunaan Artificial Intelligence (AI) Image Generator dengan objek bengkel jasa cat motor, bertujuan untuk memperkenalkan AI Image Generator kepada pelaku perintis usaha. Buku panduan ini dipilih oleh penulis sebagai media untuk memperkenalkan AI Image Generator sebagai alat memproduksi iklan produk dengan lebih efisien dan mengurangi biaya produksi. Karya ini dikemas dalam bentuk buku panduan dimana penulis mengumpulkan data dari pemilik bengkel serta konsumennya. Metode yang dilakukan adalah observasi dan wawancara mendalam. Dalam perancangannya proses produksi dijabarkan menjadi tiga tahapan, yaitu proses pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Konten yang dikemas dalam buku panduan merupakan penggabungan antara copywriting, foto dan desain dengan maksud estetika dan memudahkan pembaca mencerna pesan yang disampaikan oleh penulis. Kata kunci: Artificial Intelligence, buku panduan, Bing, edukasi. ABSTRACT This scientific work takes the form of a buku panduan that contains the usage of Artificial Intelligence (AI) Image Generator with the subject of motorcycle paint shop objects. The aim is to introduce the AI Image Generator to aspiring business owners. The author chose this buku panduan format as a medium to introduce the AI Image Generator as a tool for producing product advertisements more efficiently and reducing production costs. This work is presented in the form of a buku panduan, in which the author collected data from both the shop owners and their customers. The methods employed were observation and in-depth interviews. The production process is outlined in three stages: pre-production, production, and post-production. The content packaged in the buku panduan is a combination of copywriting, photos, and design with the intention of aesthetics and facilitating the readers in digesting the message conveyed by the author. Keywords: Artificial Intelligence, manual book, Bing, education

    Video Konten Kreatif Dairy Tour Dairyland On The Valley Bawen "Enjoying, Learning and Playing with Dairy Tour"

    No full text
    Media baru (new media) sendiri mengacu pada konten yang tersedia berdasarkan permintaan melalui internet yang bisa diakses melalui perangkat digital. Konten dapat berbentuk gambar, foto, video, audio, tulisan dan banyak lagi. Strategi melalui inilah yang menjadi taktik pengonten untuk memperkenalkan produk atau jasa kepada calon konsumennya. Dibuatnya konten tentang Dairy Tour ini untuk memperkenalkan tentang wisata edukasi yang ada di Kabupaten Semarang, serta untuk membuat Diary Tour menjadi referensi bagi orang yang sedang mencari paket tour wisata edukasi. Melalui 3 tahapan diantaranya pra-produksi penulis merancang konsep video konten kreatif ini dengan storyline dan storyboard yang didapatkan melalui wawancara. Pada tahap produksi penulis ikut dalam kegiatan Dairy Tour. Serta pasca-produksi penulis mengolah footage yang sudah ada. Hasil video konten mengenai Dairy Tour ini berisikan tentang bagaimana kegiatan paket wisata edukasi Dairy Tour sejak awal dan akhir. Menjelaskan benefit apa saja yang akan didapatkan, serta menyebarluaskan tentang paket wisata edukasi yang disediakan oleh Dairyland On The Valley Bawen. Melalui video konten Dairy Tour ini bisa menambah referensi bagi tenaga pendidikan untuk mengadakan outing class bersama Dairy Tour. Dimana bisa belajar dan bermain dalam satu waktu sekaligus. New media itself refers to content available on demand via the internet that can be accessed through digital devices. Content can take the form of images, photos, videos, audio, writing and more. This strategy is the tactic of the customer to introduce products or services to potential customers. The creation of content about this Dairy Tour is to introduce educational tourism in Semarang Regency, as well as to make the Diary Tour a reference for people who are looking for educational tour packages. Through 3 stages, including pre-production, the author designed this creative content video concept with storyline and storyboard obtained through interviews. At the production stage, the author participated in the Dairy Tour activities. As well as post-production, the writer processed the existing footage. The results of this content video about the Dairy Tour contain about how the Dairy Tour educational tour package activities from the beginning and end. Explain what benefits will be obtained, and disseminate about educational tour packages provided by Dairyland On The Valley Bawen. Through this Dairy Tour content video, it can add references for education staff to hold outing classes with the Dairy Tour. Where can learn and play at one time at once

    Perancangan Zine Sebagai Media Edukasi Tentang Stigma Dan Diskriminasi Pengidap Penyakit HIV / AIDS di Lingkungan Kabupaten Semarang

    No full text
    Tingginya angka Positif HIV/AIDS di Indonesia membuat Indonesia berada pada peringkat ketiga dalam pertumbuban kasus HIV/AIDS tercepat di Asia-Pasifik setelah India dan Cina. HIV/AIDS bisa bertumbuh dengan cepat di Indonesia dikarenakan kurangnya pengetahuan HIV/AIDS dari masyarakat Indonesia. Dalam kurangnya pengetahuan HIV/AIDS memunculkan masalah baru yaitu respon masyarakat yang menolak, takut, dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Masalah baru yang muncul membuat hambatan dalam segala bentuk pengurangan angka positif HIV/AIDS di Indonesia. Rancangan tugas akhir yang dibuat bertujuan membuat media edukasi yang berbentuk zine tentang edukasi seputar HIV/AIDS. Dalam pembuatan media zine ini penulis memberikan tiga bagian yaitu konten informatif, edukatif dan persuasif, lalu dalam ketiga konten tersebut terdapat penggabungan antara copywriting, ilustrasi dan komik yang berguna untuk lebih mudah dalam penyampaian pesan yang ingin disampaikan oleh penulis.The high number of HIV/AIDS positives in Indonesia makes Indonesia the third fastest growing country in Asia-Pacific after India and China. HIV/AIDS can grow rapidly in Indonesia due to the lack of HIV/AIDS knowledge of the Indonesian people. The lack of knowledge of HIV/AIDS raises new problems, namely the response of people who reject, fear, and discriminate against people living with HIV/AIDS (PLWHA). New promblems that arise create obstacles in any form of HIV/AIDS positive rate reduction in Indonesia. The design of the final project aims to create educational media in the form of a zine about HIV/AIDS education. In making this zine media, the author provides three parts, namely informative, educational, and persuasive content, then in the three contents there is a combination of copwriting, illustrations and comics that are useful for easier delivery of the message the author want to convey

    Perancangan Video Company Profile DISKOMINFO Kota Salatiga

    No full text
    Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Salatiga merupakan instansi negara yang memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai penyalur informasi dan penjalin komunikasi antar masyarakat dengan masyarakat ataupun instansi dengan sesama instansi negara. Penyaluran infrmasi dan komunikasi disalurkan dengan menggunakan fasilitas-fasilitas yang disediakan DISKOMINFO Kota Salatiga, namun pengenalan akan fasilitas-fasilitas yang ada tidak tersampaikan dengan baik kepada masyarakat maupun instansi negara lainnya. Pengenalan fasilitas dan ruangan-ruangan yang disediakan oleh DISKOMINFO Kota Salatiga kurang dikenal baik oleh masyarakat maupun instansi negara sekalipun. Penulis sangat ingin membantu permasalahan yang dialami oleh DISKOMINFO Kota Salatiga dalam memperkenalkan fasilitas-fasilitas yang disediakan dengan menggunakan cara pengenalan perusahaan instansi DISKOMINFO Kota Salatiga yang dirancang dalam bentuk video company profile DISKOMINFO Kota Salatiga. Video company profile dikemas dalam bentuk video penuh informasi pengenalan kegunaan, penyediaan, serta pemberitahuan yang akan membantu masyarakat dan instansi negara lain untuk lebih mengenal fasilitas-fasilitas yang sudah disediakan DISKOMINFO Kota Salatiga.The Department of Communication and Informatics of Salatiga City is a state agency that has the duty and responsibility of channeling information and establishing communication between the community and the community or between agencies and fellow state agencies. Information and communication is channeled using facilites provided by the Salatiga City DISKOMINFO, but the introduction of the facilities is not well communicated to the public or other state agencies. The introduction of the facilities and rooms provided by the Salatiga City DISKOMINFO is not well known by the public or even state agencies. The author would like to help the problems experienced by DISKOMINFO Salatiga City in introductiong the facilities provided by using the corporate introduction of agency DISKOMINFO Salatiga City designed in the form of a company profile video of DISKOMINFO Salatiga City. The company profile video is packaged in the form of a video full of insormation introducting the usefulness, provision, and notifications that will help the public and other state agencies to be more familiar with the facilitites that have been provided by DISKOMINFO Salatiga city

    Produksi Iklan Radio Kampoeng Banyumili: Wayahe Hiling Ben Ra Pening

    No full text
    Karya ilmiah berupa produksi iklan radio berjudul “Produksi Iklan Radio Kampoeng Banyumili: Wayahe Hiling Ben Ra Pening” bertujuan untuk memaksimalkan awareness dari Kampoeng Banyumili kepada konsumen, calon konsumen, serta khalayak umum. Media radio dipilih menjadi medium promosi dikarenakan cukup murah dibanding televisi, mampu mengurangi stimulus visual yang mengganggu sehingga membantu memusatkan perhatian pada suara iklan itu sendiri tanpa bukti visual dan penyebaran yang terarah. Dimana yang sebelumnya media ini belum digunakan oleh pihak Kampoeng Banyumili sebagai sarana promosi. Karya tugas akhir ini dikemas dalam iklan radio, penulis akan mencari data-data yang diperlukan sebagai point of interest produk nantinya. Dilanjutkan dengan pembuatan skrip yang mana akan menonjolkan Kampoeng Banyumili serta fasilitas didalamnya, skrip iklan radio akan dibuat dengan durasi 60 detik dengan jenis iklan radio dialog dengan format deskripsi, testimoni, serta humor yang menyertakan karakteristik imajinatif, akrab, auditori, musik, dan noise. Melalui proyek ini diharapkan akan memberikan solusi atas fenomena tersebut, iklan akan dibuat dengan jenis spot dialog yang akan dibawakan secara komedi dan menggunakan backsound yang mendukung suasana agar nyaman dan easy listening. Namun melalui proyek ini penulis hendak menyampaikan betapa pentingnya pemilihan media promosi dengan mencocokan segmentasi utamanya agar efektif.Scientific work in the form of radio advertisement production entitled “Produksi Iklan Radio Kampoeng Banyumili: Wayahe Hiling Ben Ra Pening” aims to maximize awareness from Kampoeng Banyumili to consumers, potential consumers, and the general public. Radio media is selected to be medium promotion because it is quite cheap compared to television, able to reduce distracting visual stimulus thereby helping to focus attention on the sound of the advertisement itself without visual evidence and targeted dissemination. Where previously this media had not been used by Kampoeng Banyumili as a means of promotion. This final work is packaged in radio advertisements, the author will look for the necessary data as a point of interest product later. Followed by the creation of a script which will feature Kampoeng Banyumili and the facilities inside, a radio advertisement script will be made with a duration of 60 seconds with the type of dialogue radio advertisement with the format of description, testimony, and humor which includes imaginative, familiar, auditory, musical, and other characteristics noise. Through this project it is hoped that it will provide a solution to this phenomenon, advertisements will be made with the type of dialogue spots that will be delivered comedic and using a background that supports the atmosphere to be comfortable and easy listening. However, through this project the author wants to convey how important it is to choose promotional media by matching the main segmentation so that it is effective
    corecore