1,720,968 research outputs found

    ANALISIS KEEKONOMIAN BAHAN BAKAR PRODUK NABATI DAN HIDROGEN NUKLIR

    Full text link
    ABSTRAKANALISIS KEEKONOMIAN BAHAN BAKAR PRODUK NABATI DAN HIDROGEN NUKLIR. Kenaikan harga minyak selama enam tahun terakhir belum pernah terjadi sebelumnya yang harus dipandang sebagai pendorong untuk peningkatan efisiensi. Lonjakan harga minyak di pasar dunia dewasa ini didorong oleh faktor permintaan yang kuat di tengah menipisnya cadangan minyak dunia. Untuk menggantikan bahan bakar minyak yang berasal dari perut bumi berbagai alternatif harus di pertimbangkan, antara lain dengan tanaman produksi minyak nabati atau biofuel dan hidrogen yang diproduksi dengan reaktor nuklir temperature tinggi. Bahan bakar nabati berupa etanol terbuat dari jagung atau tebu dan biodiesel yang terbuat dari minyak sawit atau jatropa. Dengan harga minyak terbaru dunia, masa depan bahan bakar minyak nabati dan teknologi energi berbasis hidrogen nuklir menjadi diminati di berbagai belahan dunia. Keekonomian biodiesel akan berubah sesuai dengan harga minyak bumi dunia dan regulasi subsidi yang diterapkan terhadap produk BBM. Di sisi lain peran energi nuklir dalam produksi hidrogen yang paling potensial secara tekno-ekonomi adalah berupa elektrolisis uap temperatur tinggi, dengan menggunakan panas dan listrik dari reaktor nuklir. Biaya produksi bahan bakar biodiesel dari jenis ADO pada dasar subsidi adalah 10.49 US/MMBTU,sementarabiayaproduksihidrogensebagaienergycarrierreaktortemperaturtinggiadalah15.30US/MMBTU, sementara biaya produksi hidrogen sebagai energy carrier reaktor temperatur tinggi adalah 15.30 US/MMBTU. Dengan demikian kedua jenis ini tampak mempunyai daya saing yang kuat.Kata kunci: minyak bumi, bahan bakar nabati, nuklir, hidrogen, keekonomian ABSTRACTECONOMICAL ANALYSIS OF BIOFUEL PRODUCTS AND NUCLEAR PLANT HYDROGEN. The increasing in oil prices over the last six years is unprecedented that should be seen as a spur to increased efficiency. The surge in oil prices on the world market today is driven by strong demand factors in the depletion of world oil reserves. To replace the fuel oil from the bowels of the earth the various alternatives should be considered, including other crops or vegetable oil production of bio-fuels and hydrogen are produced by high temperature nuclear reactors. Biofuels in the form of ethanol made from corn or sugar cane and biodiesel made from palm oil or jatropha. With the latest world oil prices, future fuel vegetable oil and nuclear hydrogen-based energy technologies become popular in various parts of the world. Economics of biodiesel will be changed in accordance with world oil prices and subsidy regulations which apply to fuel products. On the other hand the role of nuclear energy in hydrogen production with the most potential in the techno-economics is a form of high temperature steam electrolysis, using heat and electricity from nuclear reactors. The production cost of biodiesel fuel on the basis of ADO type subsidy is 10.49 US/MMBTU,whiletheproductioncostofhydrogenasanenergycarrierofhightemperaturereactoris15.30US/MMBTU, while the production cost of hydrogen as an energy carrier of high temperature reactor is 15.30 US/MMBTU. Thus, both types seem to have strong competitiveness.Keywords: petroleum, biofuel, nuclear, hydrogen, economic

    BIAYA EKSTERNAL PLTU BATUBARA SURALAYA

    No full text
    ABSTRAK BIAYA EKSTERNAL PLTU BATUBARA SURALAYA. PLTU Batubara Suralaya berada di ujung barat bagian utara Pulau Jawa. Sebagai pembangkit listrik berbahan bakar fosil, yaitu batubara, PLTU Suralaya melepaskan polutan-polutan yang menimbulkan pencemaran lingkungan seperti PM10, S02 dan NOx dalam pengoperasiannya. Dengan lepasnya polutan ke lingkungan, PLTU Suralaya menimbulkan damage cost terhadap lingkungan, khususnya berupa kesehatan manusia. Damage cost dihitung berdasarkan karakteristik pembangkit, produksi energi dan kondisi lingkungan seperti keadaan reseptor dan cuaca lingkungan. Hasil studi menunjukkan bahwa damage cost per satuan energi listrik netto yang diproduksi adalah 0,69 cents-USS/kWh.   ABSTRACT EXTERNAL COST OF SURALAYA COAL STEAM POWER PLANT. Suralaya Coal Power Plants is located on the west end of Java Island. As a fossil power plant, especially coal fueled power plants, Suralaya CSPP also emits several pollutants linked to the environmental problems such as PM10, S02 and the NOx produced related to plant operation. As a source of pollutants, Suralaya CPP arises damage costs to the environment, especially to the human health. The damage costs are assessed according to the plant characteristic, fuel characteristic, energy produced, and the environmental condition. The study results indicate that damage cost by net electricity energy produced is 0.69 cents-USS/kWh

    ESTIMASI BIAYA PENGEMBANGAN SISTEM KELISTRIKAN SUMATERA OPSI NUKLIR

    Full text link
    ABSTRAKESTIMASI BIAYA PENGEMBANGAN SISTEM KELISTRIKAN SUMATERA OPSI NUKLIR. Estimasi Biaya Pengembangan Sistem Kelistrikan Sumatera Opsi Nuklir ini bertujuan untuk mendapatkan analisis biaya atas solusi optimum sistem kelistrikan Sumatera dengan menggunakan Program WASP-IV. Ditinjau dari segi keekonomian penggunaan PLTN untuk memenuhi kebutuhan listrik di Wilayah Sumatera cukup layak untuk masa yang akan datang. Geografi Sumatera cukup baik, terutama wilayah pantai timur yang tidak memiliki potensi tenaga air dan panas bumi. Pemanfaatan minyak sebagai bahanbakar pembangkit secara besar-besaran sudah tidak realistis mengingat bahan bakar ini sangat dibutuhkan di sektor lainnya seperti transportasi, elektrifikasi wilayah-wilayah terpencil, dan harganya yang relatif tinggi. PLT berbahanbakar gas masih dimungkinkan untuk beberapa dasawarsa mendatang dalam kapasitas daya terbatas. Studi ini menampilkan tiga skenario, yaitu Low Secenario, Base Scenario dan High Scenario yang masing-masing menerapkan discount rate 8%, 10% dan 12%. Hasil estimasi kebutuhan biaya untuk pengembangan sistem Sumatera adalah 57 465 juta USpadaBaseScenariodiscountrate8 pada Base Scenario - discount rate 8%, 59 349 juta US pada Base Scenario - discount rate 10%, dan 57 796 juta USpadapadaBaseScenariodiscountrate12 pada pada Base Scenario - discount rate 12%. Sedangkan fungsi objektif adalah 15 172 US pada Base Scenario - discount rate 8%, 12 663 juta USpadaBaseScenariodiscountrate10 pada Base Scenario - discount rate 10%, dan 11 017 juta US pada Base Scenario - discount rate 12%.Kata kunci: estimasi biaya, optimasi, discount rate ABSTRACTCOST ESTIMATION OF SUMATRA ELECTRICITY EXPANSION PLANNING WITH NUCLEAR OPTION. The objective of the study is to obtain the cost analysis on optimum solution of Sumatra electricity system using WASP-IV Program. Considering the economic aspect, nuclear power plant (NPP) is feasible in the future. From the geographical aspect Sumatra is prospecting for NPP site, especially the east coastal area due to the absence of hydro power potential and geothermal field. The use of petroleum as fuel in large scale power plants is not feasible. Beside causing high cost for electricity sector, it is also an important fuel for any other sectors such as transportation, electrification of isolated areas. Gas fuelled power plants is still feasible for next several decades in limited capacity. The study presents three scenarios, i.e. Low Scenario, Base Scenario and High Scenario applying discount rate of 8%, 10% and 12% respectively. Cost estimation for Sumatra System Expansion Planning is 57 465 million USontheBaseScenariodiscountrate8 on the Base Scenario - discount rate 8%, 59 349 million US on the Base Scenario - discount rate 10%, and 57 796 million USontheBaseScenariodiscountrate12 on the Base Scenario - discount rate 12%. The objective function is 15 172 US on the Base Scenario - discount rate 8%, 12 663 million USontheBaseScenariodiscountrate10 on the Base Scenario - discount rate 10%, and 11 017 million US on the Base Scenario - discount rate 12%.Keywords: cost estimation, optimation, discount rat

    PERTIMBANGAN TEKNO-EKONOMI DALAM PERENCANAAN SISTEM PEMBANGKITAN

    No full text
    ABSTRAK Sistem pembangkitan mempunyai aspek keandalan dan ekonomi yang sangat penting untuk dipertimbangkan. Kedua aspek sangat terkait dengan masalah teknik dan biaya yang harus dikelola, dan mengandung konsekuensi yang bersifat finansial. Daya saing ekonomi dari suatu jenis unit pembangkit maupun efisiensi sistem secara keseluruhan sangat terpengaruh oleh kecermatan pengaturannya didalam sistem. Masing-masing unit didalam sistem mempunyai karakteristik kinerja dan aspek biaya produksi energi yang berbeda, sehingga harus ditempatkan pada posisi pembebanan dan durasi tertentu di dalam sistem.   ABSTRACT Generating system have reliability and economic aspect of important consideration. Both aspects are closely related with the managed technical problems and the cost, and having a consequence of transitional nature. Economic competitiveness of a certain plant unit and also the overall system efficiency are much affected by the management inside the system. Each unit inside the system has different aspects of performance characteristic and energy production cost in such a way that the unit should be positioned at a certain loading and duration in the system

    STUDI AWAL PLTN DI SUMATERA

    No full text
    ABSTRAK STUDI AWAL PLTN DI SUMATERA. Saat ini pertumbuhan permintaan kapasitas daya listrik di wilayah Sumatera sekitar 11.3% per tahun. Dengan kondisi sistem kelistrikan saat ini menyebabkan pemadaman listrik secara bergilir yang hampir teijadi setiap hari di seluruh wilayah. Penambahan kapasitas dengan pembangkit berskala kecil, pertumbuhan permintaan di wilayah ini sulit terpenuhi. Sedangkan fasilitas pembangkitan yang selama ini menggunakan bahan bakar minyak sudah tidak layak dioperasikan karena menimbulkan beban subsidi yang sangat tinggi. Dengan kondisi demikian di masa mendatang Pulau Sumatra membutuhkan kapasitas tambahan dalam unit-unit berskala besar yang peluang terbesar dimungkin dengan PLTN. Kata kunci: Kondisi kelistrikan Sumatera, defisit daya, PLTN di Sumatera.   ABSTRACT In this time demand growth of electricity generation capacities on Sumatra region is about 11.3% per year. That condition cause power off by have innings which almost happened every day in all region. Addition of capacities with small scale generating, the demand growth in this region is difficult to meet. While generating facilities which until now use oil fuel have is not feasible to operate because the generating cause very high subsidy burden. With that way condition of Sumatra Island additional demand of capacities in large scale units which is possible biggest opportunity by Nuclear Power Plants (NPP) in the next period. Keywords: Electricity condition of Sumatra, power deficit, NPP in Sumatra

    PROYEKSI NERACA ENERGI INDONESIA HINGGA TAHUN 2027 (DENGAN OPSI NUKLIR)

    No full text
    ABSTRAK PROYEKSI NERACA ENERGI INDONESIA HINGGA TAHUN 2027 (DENGAN OPSI NUKLIR). Akibat keterbatasan sumberdaya energi Indonesia, terutama cadangan minyak bumi, sementara belum optimalnya program konservasi dan diversifikasi bahan bakar minyak, dan belum optimalnya pemanfaatan sumber energi barn (new energy), maka dalam waktu dekat Indonesia diperkirakan akan menjadi net-importer of oil. Sektor ekspor merupakan sektor demand terbesar selama 30 tahun ke depan dengan pertumbuhan hanya 2,2% per tahun, namun mengambil porsi 42% energi nasionai selama waktu tersebut, terdiri dari berturut-turut dari yang terbesar adalah gas, batubara dan crude oil. Permintaan energi untuk semua sektor demand akan terus meningkat sesuai dengan perkembangan makroekonomi khususnya GDP dan pertumbuhan jumlah penduduk, namun juga dipengaruhi oleh ketersediaan dan keterbatasan sumberdayanya. Sektor industri diprediksi akan mengalami kenaikkan demand tertinggi sebesar rata-rata 10,6% diikuti tranportasi rata-rata 10,4% per tahun. Opsi nuklir yang mengacu pada hasil optimasi sistem kelistrikan dengan studi WASP yang mengintroduksi nuklir pada tahun 2009, jika direalisasikan hanya akan menyumbang 5,5% dari total kebutuhan energi nasionai. Secara keseluruhan permintaan energi naik rata-rata sebesar 7,13% per tahun selama periode studi tersebut. Metodologi yang digunakan adalah dengan perhitungan kebutuhan energi berdasarkan proyeksi ekonomi hingga 30 tahun mendatang serta penerapan berbagai parameter atas dayadukung sumberdaya energi yang tersedia.   ABSTRACT INDONESIAN ENERGY BALANCE PROJECTION UNTIL 2027 (WITH NUCLEAR OPTION). Due to limited energy reserve in Indonesia, specifically crude oil resources, while conservation and diversification program are not optimum yet, and utilization of new energy not yet optimum also, in the near future Indonesia will become a net oil importer country. Export sector is the biggest demand for the next 30 years by 2.2% growth rate per year, evenly take 42% of the national energy during the period that consist of gas, coal and oil. Energy demand for all sectors will continually increase according to macro-economy development mainly GDP and population growth, and affected by availability and limitation of the resources. Industrial sector is predicted will be the highest demand by 10.6% average growth, followed by transportation of 10,4% average growth per year. Nuclear option referring to the optimum solution result of the electricity expansion planning using WASP model appearing nuclear on 2009, if realized, will contributes just 5.5 percent of total national energy demand. Total energy demand will increase by 7.13% a year during the study period. Applied methodology is energy demand calculations based on macro­economic projection beyond the next 30 years and application of several parameters on capability of the available energy resources

    Perbandingan Keekonomian Transmisi HVDC dan Pengangkutan Batubara Dalam Pengembangan Kelistrikan Kalimantan - Sulawesi

    Full text link
    Sehubungan dengan karakteristik beban pada banyak wilayah di Indonesia, sistem kelistrikan sering tidak efisien. Di daerah yang jauh dari jaringan interkoneksi dan pulau terpencil misalnya, pemilihan jenis pembangkit berbahanbakar murah seperti batubara tidak tidak dapat diterapkan, sedangkanpembangkit berbahanbakar minyak biayanya sangat tinggi dan memberatkan beban subsidi. Akibatnya daerah tersebut tetap menggunakan pembangkit berbahanbakar minyak dengan membatasi waktu nyala pembangkit dan konsumen tidak mendapat layanan memuaskan. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana kemanfaatan sistem transmisi HVDC dari Kalimantan ke Sulawesi sehingga konsumen mendapat layanan lebih baik dan dapat berproduksi untuk meningkatkan kesejahteraan. Metode yang digunakan dalam analisis ini adalah penelusuran pustaka dan melakukan perhitungan berdasarkan formula yang ada. Hasil yang diperoleh bahwa segi biaya langsung, sistem HVDC yang meliputi biaya saluran transmisi, konverter dan rugi-rugi daya berkisar antara 0,46 – 0,60 USD¢/kWh untuk kapasitas daya berkisar antara 500 – 2000 MWe. Sedangkan biaya angkut batubara berkisar antara 0,544 – 0,645 USD ¢/kWh untuk tongkang berukuran panjang antara 270 – 330 feet. Dengan demikian, untuk wilayah Indonesia dengan banyak pulau dan daerah terpencil memungkinkan secara lebih ekonomis untuk menyalurkan listrik dengan transmisi HVDC dari pulau atau daerah yang sistem listriknya telah berkembang, sehingga wilayah terpencil juga mendapat layanan listrik yang prima untuk meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan penduduknya

    Economic Aspect of Hvdc Transmission System for Indonesia Consideration in Nuclear Power Development

    Full text link
    ECONOMIC ASPECT OF HVDC TRANSMISSION SYSTEM FOR INDONESIA CONSIDERATION ON NUCLEAR POWER DEVELOPMENT. As a country with hundreds million people, Indonesia needs to generate large scale power and distribute it to thorough country to improve gross domestic product of the population. In the power transmission domain, the High Voltage Direct Current (HVDC) transmission system should be considered for the next decades concerning any technical and economical problems with HVAC transmission. HVDC transmission system is the answer for the Indonesian condition. This system can connect the high energy potential regions to the high energy demand regions. HVDC is the most efficient to transport energy from one region to another one region. Dismantling and removing assets costs are included to the estimated for capital costs, while the environmental and property costs are the costs of securing designations and resource consents, and valuation and legal advice for the HVDC investment. Although converter terminals are expensive however, for long transmissions HVDC system can compensate the costs over breakeven distance through very efficient transmission system. Efficiency of HVDC is appearing from conductor wire, supporting tower, low energy loses and free space used by route of the transmission line. HVDC system is also free from some problem, concerning stability, inductive and capacitive load components, phase differences and frequency system. In the economic aspect the HVDC capital costs for the transmission options comprise estimates of the cost to design, purchase and construct new HVDC transmission components. While operating and maintenance costs of HVDC assets comprise the costs for replacement the old existing overhead transmission lines, underground and submarine cables, and HVDC converter station components

    DAMPAK PERALIHAN MASSAL TRANSPORTASI JALAN RAYA KE MOBIL LISTRIK.

    Full text link
    Pertumbuhan penduduk Indonesia masih terus berlangsung dan kebutuhan energi untuk transportasi terus meningkat dari tahun ke tahun. Pasokan bahan bakar minyak diprediksi akan menurun sehingga energi untuk transportasi membutuhkan langkah-langkah inovatif ke masa depan, yang salah satu alternatif utamanya adalah menggunakan tenaga listrik. Makalah bertujuan untuk mengu­raikan perspektif ke depan sistem energi dalam kaitannya memenuhi permintaan di sektor transportasi serta meramalkan indikator yang terkait permintaan energi transportasi selama empat dekade ke depan menggunakan teknik smoothing trendline. Analisis dilakukan menggunakan Model MESSAGE untuk optimasi keseluruhan sistem energi. Di dalam model ini, dengan adanya vektor permintaan untuk barang atau jasa terhadap energi tertentu, pasokan harus menjamin jumlah yang sesuai dengan manfaat teknologi dan sumber daya yang dikonteskan. Permintaan energi sektor transportasi akan mencapai angka 300 ribu MWy energi tergambar pada tahun 2055. Untuk kendaraan listrik nilai aktualnya adalah 81 ribu MWy dalam bentuk energi listrik sebagai hasil perhitungan konversi energi. Demikian juga untuk tahun-tahun selainnya nilai aktual energi listriknya dikalikan dengan angka 0,27 – sebagai faktor konversi dari besaran nominal ke besaran aktual. Biaya energi untuk kendaraan listrik dengan perbedaan tipis lebih murah daripada kendaraan berbahan bakar minyak.

    Aspek geografis tapak PLTN di kawasan BINTAN - Barelang

    Full text link
    Wilayah Bintan - Barelang merupakan bagian dari paparan kontinental, terdiri atas pulau-pulau yang tersebar sebagai sisa-sisa erosi atau penyusutan dari daratan pra Tersier yang membentang dari semenanjung Malaysia/ pulau Singapore. Posisi geografisnya berada pada jalur transportasi laut yang padat, sehingga ia memiliki potensi peran yang signifikan terhadap berbagai sektor ekonomi. Salah satunya adalah sektor kelistrikan yang hingga saat ini pemenuhan kebutuhannya belum berada pada bauran energi yang ideal karena masih didominasi oleh bahanbakar minyak. Sementara untuk sektor transportasi di kawasan Asia Tenggara akan membuat sektor listrik memainkan peran lebih banyak di masa mendatang yang membutuhkan berbagai potensi sumberdaya energi untuk pembangkit listrik. Aktifitas dan pertumbuhan ekonomi mendorong pertumbuhan permintaan listrik yang relatif tinggi di kawasan regional Bintan – Barelang sehingga akan melibatkan sistem kelistrikannya dalam wacana Asean Power Grid. Makalah ini bertujuan untuk menguraikan perspektif ke depan sistem energi dalam kaitannya untuk memenuhi permintaan di sektor transportasi serta meramalkan indikator yang terkait permintaan energi transportasi selama empat dekade ke depan. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah penelusuran pustaka dari berbagai sumber yang relevan. Hasil yang diperoleh dari kajian ini nadalah bahwa posisi geografis Kawasan Bintan - Barelang memiliki potensi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir yang berwawasan regional terhadap kawasan sekitarnya khususnya Asia Tenggara yang ekonominya semakin didominasi oleh sektor jasa dan industri
    corecore