44 research outputs found
KONSTRUKSI SISWI OBESITAS TENTANG IKLAN SUSU WRP DI TELEVISI
KONSTRUKSI SISWI OBESITAS TENTANG IKLAN SUSU WRP DI TELEVISI Nurnadia Thamesvita S-1 Prodi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Dan Hukum Universitas Negeri Surabaya [email protected] Refti Handini Listyani Prodi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya [email protected] Abstrak Pencitraan keidealan tubuh tersebut dilakukan sedemikian rupa dan seringkali mendapatkan pembenaran dari kalangan perempuan sendiri. Bentuk tubuh perempuan yang dianggap ideal bisa berubah-ubah,misalnya pada jaman Renaissance tubuh perempuan yang ideal adalah ‘berisi’. Sebaliknya pada jaman sekarang ini, bentuk tubuh ideal adalah langsing dengan lingkar pinggang yang kecil. Banyaknya iklan yang ada di televisi yaitu menawarkan berbagai macam produk makanan dan minuman dengan memberikan sebuah pengaruh dan membuat suatu bentuk konsep tubuh perempuan yang ideal yaitu sesuai dengan gambaran yang diciptakan oleh model iklan tersebut. Dari berbagai macam iklan produk yang di tawarkan yaitu diet sehat dengan meminum susu pelangsing tubuh yang tepat. Dari keterangan di atas, maka peneliti tertarik untuk mengangkat judul “Konstruksi Remaja Perempuan Obesitas di SMAN 16 Surabaya Tentang Iklan Minuman Susu Pelangsing Tubuh WRP di Televisi”. Teori di dalam penelitian ini adalah memakai teori konstruksi sosial Peter L. Berger. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keadaan obesitas pada perempuan, usaha untuk membentuk tubuh ideal, pengetahuan iklan susu WRP, pesan-pesan yang ada di dalam iklan susu WRP, kenyataan dari pesan tersebut, dan tentang iklan susu WRP. Kata Kunci: Konstruksi Sosial, Obesitas, Iklan. Abstract Ideal body imaging is done in such a way and often gets justification from women themselves. The ideal female body shape can vary, for example in the Renaissance the ideal female body is contained.On the contrary today, the ideal body shape is slim with a small waistline. The number of ads available on television that offers a wide range of food and beverage products by giving an influence and create an ideal form of female body concept that is in accordance with the image created by the ad model. From a variety of product ads on offer is a healthy diet by drinking the right body slimming milk. From the description above, the researchers are interested to lift the title "Construction of Adolescent Women Obesity in Senior High School 16 Surabaya About Advertising WRP Slimming Milk Drink on Television".The theory in this study using social construction Peter L. Berger theory. The purpose of this study was to identify the state of obesity in women, effort to shape the ideal body, knowledge of WRP ads, messages contained in the WRP, the reality of the message, and about the WRP advertising. Keywords: Construction Social, Obesity, Ads
Diskursus Ideologi Aliansi Perempuan Lamongan
Abstrak Kasus Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) masih banyak terjadi di Lamongan. LSM Aliansi Perempuan Lamongan (APeL) adalah salah satu organisasi perempuan yang peduli terhadap isu-isu perempuan dan perlindungan bagi anak. Penelitian ini menggunakan analisis teoritis Feminisme Liberal Naomi Wolf. Bagi Wolf konsep feminis liberal adalah perempuan memiliki kekuatan, perempuan memliki kebebasan individu, dan perempuan menjadi manusia. Pada proses pendampingan kasus KTD, APeL menyampaikan pemahaman dan melakukan counter ideologi terhadap korban dan keluarga korban. Counter ideologi dilakukan dengan menyampaikan pengetahuan-pengetahuan yang dianggap benar. Melalui analisis wacana kritis terkait studi arkeologi pengetahun, peneliti ingin mengeksplorasi ideologi yang dibangun oleh APeL melalui wawacana dominan yang digiatkan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan metodologis Analisis Wacana Kritis Michel Foucault. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi kegiatan APeL. Hasil penelitian ini bahwa wacana pada ideologi APeL menghadirkan pengetahuan yang beragam. Terdapat counter ideologi untuk menggiatkan savoa yang diberikan APeL terhadap masyarakat, terhadap korban KTD perkosaan dan korban KTD defersi. Counter ideologi yang digiatkan pada masyarakat bahwa perempuan KTD perkosaan maupun defersi adalah korban. Kata Kunci: Kehamilan Tidak Diinginkan, Counter Ideology Foucault, Femnisme Liberal Naomi
PRAKTIK SOSIAL ANTARA SISWA DIFABEL PADA LINGKUNGAN SEKOLAH INKLUSI
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi praktik sosial antar siswa difabel pada lingkungan sekolah inklusi. Praktik sosial yang terbentuk ini berdasarkan habitus dan modal yang dimiliki oleh siswa difabel di dalam ranahnya. Penelitian ini menggunakan teori pratik sosial dari Piere Bourdieu dengan rumus (Habitus X Modal) + Ranah = Praktik Sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan perspektif strukturalis genetik Pierre Bourdieu. Hasil penelitian ini terdiri dari dua kategori berdasarkan habitus serta modal sosial yang dimiliki oleh siswa difabel dalam ranahnya. Pertama kategori siswa difabel ekstrovert, kedua kategori siswa difabel introvert.Keywords: Siswa Difabel, Qualitative Approach, PraktikSosia
Strategi Bertahan Pemilik Warung Kopi Pangku di Rolak Songo Mojokerto
Inovasi baru dalam mengembangkan suatu usaha yang sedang dijalankan merupakan salah satu strategi bertahan sebagian besar pemilik usaha untuk tetap mempertahankan usahanya ditengah persaingan yang semakin ketat terutama dalam menjalankan usaha yang sama jenisnya. Salah satunya adalah usaha warung kopi yang semakin lama kemunculannya semakin menjamur dengan berbagai latar belakang. Menjamurnya warung kopi mengakibatkan inovasi baru bermunculan untuk dapat mempertahankan usaha warung kopi meskipun banyak bermunculan pesaing baru. Salah satunya adalah mengubah suasana dan penambahan fasilitas yang disediakan untuk calon pembeli dan pelanggan agar tetap nyaman dan tetap memilih warung kopi tersebut sebagai tujuan pemberhentiannya. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana strategi pemilik usaha warung kopi dalam mempertahankan keberadaannya di Rolak Songo Mojokerto. Penelitian ini merupakan jeins penelitian kualitatif menggunakan perspektif teori Robert D Putnam. Lokasi penelitian berada di Rolak Songo, Desa Lengkong Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto. Hasil penelitian didapatkan bahwa strategi bertahan yang dilakukan oleh pemilik usaha warung kopi pangku terbagi menjadi beberapa hal yaitu strategi untuk tetap memberikan pelayanan yang terbaik untuk calon pembeli dan pelanggan yang ada. Strategi selanjutnya adalah keamanan dibukanya usaha warung kopi pangku yang didapatkan oleh pemilik usaha dari jaringan sosialnya yaitu aparat dari lingkungan setempat dan pihak dari dinas terkait tanpa memperdulikan pelabelan masyarakat terkait usaha yang dijalankan. Kata Kunci :Modal Sosial, Pemilik Usaha, dan Warkop Pangk
Analisis Wacana Kritis Berita Kekerasan di Pesantren Pada Media Sosial
Abstract
The news of the case of a Gontor student allegedly abused by a senior in 2022 has become a new bullying issue among teenagers. News in the media says that Islamic boarding schools are a safe place for children's education, which has become a false stigma and various other opinions. This research is interesting to do because the stigma and opinion appear depending on the use of words and sentences from the media in its reporting. This research is descriptive qualitative and aims to explain the phenomenon in depth related to the news of the Gontor Islamic boarding school on several social media. The analysis technique used is Vandijk's critical discourse analysis method by looking at 3 dimensions, text analysis, social cognition and social context. The results and discussion in this study are the discourse of the Islamic boarding school which has become bad due to the victim's mother Soimah expressing her feelings, what she heard and what she saw. The discourse of the Islamic boarding school on irresponsible attitudes, not being open and other dark side assumptions. Some content on social media is a form of support for the victim's mother because of the injustice and disappointment she felt so that the media succeeded in creating a stigma in society. The legal counsel acts as a pro party to the family, appearing in the media to help Soimah who is unable to accept this incident. Gontor is considered to have disappointed and lied trying to give an explanation and apologize to the media. The context of most people considers that Gontor as a famous Islamic boarding school uses their power in education because the Islamic boarding school system led by kyai has a patron-client role of society.
Keywords: Critical Discourses Analysis, Social media, islamic boarding school power relations
Pemberitaan kasus santri gontor diduga dianiaya senior pada tahun 2022 menjadi isu bullying baru di kalangan remaja. Berita di media mengatakan bahwa pondok pesantren merupakan tempat cukup aman untuk pendidikan anak menjadi stigma yang salah dan berbagai opini yang lain. Penelitian ini menarik dilakukan karena stigma dan opini tersebut muncul bergantung pada penggunaan kata dan kalimat dari media pada pemberitaannya. Penelitian ini bersifat deksriptif kualitatif bertujuan menjelaskan fenomena secara mendalam terkait pemberitaan pesantren Gontor di beberapa media sosial. Teknik analisis yang digunakan yaitu metode analisis wacana kritis milik vandijk dengan melihat 3 dimensi, analisis teks, kognisi sosial dan konteks sosial. Hasil dan pembahasan pada penelitian ini yaitu wacana pesantren yang menjadi jelek akibat dari ibu korban Soimah mengungkapkan perasaannya, apa yang dia dengar dan apa yang dia lihat. Wacana pesantren atas sikap yang tidak bertanggungjawab, tidak terbuka dan anggapan sisi gelap lainnya. Beberapa konten pada media sosial merupakan bentuk dukungan kepada ibu korban karena ketidakadilan dan kecewa yang dia rasakan sehingga media berhasil membuat suatu stigma di masyarakat. Kuasa hukum berperan sebagai pihak pro kepada keluarga banyak tampil di media untuk membantu Soimah yang tidak mampu menerima kejadian ini. Pihak gontor dianggap membuat kecewa dan berbohong mencoba memberi penjelasan dan meminta maaf kepada media. Konteks sebagian besar masyarakat menganggap bahwa Gontor sebagai pesantren ternama memanfaatkan kuasa mereka dalam pendidikan karena sistem pesantren yang dipimpin oleh kyai mempunyai peran patron-client of society.
Kata Kunci: Analisis Wacana kritis, Media Sosial, Islamic Boarding school power relations
 
Identitas Diri Remaja Perempuan Perkotaan Di Media Sosial: Studi Pada Penampilan Mahasiswi Surabaya Di Tiktok: English; Indonesia
Technological developments are continuously advancing which makes social media in gadgets also develop. One of the social media that is currently developing is the tiktok application which is used to show the identity of users, including young girls. in this application users can share videos and photos that are easily seen by everyone without having to be friends. Teenage female users really like this application, one of them is the FISH Student at Surabaya State University. The purpose of this study was to look at the life background, appearance and identity of FISH students in using the tiktok application with their self-concept. This study was analyzed using the theory of self-concept symbolic interactionism from George Herbert Mead. In this study using descriptive qualitative approach. The collection technique uses the snowball technique and also conducts in-depth interviews, documentation and observations of events in the field. The results of the study show that FISH students at Surabaya State University have their own symbols in showing their life background, identity and appearance in the tiktok application. Therefore, the symbol shown can bring out the meaning of his self-concept through the video so that indirect interaction occurs in the tiktok application. In addition, the selfconcept resulting from the symbols they show is very different. They are also competing to show themselves so that they are easily recognized in their own way.Keywords: Self Identity; Appearance; Self Concept.Identitas Diri; Penampilan; Konsep Diri
Kontruksi Kecantikan Warna Kulit Perempuan Indonesia (Studi Kasus di Surabaya)
Abstract
In essence, beauty is a subjective, flexible and varied thing. Every individual has various perspectives on the essence of beauty itself, but in fact beauty itself has objective and universal judgment qualifications. Many aspects affect the qualification, one of the aspects that plays a central role of the beauty value itself is skin colour. The construction of skin colour assessment also occurs in Indonesia, especially in the city of Surabaya, the issue of skin colour beauty construction has become a hot topic in the community. The purpose of this research is to analysis the construction of the community regarding the issue of skin colour beauty and analysis the social impact caused by women in the city of Surabaya. The method used in this study is qualitative with the perspective of Peter L Berger's social construction theory and supported by Naomi Wolf's beauty myth theory, this data analysis technique uses the Grounded Theory Technique. Social construction of society on the issue of skin colour beauty construction there are three moments, namely internalization where the construction of beauty arises from the people closest to them, then there is objectification where the understanding begins to be justified and accepted, then externalized through the repetition of the understanding to others into something true. So that with this construction, beauty standards continue to grow and become a valid one in society.
Keywords: Beauty, Women; social construction; Society; colorism.
Abstrak
Pada hakekatnya, kecantikan adalah suatu hal yang bersifat subyektif, fleksibel dan bervariasi. Setiap individu memiliki berbagai macam perspektif mengenai hakikat cantik itu sendiri, namun nyatanya kecantikan itu sendiri memiliki kualifikasi penilaian yang bersifat obyektif dan universal. Banyak aspek yang mempengaruhi kualifikasi tersebut, salah satu aspek yang memainkan peran sentral dari nilai kecantikan itu sendiri adalah warna kulit. Kontruksi penilaian warna kulit ini juga terjadi di Indonesia, khususnya di Kota Surabaya, isu kontruksi kecantikan warna kulit menjadi topik hangat di Masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kontruksi Masyarakat mengenai isu kecantikan warna kulit serta menganalisis dampak sosial yang ditimbulkan dari bagi Perempuan di Kota Surabaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan perspektif teori kontruksi sosial Peter L Berger dan didukung dengan teori mitos kecantikan Naomi Wolf, Teknik analisis data ini menggunakan Teknik Grounded Theory. Kontruksi sosial Masyarakat tentang isu kontruksi kecantikan warna kulit terdapat tiga momen yakni internalisasi yang mana kontruksi kecantikan timbul dari orang-orang terdekat, kemudian terdapat obyektivasi yang mana pemahaman tersebut mulai dibenarkan dan terima, kemudian dieksternalisasikan melalui pengulangan pemahaman tersebut kepada orang lain menjadi sesuatu yang benar. Sehingga dengan adanya kontruksi tersebut maka standart kecantikan terus tumbuh dan menjadi suatu yang valid di Masyarakat.
Kata Kunci : Kecantikan, Perempuan; kontruksi sosial; Masyarakat; warnaisme
PERAN PASANGAN KELUARGA TKI DI TANAH AIR DALAM MENJAGA KETAHANAN KELUARGA (Studi Relasi Gender di Desa Kebonduren, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar )
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran pasangan keluarga TKI di tanah air dalam menjaga ketahanan keluarga dan dampak dari pembagian kerja serta tanggung jawab pasangan keluarga TKI di tanah air. Lokasi penelitian berada di Kebonduren, Ponggok, Blitar. Penelitian menggunakan teori gender pembagian kerja secara seksual yaitu nature dan nurture. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berusaha menjelaskan fennomena secara luas dan mendalam. Hasil penelitian diperoleh apabila salah satu pasangan bekerja diluar negeri maka pasangan yang berada ditanah air berperan melaksanakan tugas-tugas rumah tangga seperti melakukan pekerjaan domestik (mencuci dan memasak), dan mengasuh anak. Adanya pembagian kerja antara suami istri merupakan bentuk kemitraan gender antara laki-laki dan perempuan. Keduanya harus bekerja sama untuk membangun keberlanjutan kehidupan keluarga. Sedangkan dampak pembagian peran dan tanggung jawab adalah terciptanya ketahanan keluarga. Kata Kunci : Peran, Keluarga, TK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi latar belakang perempuan memilih pekerjaan sebagai TNI AD (Kowad), mengidentifikasi makna perempuan dan dirinya sendiri yang bekerja sebagai Kowad, serta untuk menganalisis kesetaraan gender di lingkup Militer. Subjek penelitian ini adalah lima orang anggota Kowad (Korps Wanita Angkatan Darat) yang sudah maupun belum menikah, serta pemilihan subjek penelitian menggunakan teknik Snowball Sampling. Teknik pengumpulan data diambil dengan observasi, wawancara dan dokumentasi, sementara itu teknik analisis yang digunakan adalah dengan teknik analisis gender Model Moser. Hasil penelitian ditemuka bahwa proses simbolik (simbol seragam tentara) dapat menghantarkan perempuan Kowad untuk mengenal dirinya sendiri dan pekerjaannya, selanjutnya perempuan anggota Kowad juga telah membuktikan bahwa perempuan juga mampu bersaing di ranah pekerjaan publik yang didominasi oleh laki-laki. Terakhir, meskipun perempuan sudah bekerja di ranah militer, namun ternyata perbedaan gender masih ada, terkait dengan perbedaan tugas perempuan dan laki-laki, perempuan hanya diberikan kesempatan untuk mengurus hal-hal yang terkait administrasi dan logistik.
Kata kunci: makna diri, perempuan, prajurit TNI-A
PERAN PEREMPUAN ANGGOTA KOMUNITAS PAHLAWAN EKONOMI DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN KELUARGA
Pembagian peran dalam masyarakat didasarkan bukan pada faktor kemampuan melainkan faktor perbedaan biologis. Budaya patriarki membuat perempuan tidak mendapatkan kesamaan hak dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, dan politik. Minimnya peluang kerja mengakibatkan berbagai masalah sosial seperti kemiskinan. Keterlibatan pemerintah dalam menangani kemiskinan diwujudkan melalui program pemberdayaan perempuan yaitu Pahlawan Ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran perempuan dalam meningkatkan perekonomian keluarga ditengah stigma budaya patriarki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan perspektif gender dan teori Nurture sebagai pisau analisis. Lokasi penelitian ini dilakukan di Kota Surabaya. Subyek penelitian ini adalah perempuan anggota komunitas Pahlawan Ekonomi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perempuan mampu keluar dari belenggu patriarki dan relevan dengan pandangan teori Nurture dalam hal pembagian peran. Perempuan mengerjakan peran produktif, reproduktif, kemasyarakatan, turut serta dalam pengambilan keputusan dan pengelolahan akses dan kontrol dalam rumah tangga. Kendala internal yang dialami meliputi kelelahan fisik dan kejenuhan terhadap rutinitas. Kendala eksternal meliputi kinerja karyawan, komplain dari customer, kondisi pasar, pengelolahan waktu. Anak merupakan alasan utama perempuan untuk bertahan dan berjuang dalam hidup. Faktanya, pemahaman akan gender yang dimiliki perempuan belum mampu sepenuhnya menghilangkan pengaruh budaya patriarki. Kata Kunci: Perempuan, Kemiskinan, Pahlawan Ekonom
