1,723,799 research outputs found

    International marketing strategies for Chinese brands in Southeast Asian Markets : a case study on Li-Ning Group.

    No full text
    It has been widely studied and recognised in journal articles that it is inherently difficult for Chinese brands to break into the international market due to several obstacles and challenges that inhibit Chinese companies from building global brands. But despite the hurdles, there are examples of Chinese brands that have successfully gained global presence and it is generally optimistic that more brands will rise up to the challenge. The subject of our case study is Li-Ning Group, a leading sports brand in China. Our objective is to analyse the feasibility and to provide recommendations for Li-Ning’s expansion into selected Southeast Asian cities, namely Kuala Lumpur, Bangkok and Hanoi, with Singapore as a launch pad. The triangulation framework was used to analyse the information and it is consolidated into three perspectives: the Li-Ning Company, its Customers and its Competitors (Nike and Adidas). The framework is supported by the primary data collected through multiple techniques including interview, focus groups and a series of observational studies.BUSINES

    Chasing Gold: Li-Ning, Nike, Adidas in China

    No full text
    Li Ning, the incredible Chinese gymnast who won 106 medals during his career, swept China with his eponymous sportswear brand launched in 1990. The Li-Ning brand dominated the Chinese sportswear market till foreign giants like Nike and Adidas decided to focus on China in the early 2000s. Based on published sources, the case traces and compares the development of three of the largest sportswear brands operating in China — Li-Ning, Nike and Adidas. It also contrasts the performances of domestic and foreign brands in general and explores the reasons that underlie the differences in performance

    Quatrième séance du Cycle Shadows 2013 : Tape de Li Ning

    No full text
    Cycle Shadows 2013 : Tape de Li Ning Pour sa séance d'avril, le cycle Shadows vous présentera le documentaire expérimental Tape 胶带 de Li Ning 李凝. La projection aura lieu le lundi 22 avril à 20h au Studio des Ursulines. Le film sera projeté en version originale sous-titrée anglais. Synopsis Pendant cinq ans, Li Ning a filmé son combat pour devenir un artiste avant-gardiste en Chine malgré les nombreuses pressions de la vie moderne. Il est pris entre ses deux familles : sa femme, son fils et..

    Li-Ning: Make the Change

    No full text
    2010年,李宁公司针对年轻消费者启用了新品牌标识和新口号。李宁本来想通过重塑品牌扩大本土市场优势,为下一步国际化奠定基础,然而2011年的市场效果却不尽人意:“70后”、“80后”的忠实消费者抱怨被李宁遗忘;“90后”的年轻消费者也并未认可李宁作为国际化专业体育品牌的地位;渠道商则对分销网络集中化和提价策略表示不满,因为这些措施导致订单金额下降;销售额再次被阿迪达斯超越,落到中国区第三的位置;公司股价从峰值的31 港元,下滑到6 港元,市值缩水80%。导致这样的结果,李宁公司到底在哪里出错了?是品牌重定位的问题,还是过程中操作手法的不当?这个案例涉及如何进行品牌重塑,以及如何落实品牌重塑的问题。In 2010, Li-Ning launched a new logo and slogan targeting young consumers. It had planned to expand its domestic market advantage by rebranding and lay a foundation for its next step toward globalization, however, the market reaction in 2011 was unsatisfactory: consumers born in the 1970s and 1980s complained of having been forgotten by Li-Ning, and younger consumers born in 1990s didn’t recognize Li-Ning as a professional sports brand with international impact. Meanwhile, the company’s channel partners also expressed their dissatisfaction with the price increases and centralization of the distribution network, leading to a decline in sales orders. Surpassed by Adidas, the company dropped to third place in the Chinese market. Then, its share price dropped from a peak of HK 31toHK31 to HK 6, losing 80% of its stock value. What was wrong with Li-Ning? Was brand rebuilding itself the problem? Or was there something wrong in the brand rebuilding process? The case involves how to rebuild brands, and how to implement brand rebuilding

    Li Ning´s valuation and strategic merger with Under Armour

    Full text link
    This work evaluates the potential merger between Li Ning and Under Armour, two sportswear companies. The DCF valuation method reveals upside potential for the shares of these two companies, with Li Ning showing a 12.85% upside and Under Armour an 8.39% upside. The proposed merger highlights significant value creation, with synergies boosting the combined market capitalization by 12.61%, reaching 13.1 billion USD. By merging Under Armour’s established presence in North America with Li Ning’s growing dominance in China, the combined entity is positioned to compete more effectively against industry leaders Nike and Adidas in the global sportswear market

    A Case Study Of Li Ning Company Limited

    No full text
    Li Ning is a leading sporting sports brand enterprises in the Mainland, China. It holds a major position in Chinese market, showing an increased trend especially in recent few years

    Study Of Beijing Li-Ning Sporting Equipment Ltd. Co. Marketing Strategy

    No full text
    The objective of this research is to research Li-ning Company which has already become widely known sport brand in China since it has been established in 1990s

    Probabilitas Konsumen Membeli Raket Li-Ning Terhadap Pesaing Raket Yonex Berdasarkan Aspek Citra Merek, Harga dan Kualitas Produk (Studi pada Toko Raket Murah Surabaya)

    Full text link
    Probabiltas adalah suatu ukuran tentang kemungkinan suatu peristiwa akan terjadi dimasa yang akan datang. Li-Ning dan Yonex merupakan merek raket yang terkenal di kalangan pecinta olahraga Bulutangkis, yang dibedakan oleh label. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui probabilitas marjinal raket Li-Ning dan raket Yonex, probabilitas bersama raket Li-Ning dan raket Yonex dan probabilitas bersyarat raket Li-Ning terhadap pesaing raket Yonex berdasarkan aspek citra merek, harga dan kualitas produk. Jenis metode penelitian adalah kuantitatif. Teknik sampel yaitu sampling kuota dan sampling purposive. Teknik analisis data  adalah analisa probabilitas. Ditinjau dari hasil probabilitas marjinal, disimpulkan bahwa probabilitas tertinggi adalah probabilitas konsumen membeli raket Li-Ning dan raket Yonex karena kualitas produk sebesar 0,80. Ditinjau dari probabilitas bersama konsumen raket Li-Ning disimpulkan bahwa probabilitas tertinggi adalah probabilitas konsumen yang membeli raket Li-Ning karena kualitas produk sebesar 0,96. Sedangkan konsumen raket Yonex, bahwa probabilitas tertinggi adalah probabilitas yang membeli raket Yonex karena citra merek yaitu sebesar 0,74. Jika ditinjau dari probabilitas bersyarat, disimpulkan bahwa probabilitas tertinggi adalah probabilitas raket Li-Ning terhadap pesaing raket Yonex karena kualitas produk sebesar 0,96. Keywords:  Probabilitas; Citra Merek; Harga; Kualitas Produk; Keputusan Konsume

    PROBABILITAS KONSUMEN MEMBELI RAKET LI-NING TERHADAP PESAING RAKET YONEX BERDASARKAN ASPEK CITRA MEREK, HARGA DAN KUALITAS PRODUK (Studi pada Toko Raket Murah Surabaya)

    Full text link
    Probabiltas adalah suatu ukuran tentang kemungkinan suatu peristiwa akan terjadi dimasa yang akan datang. Kondisi pertumbuhan bisnis saat ini cukup tinggi, dapat dilihat dari berdirinya perusahaan-perusahaan dengan produk sejenis yang akan dijadikan sebagai pesaing, sehingga akan menimbulkan terjadinya persaingan dalam merebut pangsa pasar dan konsumen. Li-Ning dan Yonex merupakan merek raket yang cukup terkenal kalangan pecinta olahraga Bulutangkis, produk raket sejenis tersebut hanya dibedakan dari label atau merek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui probabilitas marjinal raket Li-Ning dan raket Yonex, probabilitas bersama raket Li-Ning dan raket Yonex dan probabilitas bersyarat raket Li-Ning terhadap pesaing raket Yonex berdasarkan aspek citra merek, harga dan kualitas produk. Jenis metode penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsumen yang membeli raket Li-Ning dan raket Yonex di Toko Raket Murah Surabaya dan sampel yang diambil sebanyak 100 responden. Dengan menggunakan teknik penarikan sampel yaitu sampling kuota dan sampling purposive. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisa probabilitas. Jika ditinjau dari hasil probabilitas marjinal, disimpulkan bahwa probabilitas tertinggi adalah probabilitas konsumen membeli raket Li-Ning dan raket Yonex karena kualitas produk yaitu sebesar 0,80. Jika ditinjau dari probabilitas bersama konsumen raket Li-Ning disimpulkan bahwa porbabilitas tertinggi adalah probabilitas konsumen yang membeli raket Li-Ning karena kualitas produk yaitu sebesar 0,96. Sedangkan konsumen raket Yonex, disimpulkan bahwa probabilitas tertinggi adalah probabilitas yang membeli raket Yonex karena citra merek yaitu sebesar 0,74. Jika ditinjau dari probabilitas bersyarat, disimpulkan bahwa probabilitas tertinggi adalah probabilitas raket Li-Ning terhadap pesaing raket Yonex karena kualitas produk yaitu sebesar 0,96. Kata Kunci : Probabilitas, citra merek, harga, kualitas produk, keputusan konsume

    FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN KAOS MEREK LI-NING PADA PEMAIN BULUTANGKIS DI KABUPATEN SLEMAN

    Full text link
    Penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pemain bulutangkis memilih kaos bulutangkis merek Li-Ning di Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan selama 30 hari, waktu penelitian ini menyesuaikan responden dan dilakukan secara online menggunakan google form. Populasi dalam penelitian ini adalah pemain bulutangkis yang ada di Kabupaten Sleman, Gor Pangukan, Gor finarsih, Gor Serbaguna Banyurejo, Gor Margoagung, Klub latihan PB pancing, PB putra sleman, PB Taruna, PB Bintang Utara dan private bulutangkis. Sampel penelitian ini yaitu 106 pemain. Instrument dalam penelitian ini adalah angket. Teknik analisis data penelitian ini adalah teknik analisis diskriptif kuantitatif dalam bentuk persentase. Faktor yang mempengaruhi pemain bulutangkis memilih kaos bulutangkis merek Li-Ning di Kabupaten Sleman adalah sedang dengan pertimbangan frekuensi terbanyak berada pada kategori sedang dengan 45 orang atau 42,45%. Faktor yang mempengaruhi pemain bulutangkis memilih kaos bulutangkis merek Li-Ning di Kabupaten Sleman yang berkategori sangat tinggi 9 orang atau 8,49%, tinggi 16 orang atau 15,09%, sedang 45 orang atau 42,45%, rendah 36 orang atau 33,96% dan sangat rendah 0 orang atau 0,00%
    corecore