35,491 research outputs found
The microbiome of the built environment : a large-scale citizen science genomics project.
College of Science; Biological Sciences Department; Advisor: Dr. Shawn Levy; Date: April 27, 201
"Kick-Start Strategy Fails to Fire Sputtering U.S. Economic Motor"
There is a strategic need, if a "growth recession" is to be avoided, for a new motor to drive the economy, particularly if there is a further decline in private expenditure relative to income that could generate a further hole in aggregate demand.
Episode 088 - Dan Levy
Dan Levy has been a faculty member at Harvard University for 15 years, and currently serves as the faculty director of the Public Leadership Credential, the Harvard Kennedy School’s flagship online learning initiative. He co-founded Teachly, a website aimed at helping instructors teach more effectively and more inclusively. He is passionate about effective teaching and learning, and enjoys sharing his experience and enthusiasm with others.
In our conversation, Dan talks about the challenges of teaching with Zoom, he shares ways that instructors are thinking about new forms of class participation thanks to Zoom, and he describes strategies for engaging and assessing students on Zoom.
We are sure you’ll learn several new approaches for engaging your students during our conversation
Alaskan Author and Historian Dan O'Neill
Dan O'Neill has become a living legend in Alaska. He is the author of The Firecracker Boys: H-Bombs, Inupiat Eskimos, and the Roots of the Environmental Movement; A Land Gone Lonesome: An Inland Voyage Along the Yukon River; The Last Giant of Beringia: The Mystery of the Bering Land Bridge, and recently Stubborn Gal: The True Story of an Undefeated Sled Dog Racer, a children's book published by the University of Alaska Press. Dan came to Alaska in 1975 and has done a variety of things including dog mushing, trapping, hunting, working in construction, and on the pipeline. As research associate at the UAF Oral History program, he produced radio and television documentaries for public broadcasting, and for several years he wrote a column of political opinion for the Fairbanks Daily News-Miner
Prosolvability criteria and properties of the prosolvable radical via Sylow sequences
Erweiterung von Resultaten von Thompson, Kaplan und Levy auf proendliche Gruppen.Extending results of Thompson, Kaplan and Levy to the profinite situation
Dan Lewis' Songs. [I't Don't Belong to Me; Mothers Request; Moses Car't Dem Water Melons Down].
cover only; no musicpiano and voice [?]Johns Hopkins University, Levy Sheet Music Collection, Box
017, Item 088[Dan Lewis].Chas. H. Crosby Lith. Bosto
Dan Lewis' Songs. [I't Don't Belong to Me; Mothers Request; Moses Car't Dem Water Melons Down].
cover only; no musicpiano and voice [?]Johns Hopkins University, Levy Sheet Music Collection, Box
017, Item 088[Dan Lewis].Chas. H. Crosby Lith. Bosto
ANALISIS PELAT LANTAI KENDARAAN JEMBATAN DENGAN METODE NAVIER DAN METODE LEVY (STUDI KASUS JEMBATAN KELAS B40)
Pelat lantai kendaraan merupakan komponen utama jembatan yang berkontak
langsung dari beban kendaraan pada jembatan jalan raya. Pada pelat lantai kendaraan
jembatan, beban yang bekerja adalah beban mati (berat sendiri lantai kendaraan) dan
beban hidup (beban air hujan dan beban T truk) yang umumnya tegak lurus terhadap
permukaan pelat.
Selama ini dalam analisis pelat lantai kendaraan jembatan, perhitungan dalam
mencari momen lentur menggunakan Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971 (PBI
‟71) dan table Bittner dimana penyelesaian dengan langsung melihat tabel-tabel.
Sehingga dalam tugas akhir ini, dilakukan analisis pelat lantai kendaraan dengan
metode Navier dan metode Levy yang masing-masing dibandingkan dengan hasil
perhitungan PBI ‟71 dan table Bittner pada pelat lantai kendaraan jembatan. Tujuan
penelitian: (1) untuk mengetahui hasil analisis momen lentur pelat lantai kendaraan
jembatan dengan berbagai bentuk pembebanan dan type pelat yang dihitung dengan
metode Navier, metode Levy, dan PBI ‟7, (2) untuk mengetahui perbandingan hasil
kombinasi momen lentur pelat lantai kendaraan jembatan dengan metode Navier,
metode Levy, dan PBI ‟71.
Penelitian dilakukan dengan cara menganalisis langsung bagaimana hasil
perhitungan momen lentur akibat gaya luar (beban mati dan beban hidup) sesuai
dengan bentuk pembebanan dan type pelat lantai kendaraan jembatan dengan metode
Navier, metode Levy, dan PBI ‟71. Dalam pembebanan pelat, terdapat 3 bentuk
pembebanan yaitu beban merata, beban merata segitiga, dan beban merata di tengah bentang pelat. Pada pelat lantai kendaraan, terdapat 2 type pada pelat lantai
kendaraan. Perbedaan antara 2 type ini terdapat dalam bentuk beban matinya (aspal).
Pada type pelat 1 bentuk aspalnya merata, sedangkan pada type pelat 2 aspal dengan
kemiringan 2%.
Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam ketiga metode yang digunakan,
untuk bentuk pembebanan beban merata (beban mati pada type pelat 1 dan beban air
hujan) dan beban merata di tengah bentang pelat (beban T truk), hasil analisis momen
lentur dari metode Levy lebih besar dibandingkan dengan metode Navier dan PBI
‟71. Sedangkan untuk beban merata segitiga (beban mati pada type pelat 2), hasil
analisis momen lentur dari metode Navier lebih besar dibandingkan dengan metode
Levy dan PBI ‟71. Berdasarkan hasil kombinasi momen lentur didapatkan bahwa
hasil dari metode Levy lebih besar dibandingkan dengan metode Navier dan PBI ‟71.
Hal ini membuat metode Levy lebih baik digunakan dalam perencanaan penulangan
pelat lantai kendaraan karena dengan besarnya momen maka berpengaruh terhadap
penulangan pelat (baik ukuran maupun jumlah tulangan) sehingga kontruksi pelat
menjadi lebih aman
ANALISIS PELAT LANTAI KENDARAAN JEMBATAN DENGAN METODE NAVIER DAN METODE LEVY (STUDI KASUS JEMBATAN KELAS B40)
Pelat lantai kendaraan merupakan komponen utama jembatan yang berkontak
langsung dari beban kendaraan pada jembatan jalan raya. Pada pelat lantai kendaraan
jembatan, beban yang bekerja adalah beban mati (berat sendiri lantai kendaraan) dan
beban hidup (beban air hujan dan beban T truk) yang umumnya tegak lurus terhadap
permukaan pelat.
Selama ini dalam analisis pelat lantai kendaraan jembatan, perhitungan dalam
mencari momen lentur menggunakan Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971 (PBI
‟71) dan table Bittner dimana penyelesaian dengan langsung melihat tabel-tabel.
Sehingga dalam tugas akhir ini, dilakukan analisis pelat lantai kendaraan dengan
metode Navier dan metode Levy yang masing-masing dibandingkan dengan hasil
perhitungan PBI ‟71 dan table Bittner pada pelat lantai kendaraan jembatan. Tujuan
penelitian: (1) untuk mengetahui hasil analisis momen lentur pelat lantai kendaraan
jembatan dengan berbagai bentuk pembebanan dan type pelat yang dihitung dengan
metode Navier, metode Levy, dan PBI ‟7, (2) untuk mengetahui perbandingan hasil
kombinasi momen lentur pelat lantai kendaraan jembatan dengan metode Navier,
metode Levy, dan PBI ‟71.
Penelitian dilakukan dengan cara menganalisis langsung bagaimana hasil
perhitungan momen lentur akibat gaya luar (beban mati dan beban hidup) sesuai
dengan bentuk pembebanan dan type pelat lantai kendaraan jembatan dengan metode
Navier, metode Levy, dan PBI ‟71. Dalam pembebanan pelat, terdapat 3 bentuk
pembebanan yaitu beban merata, beban merata segitiga, dan beban merata di tengah bentang pelat. Pada pelat lantai kendaraan, terdapat 2 type pada pelat lantai
kendaraan. Perbedaan antara 2 type ini terdapat dalam bentuk beban matinya (aspal).
Pada type pelat 1 bentuk aspalnya merata, sedangkan pada type pelat 2 aspal dengan
kemiringan 2%.
Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam ketiga metode yang digunakan,
untuk bentuk pembebanan beban merata (beban mati pada type pelat 1 dan beban air
hujan) dan beban merata di tengah bentang pelat (beban T truk), hasil analisis momen
lentur dari metode Levy lebih besar dibandingkan dengan metode Navier dan PBI
‟71. Sedangkan untuk beban merata segitiga (beban mati pada type pelat 2), hasil
analisis momen lentur dari metode Navier lebih besar dibandingkan dengan metode
Levy dan PBI ‟71. Berdasarkan hasil kombinasi momen lentur didapatkan bahwa
hasil dari metode Levy lebih besar dibandingkan dengan metode Navier dan PBI ‟71.
Hal ini membuat metode Levy lebih baik digunakan dalam perencanaan penulangan
pelat lantai kendaraan karena dengan besarnya momen maka berpengaruh terhadap
penulangan pelat (baik ukuran maupun jumlah tulangan) sehingga kontruksi pelat
menjadi lebih aman
Manajemen Risiko Dengan Menggunakan Levy Copula
Saat ini, mengukur dan mengelola risiko keuangan berada di garis depan penelitian keuangan kuantilatif, terutama pada saa1 terjadi gejolak di pasar keuangan. Teknik-teknik pemodelan risiko tradisional bergantung pada asumsi bahwa imbal hasil (return) menyebar normal (asumsi kenormalan). Hal ini sulit dipenuhi pada situasi riil, terutama pada pasar keuangan yang mengalami distress, seperti yang ditunjukkan pada krisis keuangan baru-baru ini. Mengevaluasi instrumen keuangan dan portofolio yang kompleks dibutuhkan analisis peubah ganda (multivariate analisis). Fungsi sebaran bersama copula memberikan cara yang tidak sulit untuk memisahkan perilaku fungsi peluang marginal dari fungsi sebaran bersamanya. Menggambarkan pergerakan/dinamika harga aset menggunakan Geometric Brownian motion mempunyai kelemahan yang serius, yaitu asumsi kenormalan dari sebaran imbal hasil, akibatnya tidak dapat digunakan untuk menganalisis data riil dari harga aset yang mengalami lompatan (jump) besar. Proses Levy dapat memecahkan masalah analisis data harga aset yang mengalami lompatan (jump) tersebut, Pada penelitian ini kami menggabungkan pemodelan Levy dengan pemodelan copula untuk sebaran bersama dari imbal basil, yang disebut dengan Levy copula. Cara sistematis untuk menggambarkan struktur ketakbebasan dari 2 peubah acak adalah menggunakan fungsi copula Pengembangan gagasan ini untuk kasus proses Levy adalah gagasan Levy copula yang menyediakan cara sistematis untuk membentuk proses Levy multivariat dari proses Levy satu dimensi. Hasil simulasi memperlihatkan bahwa jika komponen pembentuk Levy multivariate berbeda maka proses lompatannyajuga berbeda baik frekuensi maupun besar lompatan
- …
