1,720,995 research outputs found
Singkatan dan Akronim dalam Surat Kabar Singgalang: Tinjauan Morfologi
ABSTRAK
Apriyani Zega. 2023. “Singkatan dan Akronim dalam Surat Kabar Singgalang: Tinjauan Morfologi”. Skripsi. Program Studi Sastra Indonesia. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Andalas, Padang. Pembimbing I Dra. Noviatri, M.Hum. dan pembimbing II Leni Syafyahya, S.S., M.Hum.
Penelitian ini dilatarbelakangi banyaknya penggunaan singkatan dan akronim dalam surat kabar Singgalang dengan proses pembentukan yang bervarisi. Tujuan penelitian ini, yaitu (1) Menjelaskan singkatan dan akronim yang digunakan dalam surat kabar Singgalang. (2) Menjelaskan proses pembentukan singkatan dan akronim yang digunakan dalam surat kabar Singgalang.
Pada tahap penyediaan data, digunakan metode simak dengan teknik dasarnya teknik sadap. Teknik sadap dilakukan dengan cara menyadap semua data singkatan dan akronim yang terdapat dalam surat kabar Singgalang, kemudian dilanjutkan dengan teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) dan teknik lanjutan lain teknik catat. Pada tahap analisis data, digunakan metode padan referesnsial, alat penentunya adalah bahasa itu sendiri. Teknik dasar yang digunakan adalah teknik Pilah Unsur Penentu (PUP) dan Hubung Banding Memperbedakan (HBB). Pada tahap penyajian hasil analisis data digunakan metode penyajian informal.
Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan singkatan yang digunakan dalam surat kabar Singgalang beberapa di antaranya yaitu, singkatan BjTB, BKMT, dan OPPM. Ditemukan juga akronim yang digunakan dalam surat kabar Singgalang beberapa di antaranya yaitu, Kemnegtibum, Tupoksi, dan Keltan. Berdasarkan proses pembentukannya, singkatan dan akronim yang digunakan dalam surat kabar Singgalang memiliki proses pembentukan yang beragam. Singkatan ditemukan dengan 7 proses pembentukan, 4 di antaranya merupakan proses baru. Kemudian akronim ditemukan 65 proses pembentukan, 58 di antaranya merupakan proses baru.
Kata kunci: singkatan, akronim, Singgalang, dan proses pembentuka
KETIDAKTEPATAN PENGGUNAAN EJAAN DAN SISTEMATIKA SURAT DINAS DI KANTOR CAMAT KURANJI, PADANG
Shinta Amelia Putri. 2023. “Ketidaktepatan Penggunaan Ejaan dan Sistematika Surat Dinas di Kantor Camat Kuranji, Padang.” Jurusan Sastra Indonesia. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Andalas, Padang. Pembimbing I, Dra. Noviatri, M.Hum. dan pembimbing II, Leni Syafyahya, S.S., M.Hum.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya temuan fenomena ketidaktepatan penggunaan ejaan dan sistematika surat dinas di Kantor Camat Kuranji, Padang. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketidaktepatan ejaan dan sistematika surat dinas di kantor camat tersebut. Terdapat tiga tahapan penelitian dalam rangka pemecahan masalah, yakni tahap pengumpulan data, tahap analisis data, dan tahap penyajian hasil analisis data. Pada tahap pengumpulan data, metode dan teknik yang digunakan adalah metode simak dengan teknik dasar sadap dan teknik lanjutannya adalah simak bebas libat cakap. Pada tahap analisis data, metode dan teknik yang digunakan adalah metode padan referensial dan padan ortografis dengan teknik dasar Pilah Unsur Penentu (PUP) serta teknik lanjutannya Hubung Banding Memperbedakan (HBB) dan teknik Hubung Banding Menyamakan (HBS). Berikutnya, pada tahap penyajian hasil analisis data, digunakan metode formal dan informal. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan ketidaktepatan penggunaan ejaan, meliputi penggunaan huruf, penulisan kata, penggunaan tanda baca, dan penulisan unsur serapan. Selain itu, ditemukan juga ketidaktepatan penulisan sistematika surat.
Kata kunci: ketidaktepatan, ejaan, sistematika, sura
PENYULUHAN DAN PELATIHAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR SEBAGAI PANDUAN UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBAHASA YANG BERKARAKTER DAN BERKEPRIBADIAN
FUNGSI, MAKNA, DAN NILAI BUDAYA BAHASA DALAM MANTRA DI NAGARI BATU PAYUANG KECAMATAN LAREH SAGO HALABAN KABUPATEN LIMA PULUH KOTA: TINJAUAN ANTROPOLINGUISTIK
ABSTRAK
Benny Pratama. 1610722043. “Fungsi, Makna, dan Nilai Budaya Bahasa dalam Mantra di Nagari Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota: Tinjauan Antropolinguistik”. Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya. Pembimbing I: Dr. Fajri Usman, M.Hum dan pembimbing II: Leni Syafyahya, S.S., M.Hum.
Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini ada tiga, yaitu 1) Fungsi bahasa apa saja yang ditemukan dalam mantra di Nagari Batu Payuang. 2) Makna bahasa apa yang terkandung dalam bahasa mantra di Nagari Batu Payuang. 3) Nilai budaya apa saja yang ditemukan dalam bahasa mantra di Nagari Batu Payuang. Berdasarkan masalah , tujuan dari penelitian ini yaitu 1) menganalisis fungsi bahasa dalam mantra yang ada di Nagari Batu Payuang. 2) Menganalisis makna yang terkandung dalam bahasa mantra di Nagari Batu Payuang. 3) Menganalisis nilai budaya yang terdapat dalam bahasa mantra di Nagari Batu Payuang.
Metode dan teknik yang digunakan dalam penyediaan data berupa metode simak dan metode cakap. Teknik dasar yang digunakan yaitu teknik sadap, dan teknik lanjutan menggunakan teknik simak libat cakap. Selanjutnya digunakan teknik rekam dan teknik catat. Metode dan teknik analisis data yang digunakan yaitu metode padan translational, teknik yang digunakan yaitu teknik pilah unsur penentu dan teknik lanjutan berupa teknik hubung bidang membedakan.
Berdasarkan hasil analisis terhadap fungsi dan makna bahasa dalam mantra di Nagari Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh kota menunjukkan 1) Fungsi bahasa dalam mantra terdiri dari fungsi kebudayaan, fungsi kemasyarakatan, fungsi perorangan, serta fungsi pendidikan. Fungsi yang paling banyak ditemukan adalah fungsi kemasyarakatan dan fungsi perorangan yang ditemukan disemua mantra. 2) Makna bahasa dalam mantra yang ditemukan ada tiga makna, yaitu makna pengharapan futuratif, makna situasioanl, dan makna kenangan. Namun, yang paling banyak ditemukan berupa makna pengharapan futuratif. 3) Nilai budaya yang dapat diketahui yaitu nilai keagamaan, pengetahuan, serta nilai kemasyarakatan. Pada umumnya, terdapat lebih dari satu nilai kebudayaan yang saling berkaitan dalam mantra
BENTUK, MAKNA DAN FUNGSI BAHASA MANTRA PENGOBATAN DI KECAMATAN LENGAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN: TINJAUAN ANTROPOLINGUISTIK
ABSTRAK
Niken Pratiwi. 2018. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas Padang. Judul Skripsi: Bentuk, Makna, dan Fungsi Bahasa Mantra Pengobatan di Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan (Kajian Antropolinguistik). Pembimbing I: Dr. Fajri Usman, M. Hum. Pembimbing II: Leni Syafyahya, S.S., M.Hum.
Masalah yang dibahas dalam penelitian ini ada 3, yaitu bentuk lingual apa saja yang terdapat dalam bahasa mantra pengobatan di Kabupaten Pesisir Selatan?, makna dan fungsi apa saja yang terdapat dalam bahasa mantra pengobatan di Kabupaten Pesisir Selatan? dan nilai budaya apa saja yang terkandung pada bahasa mantra pengobatan di Kabupaten Pesisir Selatan? Berdasarkan masalah, tujuan penelitian ini yaitu 1) Mendeskripsikan bentuk lingual yang digunakan dalam bahasa mantra pengobatan di Kabupaten Pesisir Selatan. 2) Menganalisis makna dan fungsi bahasa mantra pengobatan yang terdapat di Kabupaten Pesisir Selatan. 3) Menganalisis nilai budaya yang terkandung pada bahasa mantra pengobatan di Kabupaten Pesisir Selatan.
Metode dan teknik yang digunakan dalam penyediaan data berupa metode simak. Teknik dasar yang digunakan berupa teknik sadap.Teknik lanjutan yang digunakan berupa teknik simak libat cakap (SBLC) selanjutnya menggunakan teknik rekam dan teknik catat. Metode dan teknik analisis data yang digunakan metode padan translational dan metode padan referensial. Teknik lanjutannya adalah teknik hubung bading. Metode penyajian data yang digunakan adalah metode penyajian informal berupa kata-kata yang terdapat dalam bahasa mantra.
Berdasarkan hasil analisis terhadap bahasa mantra pengobatan yang terdapat di Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan menunjukkan bahwa bentuk lingual bahasa mantra pengobatan terdiri dari kata, frase, dan klausa. Makna bahasa mantra pengobatan terdiri dari tujuh makna yaitu makna konseptual, makna konotatif, makna stilistik, makna afektif, makna refleksi, makna kolokatif, dan makna tematik. Hasil analisis terhadap fungsi bahasa mantra pengobatan terdiri dari lima fungsi yaitu fungsi informasional, fungsi ekpresif, fungsi direktif, dan fungsi estetik. Hasil analisis nilai budaya yang terkandung pada bahasa mantra pengobatan terdapat dua nilai yaitu nilai religius dan nilai pengetahuan.
Kata Kunci : mantra, bentuk lingual, fungsi, makna dan nilai buday
Nama-Nama Pada Produk Kosmetik Wardah: Kajian Bentuk dan Makna
Wardah Septi Weri. 1610722047. “Nama-Nama Pada Produk Kosmetik Wardah: Kajian Bentuk dan Makna”. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas, 2020. Pembimbing I: Leni Syafyahya, S.S., M.Hum., Pembimbing II: M. Yunis, S.S., M.Hum.
Masalah dalam penelitian ini, yaitu: 1) Apa saja nama-nama dan bagaimana bentuk kata dalam nama produk kosmetik Wardah? 2) Apa saja jenis makna yang terdapat pada nama produk kosmetik Wardah? Tujuan penelitian ini, yaitu: 1) Mendeskripsikan nama-nama dan bentuk kata dalam nama produk kosmetik Wardah. 2) Mendeskripsikan makna yang terdapat pada nama produk kosmetik Wardah.
Metode dan teknik yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: 1) Metode dan teknik penyediaan data, 2) Metode dan teknik analisis data, dan 3) Metode dan teknik penyajian hasil analisis data. Pada metode dan teknik penyediaan data, digunakan metode simak. Teknik dasar yang digunakan yaitu teknik sadap, dan teknik lanjutannya menggunakan teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat. Pada metode dan teknik analisis data, digunakan metode padan dan metode agih. Metode padan yang digunakan adalah metode padan translasional dan metode padan referensial. Teknik dasar yang digunakan yaitu teknik pilah unsur penentu (PUP), dan teknik lanjutannya menggunakan teknik hubung banding membedakan (HBB). Selanjutnya, pada metode agih teknik dasarnya adalah teknik bagi unsur langsung (BUL). Pada metode dan teknik penyajian hasil analisis data, digunakan metode penyajian informal.
Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan nama-nama produk kosmetik Wardah, contohnya: Lightening, Renew You, dan Exclusive. Setiap nama-nama tersebut, dibagi menjadi dua bentuk kata, yaitu: kata monomorfemis, contohnya Exclusive, Purity, dan Bliss, dan kata polimorfemis, contohnya Lightening, Perfect Bright, dan White Secret. Jenis makna yang terdapat pada nama-nama produk kosmetik Wardah terdiri dari: makna leksikal contohnya Acnederm, Nutri Shine, dan Daily Fresh. Makna gramatikal contohnya: Moist Plus, Crystallure, dan Instaperfect. Makna referensial contohnya: Aloe Hydramild, Seaweed, dan Rose. Makna kognitif contohnya: Crystallure. Nama produk kosmetik Wardah yang memiliki makna lebih dari satu, contohnya: Renew You, Instaperfect, dan Creamy Body Butter.
Kata kunci: produk, wardah, bentuk, dan makna
KESALAHAN PENGGUNAAN EJAAN BAHASA INDONESIA PADA MEDIA LUAR RUANG DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG
ABSTRAK
Reza Sri Ramadhani. 2023. “Kesalahan Penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia pada Media Luar Ruang di RSUP Dr. M. Djamil Padang”. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Andalas, Padang. Pembimbing I Dra. Noviatri, M.Hum. dan pembimbing II Leni Syafyahya, S.S., M.Hum.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya temuan fenomena kesalahan penggunaan ejaan bahasa Indonesia pada media luar ruang di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan penggunaan ejaan bahasa Indonesia yang terdapat pada media luar ruang di RSUP Dr. M. Djamil Padang.
Dalam upaya memecahkan masalah penelitian, terdapat tiga tahap upaya strategis yang harus dilalui, yaitu tahap penyediaan data, tahap analisis data, dan tahap penyajian hasil analisis data. Metode yang digunakan pada tahap penyediaan data adalah metode simak. Teknik dasar yang digunakan adalah teknik sadap, sedangkan teknik lanjutannya menggunakan teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat. Metode yang digunakan pada tahap analisis data adalah metode padan dengan subjenis metode padan ortografis dan referensial. Teknik dasar yang digunakan adalah teknik pilah unsur penentu (PUP) dengan daya pilah ortografis dan daya pilah referensial, sedangkan teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik hubung banding menyamakan (HBS) dan teknik hubung banding memperbedakan (HBB). Adapun metode yang digunakan pada tahap penyajian hasil analisis data adalah metode formal dan metode informal.
Berdasarkan analisis data, pada media luar ruang di RSUP Dr. M. Djamil Padang masih banyak ditemukan kesalahan penggunaan ejaan bahasa Indonesia. Kesalahan penggunaan ejaan bahasa Indonesia tersebut, yaitu (1) kesalahan penggunaan huruf yang mencakup kesalahan penggunaan huruf kapital dan huruf miring, (2) kesalahan penulisan kata yang mencakup kesalahan penulisan kata berimbuhan, bentuk terikat, kata depan, singkatan, dan angka dan bilangan, (3) kesalahan penggunaan tanda baca yang mencakup kesalahan penggunaan tanda titik, tanda koma, tanda titik dua, tanda hubung, tanda seru, tanda kurung, dan tanda garis miring, dan (4) kesalahan penulisan unsur serapan. Kesalahan penggunaan tanda baca adalah kesalahan yang paling banyak ditemukan pada media luar ruang di RSUP Dr. M. Djamil Padang.
Kata Kunci: kesalahan berbahasa, ejaan, media luar ruan
Singkatan dan Akronim pada Nama-Nama Program Kerja Forum Studi Islam (FSI) Universitas Andalas: Tinjauan Morfologi
Rahma Dini. 2025. “Singkatan dan Akronim pada Nama-nama Program Kerja Forum Studi Islam (FSI) Universitas Andalas: Tinjauan Morfologi”. Skripsi. Prodi Studi Sastra Indonesia. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas: Padang. Pembimbing I. Dra. Noviatri, M.Hum. dan Pembimbing II. Leni Syafyahya, S.S., M.Hum..
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh bervariasinya penggunaan singkatan dan akronim serta beragamnya proses pembentukan singkatan dan akronim tersebut, yang digunakan pada nama-nama program kerja Forum Studi Islam (FSI). Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mendeskripsikan singkatan dan akronim yang digunakan pada nama-nama program kerja Forum Studi Islam (FSI) di Universitas Andalas dan 2) Menjelaskan proses pembentukan masing-masing singkatan dan akronim yang terdapat pada nama-nama program kerja Forum Studi Islam di Universitas Andalas.
Ada tiga tahapan strategis yang dapat dilakukan dalam pemecahan masalah penelitian, yaitu 1) tahap penyediaan data, 2) tahap analisis data, dan 3) tahap penyajian hasil analisis data. Pada tahap penyediaan data, digunakan metode simak dengan teknik dasarnya teknik sadap dan teknik lanjutannya teknik simak bebas libat cakap (SBLC). Selain itu, juga digunakan teknik catat. Pada tahap analisis data, digunakan metode padan, yaitu metode padan referensial. Teknik dasarnya teknik pilah unsur penentu (PUP) dan teknik lanjutannya teknik hubung banding memperbedakan (HBB) dan teknik hubung banding menyamakan (HBS). Pada tahap penyajian hasil analisis data, digunakan metode penyajian informal.
Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan beberapa singkatan dan akronim pada nama-nama program kerja Forum Studi Islam (FSI) Universitas Andalas. Di antara singkatan dan akronim tersebut adalah singkatan BBMK, OR, DBP, GBS, LUG, IOE. Selanjutnya, akronim gerafi, mylitan, bidik, bimba, karisma, puding, simi. Berdasarkan proses pembentukannya, singkatan terbentuk dari tujuh proses, tiga di antaranya proses pembentukan baru. Akronim terbentuk dari 40 proses, 30 di antaranya proses pembentukan baru. Dengan demikian, ditemukan beberapa proses pembentukan baru.
Kata kunci: akronim, FSI, program kerja, proses pembentukan, singkata
- …
