1,720,976 research outputs found

    ANALISIS TERHADAP PERLUNYA PENYESUAIAN LAPORAN KEUANGAN HISTORIS (CONVENTIONAL ACCOUNTING) MENJADI BERDASARKAN TINGKAT HARGA UMUM (GENERAL PRICE LEVEL ACCOUNTING)

    No full text
    Generally, in conventional accounting, financial statements are based on the historical cost principle that assumes that prices (monetery unit) are stable. Conventional accounting recognizes neither changes in the general price level nor changes in the specific price level. Consequently, if there are any changes in purchasing power such as in inflation period, the historical financial statement are not economically relevant and also income is usually overstated, and the fixed assets are usually understated. Actually, there are several methods on accounting for the effect of changing prices, such as constant accounting, current value accounting, and general price level accounting. General price level accounting will do restatement the components of financial statement to be a rupiah on a similar level of purchasing power, but without changes in accounting principles which using on conventional accounting. In practice, the controversy concerning the relevance of general price level accounting has been continuing. Pros and cons general price level accounting will be presented on this paper. Also the result of two researches concerning the influence of applied general price level accounting on the financial statement will be compared as considerations whether the general price level adjustment is necessary needed. Abstract in Bahasa Indonesia : Secara umum, dalam akuntansi konvensional, laporan keuangan disajikan berdasarkan nilai historis yang mengasumsikan bahwa harga-harga (unit moneter) adalah stabil. Akuntansi konvensional tidak mengakui adanya perubahan tingkat harga umum maupun perubahan tingkat harga khusus. Sebagai konsekuensinya, jika terjadi perubahan daya beli seperti pada periode inflasi, maka laporan keuangan historis secara ekonomis tidaklah relevan. Pada periode ini pendapatan umumnya dinilai lebih tinggi sedangkan aktiva tetap dinilai lebih rendah. Sebenarnya, terdapat beberapa metode akuntansi mengenai pengaruh perubahan harga, antara lain akuntansi harga tetap, akuntansi nilai sekarang, dan akuntansi tingkat harga umum. Akuntansi tingkat harga umum akan mengadakan restatement komponen-komponen laporan keuangan ke dalam rupiah pada tingkat daya beli yang sama, namun sama sekali tidak mengubah prinsip-prinsip akuntansi yang digunakan dalam akuntansi berdasarkan nilai historis. Pada prakteknya, kontroversi yang menyangkut relevansi penggunaan akuntansi tingkat harga umum masih berlanjut hingga saat ini. Beberapa argumentasi yang mendukung maupun menolak penerapan akuntansi tingkat harga umum akan disajikan dalam artikel ini. Demikian juga hasil dari dua penelitian mengenai pengaruh penerapan akuntansi tingkat harga umum terhadap laporan keuangan akan diperbandingkan guna melihat apakah penyesuaian berdasarkan akuntansi tingkat harga umum memang diperlukan. Kata kunci:akuntansi historis, akuntansi tingkat harga umum, daya beli (inflasi), laporan keuangan, rasio keuangan

    Evaluasi Pilot Project Electronic Data Interchange (EDI) di Bidang Kepabeanan (Studi Kasus pada Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Tanjung Perak Surabaya)

    No full text
    Due to maintenance the flow of goods%2C intervension by customs was minimized as possible on goods checking. Thus%2C to secure the countryÂ’s right and still be carefull from the possibility of the violation action of Regulation%2C customÂ’s administration need a facility that suitable to simplification the services process and the integrated documents service system application. That system is Electronic Data Interchange (EDI). This study was held to evaluate EDI system application as a pilot project at Custom Office Tanjung Perak%2C Surabaya Abstract in Bahasa Indonesia : Dalam rangka memperlancar arus barang%2C intervensi pabean dalam melakukan pemeriksaan barang diharapkan seminimal mungkin. Oleh karena itu tanpa mengurangi kewaspadaan dalam mengamankan hak negara dari kemungkinan tindakan pelanggaran terhadap undang-undang%2C administrasi pabean memerlukan suatu sarana yang dapat memenuhi kebutuhan untuk penyederhanaan proses pelayanan dan pemberian fasilitas serta penerapan sistem pelayanan dokumen yang terintegrasi dan cepat. Sistem tersebut adalah Electronic Data Interchange (EDI). Studi yang dilakukan dalam penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan system EDI sebagai pilot project pada Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tanjung Perak%2C Surabaya. Electronic Data Interchange (EDI)%2C Custom%2C Import%2C Export%2C Notice of Impor

    Menjual Harus Sesuai Target Pasar

    Get PDF

    ANALISIS TERHADAP PERLUNYA PENYESUAIAN LAPORAN KEUANGAN HISTORIS (CONVENTIONAL ACCOUNTING) MENJADI BERDASARKAN TINGKAT HARGA UMUM (GENERAL PRICE LEVEL ACCOUNTING)

    No full text
    Generally, in conventional accounting, financial statements are based on the historical cost principle that assumes that prices (monetery unit) are stable. Conventional accounting recognizes neither changes in the general price level nor changes in the specific price level. Consequently, if there are any changes in purchasing power such as in inflation period, the historical financial statement are not economically relevant and also income is usually overstated, and the fixed assets are usually understated. Actually, there are several methods on accounting for the effect of changing prices, such as constant accounting, current value accounting, and general price level accounting. General price level accounting will do restatement the components of financial statement to be a rupiah on a similar level of purchasing power, but without changes in accounting principles which using on conventional accounting. In practice, the controversy concerning the relevance of general price level accounting has been continuing. Pros and cons general price level accounting will be presented on this paper. Also the result of two researches concerning the influence of applied general price level accounting on the financial statement will be compared as considerations whether the general price level adjustment is necessary needed. Abstract in Bahasa Indonesia : Secara umum, dalam akuntansi konvensional, laporan keuangan disajikan berdasarkan nilai historis yang mengasumsikan bahwa harga-harga (unit moneter) adalah stabil. Akuntansi konvensional tidak mengakui adanya perubahan tingkat harga umum maupun perubahan tingkat harga khusus. Sebagai konsekuensinya, jika terjadi perubahan daya beli seperti pada periode inflasi, maka laporan keuangan historis secara ekonomis tidaklah relevan. Pada periode ini pendapatan umumnya dinilai lebih tinggi sedangkan aktiva tetap dinilai lebih rendah. Sebenarnya, terdapat beberapa metode akuntansi mengenai pengaruh perubahan harga, antara lain akuntansi harga tetap, akuntansi nilai sekarang, dan akuntansi tingkat harga umum. Akuntansi tingkat harga umum akan mengadakan restatement komponen-komponen laporan keuangan ke dalam rupiah pada tingkat daya beli yang sama, namun sama sekali tidak mengubah prinsip-prinsip akuntansi yang digunakan dalam akuntansi berdasarkan nilai historis. Pada prakteknya, kontroversi yang menyangkut relevansi penggunaan akuntansi tingkat harga umum masih berlanjut hingga saat ini. Beberapa argumentasi yang mendukung maupun menolak penerapan akuntansi tingkat harga umum akan disajikan dalam artikel ini. Demikian juga hasil dari dua penelitian mengenai pengaruh penerapan akuntansi tingkat harga umum terhadap laporan keuangan akan diperbandingkan guna melihat apakah penyesuaian berdasarkan akuntansi tingkat harga umum memang diperlukan. Kata kunci:akuntansi historis, akuntansi tingkat harga umum, daya beli (inflasi), laporan keuangan, rasio keuangan

    PENGARUH LITERASI KEUANGAN DAN RISK ATTITUDE TERHADAP KEPEMILIKAN ASURANSI JIWA

    Get PDF
    Pemahaman masyarakat terhadap kepemilikan asuransi terbukti rendah yang terlihat dari rendahnya indeks literasi asuransi di Indonesia. Hal serupa juga ditunjukkan dengan sedikitnya masyarakat yang telah memiliki asuransi di usia muda. Kepemilikan asuransi juga dipengaruhi oleh bagaimana sikap masyarakat dalam mengurangi maupun menanggulangi risiko. Penelitian ini ditujukan untuk melihat pengaruh literasi keuangan dan risk attitude terhadap kepemilikan asuransi jiwa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian asosiatif dengan mengambil 124 responden yang memiliki asuransi jiwa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui google form menggunakan penilaian skala likert. Kemudian data dianalisis dengan regresi logistik IBM SPSS Statistik 18. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap kepemilikan asuransi jiwa sedangkan risk attitude tidak berpengaruh signifikan terhadap kepemilikan asuransi jiwa. Risk Attitude tidak berpengaruh terhadap kepemilikan asuransi dikarenakan masyarakat lebih mengutamakan nilai premi yang rendah. Di sisi lain, kepemilikan asuransi masih dapat ditingkatkan dengan menambah wawasan masyarakat akan kegunaan dan manfaat asuransi terutama untuk perencanaan dan pengelolaan keuangan pribad

    Mengelola Uang Pesangon

    Get PDF

    Perencanaan Sebelum Ekspansi

    Get PDF

    Crime in The Field of Banking by Using The Weakness of Letter of Credit

    Get PDF
    Letter of Credit (LC) is highly desirable and wide acceptance in the trading community because LC considered to carry low financial risk. Behind its use, the LC turns often misused by external actors even aided by unscrupulous internal bank to make fictitious transactions, create a letter or false documents as a condition for payment. This paper discusses the occurrence of criminal acts in the banking sector by exploiting weaknesses in the LC that make the bank as a victim and also a means to commit crimes such banking. The discussion in this paper emphasized on the application of laws and regulations applicable to indict the perpetrators of criminal acts in the banking sector by exploiting weaknesses of LC. Aspects of the discussion of a criminal offense based on the special legal of banking, Act No. 10 of 1998 concerning Banking for the perpetrators of bank�s internal, and under the provisions of the Penal Code for persons outside the bank

    Tentang Pajak Penghasilan

    Get PDF

    Memulai Usaha Setelah PHK

    Get PDF
    corecore