36,099 research outputs found
ANALISIS PERFORMANSI PREDIKSI PEMBOBOTAN UNTUK PROFIL UTAMA H.264 PADA W-LAN
ABSTRAKSI: Tingginya permintaaan akan komunikasi video dimasa yang akan datang semakin menuntut teknologi untuk menyediakan jaringan yang dapat memenuhi permintaan tersebut ke user, hal ini bisa diwujudkan apabila tersedianya kapasitas bit rate yang cukup besar dengan kualitas video yang hampir sama dengan aslinya.Hal ini dapat dilakukan dengan adanya teknik pengkodean yang direkomendasikan oleh ITU-T yaitu advance video coding (AVC) standar yang lebih dikenal dengan H.264 atau MPEG 4 part 10 yang telah mendominasi standar video coding beberapa tahun belakangan ini. Standar MPEG2 yang sudah cukup uzur, tergusur oleh standar H.264 yang performanya jauh lebih baik. Dengan pengkodean H.264 pengiriman bit rate yang rendah dapat terpenuhi dengan resiko terjadinya trade off (penurunan kualitas video yang dihasilkan).Tugas akhir ini menganalisa performansi prediksi pembobotan (wighted prediction) pada profil utama (main profile) H.264 dalam jaringan W-LAN. Parameter yang akan diukur untuk menilai kualitas video yang dihasilkan adalah PSNR, dan MOS. Parameter yang menentukan kualitas jaringan adalah delay, jitter, throughput, dan packet loss pengujiannya akan dilakukan pada jaringan W-LAN. Metoda yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah kajian pustaka, melakukan simulasi dan analisa.Kata Kunci : Weighted prediction,H.264,AVC, Main profile, W-LANABSTRACT: The high demand for video communications in the future for the claimant to provide a range of technologies that can meet the request to the user, it can be established when the bit rate capacity is quite large with video quality similar to the original.This can be done with the coding techniques recommended by ITU-T is advanced video coding (AVC) standard, better known to the H.264 or MPEG 4 part 10 that has dominated the video coding standard in recent years. MPEG2 standard is already quite sick, displaced by the H.264 standard is a much better performance. With H.264 encoding low bit rate transmission can be filled with the trade off of risk (which produced the video quality loss).This final performance analysis predictive weight (wighted prediction) on the main profile (main profile) H.264 in W-LAN networks. Parameters to be measured to assess the quality of the resulting video is PSNR, and MOS. The parameters that determine the quality of the network delay, jitter, throughput, and packet loss testing will be performed on W-LAN networks. Methods used in this thesis is a literature review, conduct simulations and analysis.Keyword: Weighted prediction, H.264, AVC, Main Profile, W-LA
Three-dimensional simulation of Marangoni flow and interfaces in floating-zone silicon crystal growth
Effects of ampoule rotation on vertical zone-melting crystal growth: steady rotation versus accelerated crucible rotation technique (ACRT)
Analisis Perbandingan Performansi Baseline Profile dengan Main Profile H.264 di Jaringan W-LAN
ABSTRAKSI: Perkembangan teknologi telekomunikasi yang semakin pesat dewasa ini membuat permintaan akan komunikasi video menjadi satu hal yang wajib untuk dipenuhi. Untuk memenuhi permintaan tersebut maka digunakan teknik pengkodean yang memberikan kualitas video yang baik, dapat dikirimkan dengan ukuran file yang rendah hingga ketika diterima di sisi user dengan kualitas yang tidak kalah dengan video aslinya.Hal ini sejalan dengan teknik pengkodean yang direkomdasiskan oleh ITU-T saat ini adalah advance video coding (AVC) standard yang lebih dikenal dengan H.264 atau MPEG 4 part 10 yang telah mendominasi komunitas standar video coding beberapa tahun belakangan ini. Dengan pengkodean H.264 pengiriman bit rate yang rendah dapat terpenuhi dengan resiko terjadinya trade off (penurunan kualitas video yang dihasilkan).Tugas akhir ini bertujuan membandingkan performansi fitur di dalam H.264 yaitu Baseline profile dengan Main profile H.264 dalam jaringan W-LAN. Parameter yang diukur untuk menilai kualitas video yang dihasilkan adalah PSNR,SSIM,PEVQ, dan parameter kedatangan paket data yaitu one way jitter dan inter arrival jitter. Simulasi pengiriman Video dilakukan untuk codec Main profile dan Baseline profile selanjutnya paket data dikirim dalam kanal W-LAN dengan menggunakan bantuan Network Simulator. Metoda yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah kajian pustaka,melakukan simulasi dan analisa.Hasil simulasi memberikan nilai bahwa teknik pengkodean H.264 Main profile selalu lebih bagus dari Baseline profile dilihat dari nilai PSNR rata-rata yang dihasilkan 37.97 dB untuk Main profile dan 36.38 dB untuk baseline profile. SSIM memberikan nilai kemiripan sebesar 96.04% untuk Main profile dan 95.72% untuk Baseline profie. PEVQ memberikan nilai sebesar 4.5667 untuk Main profile and 3.8 untuk Baseline profile. Jitter memberikan nilai sebesar 1.50761 ms dan 2.80686 ms untuk one way jitter dan inter arrival jitter Main profile sedangkan untuk Baseline profile sebesar 0.399625 ms dan 0.700466 ms, sehingga memberikan nilai one way jitter dan inter arrival jitter yang lebih besar untuk Main profile daripada Baseline profile.Kata Kunci : Baseline profile,Main profile,W-LANABSTRACT: Telecommunication technology’s recent days have increases demand of video communication became an urgent issue must fulfill. To fulfill the demand using video coding technique which can bringing high quality video, low file size when transmitted to users and have a same quality with video source before transmitted.This request now days can fulfill with video coding technique recommended by ITU-T with Advance Video Coding (AVC), many reference said H.264 or MPEG part 10 dominated video coding standard community past few years. H.264 produce low bit rate but increase a trade off (decrease video quality) consequences.This final project aim comparison of performance baseline profile and main profile H.264 in W-LAN network. Parameter that will be calculate to measure Quality of Service are PSNR, SSIM, PEVQ, and parameter to measure quality in network are one way jitter and inter arrival jitter. Simulation packet delivery video using Baseline profile and Main profile and packet delivery data in W-LAN using network simulator-2 in streaming condition. Method in this final project doing research, make a simulation and analyzes throughput.Simulation result give a value using Main profile always have a better performance than Baseline profile in Average PSNR 37.97 dB for Main profile and 36.38 dB for Baseline profile. SSIM gives value 96.04% for main profile and 95.72% for Baseline profile. PEVQ gives value 4.5667 for Main profile and 3.8 for Baseline profile. Jitter gives value 1.50761 ms and 2.80686 ms for one way jitter and inter arrival jitter to Main profile mean while Baseline profile gives value 0.399625 ms and 0.700466 ms it make Main profile increase value one way jitter and inter arrival jitter than Baseline profile when transmitted in W-LAN.Keyword: Baseline profile, Main profile, W-LAN
Analisa Perbandingan Performansi Pengkodean WMV-9 & H.264 pada W-LAN
ABSTRAKSI: Pengkodean WMV-9 dan H.264 banyak digunakan dalam jaringan Internet untuk keperluan streaming paket video. Untuk dapat mengakomodasi layanan streaming, suatu pengkodean video harus memiliki performansi (delay, jitter, throughput, packet loss, dan MOS) yang baik. Karena performansi suatu pengkodean video menentukan kualitas video streaming pada sisi client. Dalam tugas akhir ini akan diukur perbandingan performansi dalam kemampuan streaming melalui jaringan wireless antara WMV-9 dengan H.264. Performansi pengkodean video akan diukur pada jaringan W-LAN yang akan dibangun di kos dan laboraturium dengan menggunakan software ethereal. Pengukuran akan dilakukan sebanyak 10 kali untuk setiap skenario. Dari hasil pengukuran delay, jitter, throughput, dan packet loss, diketahui performansi pengkodean video WMV-9 lebih baik jika dibandingkan dengan performansi pengkodean video H.264. Tetapi dari penilaian subjektif MOS, performansi pengkodean WMV-9 lebih buruk jika dibandingkan dengan pengkodean video H.264. Hasil streaming pengkodean video WMV-9 lebih sering mengalami gangguan berupa gerakan yang patah-patah, hilangnya warna gambar ataupun hilangnya fokus gambar.Kata Kunci : WMV-9, H.264, W-LANABSTRACT: WMV-9 and H.264 is commonly used in Internet network for video streaming. To provide a streaming service, video codec standards must have a good performance (delay, jitter, throughput, packet loss and MOS). Because, video codec performance determine the quality of streaming video in client side. In this final project, WMV-9 and H.264 streaming performance trought wireless network will be measured and compared. Those video coding performance will be measured over W-LAN network which build in laboratory and home board using ethereal software. Performance measurements will done in 10 times for each scenario. From the measurements result, delay, jitter, throughput, and packet loss, WMV-9 coding performance is better than H.264 coding performance. But from subjective MOS value, WMV-9 coding performance is worse than H.264 coding performance. WMV-9 coding streaming result is often have disturbance like jerky picture, losing color and losing focus.Keyword: WMV-9, H.264, W-LA
Solvent action of sodium hypochlorite on fresh and formalin fixed tissue: a biochemical approach
The effects of extracellular citric acid acidosis on the viability, cellular adhesion capacity and protein synthesis of cultured human gingival fibroblasts
Solvent action of sodium hypochlorite on fresh and formalin fixed tissue: a biochemical approach
- …
