2,264 research outputs found
Het creëren van een vastgoedportfolio in de beleveniseconomie; over een mogelijke toekomst van vastgoedmanagement
In het onderzoek wordt gezocht naar een verband tussen ontwikkelingen in de economie en filosofie en veranderingen in het vakgebied vastgoedmanagement. Het resultaat van dit onderzoek is een model dat verwachtingen beschrijft hoe organisaties in de toekomst in de beleveniseconomie een vastgoedportfolio zullen gaan creëren. Beleveniseconomie is het fenomeen van een verschuiving van aandacht in de economie op drie thema's: de toename van de waardering van de immateriële aspect, de actievere rol van de klant in het creëren van de belevenis en de toename van de individualiteit van de belevenis. De Nederlandse filosoof Arnold Cornelis beschrijft in zijn boek "Logica van het gevoel" eenzelfde soort verschuiving van aandacht. Echter richt hij zich niet op de economie, maar op mens en maatschappij als geheel: een hoger abstractieniveau. Hij beschrijft dat mens en maatschappij in een transitie leven van het sociaal regelsysteem naar communicatieve zelfsturing. In het sociaal regelsysteem, zo beschrijft Cornelis, wordt veel waarde gehecht aan feiten, materiële en wetenschappelijke aspecten van de werkelijkheid. Mensen zoeken naar een vervulling van materiële behoeften en het individu wordt gestuurd door de buitenwereld, de mens wordt gevormd door de cultuur. Het individu neemt een passieve rol aan. Een communicatief zelfsturend individu hecht veel waarde aan persoonlijke waarden, het niet tast-bastbare innerlijke van de mens. Een communicatief zelfsturend individu is in staat haar eigen cultuur te vormen door communicatie op een gelijkwaardige basis. Het volgt niet zwijgzaam alle regels op die de individu van buitenaf krijgt opgelegd, maar gaat in discussie over het "waarom". Op zowel economisch gebied als in de mens en maatschappij is dus sprake van een transformatie. In de oude systemen wordt veel aandacht wordt gehecht aan materiele zaken en feiten, vindt weinig communicatie op een gelijkwaardige basis plaats en de mens en maatschappij worden gevormd door de regels die van buitenaf worden opgelegd. Het nieuwe systeem kenmerkt zich door communicatie op een gelijkwaardige basis met alle partijen, er wordt veel waarde gehecht aan persoonlijke waarden en de mens begint weer haar eigen cultuur te vormen in plaats van andersom. In vastgoedmanagement wordt ook veel waarde gehecht aan feiten en materialistische zaken, zo blijkt uit een intensieve literatuurstudie. Ook blijkt uit die studie dat er weinig aandacht lijkt voor communicatie. Maar enkele case studies, waarin bedrijven zijn onderzocht die vooruitstrevend zijn in de beleveniseconomie, tonen aan dat binnen die bedrijven de manier waarop vastgoedmanagement bedreven wordt overeenkomt met de kenmerken van de beleveniseconomie en het communicatief zelfsturend systeem. Aan de hand van deze nieuwe theoretische en praktische kennis is het "Model voor het creëren van een vastgoedportfolio met Mensen" ontworpen. Dit model geeft dus aan wat de verwachtingen zijn van de kernpunten van vastgoedmanagement in de toekomst. Wanneer deze verschuiving binnen het vastgoedmanagement precies plaats zal gaan plaatsvinden is onbekend. Het is ook niet gegarandeerd dat deze verschuiving precies op deze manier plaats zal gaan vinden. Het "Model voor het Creëren van een Vastgoedportfolio met Mensen" kan voor de vastgoedmanager die geïnteresseerd is in deze theorie een leidraad en inspiratiebron zijn om in zijn werk toe te passen. -Cornelis, A., Logica van het gevoel, stabiliteitslagen in de cultuur als nesteling der emoties, 1993, Amsterdam / Brussel / Middelburg, Uitgave Stichting Essence, 747 pag., ISBN 90-72258-02-9Architectur
Author Correction: New perspectives on Neanderthal dispersal and turnover from Stajnia Cave (Poland)
The Author contributions section now reads:“W.N., A.N. and S.T. designed research; A.P., M.H., W.N., S.B., M.U., A.M., H.F., M.D.B., P.S., K.S., M.Ż., A.W., A.N. and S.T. performed research; A.P., M.H., W.N., S.B., M.U., A.M., H.F., M.D.B., P.S., K.S., M.Ż., A.W., A.N. and S.T. analysed data; A.P., M.H., S.T., W.N. and S.B. wrote the paper with the collaboration of all the co-authors.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA DALAM MENINGKATKAN OMSET PENJUALAN (Studi Kasus AR Bakery & Donut Dusun Karang Tengah, Garu, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk)
Skripsi dengan judul “Strategi Pengembangan Usaha Dalam
Meningkatkan Omset Penjualan (Studi Kasus AR Bakery & Donut Dusun Karang
Tengah, Garu, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk)” ini ditulis oleh Urifa Nur
Laili, NIM. 12405193258, pembimbing Syamsul Umam, S.H.I., M.H.
Konteks penelitian pada skripsi ini adalah strategi pengembangan usaha
merupakan salah satu upaya yang perlu dilakukan oleh setiap perusahaan agar
bisnis dapat terus berkembang dan omset penjualan meningkat. Dengan
melakukan inovasi bisnis menjadi keharusan setiap perusahaan di era globalisasi
saat ini untuk dapat bersaing dengan pesaing lainnya. Salah satunya pada sektor
Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang
terus mengalami perkembangan, terlebih pada industri makanan atau kuliner.
Salah satu industri kuliner yang sudah berdiri sejak tahun 2002 yang terus
mengalami perkembangan dan cukup terkenal di daerah Nganjuk yaitu Ar Bakery
& Donut.
Fokus penelitian pada skripsi ini yaiitu: (1) Penerapan Strategi
Pengembangan Usaha Oleh AR Bakery & Donut Untuk Meningkatkan Omset
Pejualan., (2) Apa kendala yang dihadapi oleh usaha AR Bakery & Donut dalam
mengembangkan usaha.
Metode penelitian skrispsi ini menggunakan pendekatan penelitian
kualitatif dengan jenis penilitian deskriptif. Penelitian yang dilakukan berada di
AR Bakery & Donut Dusun Karang Tengah, Garu, Kecamatan Baron, Kabupaten
Nganjuk. Data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh dari wawancara,
observasi dan dokumentasi. Dan data sekunder yang diperoleh melalui buku, e-
book, jurnal dan penelitian terdahulu.
Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: (1) strategi pengembangan usaha di
AR Bakery & Donut untuk meningkatkan omset penjualan terdapat pada, strategi
pengembangan produk (peningkatan kualitas, keistimewaan, dan gaya), strategi
pengembangan pasar dan pengembangan organisasi atau perusahaan., (2) kendala
yang dialami oleh AR Bakery & Donut, pertama kendala internal yaitu kenaikan
harga bahan baku dan pemasaran produk kurang efisien, kedua kendala eksternal
yaitu akses lokasi kurang strategis.
Kata Kunci: Strategi pengembangan usaha, meningkatkan omset penjualan,
AR Bakery & Donu
DAMPAK TIDAK MENYELENGGARAKAN JAMINAN KESEHATAN DITINJAU DARI HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM (Studi Kasus BPJS Kesehatan Kantor Cabang Tulungagung)
Fadhila Nur Laili Firdaus, NIM 126101201020, “Dampak Tidak Menyelenggarakan Jaminan Kesehatan Ditinjau Dari Hukum Positif dan Hukum Islam (Studi Kasus BPJS Kesehatan Kantor Cabang Tulungagung).” Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2024, Pembimbing: Abd. Khair Wattimena, M.H.
Kata Kunci: Dampak Perusahaan, Hukum Positif, Hukum Islam
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perusahaan yang melanggar atau tidak patuh terhadap BPJS Kesehatan. Masih sering terjadi pihak perusahaan enggan mendaftarkan dan membayar jaminan kesehatan karyawannya, memanipulasi data karyawan kepada pihak BPJS, penggelapan dana jaminan kesehatan perusahaan, serta pelanggaran yang lainnya. Sehingga penulis ingin meneliti lebih dalam bagaimana dampak perusahaan yang tidak menyelenggarakan jaminan kesehatan serta bagaimana pandangan hukum positif dan hukum Islam terkait hal tersebut.
Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana dampak dari perusahaan yang tidak menyelenggarakan jaminan kesehatan terhadap karyawannya, 2) Bagaimana jaminan sosial BPJS Kesehatan terhadap karyawan menurut perspektif hukum positif, 3) Bagaimana jaminan sosial BPJS Kesehatan jika ditinjau dari hukum islam. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan dampak dari perusahaan yang tidak menyelenggarakan jaminan kesehatan terhadap karyawannya, 2) Menganalisis tinjauan hukum positif tentang jaminan kesehatan terhadap karyawan, 3) Menganalisis tinjauan hukum islam dalam penyelanggaraan jaminan sosial BPJS kesehatan.
Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selain itu teknis analisis data yang digunakan adalah analisis sebelum lapangan dan analisis selama dan setelah di lapangan (kondensasi data, display data, penarikan kesimpulan dan verifikasi). Teknik pengecekan keabsahan data dengan cara perpanjang kehadiran.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Kewajiban mendaftarkan BPJS Kesehatan berlaku bagi setiap perusahaan. Jika terjadi pelanggaran maka perusahaan yang bersangkutan akan dijatuhi hukuman andministrasi atau pidana, 2) Dalam penerapannya, jaminan kesehatan karyawan dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan UU No. 24 Tahun 2011 tentang BPJS Kesehatan, 3) Penyelenggaraan dan transaksi BPJS Kesehatan masih menjadi perdebatan dalam hukum Islam. Terdapat 2 pendapat berbeda, ada yang membolehkan dan tidak membolehkan
Announcement of the National Academy of Science's establishment of an office at Camp Kilmer
After the Soviets suppressed the Revolution in Hungary in 1956, approximately 200,000 Hungarians fled the country. Many Hungarian refugees came to New Jersey, some of whom were housed at Camp Kilmer, a military post near New Brunswick. Many members of the nearby Rutgers University community worked to help the refugees. In this document, the National Academy of Sciences announces its establishment of an office at the refugee center at Camp Kilmer. The point of the office is to interview Hungarian scientists and engineers in order to evaluate their areas and levels of expertise. Based on the evaluations, the Hungarians will be assisted with employment and research opportunities
POLITIK HUKUM PENGATURAN GANTI KERUGIAN PENCURIAN DATA BIOMETRIK
Skripsi dengan judul “Politik Hukum Pengaturan Ganti Kerugian Pencurian Data Biometrik” ini ditulis oleh Purna Nur Laili, NIM 126103211072, Program Studi Hukum Tata Negara, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2025, dibimbing oleh Bapak Fahmi Arif, M.H.
Kata Kunci : Politik Hukum, Ganti Kerugian, Data Biometrik
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya penggunaan Data Biometrik berupa pengenalan wajah (face recognition) oleh PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) yang pada 16 Januari 2024 adanya kelompok peretas yang berhasil mengakses data spesifik milik PT KAI dengan menampilkan informasi bertuliskan “Anda dapat menemukan memo umum KAI ID disini! Harga 11.69 Bitcoin”. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap data identifikasi wajah para pemilik data,
karena para pemilik data tidak diberikan peluang untuk menerima atau menolak pengumpulan, padahal data biometrik wajib memperoleh persetujuan dari subjek data pribadi menggunakan metode yang memadai.
Fokus penelitian yang peneliti lakukan adalah 1) Bagaimana Politik Hukum Pengaturan Ganti Kerugian dalam Pencurian Data Biometrik ? 2) Bagaimana Gambaran Ideal Prinsip Keadilan menurut Undang- Undang Nomor 27 Tahun 2022 Tentang Perlindungan Data Pribadi?. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Menganalisis politik hukum terkait pengaturan perlindungan data biometrik di Indonesia, serta dampaknya terhadap keamanan data pribadi. 2) Menganalisis dan
merumuskan gmbaran ideal prinsip keadilan dalam konteks perlindungan data pribadi menurut UU PDP dengan fokus pada perlindungan hak subyek dan ganti kerugian secara adil dan efektif terhadap pencurian data biometrik.
Metode penelitian yang peneliti lakukan menggunakan yuridis normatif yang merupakan suatu proses untuk menemukan aturan hukum, asas-asas hukum, dan doktrin-doktrin hukum guna menjawab suatu isu hukum yang dihadapi.
Peneliti menggunakan metode penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statue approaach) karena dalam penelitian ini berfokus pada Politik Hukun Undang – Undang Perlindungan Data Pribadi dan Sanksi Hukum sebagai objek kajiannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Politik hukum terkait ganti kerugian atas pencurian data biometrik di Indonesia saat ini menunjukkan bahwa meskipun Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) dan regulasi sektoral terkait telah ada, belum terdapat aturan pelaksana berupa Peraturan Pemerintah yang secara spesifik dan komprehensif mengatur mekanisme ganti kerugian, termasuk bentuk, prosedur klaim, dan tanggung jawab pengendali/pemroses data biometrik; kondisi ini mengindikasikan bahwa perkembangan hukum di area ini masih bersifat reaktif dan belum secara proaktif mengatasi risiko unik yang melekat pada pemrosesan data biometrik. 2) Dalam UU PDP belum menerapkan prinsip keadilan yang berkelanjutan untuk korban dalam pencurian data biometrik padahal kehilangan data biometrik bersifat selamanya karena data biometrik bersifat permanen dan melekat pada tubuh korban seperti iris mata,sidik jari,pengenalan wajah,. Dalam sistem hukum di Indonesia masih memandang bahwa kehilangan data biomterik dianggap sama dengan kehilangan data pribadi biasa sehingga sanksi yang diberikan belum sepenuhnya memiliki prinsip keadilan yang berisfat jangka Panjan
Efektivitas Hukum Pelayanan Prodeo Dalam Perkara Perceraian Di Pengadilan Agama Ponorogo (Studi Kasus Tahun 2021-2022)
ABSTRAK
Maulida, Lutfina Laili, 2023. Efektivitas Hukum Pelayanan Prodeo Dalam Perkara Perceraian Di Pengadilan Agama Ponorogo (Studi Kasus Tahun 2021-2022). Skripsi. Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Martha Eri Safira, M.H.
Kata Kunci/Keywords: Efektivitas, Prodeo, Pengadilan Agama Ponorogo.
Prodeo merupakan salah satu jenis bantuan hukum bagi masyarakat tidak mampu sebagaimana diatur dalam PERMA No. 1 Tahun 2014. Semua jenis perkara bisa diajukan dalam permohonan prodeo namun dalam pelayanan prodeo di PA Ponorogo memprioritaskan perkara cerai. Sebab kasus tertinggi di PA Ponorogo antara tahun 2021-2022 adalah perkara cerai yang terdiri 2.884 perkara cerai gugat dan 1.090 perkara cerai gugat. Kebijakan internal PA Ponorogo ini menjadi langkah solutif mengatasi tingginya angka perceraian namun di sisi lain juga mencedarai acces to justice jenis perkara lainnya dalam pengajuan prodeo. Pembaruan terbaru PERMA No. 7 Tahun 2022 yang mengakomodir layanan prodeo ke dalam sistem e-Court diharapkan bisa meningkatkan efektivitas layanan prodeo di PA Ponorogo bagi masyarakat tidak mampu.
Rumusan masalah penelitian ini bagaimana efektivitas hukum terhadap pelayanan prodeo dalam perkara perceraian di Pengadilan Agama Ponorogo (studi kasus tahun 2021-2022), dan bagaimana implikasi pelayanan prodeo dalam perkara perceraian di Pengadilan Agama Ponorogo (studi kasus tahun 2021-2022) ditinjau dari teori efektivitas hukum.
Jenis penelitian yang dilakukan penulis merupakan penelitian field research menggunakan metode kualitatif. Untuk teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data memakai metode deskriptif analisis.
Hasil penelitian dapat disimpulkan efektivitas pelayanan prodeo dalam perkara perceraian di PA Ponorogo dinilai dari faktor substansi hukum masih ada beberapa praktik pelayanan prodeo yang tidak sesuai dengan PERMA No. 1 Tahun 2014 serta keterbatasan praktik pelayanan prodeo melaui e-Court dengan PERMA No. 7 Tahun 2022. Namun dilihat dari faktor kualifikasi penyelenggara prodeo dan kepuasan para pihak, fasilitas, kepatuhan hukum, dan budaya hukum dapat dikatakan bahwa pelayanan prodeo dalam perkara perceraian di PA Ponoogo masih termasuk efektif. Implikasi pelayanan prodeo dalam perkara perceraian terdiri dari dampak positif dan negatif; inovasi pelayanan prodeo melalui e-Court solusi menekan biaya anggaran Prodeo DIPA dan masalah panjar biaya relaas panggilan para pihak, kasus perceraian sebagai prioritas permohonan prodeo di Pengadilan Agama Ponorogo mencederai acces to justice dalam tujuan UU Nomor 16 Tahun 2016 Tentang Bantuan Hukum, dan adanya persyaratan tambahan administrasi kelengkapan berkas permohonan prodeo di Pengadilan Agama Ponorogo akibat terbatasnya anggaran prodeo DIPA Mahkamah Agung mencederai tujuan dan asas layanan prodeo
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP BURUH OUTSOURCING DALAM PENYELESAIAN PEKERJAAN YANG MELEBIHI BATAS WAKTU YANG DITENTUKAN DALAM PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU
Reformasi dalam bidang hukum ketenagakerjaan dilakukan dengan tujuan
untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu tenaga kerja serta kesejahteraan
tenaga kerja. Reformasi di bidang hukum ketenagakerjaan diawali dengan
dikeluarkannya Undang-undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja
atau Serikat Buruh, yang kemudian diikuti dengan keluarnya Undang-undang
Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Republik
Indonesia tahun 2003 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4279) serta dikeluarkannya Undang-undang Nomor 2 Tahun
2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. Sebagaimana
diamanatkan Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun
1945 menyebutkan bahwa “Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan
penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.” Telah jelas disebutkan bahwa
pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan adalah pekerjaan yang
dilakukan oleh pekerja berada dalam keadaan yang terhindar dari kecelakaan kerja
dan penyakit yang timbul akibat kerja. Setiap pekerja berhak mendapat
perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja, moril dan kesusilaan dan
perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai
agama.
Adapun tujuan penulisan yang ingin dicapai dari penelitian skripsi ini yaitu:
Untuk menganalis dan memahami perlindungan hukum terhadap buruh
outsourcing yang masa pekerjaannya tidak sesuai dengan kontrak yang disepakati
(PKWT) dan untuk menganalis dan memahami akibat hukum apabila pekerjaan
tidak selesai sesuai PKWT atas kesalahan kontraktor. Metode penelitian yang
digunakan penulis dalam skripsi ini adalah yuridis Normatif. Pendekatan masalah
yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan dan pendekatan secara
konseptual. Metode dalam pengumpulan bahan hukum penulis menggunakan dua
sumber bahan hukum, yang pertama yaitu sumber bahan hukum primer yang
sumber bahan hukum ini berasal dari peraturan perundang-undangan, dan yang
kedua yaitu sumber bahan hukum sekunder yang sumber bahan hukum ini berasal dari buku-buku hukum, jurnal hukum, teori ahli. Kemudian melakukan analisa
bahan hukum
Editorial
EditorialGreen Open Access added to TU Delft Institutional Repository 'You share, we take care!' - Taverne project https://www.openaccess.nl/en/you-share-we-take-care Otherwise as indicated in the copyright section: the publisher is the copyright holder of this work and the author uses the Dutch legislation to make this work public.Real Estate Managemen
- …
