1,727,912 research outputs found
MEMAHAMI AN-NAHARI WAL-LAILI DALAM ‘ULUMUL QUR’AN
Al-Qur’an sebagai Firman Allah menjadi petunjuk bagi seluruh manusia. Dalam memahami petunjuk-petunjuk Al-Qur’an tersebut dengan benar maka diperlukan ‘Ulumul Qur’an, yaitu ilmu yang membahas atau mengkaji Al-Qur’an itu, yang di dalamnya memuat seluruh bahasan tentang Al-Quran mulai dari tafsir Al-Qur’an yang merupakan induk dari segala macam kajian mengenai Al-Qur’an sampai pada ilmu bacaan Al-Qur’an. Namun sangat disanyangkan karena sangat sedikit yang tertarik mengkaji ‘Ulumul Qur’an terutama dalam aspek An-nahari wal laili yang merupakan cabang dari ‘Ulumul Qur’an. Padahal memahami An-nahari wal laili ini akan menambah hazanah keilmuan dalam memahami Al-Qur’an secara sempurna. Sehingga dilakukan penelitian untuk memberikan pemahaman tentang pengertian An-nahawi wal-laili, pendapat ulama tentang An-nahawi wal-laili, metode untuk menentukan An-nahawi wal-laili serta menjelaskan contoh surat dan ayat-ayat An-nahawi wal-laili. Pada penelitian ini digunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan instrumen studi pustaka dari beberapa buku, jurnal dan artikel ilmiah lainnya.
 
KREATIVITAS ILHAM LAILI MURSIDI DALAM PENCIPTAAN WAYANG OSING BANYUWANGI LAKON PERANG PUPUTAN BAYU
Penelitian yang berjudul “Kreativitas Ilham Laili Mursidi dalam Penciptaan Wayang Osing Banyuwangi lakon Perang Puputan Bayu“ bertujuan menjawab permasalahan tentang: (1) Bagaimana bentuk dan struktur pertunjukan wayang Osing Banyuwangi lakon Perang Puputan Bayu karya Ilham Laili Mursidi (2) Bagaimana proses kreatif Ilham Laili Mursidi dalam menciptakan pertunjukan wayang Osing Banyuwangi lakon Perang Puputan Bayu.
Pendekatan yang digunakan menggunakan teori strsuktur dramatik lakon oleh Sudiro Satoto, konsep sanggit dan garap yang dikemukakan oleh Sugeng Nugroho. Analisis pada penelian ini bersifat deskriptif kualitatif, yang menggunakan teknik pengumpulan data dengan langkah-langkah observasi, studi pustaka, dan wawancara.
Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa struktuk dramatik dalam lakon Perang Puputan Bayu, meliputi tema, yaitu perjuangan yang gigih dan ikhlas akan membuahkan kesuksesan. Amanat yang terkandung sebagai manusia janganlah berkecil hati dan ragu dalam membela kebenaran. Alur meliputi alur erat dan alur maju. Penokohan meliputi tokoh protagonis, antagonis, dan tokoh peran pembantu. Setting meliputi aspek ruang, aspek waktu dan aspek suasana. Proses kreatif penciptaan wayang Osing lakon Perang Puputan Bayu oleh Ilham Laili Mursidi juga berdasarkan dua unsur yang mempengaruhi kreativitas seniman, yaitu (1) unsur penggarap dan (2) pertimbangan garap. Implementasi sanggit dan garap pada pertunjukan wayang Osing dapat dilihat pada (1) garap catur meliputi janturan, pocapan, ginem. Catur pada wayang Osing menggunakan Bahasa Osing untuk tokoh wayang pejuang Blambangan, Bahasa Indonesia, dan sedikit Bahasa Belanda untuk tokoh pasukan VOC Belanda, selain itu terdapat gaya bahasa perumpamaan dan purwakanthi. (2) garap sabet yang ditemukan dalam pertunjukan wayang Osing menggunakan sabet representatif, serta ditemukan bentuk tancepan khas wayang Osing yaitu tokoh yang memiliki kedudukan tinggi tancep pada jagatan kiri. (3) garap iringan meliputi gending pembuka, gending adegan, gending perangan yang disusun oleh Tohan dan Slamet. Sulukan dalam pertunjukan wayang Osing lakon Perang Puputan Bayu dibuat oleh Ilham Laili Mursidi dan ada salah satu sulukan yang merupakan perpaduan dari sulukan pathet nem ageng dengan sulukan karya Ilham.
Kata kunci: Kreativitas, wayang Osing, Perang Puputan Bayu Ilham Laili Mursidi
KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA DALAM PENGEMBANGAN UKHUWAH ISLAMIYAH DI DESA MARGA MULYA KECAMATAN TERBANGGI BESAR LAMPUNG TENGAH
ABSTRAK
Komunikasi Antar budaya adalah proses pembagian
informasi, gagasan atau perasaan diantara mereka yang berbeda latar
belakang budayanya. Komunikasi antarbudaya yang dimaksud dalam
penelitian ini ialah komunikasi antar budaya dalam pengembangan
ukhuwah islamiyah pada masyarakat islam di desa marga mulya
kecamatan terbanggi besar lampung tengah. Penulis ingin
menegaskan bahwa komunikasi antarbudaya yang dimaksud adalah
dimana perbedaan disuatu daerah terjadi dan dengan adanya
perbedaan maka suatu masyarakat itu bisa komunikasi lebih baik lagi
dan saling menghargai perbedaan dimana suatu kelompok
berinteraksi didalam satu pengembangan ukhuwah Islamiyah.
Adapun rumusan masalah yaitu, bagaimana upaya masyarakat dan
Bagaimana Komunikasi Antar Budaya dalam pengembangan
Ukhuwah Islamiyah di Desa Marga Mulya Kecamatan Terbanggi
Besar Lampung Tengah. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk
mengetahui bagaimana upaya masyarakat dan Mendeskripsikan
bentuk komunikasi antarbudaya dalam Pengembangan ukhuwah
Islamiyah antarbudaya dalam pengembangan ukhuwah Islamiyah di
Desa Marga Mulya Kecamatan Terbanggi Besar Lampung Tengah.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research
dengan sifat penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini
yaitu, Masyarakat desa marga mulya kecamatan terbanggi besar
lampung tengah. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu bentuk
komunikasi antarbudaya dalam menjalin ukhuwah islamiyah di
masyarakat khususnya di desa Marga Mulya Kecamatan Terbanggi
Besar Kabupaten Lampung Tengah terbagi menjadi dua macam
yakni, Komunikasi personal dan Komunikasi Kelompok.
Kata Kunci : Komunikasi, Budaya, Ukhuwah Islamiyah
v
ABSTRACT
Intercultural communication is the process of exchanging
knowledge, concepts, or emotions between people from various
cultural backgrounds. Intercultural interaction is referred to in this
study as the process by which Islamic ukhuwah is developed among
Islamic communities in Marga Mulya, Banggi Besar subdistrict,
Central Lampung. The author wants to make it clear that the issue of
intercultural communication arises when differences in a particular
area exist. When differences exist, a community can communicate
more effectively and respect one another's differences in settings
where people interact to develop ukhuwah Islamiyah. How are local
efforts and intercultural communication affecting the growth of
Ukhuwah Islamiyah in Marga Mulya Village, Terbanggi Besar
District, Central Lampung? is how the issue is formulated. The goal
of this study is to understand how the community functions and to
define methods of cross-cultural interaction in the growth of
intercultural ukhuwah Islamiyah in Marga Mulya Village, Terbanggi
Besar District, Central Lampung. This study employed a type of field
research known as qualitative descriptive field research. The
community of Marga Mulya village, Banggi Besar sub-district,
Lampung Tengah, served as the subject of this study. The findings of
this study helped to establish Islamic ukhuwah in society, particularly
in Marga Mulya village, through various intercultural communication
methods. The two methods of communication in Terbanggi Besar
District, Central Lampung Regency are personal communication and
group communication.
Keywords : Communication, Culture, Ukhuwah Islamiya
TEKNIK KOMUNIKASI PERSUASIF USTADZAH NOR LAILI SAFITRI DALAM KEGIATAN KAJIAN ISLAM KHUSUS MUSLIMAH BANATUSSHOFA BANJARMASIN
Jum’ah: NIM. 180104010218: Teknik Komunikasi Persuasif Ustadzah Nor Laili
Safitri Dalam Kegiatan Kajian Islam Khusus Muslimah Banatusshofa
Banjarmasin. Skripsi, Kota Banjarmasin, Jurusan Komunikasi dan
Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Antasari
Banjarmasin. 2022. Pembimbing: (I) Samsul Rani, S. Ag., M. Si dan (II)
Syaiful Hadi, S. IP., M. A.
Kata Kunci: Teknik Komunikasi Persuasif, Dakwah
Banatusshofa merupakan sebuah tempat pendidikan agama Islam nonformal yang berada di Jl. Setia RT.38 No. 11 Kelurahan Pemurus Dalam,
Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan. Di
dalam pelaksanaan dakwah tersebut, dipimpin langsung oleh Ustadzah Nor
Laili Safitri yang merupakan alumni dari Daruzzahra Tarim-Hadramaut.
Selanjutnya, jamaah yang hadir di majelis ini di peruntukkan untuk muslimah
saja. Adapun kegiatan dakwah di dalam pengajian ini ialah pembacaan Hadrah
Basaudan dan materi dakwah. Dalam menyampaikan ceramah ustadzah Nor
Laili Safitri mengajak jamaah untuk bersama-sama dalam kebaikan. Adapun
komunikasi yang digunakan Ustadzah Nor Laili Safitri dalam menyampaikan
materi dakwah ialah dengan menggunakan komunikasi persuasif. Agar
dakwah berhasil, sangatlah penting dalam menggunakan teknik. Sehingga
terdapat beberapa teknik komunikasi persuasif yang diperlukan dalam
melakukan kegiatan tersebut. Berdasarkan dari latar belakang di atas, maka
yang menjadi fokus masalah dalam penelitian ini, yaitu bagaimana teknik
komunikasi persuasif yang dilakukan ustadzah Nor Laili Safitri dalam
kegiatan kajian dakwah khusus muslimah Banatusshofa Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis
penelitian lapangan (field research), yaitu peneliti terjun langsung ke lapangan
untuk menggali data yang diperlukan sesuai dengan masalah yang diteliti,
kemudian diolah melalui proses koleksi data, editing data,klasifikasi data,dan
interprestasi data dengan menggunakan teknik observasi, wawancara,dan
dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik komunikasi
persuasif yang dilakukan ustadzah Nor Laili Safitri dalam kegiatan kajian
dakwah yaitu pemilihan bahasa, pengilustrasian atau penggambaran dan
penempatan sikap. Selain itu, berdasarkan teori yang digunakan yakni
komunikasi persuasif terdapat beberapa teknik yang juga di temukan dalam
penelitian ini yaitu, teknik asosiasi, teknik integrasi, teknik ganjaran, teknik
tataan, teknik red-herrin
Time use patterns of women in rural Bihar and Uttar Pradesh
Across the states of Bihar and Uttar Pradesh, the Population Council has been rigorously evaluating a broad range of interventions through self-help groups aimed at improving maternal and child health outcomes of women while strengthening their collective empowerment through group cohesion. This dataset includes findings from a time use survey conducted in 2017–2018 that captures women’s time use patterns across women who have a child under one and those with children 5 years or older
Tools to assess the impact of the Uttar Pradesh Community Mobilization Project in improving maternal and child health behaviors in self-help groups in Uttar Pradesh, India
These tools were used to conduct the baseline survey of a quasi-experimental study conducted in 2017 that capture the effect of integrating health and nutrition messaging into empowerment pathways among women who are members of self-help groups and who have a child under the age of one in the state of Uttar Pradesh, India
Layering a health, nutrition and sanitation program through community mobilizers within microfinance groups: An assessment from Bihar
In the state of Bihar, the Population Council has been rigorously evaluating the JEEViKA Technical Support Program (JTSP) which supports JEEViKA in scaling up the layering of health, nutrition, and sanitation messaging by providing techno-managerial support across all the blocks in order to bring about system-level changes. This dataset captures elements of the capacity that have been built of the community mobilizers who are trained by JTSP staff to share health, nutrition, and sanitation messages with women in self-help groups (SHG). Data were collected using a cross-sectional survey design conducted between September to November 2017. Community mobilizers were identified randomly across 1 block each from 7 (out of 11) districts of Bihar, where JEEViKA has established SHGs. Also, from the remaining non-SHG districts, 1 block each from 3 districts were select randomly. In total, community mobilizers (418 among JTSP blocks and 176 among non-JTSP blocks) were interviewed across the 10 blocks. Data were collected using structured tools, administered in Hindi using a mobile–based data entry application. Community mobilizers provided information on the capacity building they had received, how they were carrying out their duties, and time management with a focus on layering health, nutrition and sanitation programming
Layering a health, nutrition and sanitation program through community mobilizers within microfinance groups: An assessment from Bihar
In the state of Bihar, the Population Council has been rigorously evaluating the JEEViKA Technical Support Program (JTSP) which supports JEEViKA in scaling up the layering of health, nutrition, and sanitation messaging by providing techno-managerial support across all the blocks in order to bring about system-level changes. This dataset captures elements of the capacity that have been built of the community mobilizers who are trained by JTSP staff to share health, nutrition, and sanitation messages with women in self-help groups (SHG). Data were collected using a cross-sectional survey design conducted between September to November 2017. Community mobilizers were identified randomly across 1 block each from 7 (out of 11) districts of Bihar, where JEEViKA has established SHGs. Also, from the remaining non-SHG districts, 1 block each from 3 districts were select randomly. In total, community mobilizers (418 among JTSP blocks and 176 among non-JTSP blocks) were interviewed across the 10 blocks. Data were collected using structured tools, administered in Hindi using a mobile–based data entry application. Community mobilizers provided information on the capacity building they had received, how they were carrying out their duties, and time management with a focus on layering health, nutrition and sanitation programming
Evaluating the impact of the Uttar Pradesh Community Mobilization Project in improving maternal and child health behaviors in self-help groups in Uttar Pradesh, India
The Population Council has been working in the state of Uttar Pradesh to rigorously evaluate whether and how a broad range of interventions through self-help groups can lead to positive behavior change and access to services in reproductive, maternal, newborn and child health and nutrition. This dataset includes findings from a quasi-experimental study conducted in 2017 that capture the effect of integrating health and nutrition messaging into empowerment pathways among women who are members of self-help groups and who have a child under the age of one
- …
