1,720,974 research outputs found
KAJIAN DATA MINING PREDIKET KELULUSAN MAHASISWA TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS ISLAM RIAU DENGAN ALGORITMA C4.5
Kelulusan adalah target utama yang diharapkan mahasiswa dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Namun dalam kenyataannya masih banyak mahasiswa khususnya di program studi Teknik Informatika fakultas Teknik
Universitas Islam Riau yang belum dapat mencapai standar prediket kelulusan. Standar prediket kelulusan mahasiswa
sangat dipengaruhi oleh standar penerimaan mahasiswa. perguruan tinggi sebagai penyelenggara pendidikan juga harus
memperhatikan standar dalam penerimaan mahasiswa. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan evaluasi terhadap
kumpulan data kelulusan untuk menentukan pola kelulusan mahasiswa. Proses data mining menggunakan metode
Klasifikasi dengan algoritma Decision Tree C4.5. Atribut yang digunakan dalam penentuan pola prediket kelulusan
mahasiswa tersebut adalah jenis SLTA, jurusan di SLTA, waktu tunggu kuliah, nilai matematika di SLTA dan prediket
kelulusan sebagai atribut label/class. Hasil kajian berupa pola prediket kelulusan yang dapat memberikan kebijakan yang
lebih baik bagi jurusan Teknik Informatika dalam menentukan kriteria seleksi penerimaan mahasiswa baru sehingga dapat
meningkatkan lulusan yang memenuhi standar kelulusan yang telah ditetapkan universitas
PERANCANGAN DATA WAREHOUSE UNTUK MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN RUMAH SAKIT BERDASARKAN STANDAR MUTU NASIONAL
Rumah sakit adalah sebuah institusi perawatan kesehatan profesional yang pelayanannya disediakan oleh dokter, perawat, dan tenaga ahli kesehatan lainnya. Rumah sakit memiliki banyak sekali data dimana dengan adanya data yang banyak yang belum terkelola dengan baik akan mengakibatkan para pimpinan rumah sakit mengalami keterbatasan dalam mengambil keputusan dengan cepat dan akhirnya memiliki kesulitan dalam melihat kinerja dan mutu pelayanan rumah sakit yang dipimpinnya. Dengan dibuatnya perancangan data warehouse pada rumah sakit ini maka pimpinan rumah sakit dapat menjaga dan memantau kinerja mutu pelayanan dengan lebih baik sesuai dengan standar mutu nasional yang terdiri dari Bed Occupancy Rate (BOR), Average Length of Stay (ALOS), Turn Over Internal (TOI), Bed Turn Over (BTO), NetDeath Rate (NDR), Gross Death Rate (GDR), Anasthesia Death Rate (ADR), Post Operasi Death Rate (PODR), Post Interactive Death Rate (PIDR), Normal Tissue Removal Rate (NTRR), Maternal Death Rate (MDR), Neonatal Death Rate (NeoDR), dan angka infeksi nosokomial
SISTEM PAKAR DIAGNOSA DINI DEFISIENSI VITAMIN DAN MINERAL
Mineral dan vitamin berperan penting bagi tubuh manusia. Vitamin berguna untuk proses pertumbuhan, pengaturan, dan perbaikan fungsi tubuh sedangkan mineral berperan dalam beberapa tahap reaksi metabolisme energi, pertumbuhan, dan pemeliharaan tubuh. Pentingnya peran vitamin dan mineral mengakibatkan perlunya dijaga kadar vitamin dan mineral didalam tubuh. Banyak yang tidak mengetahui bahwa gejala yang dirasakan pada tubuh merupakan akibat dari defisiensi suatu vitamin atau mineral tertentu sehingga seringkali terlambat untuk diketahui dan mengakibatkan perlunya kunjungan ke dokter. Defisiensi terhadap vitamin dan mineral dapat diketahui secara lebih dini dengan menggunakan bidang ilmu kecerdasan buatan melalui sistem pakar. Sistem pakar defisiensi vitamin dan mineral ini terdiri dari 11 vitamin dan 6 mineral. Dari akuisisi pengetahuan oleh seorang pakar, ditemukan 46 gejala dan menghasilkan 35 aturan (rule) yang direpresentasikan menggunakan tabel keputusan. Metode penelusuran defisiensi menggunakan forward chaining sedangkan untuk menangani ketidakpastian yang muncul digunakan metode certainty factor dari aplikasi Mycin. Untuk memudahkan pengguna, maka sistem dibuat dengan menggunakan teknologi mobile. Berdasarkan pengujian yang dilakukan kepada pakar dapat dibuktikan bahwa sistem pakar yang dibangun mampu mendiagnosa defisiensi vitamin dan mineral dengan nilai akurasi kebenaran sebesar 100%. Dengan diketahuinya defisiensi yang terjadi maka penanganan dan pencegahan dapat dilakukan secara lebih din
Klasifikasi Citra Imunohistokimia Sel Kanker Payudara HER2 Skore 1+ dan 3+
Penyakit kanker payudara merupakan penyakit berbahaya yang terjadi akibat pertumbuhan sel-sel yang tidak terkontrol yang dapat menyebar ke bagian lain di tubuh6. Salah satu metode pemeriksaan terhadap sel kanker payudara adalah menggunakan Immunohistochemistry atau IHC. Pemeriksaan IHC pada sel kanker payudara yang terdiri dari skore 0, 1+, 2+ dan 3+ digunakan untuk mengetahui keberadaan dan status protein HER2 yang bertanggung jawab untuk mengatur proses pertumbuhan dan pembelahan sel. Berdasarkan hasil skore pemeriksaan IHC HER2 dapat diketahui prognosis kanker serta terapi yang tepat seperti pemberian targeted therapy dengan menggunakan Herceptin (trastuzumab) maupun terapi kombinasi lainnya. Pengolahan citra digital yang dilakukan merupakan studi awal yang digunakan untuk mengenal karaktersitik citra IHC HER2 1+ dan 3+. Hal ini dilakukan mengingat skore 0 merupakan sel negatif HER2 yang tidak memberikan perbedaan intensitas pewarnaan terhadap sel dan skore 2+ yang memiliki hasil equivocal yang berarti belum bisa ditentukan apakah perlu diberi targeted therapy atau tidak sehingga diperlukan pemeriksaan lain menggunakan CISH (Chromogenic In Situ Hybridization) atau FISH (Flourescence In Situ Hybridization). Pengolahan citra dilakukan dengan menggunakan median filtering, mengenakan operasi Brown7 dan melakukan segmentasi thresholding untuk memperoleh karakteristik citra sehingga dapat dilakukan klasifikasi skore IHC HER2 1+ dan 3+
Aplikasi MATLAB dan MySQL untuk Simulasi Jatuhan Radioaktif di Sekitar Fasilitas Nuklir
On places that have nuclear facilities, there was amount of stationer station to lookover of dropping radioactive. All of radioactive dropped spots may knew how big of entirelyradioactive as dropped with direct observing data’s from stationer station, we can usemeasurement with Finite Element Method. The measurement steps were to split area aroundof nuclear facility to square elements, where on of spot square element was a stationerstation. After dissertation process substituted into element equation and proceed withincorporation element equation, will resulted coefficient of Jacobi equation, droppedquantity, and area broad. Data needed was stationer station spots ordinate and large ofradioactive dropped. Data that run with database system on MySQL software and those datawas measure with element method with MATLAB software. Result on this research showedthat system may use for measuring dropped radioactive on each dropped spot on entirenuclear zone, equally.Kata kunci: fasilitas, nuklir, jatuhan, radioaktif, metode elemen hingga, matlab, mysql
Klasifikasi Citra Daun Kelapa Sawit Yang Terkena Dampak Hama Menggunakan Metode K-Nearest Neighbor
Indonesia merupakan penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Tumbuhan kelapa sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis dan membutuhkan iklim dengan curah hujan stabil. Pola curah hujan tahunan dapat mempengaruhi pembungaan dan hasil produksi buah sawit, selain pola curah hujan. Faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil produksi sawit adalah hama perusak, terutama hama Limacodidae dan Psychidae. Keterlambatan penanganan dampak hama dapat menyebabkan kerugian untuk para petani kelapa sawit. Dalam melakukan proses deteksi digunakan langkah-langkah yang terdiri dari preprocessing, segmentasi, ekstraksi fitur zoning, dan kalsifikasi dengan metode K-Nearest Neighbor sebagai cara untuk melakukan klasifikasi jenis hama. Proses preprocessing terdiri dari akuisisi citra, resize dan citra grayscale, berikutnya dilakukan proses segmentasi threshold. Kemudian melakukan ekstraksi fitur zoning terhadap citra daun dengan membagi citra menjadi 4 bagian. Selanjutnya dilakukan klasifikasi jenis hama yang menyerang daun kelapa sawit. Hasilnya adalah dengan melakukan pengujian terhadap teknik zoning untuk mengetahui jenis hama. Nilai akurasi untuk pendeteksian hama limacodidae adalah 55% dan nilai pendeteksian hama psychidae adalah 72.5%. Hal tersebut menunjukkan bahwa sistem memiliki kemampuan yang cukup dalam melakukan proses pendeteksi jenis hama. Maka sesuai dengan hasil yang didapat, untuk meningkatkan kemampuan sistem dapat dilakukan perbaikan pada proses preprocessing citra
Akurasi Algoritma C4.5 dalam Klasifikasi Data 5K2S
PT. Kimia Tirta Utama merupakan salah satu
perusahaan yang mengelola perkebunan jenis kelapa sawit dan
memproduksi salah satu bahan makanan yaitu minyak goreng.
Agar mendapatkan kualitas minyak goreng yang baik dan layak
untuk dikonsumsi, perusahaan ini perlu memperhatikan setiap
standar produksi, kebersihan, serta kelayakan mesin produksi
yang digunakan pada pabrik pengolahannya dengan
menerapkan konsep produksi bersih dan Ketertiban, Kerapian,
Kebersihan, Kedisiplinan, Kelestarian, Semangat Kerja dan
Safety (5K2S). Konsep ini digunakan untuk mendukung
tercapainya proses produksi yang memenuhi standar dan
menjadi acuan untuk melakukan penilaian terhadap hasil akhir
sebagai evaluasi bagi perusahaan. Dalam sistem penilaian 5K2S,
perusahaan menggunakan peringkat warna, yaitu: emas, hijau,
biru, merah dan hitam. Hitam merupakan peringkat paling
rendah, sedangkan emas adalah paling tinggi. Penilaian 5K2S
dilakukan oleh Assesor Health, Safety, and Environment (HSE)
dengan meninjau langsung ke lapangan. Untuk membantu
perusahaan dalam peningkatan kualitas keputusan penilaian
5K2S, perlu dilakukan kajian terhadap data penilaian 5K2S
tersebut berdasarkan pada kriteria penilaian 5K2S disetiap
stasiun pabrik pengolahan kelapa sawit. Dalam kajian ini
dilakukan proses data mining menggunakan metode klasifikasi
dengan algoritma Decision Tree C4.5. Kriteria/atribut yang
digunakan dalam penilaian untuk menghasilkan pola nilai akhir
terdiri dari 26 atribut, yaitu: pengelolaan sampah, lantai dan
area kerja, jalan, mesin, crane atau alat angkat, dinding,
jendela dan atap, tiang dan struktur, rak dan lemari, got/saluran
air, penempatan barang/benda kerja, penyimpanan bahan
mudah terbakar, material B3 (bahan kimia), alat pemadam
kebakaran, sistem pemadam kebakaran, gambar
petunjuk(poster-poster), instruksi kerja (IK), pakaian kerja, alat
pelindung diri, panel listrik, lampu penerangan, toilet/wc/kamar
mandi, sertifikat izin operasional (khusus pabrik sawit),
penanganan limbah, tempat istirahat/makan, penyimpanan
barang, sanitasi dan higiene dengan atribut label/class yaitu nilai
akhir. Berdasarkan tahapan dalam proses Data Mining 5K2S
yang telah dilakukan, dihasilkan pengetahuan berupa pohon
keputusan sebagai hirarki aturan keputusan dengan tingkat
akurasi 82.05%. Hasil ini dapat digolongkan dalam klasifikasi
baik (good classification) sehingga dapat dijadikan acuan bagi
perusahaan dalam menentukan keputusan perolehan nilai akhir
E-SKPI Fakultas Teknik Universitas Islam Riau
Penerapan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) kepada setiap lulusan atau calon sarjana baru merupakan amanat kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Hal itu dilakukan agar setiap lulusan perguruan tinggi di samping memiliki ijazah formal juga memiliki SKPI yang terkait dengan keahlian tertentu. Seiring diterapkannya kurikulum baru berbasis KKNI, Universitas Islam Riau perlu terus mensosialisasikan ke berbagai fakultas, khususnya jurusan sebagai ujung tombak pelaksanaan pendidikan. Salah satu hal terpenting dari KKNI tersebut adalah pemberlakuan mengenai kebijakan pemberian SKPI kepada setiap lulusan. Sekarang ini sudah eranya, untuk meningkatkan mutu akademik para lulusan juga mempunyai sertifikat keahlian di luar disiplin ilmunya. Berdasarkan hal tersebut, untuk mempercepat proses pemberian SKPI tersebut kepada para lulusan fakultas Teknik Universitas Islam Riau perlu sebuah sistem secara online yang dapat membantu para lulusan dan program studi. Dengan sistem E-SKPI ini, semua mahasiswa Fakultas Teknik yang sudah menyelesaikan tugas akhirnya dapat menginputkan dan mengupload semua sertifikat yang terkait dengan bidang ilmunya. Program studi dapat melakukan verifikasi dan menghasilkan SKPI ini secara online untuk diberikan kepada para lulusan.  
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
