1,721,049 research outputs found
PENGEMBANGAN LEMHANNAS DALAM PERSEPSI ALUMNI PPRA (Suatu Kajian Terhadap Penyelenggaraan Pendidikan Program Reguler Lemhannas RI)
This study aims to determine the perceptions of alumni PPRA in the
process of Regular Education Program(PPRA) Lemhannas RI, and then discuss
what constraints the process and get a review of how the development of the
implementation of PPRA Lemhannas. Using Methods of qualitative case study
design, which is used as informants respondents using purposive sampling and
semi-structured interview respondents PPRA Alumni who still served as
stakeholders experts in the National Resilience Institute of Indonesia.
Constraints in realizing the vision and mission of the institution,
Recruitment / selection of participants, and policies have not been consistently
implemented and consistently in accordance Lemhannas requirements. These
constraints affect the input-output problem of curriculum, teaching, learning and
language instruction. In the demands placed upon Lemhannas future, then these
constraints need to be adapted to developments on a continuous basis to obtain the
development of institutions.
Some of the requirements towards the development of a world-class
institution Out-put needs to be developed in accordance with the filtered input
with consistent and consistency. Result students Lemhannas RI is appropriate or
not, as expectations on the vision Lemhannas RI, for it must exist: post-school
evaluation and team evaluator, and the results of students directed to the
development of public policy and the establishment of supertim / not a number
one.
The implementation in perception is not comparable with the purpose (eg
vision and mission Lemhannas RI), so it is still perceived to be a fundamental
obstacle and need urgent developments in terms of human resources, the quality
of program quality, competence and others. So the moment the development is
important to do as soon as possible given the need for regular education program
generation is still considered necessary for national security toughness
Surat Tugas Seminar Pelatihan LEMHANNAS
Surat Tugas Seminar Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII LEMHANNAS RI 202
Sertifikat Seminar PPRA LXVII LEMHANNAS RI 2024
Sertifikat Seminar PPRA LXVII LEMHANNAS RI 2024 Tema Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Memperkuat Demokras
PERAN IKATAN KELUARGA ALUMNI LEMBAGA KETAHANAN NASIONAL (IKAL-LEMHANNAS) MENYIKAPI ISU INTOLERANSI DI SUMATERA BARAT
Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia merupakan lembaga negara yang didirikan dengan tujuan membentuk pola pikir yang kuat tentang nasionalisme dan menyiapkan generasi pemimpin di tingkat nasional dan daerah. Saat ini Indonesia sedang menghadapi berbagai tantangan, baik perkembangan teknologi maupun isu sosial sebagai dampak dari geopolitik dunia. Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL-Lemhannas) merupakan organisasi bernaungnya para Alumni Lemhannas, tidak bisa dipungkiri bahwa untuk mengikuti pendidikannya dipersyaratkan kriteria ketat. Jadi, tidaklah berlebihan bila dikatakan para Alumnus Lemhannas adalah orang pilihan yang memiliki watak pejuang dan wawasan kebangsaan yang tidak diragukan lagi kesetiannya kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Isu intoleransi yang dirilis oleh Setara Institute pada tahun 2022 menyebutkan dari 10 kota yang toleransinya rendah di Indonesia, 3 kota terdapat di Sumatera Barat yaitu Kota Padang, Pariaman, dan Padang Panjang. Banyak pihak yang tidak percaya dengan hasil survei tersebut. Sumatera Barat dengan suku bangsa Minangkabaunya dikenal hidup rukun, damai dan tentram dengan agama dan suku minoritas. IKA-Lemhannas Sumatera Barat kemudian juga merespon hasil survei tersebut dengan melakukan beberapa peran yang strategis. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif dengan cara mewawancarai pengurus IKAL-Lemnahannas Sumbar, dokumentasi media dan observasi
EVALUASI PROGRAM PEMANTAPAN NILAI-NILAI KEBANGSAAN LEMBAGA KETAHANAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA (LEMHANNAS RI)
Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan adalah salah satu tugas pokok
Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) sebagaimana
yang diamanahkan dalam Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2006 tentang
Lemhannas RI. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pelaksanaan program
pemantapan nilai-nilai kebangsaan yang telah dilaksanakan Lemhannas RI sejak
tahun 2006. Penelitian yang menggunakan model evaluasi program CIPP dan
Kirkpatrick ini dilakukan di Lemhannas RI dan beberapa daerah dengan metode
observasi, wawancara, kuesioner, Focus Group Discussion dan telaahan
dokumentasi. Responden pada penelitian ini adalah sejumlah 220 orang alumni
program pemantapan nilai-nilai kebangsaan dengan key informan terdiri dari 3
(tiga) orang pejabat Lemhannas RI yang menjadi pelaksana program pemantapan,
3 (tiga) orang Tenaga Profersional Lemhannas RI yang menjadi narasumber
program pemantapan dan 10 (sepuluh) orang alumni program pemantapan.
Hasil penelitan dengan model evaluasi CIPP, antara lain; Pada aspek
Konteks ditemukan bahwa pelaksanaan Program Pemantapan Nilai-Nilai
Kebangsaan yang dilakukan Lemhannas RI memiliki dasar hukum yang kuat,
dengan tujuan dan sasaran yang yang perlu lebih spesifik dan terukur, serta kuatnya
kebutuhan masyarakat. Pada aspek Input, dihadapkan tujuan dan sasaran yang ingin
dicapai dukungan biaya belum memadai, kurikulum telah sesuai dengan
kompetensi yang diinginkan, Sumber Daya Manusia (SDM) terpenuhi baik secara
kuantitas maupun kualitas dalam mendukung pelaksanaan program, dan sarana
prasarana dapat mendukung pelaksanaan program. Pada aspek Proses, program
dapat terlaksana sesuai yang direncanakan, tingkat kepuasan peserta sangat baik
serta supervisi dan monitoring dilaksanakan dengan baik. Pada aspek Produk, telah
memenuhi target kelulusan sesuai dengan kompetensi yang diharapkan. Sedangkan
hasil penelitian dengan model evaluasi Kirkpatrrick, ditemukan bahwa program
pemantapan nilai-nilai kebangsaan berdampak positif terhadap alumni yang
ditunjukkan oleh adanya perubahan sikap, motivasi dan aktivitas. Kebaruan dari
penelitian ini adalah, ditemukan model konseptual yang dapat dijadikan raw model
bagi kegiatan program pemantapan nilai-nilai kebangsaan serupa di tempat lainnya.
Kata kunci : Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan; evaluasi; model
CIPP; model Kirkpatrick;*****National Values Strengthening Program has been one of the duties of the
National Resilience Institute of the Republic of Indonesia (Lemhannas RI) as
stipulated in the Regulation of the President of the Rebublic of Indonesia Number
67 of 2006 concerning Lemhannas RI. This study aims to evaluate the national
values strengthening program implementation to have been carried out by
Lemhannas RI since 2006. A CIPP and Kirkpatrick program evaluation model was
employed in the study which was conducted at Lemhannas RI and several areas.
Such methods as observation, interview, questionnaire, Focus Group Discussion,
and documentary analysis were also applied. 220 alumni of the national values
strengthening program, along with the key informants consisting of 3 (three)
Lemhannas RI officials as the program implementer, 3 (three) Lemhannas RI
professionals as the resource persons, and 10 (ten) alumni of the program, were
selected as respondents of the study.
The results of research using the CIPP evaluation model, among others:
In the Context aspect show that National Values Strengthening Program
Implementation, that the Lemhannas RI has conducted, has strong legal basis, with
more specific and measurable objectives and targets as well as high-need
community. In the Input aspect show the objectives and targets to be met,
insufficient cost to be supported for, curriculum according to desired competences,
human resources to be either quantitatively or qualitatively accommodated, as well
as means and facilities in order to support good program implementation. In the
the Process aspect show that the program has been well-implemented as planned
with very good satisfaction to the participants and the supervision and monitoring
have been carried out properly. In the Product aspect, it has met the graduation
target in accordance with the expected competencies. While the results of the
research using the Kirkpatrrick evaluation model, it was found that the program
for strengthening national values had a good impact to the alumni as indicated by
some changes of their attitude, motivation and activity. The novelty of this research
is that a conceptual model was found that can be used as a raw model for similar
national values strengthening program activities in other places.
Keywords : National Values of Strengthening Program; evaluation, CIPP
model; Kirkpatrick model
Ketahanan Nasional Letak Dan Kedudukan Geografi & Keadaan Dan Kekayaan Alam II(a) Himpunan Lemhannas
21 cm; 625 ha
Peserta Seminar Daring Kebangsaan-DPD IKAL Lemhannas DIY - Memperkuat Peran Perempuan dan Anak Papua sbg Pilar Ketahanan Nasional
Peserta Seminar Daring Kebangsaan-DPD IKAL Lemhannas DIY - Memperkuat Peran Perempuan dan Anak Papua sbg Pilar Ketahanan Nasiona
Surat Tugas - Peserta Seminar Daring Kebangsaan-DPD IKAL Lemhannas DIY - Memperkuat Peran Perempuan dan Anak Papua sbg Pilar Ketahanan Nasional
Surat Tugas - Peserta Seminar Daring Kebangsaan-DPD IKAL Lemhannas DIY - Memperkuat Peran Perempuan dan Anak Papua sbg Pilar Ketahanan Nasiona
PENGEMBANGAN NILAI-NILAI KEBANGSAAN PADA PROGRAM ToT LEMHANNAS RI DALAM MENGATASI RADIKALISME : Studi Deskriptif Terhadap Alumni ToT Lemhannas RI Provinsi Jawa Barat
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan paham radikalisme yang bergerak masif
hingga masuk ke lembaga-lembaga pendidikan seperti sekolah dan kampus sehingga banyak
pihak memiliki keseriusan untuk membendung penyebarluasan paham radikalisme tersebut
sejak dini melalui berbagai program. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan
Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia dalam menginternalisasikan nilai-nilai
kebangsaan kepada guru dan dosen sebagai upaya menciptakan agen-agen yang
menumbuhkan sikap nasionalisme peserta didik serta melihat bagaimana implementasi dari
para alumni ToT Nilai-nilai kebangsaan tersebut. Dalam penelitian ini, terdapat lima
rumusan masalah, yaitu (1) Bagaimana format ToT Nilai-nilai Kebangsaan yang dibuat oleh
Lemhannas RI dalam upaya MENGATASI radikalisme di lingkungan pendidikan?; (2)
Bagaimana sistem rekrutmen, pelaksanaan dan follow up peserta pelatihan ToT Nilai-nilai
Kebangsaan agar mampu menjadi agen-agen anti radikalisme dilingkungannya mengajar?;
(3) Bagaimana model pengembangan nilai-nilai kebangsaan yang dilakukan oleh Lemhannas
RI pada program tersebut dalam upaya MENGATASI radikalisme?; (4) Bagaimana pola dan
strategi implementasi para alumni ToT Nilai-nilai kebangsaan dalam menginternalisasikan
nasionalisme pada proses pembelajaran?; (5) Apa saja solusi yang dapat dilaksanakan guna
meningkatkan efektifitas ToT Nilai-nilai kebangsaan dalam MENGATASI radikalisme?.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi deskriptif terhadap beberapa
subjek penelitian diantaranya para pejabat Lemhannas RI, Alumni ToT Nilai-nilai
Kebangsaan dan Kesbangpol Provinsi Jawa Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan cara
observasi, wawancara, studi literasi, dokumentasi dan catatan lapangan yang selanjutnya
dilakukan analisis data berdasarkan empat tahap yakni reduksi data, penyajian data,
triangulasi dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa program
ToT Nilai-nilai kebangsaan dirancang dengan sangat baik disertai tujuan-tujuan yang terukur
serta terus dikembangkannya nilai-nilai kebangsaan yang dikembangkan dari empat
konsensus dasar bangsa menjadi bekal bagi para alumni pelatihan yang merupakan guru dan
dosen untuk menginternalisasikannya kepada para siswa, meskipun pada tahap implementasi
masih terdapat banyak kekurangan yang harus diperbaiki terutama dalam aspek pola integrasi
serta strategi internalisasi
Kata kunci :Radikalisme, Nilai-nilai Kebangsaan, Internalisasi, Guru dan Dosen, Lemhannas
RI
This research is motivated by the development of radicalism that moves massively into
educational institutions such as schools and campuses so that many parties have the
seriousness to stem the dissemination of the notion of radicalism from an early age through
various programs. This study aims to determine the role of the National Resilience Institute
of the Republic of Indonesia in internalizing national values to teachers and lecturers as an
effort to create agents who foster attitudes towards nationalism and see how the ToT alumni
implement these national values. In this study, there are five formulation of the problem,
namely (1) How is the format of the ToT of the National Values made by the Indonesian
Lemhannas in an effort to counteract radicalism in the educational environment ?; (2) What is
the system of recruitment, implementation and follow-up of National Values ToT training
participants to be able to become anti-radicalism agents in their teaching environment ?; (3)
What is the model for the development of national values carried out by the Indonesian
Lemhannas on the program in an effort to counteract radicalism ?; (4) What are the patterns
and strategies for implementing the alumni of ToT National values in internalizing
nationalism in the learning process ?; (5) What are the solutions that can be implemented to
increase the effectiveness of ToT National values in counteracting radicalism? This study
uses qualitative methods with descriptive studies of several research subjects including
officials of the Indonesian National Defense Agency, ToT Alumni National and Kesbangpol
Values of West Java Province. Data collection is done by observing, interviewing, studying
literacy, documentation and field notes which then analyzes the data based on four stages,
namely data reduction, data presentation, triangulation and conclusion drawing. The results
of this study indicate that the ToT program of national values is very well designed with
measurable goals and the continual development of national values developed from the four
basic national consensus to provide training alumni who are teachers and lecturers to
internalize it to students, even though in the implementation phase there are still many
shortcomings that must be corrected especially in aspects of integration patterns and
internalization strategies
Keywords: Radicalism, Nationality, Internalization, Teachers and Lecturers, Lemhannas R
Sistem Informasi Pengelolaan Data Berbasis Web Untuk Monitoring Kegiatan Perjalanan Dinas Pada Bagian Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Di Lemhannas RI
Skripsi ini membahas tentang pembuatan Sistem
Informasi Pengolahan Data Perjalanan Dinas Berbasis Web Untuk Monitoring
Kegiatan Perjalanan Dinas Pada Bagian Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Di
Lemhannas RI, dengan tujuan untuk mengatasi masalah Di Bagian Pemantapan
Nilai-Nilai Kebangsaan Di Lemhannas. Masalah tersebut yaitu Penulisan masih
menggunakan buku manual akan di update atau ganti pada 1 tahun sekali, Data
mudah menghilang dan kesulitan dalam mencari data maupun laporan perjalanan
dinas sangat membutuhkan waktu yang lama bila ingin mencari laporan perjalanan
dinas dalam waktu singkat, dan Informasi yang dihasikan dalam kegiatan
perjalanan dinas belum dapat termonitoring atau dapat dilihat secara langsung
kepada Gubernur maupun Deputi. Metode Pengembangan menggunakan Model
Waterfall, bahasa pemrograman menggunakan PHP, dan Database menggunakan
My SQL. Hasil dari penelitian ini adalah dihasilkan program Sistem Informasi
Pengolahan Data Perjalanan Dinas Berbasis Web Untuk Monitoring Kegiatan
Perjalanan Dinas Pada Bagian Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Di Lemhannas
RI dengan menggunakan sistem komputerisasi, yang dapat diimplementasikan ke
dalam suatu program pengelolaan data, dan akan lebih mudah serta akurat dalam
pengarsipan persuratan dari surat masuk dan keluar, susunan acara, serta beberapa
data-data lainnya, dan mempermudahkan memberikan informasi atau monitoring
secara langsung kegiatan perjalanan dinas oleh Gubernur Lemhannas RI maupun
Deputi
- …
