18 research outputs found

    Penerapan Lean Supply Chain pada PT. Sinar Utama Nusantara

    No full text
    PT. Sinar Utama Nusantara atau PT. SUN merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang memproduksi berbagai jenis pipa plastik di antaranya pipa uPVC dan pipa HDPE (High Density Poyethylene). Permasalahan yang sering terjadi pada supply chain PT. SUN terdapat pada ketidaksesuaian perencanaan produksi dengan pelaksanaan produksi yang dilakukan yang disebabkan oleh pemborosan-pemborosan yang terjadi selama proses produksi, seperti waktu menunggu (waiting time) dari satu proses ke proses lainnya, kelebihan-kelebihan inventory terutama WIP, dan produk reject yang dihasilkan. Tujuan umum dari penelitian tugas akhir adalah mengidentifikasi pemborosan dalam supply chain PT. SUN dengan Lean Supply Chain dan menemukan cara untuk mengurangi pemborosan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengidentifikasi pemborosan pada supply chain adalah Lean Supply Chain dan Value Stream Mapping, setelah itu dilakukan perincian aktivitas supply chain dengan menggunakan Process Activity Mapping, kemudian dilakukan analisis pemborosan dan saran perbaikan dengan metode 5W1H. Hasil dari process activity mapping diperoleh 6 aktivitas operasi, 12 aktivitas transportasi, 9 aktivitas inspeksi, 5 aktivitas storage, dan 3 aktivitas delay. Setelah itu, hasil pengelompokkan aktivitas value added dan non value added diperoleh sebanyak 6 aktivitas dikelompokkan dalam value added activity dan sebanyak 29 aktivitas dikelompokan dalam non value added activity dengan perbandingan 17% value added activity dan 83% non value added activity. Hasil yang diperoleh dari usulan perbaikan adalah peningkatan persentase value added activity dari 17% menjadi 20% dan penurunan persentase non value added activity dari 83% menjadi 80%.Skripsi Sarjan

    Perancangan Pengembangan Sistem Informasi Perbaikan Kualitas Pelayanan Pt. Tulus Marisi dan Distribusi

    No full text
    PT. Tulus Marisi is a private company the engaged in the fertilizer industry. The company distribute the fertilizer to Aceh, pekanbaru, Jambi, Padang. To ease the distribution of fertilizer, the company has been providing fertilizer’s warehouse and leading enterprise agencies in these areas. PT. Tulus Marisi is having problems of information services. For the implementation operasional, information management is still use manually system. It has many flaws which makes a wide area of marketing planning and controling the companies request appropriately, with the result is conducted to determine. So the research is conducting to know the affect of Variabels that affect service’s satisfaction. Results obtained externally by the test based on regression, variable reliability has a significant effect on distributor satisfaction is 0.423. This keeps the focus of the design variable reliability in this study. Variable reliability have descriptive analysis, the ease of access integrally between distributors. Results obtained internally that have a strong enough relationship with employee satisfaction is a variable PT. Tulus Marisi facilitie/equipment with a value of 0.413 correlation. relationship between the dependent variable Y1 (DC satisfaction with services) with dependent variable Y2 (Marisi PT.Tulus employee satisfaction) has a fairly close correlation is equal to 0.701. This means that between Y1 and Y2 also provide strong value and influence each other Based on the analysis and descriptive , to increase employee satisfaction with the services of PT. Tulus Marisi and Distributor Center can do with improvement strategies in facilities/equipment used. Designing information systems PT. Tulus Marisi fertilizer demand to every DC in each region by applying the desired models according to the design of a web-based system is expected to address the factors that mempegaruhi service satisfaction.PT. Tulus Marisi adalah perusahaan swasta yang bergerak di bidang pendistribusian pupuk. Perusahaan mendistribusikan pupuk-pupuk tersebut untuk wilayah, Aceh, Pekanbaru, Jambi, Padang. Untuk memudahkan pendistribusian produk perusahaan telah menyediakan gudang pupuk dan menunjuk agen-agen pemasaran di daerah-daerah tersebut. PT. Tulus Marisi mengalami permasalahan pelayanan informasi. Sebab dalam pelaksanaan operasinya pengelolaan informasi masih dilakukan dengan cara manual, hal ini memiliki banyak kelemahan, di mana area pemasaran yang luas membuat perusahaan merencanakan dan mengendalikan permintaan dengan tepat. Sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui variabel-variabel yang mempengaruhi kepuasan pelayanan. Hasil yang diperoleh secara eksternal dengan berdasarkan uji regresi, variabel reliability memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan distributor adalah 0,423. Hal ini membuat variabel reliability menjadi fokus perancangan pada penelitian ini. Variabel reliability mempunyai analisis deskriptif, yaitu kemudahan akses secara integral antara distributor. Hasil yang diperoleh secara internal yang memiliki hubungan cukup kuat dengan kepuasan karyawan PT Tulus Marisi adalah variabel fasilitas/peralatan dengan nilai korelasi 0,413. hubungan antara variabel terikat Y1 (kepuasan DC terhadap pelayanan) dengan variabel terikat Y2 (kepuasan karyawan PT. Tulus Marisi) memiliki korelasi yang cukup erat, yaitu sebesar 0,701. Artinya, antara Y1 dan Y2 juga memberikan nilai yang kuat dan saling mempengaruhi. Berdasarkan hasil analisis dan deskriptif, untuk meningkatkan kepuasan terhadap pelayanan karyawan PT Tulus Marisi dan Distributor Center dapat dilakukan dengan strategi perbaikan pada fasilitas/peralatan yang digunakan. Merancang sistem informasi permintaan pupuk PT Tulus Marisi ke setiap DC di masing-masing daerah dengan menerapkan model yang diinginkan sesuai dengan sistem rancangan yang berbasis web diharapkan mampu mengatasi faktor- faktor yang mempegaruhi kepuasan pelayanan.104 Halama

    Evaluasi Efektivitas dan Keandalan Mesin MengguEvaluasi Efektivitas dan Keandalan Mesin Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Reliability Analysis di PT. PP. London Sumatera Indonesia,Tbk Bagerpang POMEquipment Effectiveness (OEE) dan Reliability Analysis di PT. PP. London Sumatera Indonesia,Tbk Bagerpang POM

    No full text
    PT. PP London Sumatra Indonesia, Tbk Bagerpang POM is an industry engaged in the production of crude palm oil (CPO) and kernels. To produce CPO and kernels, the company uses various palm oil processing machines. The problem faced is that the company implements corrective maintenance rather than preventive maintenance which causes the average mill throughput to be quite low from the installed capacity of the plant. The purpose of this study is to identify the effectiveness of the machine with the Overall Equipment Effectiveness (OEE) method, the target of improving the maintenance program with the reliability analysis approach and the proposed increase in engine effectiveness through preventive maintenance. Based on the calculation of machine effectiveness using the OEE method, the actual machine effectiveness value is 73.97% with the actual reliability of the whole machine system at 67.41%, the effectiveness of the machine which is still low than the standard of 85% can be improved by increasing the reliability of the machine through reliability analysis with machine maintenance program targets through the calculation of scheduling Mean Time to Failure (MTTF) and Mean Time to Repair (MTTR). Improved reliability of 17 machines that were targeted for improvement due to the reliability of these machines under 50% by accelerating MTTF scheduling, obtained the value of the effectiveness of the proposed machine increased by 1.73% to 75.70% with the reliability of the proposed whole system increased by 90.50 %. The value of this proposal is expected as input to the company to determine the value of the effectiveness of the machine and the reliability of the entire machine system if carried out maintenance according to the proposed MTTF maintenance program schedule.PT. PP. London Sumatra Indonesia, Tbk Bagerpang POM merupakan sebuah industri yang bergerak dalam produksi crude palm oil (CPO) dan kernel. Untuk memproduksi CPO dan kernel, perusahaan menggunakan berbagai mesin produksi pengolah kelapa sawit. Permasalahan yang dihadapi adalah perusahaan lebih menerapkan perawatan korektif daripada perawatan preventif yang menyebabkan rata-rata mill throughput cukup rendah dari kapasitas terpasang pabrik. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi efektivitas mesin dengan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE), sasaran perbaikan program pemeliharaan dengan pendekatan reliability analysis dan usulan peningkatan efektivitas mesin melalui perawatan secara preventif. Berdasarkan perhitungan efektivitas mesin dengan metode OEE diperoleh nilai efektivitas mesin aktual sebesar 73,97% dengan keandalan aktual seluruh sistem mesin sebesar 67,41%, nilai efektivitas mesin yang masih rendah dari standar yaitu 85% dapat ditingkatkan dengan meningkatkan keandalan mesin melalui reliability analysis dengan sasaran program pemeliharaan mesin melalui perhitungan penjadwalan Mean Time to Failure (MTTF) dan Mean Time to Repair (MTTR). Dilakukan peningkatan nilai keandalan terhadap 17 mesin yang menjadi sasaran perbaikan dikarenakan keandalan mesin tersebut berada dibawah 50% dengan mempercepat penjadwalan MTTF, diperoleh nilai efektivitas mesin usulan meningkat sebesar 1,73% menjadi 75,70% dengan keandalan usulan seluruh sistem meningkat sebesar 90,50%. Nilai usulan ini diharapkan sebagai masukan kepada perusahaan untuk mengetahui nilai efektivitas mesin dan keandalan seluruh sistem mesin jika dilakukan pemeliharaan sesuai jadwal program pemeliharaan MTTF yang diusulkan.159 HalamanSkripsi Sarjan

    Evaluasi Produktivitas dengan Menggunakan Total Productivity Model di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Deli Tua PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara

    No full text
    Instalasi Pengolahan Air (IPA) Deli Tua adalah salah satu IPA milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara yang memproduksi air minum untuk kebutuhan masyarakat. Untuk mengetahui kinerja perusahaan perlu dilakukan evaluasi produktivitas yaitu dengan cara melakukan pengukuran produktivitas. Pengukuran produktivitas dilakukan dengan periode pengukuran per tahun dimulai dari tahun 2012 sampai tahun 2016. Dari hasil pengukuran produktivitas dengan menggunakan Total Productivity Modeldengan sumber input biaya tenaga kerja, biaya material, biaya modal dan biaya energi diketahui bahwa terjadi kecenderungan penurunan produktivitas IPA Deli Tua. Penurunan produktivitas tertinggi terdapat pada periode tahun 2014 dengan penurunan sebesar 17,48%, sedangkan yang terendah terjadi pada periode tahun 2016, yaitu penurunan sebesar 1,36%. Dari identifikasi masalah menggunakan Fishbone diagram diketahui bahwa faktor penyebab utama turunnya produktivitas perusahaan disebabkan input material yaitu bahan kimia tawas dan input energi berupa pemakaian tenaga listrik yang besar.Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi produktivitas sehingga didapatkan sebuah rancangan perbaikan untuk peningkatan produktivitas IPA Deli Tua. Alternatif rancangan perbaikan produktivitas ada tiga. Pertama, mengganti tawas dengan PAC. Kedua memasang kapasitor bank. Ketiga, perubahan secara simultan dengan mengganti tawas menjadi PAC dan memasang kapasitor bank. Dari hasil percobaan bahan kimia tawas dan PAC yang dipilih berdasarkan kelayakan segi ekonomi dan kualitas (dengan melakukan analisis varianfaktorial), maka PAC dipilih sebagai pengganti tawas. Selanjutnya melalui pendekatan evaluasi PET (Productivity Evaluation Tree), maka dapat diketahui peningkatan produktivitas yang tertinggi adalah alternatif ke tiga, yaitu mengganti tawas dan memasangkapasitor bank, sehingga terjadi kenaikan produktivitas sebesar 9,84%. Untuk rencana perbaikan produktivitas IPA Deli Tua secara total disusun berdasarkan metode 5W + 1H.Water Treatment Plant (IPA) Deli Tua is one of the IPA belongs to the Regional Water Company (PDAM) Tirtanadi North Sumatra province which produces water for the needs of the community. To determine the performance of the company is necessary to evaluate the productivity that is by making measurements of productivity. Productivity measurement is done by measuring the period of a year starting from 2012 to 2016. From the measurement productivity by using a Total Productivity Model with the input source of labor costs, material costs, capital costs and energy costs in mind that there is a tendency decrease in productivity IPA Deli Tua. Decreased productivity is highest in the period of 2014 with a decrease of 17.48%, while the lowest occurred in the period of 2016, representing a reduction of 1.36%. From the identification of the problem using the fishbone diagram is known that the main causes of the decline in productivity caused material inputs, namely chemicals alum and energy inputs in the form of a large electric power consumption. The purpose of this study was to evaluate the productivity to obtain a design improvements to increase productivity IPA Deli Tua. Alternative design productivity improvements, there are three. First, replace alum with PAC. Both install capacitor banks. Third, changes simultaneously by replacing alum into the PAC and install capacitor banks. From the experimental results of the chemical alum and PAC were selected based on the merits in terms of economy and quality (either by aanalysis ofvariance), factorialthen the PAC is selected instead of alum. Furthermore, through the PET evaluation approach(ProductivityEvaluationTree),it can be seen that the highest increase in productivity is the third alternative, namely to replace alum and install capacitor banks, so there is an increase in productivity by 9.84%. IPA for productivity improvement plan Deli Tua totally prepared on the methods 5W + 1H.131 HalamanTesis Magiste

    Perancangan Pengembangan Sistem Informasi Perbaikan Kualitas Pelayanan Pt. Tulus Marisi dan Distribusi

    No full text
    PT. Tulus Marisi is a private company the engaged in the fertilizer industry. The company distribute the fertilizer to Aceh, pekanbaru, Jambi, Padang. To ease the distribution of fertilizer, the company has been providing fertilizer’s warehouse and leading enterprise agencies in these areas. PT. Tulus Marisi is having problems of information services. For the implementation operasional, information management is still use manually system. It has many flaws which makes a wide area of marketing planning and controling the companies request appropriately, with the result is conducted to determine. So the research is conducting to know the affect of Variabels that affect service’s satisfaction. Results obtained externally by the test based on regression, variable reliability has a significant effect on distributor satisfaction is 0.423. This keeps the focus of the design variable reliability in this study. Variable reliability have descriptive analysis, the ease of access integrally between distributors. Results obtained internally that have a strong enough relationship with employee satisfaction is a variable PT. Tulus Marisi facilitie/equipment with a value of 0.413 correlation. relationship between the dependent variable Y1 (DC satisfaction with services) with dependent variable Y2 (Marisi PT.Tulus employee satisfaction) has a fairly close correlation is equal to 0.701. This means that between Y1 and Y2 also provide strong value and influence each other Based on the analysis and descriptive , to increase employee satisfaction with the services of PT. Tulus Marisi and Distributor Center can do with improvement strategies in facilities/equipment used. Designing information systems PT. Tulus Marisi fertilizer demand to every DC in each region by applying the desired models according to the design of a web-based system is expected to address the factors that mempegaruhi service satisfaction.PT. Tulus Marisi adalah perusahaan swasta yang bergerak di bidang pendistribusian pupuk. Perusahaan mendistribusikan pupuk-pupuk tersebut untuk wilayah, Aceh, Pekanbaru, Jambi, Padang. Untuk memudahkan pendistribusian produk perusahaan telah menyediakan gudang pupuk dan menunjuk agen-agen pemasaran di daerah-daerah tersebut. PT. Tulus Marisi mengalami permasalahan pelayanan informasi. Sebab dalam pelaksanaan operasinya pengelolaan informasi masih dilakukan dengan cara manual, hal ini memiliki banyak kelemahan, di mana area pemasaran yang luas membuat perusahaan merencanakan dan mengendalikan permintaan dengan tepat. Sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui variabel-variabel yang mempengaruhi kepuasan pelayanan. Hasil yang diperoleh secara eksternal dengan berdasarkan uji regresi, variabel reliability memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan distributor adalah 0,423. Hal ini membuat variabel reliability menjadi fokus perancangan pada penelitian ini. Variabel reliability mempunyai analisis deskriptif, yaitu kemudahan akses secara integral antara distributor. Hasil yang diperoleh secara internal yang memiliki hubungan cukup kuat dengan kepuasan karyawan PT Tulus Marisi adalah variabel fasilitas/peralatan dengan nilai korelasi 0,413. hubungan antara variabel terikat Y1 (kepuasan DC terhadap pelayanan) dengan variabel terikat Y2 (kepuasan karyawan PT. Tulus Marisi) memiliki korelasi yang cukup erat, yaitu sebesar 0,701. Artinya, antara Y1 dan Y2 juga memberikan nilai yang kuat dan saling mempengaruhi. Berdasarkan hasil analisis dan deskriptif, untuk meningkatkan kepuasan terhadap pelayanan karyawan PT Tulus Marisi dan Distributor Center dapat dilakukan dengan strategi perbaikan pada fasilitas/peralatan yang digunakan. Merancang sistem informasi permintaan pupuk PT Tulus Marisi ke setiap DC di masing-masing daerah dengan menerapkan model yang diinginkan sesuai dengan sistem rancangan yang berbasis web diharapkan mampu mengatasi faktor- faktor yang mempegaruhi kepuasan pelayanan.104 Halama

    Penjadwalan Produksi dengan Menggunakan Metode Algoritma NEH (Nawaz, Enscore, Ham) dan Metode Algoritma Genetika pada PT. XXX Tanjung Morawa

    No full text
    PT. XXX merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pembuatan pakan unggas dan pakan ikan. Kapasitas produksi di PT. XXX dapat mencapai 500 ton/hari. PT. XXX merupakan perusahaan yang menggunakan sistem flowshop dan permintaannya bersifat make to stock. Produk pakan unggas yang diproduksi oleh perusahaan ini adalah PAR L, PAR DOC, BREEDER, SB 12, SB 11, dan BROILER. Penjadwalan produksi yang digunakan perusahaan saat ini disusun berdasarkan urutan peramalan permintaan produk mulai dari yang tertinggi hingga terendah. Penjadwalan produksi ini terkadang tidak dapat memenuhi target produksi. Perusahaan tidak pernah menggunakan metode penjadwalan lain yang telah dikembangkan oleh akademisi. Oleh karena itu, dibutuhkan percobaan penjadwalan lain sehingga makepsan dan waktu menunggu dalam proses produksi dapat dikurangi dan produk yang dihasilkan dapat selalu sesuai dengan target produksi. Metode yang digunakan untuk mengatasi permasalahan ini adalah Metode Algoritma NEH (Nawaz, Enscore, Ham) dan Metode Algoritma Genetika. Penjadwalan produksi dengan menggunakan metode perusahaan saat ini menghasilkan maskespan sebesar 4144 menit. Makespan dengan menggunakan Metode Algoritma NEH yaitu 3416 menit dengan efficiency index sebesar 1,213 dan relative error sebesar 17,56%, sedangkan dengan menggunakan Metode Algoritma Genetika sebesar 3394 dengan efficiency index sebesar 1,221 dan relative error sebesar 18,09%. Penjadwalan produksi yang terpilih adalah Metode Algoritma Genetika dengan urutan pengerjaan produk yaitu PAR L – SB 11 – BREEDER – SB 12 – PAR DOC – BROILER.Skripsi Sarjan

    Integrasi Metode Quality Function Deployment dengan Theory Of Inventive Problem Solving dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Air Bersih di Perusahaan Daerah Air Minum Tirtanadi Cabang Sunggal Medan

    No full text
    The regional drinking water company (PDAM) is one of the Regional Owned Enterprises (BUMD) owned by the North Sumatra Provincial government which is engaged in the business of providing clean water. This regional drinking water company (PDAM) sells clean water directly to the people of Medan. From the data in the field, the author finds that there are still high customer complaints regarding the quality of clean water where customer satisfaction is an important element so that the service company remains superior in facing current business developments as a company that provides and distributes clean water directly to the community, especially Sunggal areas for daily use. The purpose of the study is to identify the factors that become customer assessments of the quality of clean water of PDAM Tirtanadi Sunggal in meeting the daily needs of clean water and find recommendations for solutions that can be taken to be an improvement in producing clean water that can be used to meet daily needs. days according to clean water standards. Based on the results of the study, it was concluded that the factor of consumer assessment of the water quality of PDAM Tirtanadi Sunggal which became the main priority of the problem was cloudy water when used (5.86%). And recommendations for improving clean water quality consist of 3 attributes, namely maintenance and cleaning of water filters, maintenance and replacement of water pipes regularly and providing training to employees.Perusahaan daerah air minum (PDAM) merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dimiliki pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang bergerak dibidang usaha penyedia air bersih. Perusahaan daerah air minum (PDAM) ini menjual air bersih langsung kepada masyarakat Medan. Dari data dilapangan penulis menemukan masih tingginya keluhan pelanggan mengenai kualitas air bersih dimana kepuasan pelanggan merupakan elemen penting agar perusahaan jasa tersebut tetap unggul menghadapi perkembagan usaha saat ini sebagai perusahaan yang menyediakan dan mendistribusikan langsung air bersih kepada masyarakat khususnya daerah sunggal untuk digunakan sehari-hari. Tujuan dari penelitian adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi penilaian pelanggan terhadap kualitas air bersih PDAM Tirtanadi Sunggal dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari dan menemukan rekomendasi solusi yang dapat diambil untuk menjadi suatu perbaikan dalam menghasilkan air bersih yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sesuai dengan standar air bersih. Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan bahwa Faktor penilaian konsumen terhadap kualitas air PDAM Tirtanadi Sunggal yang menjadi prioritas utama permasalahan untuk diselesaikan dengan metode TRIZ yaitu Air keruh saat digunakan (5.86%). Dan rekomendasi perbaikan kualitas air bersih berjumlah 3 atribut yaitu pemeliharaan dan pembersihan pada filter air secara berkala, pemeliharaan dan pergantian pipa air secara berkala dan memberikan pelatihan kepada pegawai.175 halamanTesis Magiste

    Perancangan Sistem Informasi Manajemen Pada Bagian Persediaan Di PT. Putra Tunas Megah

    No full text
    Semakin berkembangnya dunia usaha menyebabkan munculnya perusahaan-perusahaan baru sehingga persaingan usaha menjadi semakin ketat. Untuk menghadapi persaingan ini, pengiriman barang yang tepat waktu sangatlah penting. PT. Putra Tunas Megah merupakan sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang konstruksi dan pembuatan mesin-mesin untuk keperluan pabrik kelapa sawit. PT. Putra Tunas Megah sering mengalami keterlambatan penyelesaian produk yang melebihi waktu yang telah dijanjikan perusahaan kepada konsumen sehingga sering terjadi keluhan dari pihak konsumen. Dari hasil pengamatan, sumber utama terjadi keterlambatan ini adalah kurang baiknya aliran informasi antar departemen sehingga sering terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan Atas dasar permasalahan tersebut, maka diberikan solusi yang memungkinkan, yaitu perancangan sistem informasi berbasis komputer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan rancangan sistem informasi manajemen berbasis komputer untuk mendukung pemecahan masalah aliran informasi perusahaan dimulai dari proses pemesanan pembelian bahan baku hingga pengiriman produk jadi kepada konsumen di PT. Putra Tunas Megah. Data yang diambil adalah data mengenai aktivitas yang dilakukan setiap departemen, sistem informasi yang selama ini diterapkan sehubungan dengan persediaan perusahaan, dan format database yang berberkaitan dengan persediaan perusahaan. Berdasarkan data diatas, dilakukan perancangan konseptual sistem informasi manajemen dengan menggunakan software Borland Delphi 7. Dengan adanya sistem informasi rancangan tersebut, prosedur yang dilakukan perusahaan menjadi lebih singkat dan sistem pengelolaan data persediaan menjadi lebih cepat dan akurat, serta memiliki sistem database yang lebih rapi.233 HalamanSkripsi Sarjan

    Pendekatan Integrasi Prinsip Desain Aksiomatik Pada Design For Manufacturing (Studi Kasus: Part Cetakan Mesin Paving Block)

    No full text
    Design for Manufacturing (DFM) is often considered as the best practical method that can be used as an indirect answer to difficulties in product design about which solutions should be selected for further development. In its use, the effectiveness of DFM often only depends on the criteria and scientific point of view of the user, namely the designer or engineer. DFM also does not conduct a selection process or quantification of importance for each design parameter and attribute. On the other hand, Design Axiomatic is a point of view of design theory and methodology that provides a systematic and scientific basis for making design decisions. Considering these AD concepts, it can be concluded that AD can be used to identify and make explicit essential manufacturing information. This study aims to demonstrate how Axiomatic Design can contribute to correcting the shortcomings of DFM, as it can provide disciplinary unbiased support for collaborative decision making in DFM. The proposed approach starts at the Functional Domain. Functional Requirements and Constraints are preliminary information. This approach is divided into two phases, Information Design and Information Manufacturing Process, and stages are defined in each phase. They all lead to important manufacturing process information for DFM. A further case study was conducted in which this approach was applied to molded parts for paving block molding machines at CV. Star Umrah Engineering. The result is that the use of Axiomatic Design theory is able to capture DFM information which helps determine information that is important to fulfill product functionality.Desain untuk Manufaktur (DFM) sering dianggap sebagai metode praktis terbaik yang dapat digunakan seperti jawaban tidak langsung untuk kesulitan dalam perancangan produk tentang solusi yang harus dipilih untuk pengembangan lebih lanjut. Dalam penggunaannya, efektifitas DFM kerap kali hanya bergantung pada kriteria dan sudut pandang keilmuan dari user, yakni desainer atau insinyur. DFM juga tidak melakukan proses seleksi ataupun kuantifikasi tingkat kepentingan untuk setiap parameter dan atribut desain. Di sisi lain, Design Axiomatic adalah sudut pandang teori desain dan metodologi yang menyediakan sebuah dasar sistematis dan ilmiah dalam pengambilan keputusan pembuatan rancangan. Mempertimbangkan konsep-konsep AD ini, dapat disimpulkan bahwa AD dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan membuat informasi manufaktur esensial yang eksplisit. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana Desain Aksiomatik dapat berkontribusi untuk memperbaiki kekurangan DFM, karena dapat memberikan dukungan yang tidak bias disiplin ilmu terhadap pengambilan keputusan kolaboratif di DFM. Pendekatan yang diusulkan dimulai pada Domain Fungsional. Persyaratan Fungsional (Functional Requirements) dan Kendala (Constraints) adalah informasi awal. Pendekatan ini dibagi menjadi dua fase, Desain Informasi dan Informasi Proses Manufaktur, dan tahapan didefinisikan dalam setiap fase. Kesemuanya mengarah ke informasi proses manufaktur yang penting untuk DFM. Studi kasus selanjutnya dilakukan di mana pendekatan ini diterapkan pada part cetakan untuk mesin cetak paving block di CV. Star Umroh Engineering. Hasilnya diperoleh bahwa penggunaan teori Desain Aksiomatik mampu menangkap informasi DFM yang membantu menentukan informasi yang penting untuk memenuhi fungsionalitas produk96 halamanTesis Magiste

    Strategi Perbaikan Service Level Call Center Telkomsel di PT. Infomedia Nusantara Medan

    No full text
    Telkomsel as the largest telecommunications company with the largest share ownership and the largest number of subscribers in Indonesia wins its business competition by providing call center services for its users. Call centers aim to develop company performance and reduce costs by providing standardized, smooth, and uniform services for customers. In order to improve the company's performance so that customers continue to use its products, PT Telkomsel has formulated KPI (Key Performance Indicators) targets, one of which is to set a minimum Service Level target of 96%. The purpose of this research is to identify the strategies implemented by PT. Infomedia Nusantara to increase Service Level above 96% and arrange performance improvement steps by using DMAIC method. Based on the results of the study, it is concluded that the proposed improvement in performance to improve service levels is to increase the number of operators during peak hours, suggestion of changes in assignment patterns, rest hours, and reduce the average time to serve customers from a maximum of 5 minutes to a maximum of 4 minutes.Telkomsel sebagai perusahan telekomunikasi terbesar dengan jumlah kepemilikan saham dan jumlah pelanggan terbanyak di Indonesia memenangkan persaingan bisnisnya salah satu cara nya dengan menyediakan layanan call center bagi penggunanya. Call center bertujuan untuk mengembangkan kinerja perusahaan dan mereduksi biaya dengan menyediakan standarisasi, kelancaran, dan menyeragamkan layanan bagi pelanggan. Guna meningkatkan kinerja perusahaan agar pelanggan tetap menggunakan produk-produknya, PT Telkomsel merumuskan target KPI (Key Performance Indicators) salah satunya dengan menetapkan target Service Level minimal 96%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi strategi yang dilakukan PT. Infomedia Nusantara untuk meningkatkan Service Level diatas 96% dan menyusun langkah-langkah perbaikan kinerja dengan menggunakan metode DMAIC. Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan bahwa usulan perbaikan kinerja untuk meningkatkan service level adalah dengan penambahan jumlah operator pada jam-jam sibuk, usulan perubahan pola penugasan, jam istirahat, dan mengurangi waktu rata-rata melayani pelanggan dari maksimal 5 menit menjadi maksimal 4 menit.139 HalamanTesis Magiste
    corecore