1,720,967 research outputs found
PERANAN RUMPUT VETIVER DAN BAHIA DALAM MEMINIMASI TERJADINYA EROSI LERENG
ABSTRAKPada tanah-tanah berlereng, erosi menjadi persoalan yang serius terlebih lagi akan dirasakan pada lereng-lereng jalan tanpa tanaman (gundul) dan bahkan bila jenis tanah yang mempunyai erodibilitas yang tinggi salah satu upaya penanganannya erosi dapat dilakukan dengan teknologi vegetasi, misalnya dengan teknologi vetiver yang sederhana dan berbiaya murah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji penurunan tingkat erosi jangka panjang dengan menggunakan rumput vetiver secara mandiri dan kombinasi rumput vetiver dengan rumput bahia. Metode yang digunakan adalah metode eksperimentaln melalui percobaan lapangan dan analisis. Hasil penelitian antara perlakuan vetiver mandiri dengan kombinasi ryumput vetiver dan bahia tidak menunjukkan adanya perbedaan yang berasrti terhadap erosi. Kecepatan permeabilitas dan kemantapan agregat tanah pada akhir penelitian untuk memperlakukan adanya tanaman (vetiver maupun kombinasi vetiver dan Bahia) menunjukkan adanya peningkatan, sedangkan pada perlakuan tanpa tanaman (control indek kemantapan agregat tetap menunjukkan sangat tidak mantap, begitu pula kecepatan permeabilitas sangat lambat sampai dengan sedang. Penutupan tanah oleh rumput minimal sebesar 60% memberikan rata-rata penurunan tingkat erosinya sudah lebih dari 96%.Kata Kunci : lereng jalan, rumput Vetiver, rumput Bahia, reduksi erosi, kecepatan permeabilitas, kemantapan agregat tana
Manfaat puring (codiaeum variegatum) sebagai tanaman perdeduksi polusi udara di daerah permukiman
Tanmnan mempunyai berbagai fungsi. misalnya : untuk keselamatan pengemudi (mencegah silau lampu kendaraan. penunjuk arah belokan). kenyamanan. estetika. konservasi lingkungan maupun penyangga lingkungan.
Sehubungan dengan multifungsi yang dipunyai oleh tanamon. mako perlu kiranya diteliti dan dikaji jenis jenis tanaman permukiman apa saja yang dapat dimm1faatkan sesuai dengan peru11111kan11ya .
Puslitbang Prasarana Transportasi sudah melakukan penelitian berbagai Jenis tanaman yang cocok ditanam di daerah permukiman, yang mempunyai fungsi mereduksi konsentrasi polutan akibat transportasi jalan (kendaraan bermotor).
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa. tanaman Puring cukup baik dalam mereduksi polutan NOx .
Selain itu. dari segi estetikapun jenis tanaman Puring ini cukup menarik dalam warna daunnya
EFEKTIFITAS REDUKSI POLUSI UDARA DENGAN METODE VERTICAL GARDEN (THE EFFECTIVENESS OF AIR POLLUTION REDUCTION WITH VERTICAL GARDEN METHOD)
ABSTRAK Kontribusi gas buang kendaraan bermotor sebagai sumber polusi udara di kota-kota besar mencapai 60-70%, sedangkan dari cerobong asap industri berkisar 10-15%. Sisanya berasal dari sumber pembakaran lain, misalnya dari rumah tangga, pembakaran sampah, atau kebakaran hutan. Kendaraan bermotor menghasilkan pencemaran gas buang karbon monoksida (CO), Nitrogen oksida (NOx), Sulphur Dioksida (SO2), hidrokarbon (HC) dan tetraethyl lead. Salah satu cara untuk mengatasi masalah pencemaran udara di perkotaan dengan lahan sempit, ialah dengan penanaman tanaman jalan model vertical garden. Vertical garden merupakan usaha pertamanan dengan memanfaatkan potensi ketinggian dan lahan semaksimal mungkin, sehingga jumlah tanaman persatuan luas lebih banyak. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengkaji efektifitas reduksi polutan NOx oleh tanaman semak dengan metoda vertical garden pada median jalan. Metoda yang digunakan ialah kajian literatur yang meliputi: reduksi polutan NOx oleh tanaman semak, kajian vertical garden, serta kajian lapangan tentang bentuk, ukuran dan tata letak vertical garden. Hasil kajian menunjukkan jenis tanaman Taiwan Beauty, Kingkip dan Pacing merupakan tanaman yang paling efektif mereduksi NOx. Tanaman Taiwan beauty dapat mengurangi polutan NOx sebesar 48,5 % sampai 65,2 % pada konsentrasi NOX eksisting 0,05 ppm sampai 0,1 ppm. Untuk volume ruang 6.150 m3 diperlukan 15,375 m3 tanaman dengan metoda vertical garden. Apabila bentuk yang dipilih adalah segi empat, dengan ukuran lebar= 1,50 m, tinggi= 1,50 m dan ketebalan= 0,60 m, maka pada median sepanjang 100 m, diperlukan 12 buah rangka vertical garden.Kata kunci: vertical garden, tanaman semak, polusi udara, NOx, kendaraan bermotorABSTRACTIn major cities, vehicle emission contribution to air pollution reached 60-70%, while industrial pollution is only 10-15%, the rest comes from other combustion sources, such as domestic/household activities, waste burning, forest fires, etc. Motor vehicles generated Carbon Monoxide (CO), Nitrogen Oxide (NOx), Sulphur Dioxide (SO2), Hydrocarbon (HC) and tetraethyl lead. One of the solutions that can be taken to cope with the urban air pollution problem in narrow areas is road greening using vertical garden method. Vertical garden is a way of maximising the use of land with vegetation, by utilising the potentials of heights, hence the number of crops per unit area is much higher. The study aims to review the effectiveness of NOx pollutant reduction by shrubs on road median by the method of vertical garden. The methods used include: the literature review of pollutant NOx reduction by shrubs and vertical garden, and also conducted field study of vertical garden on shape, size and layout. The results showed that Taiwan Beauty, Serissa Foetida (Kingkip) and Costum Molartianus (Pacing) are the most effective plants to reduce Nox. Taiwan beauty can reduce air pollution ranging from 48.5 % to 65.2 % on the existing NOx concentration of 0.05 ppm to 0.1 ppm. At the space volume of 6,150 m3 requires 15.375 m3 plants with vertical garden method. If rectangular median with the width, height and thickess are 1.50 m, 1.50 m and 0.60 respectively, so that only 12 pieces of vertical garden frameworks are required.Keywords: vertical garden, shrubs, air pollution, NOx, motor vehicl
PERANAN TANAMAN SEMAK DALAM UPAYA MENGURANGI POLUTAN NOx DAN CO
Tanaman pada umumnya terdiri dari jenis pohon,perdu dan semak. Tanaman semak merupakan jenis tanaman berpostur paling rendah dibandingkan dengan jenis pohon dan perdu. Pada jalur hijau jalan, tanaman dapat ditanam/ditempatkan menerus berdampingan dengan trotoar atau dengan bahu jalan, umunya ditanami tanaman jenis pohon. Namun untuk penempatan dengan menggunakan pot, dapat juga ditanami jenis perdu atau semak. Penempatan tanaman pada pemisah jalur (median jalan), sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, pada umumnya hanya cocok ditanami jenis perdu atau semak. Pada taman kota, dimana dapat difungsikan sebagai "paru-paru" kota, kombinasi ke tiga jenis tanaman tadi, dapat digunakan.
Manfaat Ruang Terbuka Hijau seperti ini, yang paling penting adalah sebagai pengaman lingkungan hidup di perkotaan dari berbagai macam bentuk pencemaran, termasuk pencemaran udara.
Peranannya dalam meningkatkan kualitas lingkungan jalan, tanaman semak merupakan salah satu jenis tanaman yang dapat dikombinasikan dengan jenis perdu ataupun jenis pohon. Dalam hal ini, bukan dari segi estetikannya saja namun perlu dikaji peranannya dalam meningkatkan pelayanan pengguna jalan dan lingkungan di sekitarnya, yaitu antara lain kenyamanan dalam segi kesehatan, yaitu pengurangan polusi yang terjadi pada suatu lokasi.
Hasil penelitian menunujukkan bahwa tanaman semak dapat mereduksi NOx : (20.49 - 54.42) % dan mereduksi CO : (35.14 - 92.22) %
Kata kunci : Pencemaran Udara, kendaraan bermotor, tanaman semakVegetation in roadway environment consists in general of trees, shrubs and bushes. Bushes are the vegetation type with lowest posture compared to trees and shrubs. On the green path of the roadway environment, vegetation can be grown along the side walk or roadway shoulder, in general with tress. However, by using pot type vegetation, shrubs and bushes can also be grown. The vegetation type for roadway median is according to regulations only allowed for shrubs and bushes.City parks, functioning as breathing path or city lungs can be grown with a combination all tress type of vegetation.
The benefits of green open are most important in protecting the living environment all tress type of vegetation.
The benefits of green open areas are most important in protecting the living environment in cities against varoius pollutions including air pollution.
Bush vegetation is a vegetation type that can be combined with shrubs and trees, in reducing pollution and improving the air quality of the roadway environment.
In this case study, the role of bushes is not only investigated from esthetical point of view, but mainly on the improvement of public service for road users and surrounding environment, creating benefits like comfort in environmental health.
Result of studies shown that bushes are reducing NOx : (20.49 - 54.42) % and CO : (35.14 - 92.22) %
Keywords : Air Pollution, Vehicle, bushe
PENGARUH TANAMAN PURING TERHADAP POLUTAN NOX CO DAN SO2 PADA LOKASI JALAN LURUS, TIKUNGAN DAN SIMPANG EMPAT
Penelitian ini dilaksanakan di lapangan, yaitu pada lokasi: Pada lalu lintas, daerahnya tertutup ( kiri - kanan ) jalan ada bangunan serta uji pada 3 type geometrik jalan ( yaitu: jalan lurus, tikungan dan simpang empat ). Pelaksanaan dilapangan dengan menempatkan pot - pot yang ditanami tanaman puring pada lokasi jalan lurus, tikungan dan simpang empat. Kemudian diuji pengaruhnya terhadap pengurangan polutan yang ada (dalam tekanan kesempatan ini terhadap polutan : NOx CO dan SO2
PENGGUNAAN LATEX DAN LIMBAH PABRIK KERTAS UNTUK MENUNJANG METODA VEGETATIF SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN EROSI LERENG JALAN
Erosi yang hebat umunya terjadi pada lereng - lereng galian dan timbunan sepanjang jalan, dam, saluran drainase dan bangunan- bangunan lainnya. Menjaga stabilitas permukaan lereng - lereng curam dengan tanaman, merupakan suatu cara pencegahan erosi yang efektif dan lebih murah dari pada cara mekanik dengan penggunaan batu-batuan atau beton. Kesulitan utama yang terjadi selama tahap pertama yaitu antara penebaran benih dan pengakaran (pertumbuhan), karena erosi yang cepat menghambat pertumbuhan awal dengan menghanyutkan biji-biji atau tunas. 
PENCEMARAN UDARA DAN MANAJEMEN LALU LINTAS DI INDONESIA
Bagi banyak daerah perkotaan, terutama kota-kota besar, permasalahan pencemaran udara telah menjadi satu permasalahan yang akut. Kualitas udara di perkotaan, tanpa disadari sebenarnya telah menurunkan kualitas hidup masyarakatnya sendiri. Setiap manusia bernafas dan udara yang dihirup, jika tercemar oleh bahan berbahaya dan beracun, akan berdampak serius pada kesehatan manusia.
Ada tujuh pencemar utama dalam pencemaran udara, yaitu Partikulat (partikel debu), Sulfur Dioksida (SO2), Ozone Troposferik, Karbon monoksida (CO), Nitrogen Dioksida (NO2), Hidrokarbo (HC) dan Timbal (Pb). Sumber utama pencemaran itu terutama berasal dari gas buang kendaraan bermotor.
Kondisi ini diperparah dengan banyaknya kemacetan di kota-kota besar di Indonesia, sementara kondisi terburuk emisi gas buangan kendaraan adalah pada saat mesin kendaraan hidup, namun kendaraan berhenti. Kadar emisi gas buangan pada saat berhenti dapat mencapai dua kali lipat dibandingkan emisi gas buangan pada saat kendaraan berjalan normal.
Tulisan ini mencoba menguraikan alternatif-alternatif strategi manajemen yang dapat digunakan untuk menekan tingkat pencemaran udara dari kendaraan bermotor, termasuk untuk mencegah atau mengurangi titik-titik kemacetan di pusat-pusat kegiatan di kota-kota besar. Salah satu strategi manajemen yang diperlukan adalah manajemen lalu lintas. Secara garis besar, strategi manajemen lalu lintas yang ditawarkan dalam tulisan ini akan terbagi menjadi dua kelompok, yaitu strategi yang mempengaruhi arus lalu lintas atau jumlah kendaraan bermotor di kawasan tertentu, dan strategi yang mempengaruhi perubahan / peralihan moda transportasi masyarakat.
Tawaran-tawaran strategi manajemen yang disampaikan dalam tulisan ini bukanlah sesuatu yang bersifat kaku maupun terlepas satu sama lain. Variasi, penyesuaian, maupun sinergi antar strategi merupakan sebuah keniscayaan, disesuaikan dengan perbedaan karakteristik kota-kota dimana strategi itu diterapkan.
Kata Kunci : Pencemaran udara, Gas buang, Kendaraan bermotor, Kemacetan, Manajemen lalu lintas.The problem of air pollution has become an accute problem for many areas of cities , mostly in big cities. Bad air quality of city would decrease live quality of its people, unrealized. People breath an air to live. Serious impact to people’s health could be caused by an air that polluted with dangerous and poisoned particles
There are seven main pollutan in air pollution : particulate (dust particles), Sulphure Dioxide (SO2), Ozone Troposferik, Carbon Monoxide (CO), Nitrogen Dioxide (NO2), Hidro Carbon (HC) and Pb. The main source of these pollutants are become from car’s gas emition.
The problem above is going to worst with traffic jam in big cities in Indonesia. This happen because the worst condition of gas emition is when car’s engine running, while the car stop. A number of gas emition when the car stop could reach twice of a number of gas emition when the car run normally.
This paper is trying to explain alternat ives strategic management that could be used in decreasing a number of air pollution caused by car’s gas emition. It’s including reduce a number of traffic jam’s spots in big cities. One of the strategic management that needed is traffic management.
Generally, the traffic management’s strategy in this paper have two groups, which are :
• A strategy that influence traffic flow or a strategy of controlling a number of car in each area.
• A strategy that influenced the change of people’s transportation moda.
The traffic management strategy alternatives stated in this paper are not rigid or unattached one-another. Variation, adjustments, or even collaboration between these strategies is a must, according to the characteristical differences between cities in which they are applied.
Keywords : Air pollution, Emission, Motor vehicles, Congestion, Traffic management
PENELITIANKECEPATAN TUMBUH BEBERAPA JENIS RUMPUT PADA BERBAGAI MACAM TANAH DALAM KAITANNYA DENGAN PEMILIHANNYA SEBAGAI PENANGGULANGANNYA TERHADAP EROSI LERENG - LERENG JALAN
Sering kita dapati lereng - lereng jalan terbuka dari pengaruh luar ( tanpa tanaman / gundul ). Untuk tanah yang bersifat erosif ( mudah tererosi ), keadaan seperti itu merupakan media yang baik bagi terjadinya erosi. Ditambah lagi dengan keadaan indonesia yang terletak di daerah tropika basah dengan curah hujan yang tinggi, maka erosi yang terjadi semakin besar. Apabila keadaan tersebut terjadi pada lereng - lereng jalan, maka erosi lereng tersebut dapat menimbulkan longsor ataupun penyumbatan saluran drainase yang dapat mengakibatkan jalan terputus atau dapat melayani lalu lintas sebagaimana mestinya.Ada beberapa cara mengurangi erosi dan run of yang terjadi, antara lain dengan cara vegetatif ( mis: penanaman dengan penutup tanah/ cover crop, penghutanan, dan lain- lain). Untuk mendapatkan hasil terbaik, maka perlu adanya penelitian - penelitian dan pengembangan mengenai berbagai macam vegetasi, sehingga erosi yang terjadi setidak - tidaknya dapat dikurangi atau bahkan dicegah
BAHAN BAKAR NABATI SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF UNTUK MENDUKUNG PENGGUNAAN BAHAN BAKAR ”RAMAH LINGKUNGAN”
Aktivitas pemakaian kendaraan bermotor oleh masyarakat dirasakan semakain meningkat. Hal tersebut dapat menimbulkan pencemaran udara yang berasal dari knalpot dan mesin kendaraan tersebut. Bahan buangan dari kendaraan bermotor dikenal sebagai sumberutama bahan-bahan polutan Program penyediaan dan pemanfaatan energi alternatif merupakan solusi sementara yang bertujuan selain untuk mencari bahan bakar yang ramah lingkungan, juga untuk mengurangi subsidi BBM, mencari sumber energi yang murah, efisien dan lestari. Adapun potensi energi yang dapat dikembangkan di Indonesia, antara lain: bahan bakar nabati (biofuel). Bahan bakar nabati yang dapat dikembangkan untuk bahan bakar fosil sebagai pengganti bensin atau solar bersumber dari tanaman yang sudah dikenal masyarakat Indonesia. Berdasarkan hal tersebut, pengembangan dan implementasi bahan bakar terbarukan yang ramah lingkungan tersebut perlu mendapatkan perhatian. Perlu adanya sinergi antara : Pemerintah, Perusahaan dan Petani. Dimana masing-masing tersebut sesuai fungsinya saling mendukung mulai dari : proses penyediaan bahan baku, aktifitas produksi maupun pemasarannya
Kata Kunci : Polusi udara, kendaraan bermotor, Bahan bakar nabati, bahan bakar fosil, ramah lingkunganActivities using motor vehicle by society is increasing. This phenomena can cause air pollution from the vehicle’s engine. This waste from motor-vehicle is known as one of the main elements that form pollutant. Alternative energy supply and usage program is a temporary solution, aimed not only to find a more environment-friendly fuel, but also to reduce subsidy for fossil-fuel (oil), and to find a cheaper but more efficient and renewable sources of energy. One potensial energy source to be developed in in Indonesia is biofuel. Biofuel that can be used to substitute gasoline comes from plants that are already well-known by Indonesian people Therefore, development and usage-implementation of renewable and environment-friendly fuel needs proper attention. Coordination between the Government, private sector, and farmer is needed, with each parties functionally support each other in the processes from the resource supply, production activity, and market distribution.
Key words : Air Pollution, Motor vechicle , Biofuel, fossil fuel, environment friendl
PERCOBAAN PENANGGULANGAN EROSI PADA LERENG AKIBAT AIR HUJAN-DI TEST TRACK PUSLITBANG JALAN
Faktor yang dapat mempengaruhi kerusakan lereng jalan, antara lain adanya erosi sebagai akibat tidak dipeliharanya lereng-lereng jalan terhadap pengaruh luar. Besarnya air hujan yang diserap oleh tanah, tergantung dari : intensitas hujan, sifat tanah dan keadaan vegetasi ( tumbuhan) yang tumbuh diatasnya. Kemiripan tanah merupakan faktor penting yang dapat mengakibatkan aliran permukaan dan erosi. Dengan makin besarnya derajat kemiringan lereng dan makin panjang nya lereng, maka makin besar pula aliran permukaan dan erosi yang akan terjadi. Untuk menanggulangi keadaan seperti ini, perlu adanya suatu usaha yang dapat mengurangi lebih meluasnnya kerusakan tersebut
- …
