1,822,755 research outputs found
Recommended from our members
[Decorated mortarboard belonging to Kristen King]
Photograph of a mortarboard cap decorated and worn by Kristen King in Spring 2025 commencement ceremony
Collectivity, distributivity, and the interpretation of numerical expressions in child and adult language
Sentences containing plural numerical expressions (e.g., two boys) can give rise to two interpretations (collective and distributive), arising from the fact that their representation admits of a part-whole structure. We present the results of a series of experiments designed to explore children’s understanding of this distinction and its implications for the acquisition of linguistic expressions with number words. We show that preschoolers access both interpretations, indicating that they have the requisite linguistic and conceptual machinery to generate the corresponding representations. Furthermore, they can shift their interpretation in response to structural and lexical manipulations. However, they are not fully adult-like: unlike adults, they are drawn to the distributive interpretation, and are not yet fully aware of the lexical semantics of each and together, which should favor one or another interpretation. This research bridges a gap between a well-established body of work in cognitive psychology on the acquisition of number words and more recent work investigating children’s knowledge of the syntactic and semantic properties of sentences featuring numerical expressions.Peer reviewe
Meaning and context in children’s understanding of gradable adjectives
This paper explores what children and adults know about three specific ways that meaning and context interact: the interpretation of expressions whose extensions vary in different contexts (semantic context dependence); conditions on the felicitous use of expressions in a discourse context (presupposition accommodation) and informative uses of expressions in contexts in which they strictly speaking do not apply (imprecision). The empirical focus is the use of unmodified (positive form) gradable adjectives (GAs) in definite descriptions to distinguish between two objects that differ in the degree to which they possess the property named by the adjective. We show that by 3 years of age, children are sensitive to all three varieties of context–meaning interaction and that their knowledge of this relation with the definite description is appropriately guided by the semantic representations of the GA appearing in it. These findings suggest that children's semantic representations of the GAs we investigated and the definite determiner the are adult-like and that they are aware of the consequences of these representations when relating meaning and context. Bolstered by adult participant responses, this work provides important experimental support for theoretical claims regarding the semantics of gradable predicates and the nature of different types of ‘interpretive variability’, specifically semantic context dependence v. pragmatic tolerance of imprecision.This is a pre-copyedited, author-produced PDF of an article accepted for publication in Journal of Semantics following peer review. The version of record, Kristen Syrett, Christopher Kennedy, and Jeffrey Lidz (2010). Meaning and Context in Children's Understanding of Gradable Adjectives Journal of Semantics 27 (1): 1-35, is available online at: http://dx.doi.org/10.1093/jos/ffp011.Peer reviewe
Kepemimpinan Guru Kristen: Sebuah Tinjauan Etika Kristen
Abstract: The life in contemporary era is full of challenges that have a big impact to almost all aspects in society, including for the growth and development of students in school. Christian teachers should be a role model who keeps on equiping their competencies and grow spiritually in order to be able to lead students. Student in turn is expected to response properly with a true morality when facing all the challenges. Teaches leadership is prominent to be a model for the student to obtain a true morality. This paper will demonstrate the relationship or Christian teacher’s leadership to the growth of student from the ethical perspectives. This paper will examine the essence or nature of Christian teacher, factors affecting, obstacles to Christian teacher leadership, and strategies that can be applied by Christian teacher. The true leadership model is Jesus who provides the meaning and example of leadership with humility within the purpose of God’s Kingdom. By recognizing the true leadership of Jesus Christ, Christian teacher can help students to living out this life through the Christian ethics. This paper will also provide suggestions for further research which will included other aspects in education field. Key Words: Christian teacher, students, leadership, perspective, ethic.  Abstrak-Konteks kehidupan zaman ini dipenuhi dengan berbagai tantangan yang memiliki pengaruh yang besar hampir kepada semua aspek kehidupan masyarakat, khususnya bagi pertumbuhan dan perkembangan siswa-siswi di sekolah. Seorang guru Kristen sudah seharusnya menjadi seorang teladan yang secara konsisten menjaga kompetensi dan pertumbuhan spiritual sehingga mampu untuk memimpin siswanya. Siswa diharapkan akan menjadi seorang yang mampu menghadapi realitas hidup ini dengan respon dari moralitas yang benar. Guru adalah teladan pertama yang seharusnya memimpin murid untuk menyadari tentang moralitas yang benar. Makalah ini akan memaparkan kepemimpinan guru Kristen dalam hubungannya dengan pertumbuhan siswa yang ditinjau dari etika Kristen. Makalah ini berisi penjelasan tentang esensi dari natur sebagai seorang guru Kristen, faktor yang mempengaruhi, hambatan atau tantangan menjadi seorang guru Kristen, serta strategi yang bisa di aplikasikan oleh guru Kristen. Model kepemimpinan yang sejati adalah Yesus, yang menyediakan arti dan contoh kepemimpinan dengan kerendahatian dengan kerajaan Allah sebagai tujuannya. Mengakui Yesus sebagai pemimpin yang sejati, seharusnya membuat setiap guru Kriten menyadari untuk kemudian menolong siswanya untuk menghidupi hidup ini berdasarkan etika Kristen. Makalah ini juga menyediakan saran untuk penelitiaan lebih jauh termasuk setiap aspek lingkungan Pendidikan. Kata Kunci: Guru Kristen, peserta didik, kepemimpinan, perspektif, etik
DESAIN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN UNTUK IBADAH YANG BERORIENTASI PADA ETOS KERJA KRISTEN BAGI PEGAWAI PEMERINTAH DI BALAI KOTA PROPINSI DKI JAKARTA
Kurikulum merupakan sebuah alat yang digunakan untuk melihat sejauh mana proses pembelajaran yang mampu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik. Kurikulum tidak terlepas dari sebuah proses pembelajaran serta pengalaman dalam belajar itu sendiri. Dalam hal ini kurikulum tidak hanya diperlukan dalam pendidikan formal, namun dalam pendidikan informal sekalipun sangat dibutuhkan, sebab kurikulum juga merupakan pondasi yang kuat dalam sebuah pembelajaran di dunia pendidikan.Penelitian ini bertujuan untuk mendesain kurikulum pendidikan agama Kristen untuk ibadah yang berorientasi pada etos kerja Kristen bagi pegawai pemerintah di Balai Kota Propinsi DKI Jakarta. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sampel ditetapkan menggunakan model sampel bertujuan (purposive sampling). Informan dalam penelitian ini berjumlah 10 orang pegawai Kristen yang terdiri pengurus ibadah dan peserta ibadah. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, sedangkan teknik analisis data menggunakan model deskripsi analisis.Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa pemahaman para pengurus tentang kurikulum pendidikan agama Kristen sudah memadai dan pemahaman pengurus ibadah dan peserta ibadah tentang etos kerja Kristen dan ibadah juga sudah memadai. Penelitian ini dapat memberi gambaran tentang desain kurikulum pendidikan agama Kristen untuk ibadah yang berorientasi dalam meningkatkan etos kerja Kristen. Hasil temuan penulis ialah kurikulum pendidikan agama Kristen sangat penting untuk diterapkan dalam ibadah yang berlangsung setiap hari Jumat pada pemerintah di Balai Kota Propinsi DKI Jakarta.Kata Kunci: Desain, Kurikulum, Pendidikan Agama Kristen (PAK), Ibadah, Etos Kerja Kristen
Alumni Authors: Kristen Tracy \u2794
Alumni Authors Series - Spring 2012. The William H. Hannon Library was happy to celebrate some of our acclaimed literary alumnus. Each author discussed their newest works and share a few stories from their days at LMU.
Kristen Tracy (\u2794) - Kristen Tracy has written four young adult novels, Lost It, Crimes of the Sarahs, A Field Guide for Heartbreakers, and Sharks & Boys. Her first middle-grade novel, Camille McPhee Fell Under the Bus, was released in Summer 2009. This year, Kristen\u27s newest second middle-grade novel, The Reinvention of Bessica Lefter, has won a Parents\u27 Choice Award. Kristen has a Ph.D. in English, an MFA in writing and an MA in American Literature. Kristen has taught writing and literature courses at Brigham Young University, Johnson State College (in Vermont), and Western Michigan University
PERAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI GEREJA DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN KELUARGA
AbstrakKeluarga-keluarga pada saat ini menghadapi banyak tantangan dan ancaman dari berbagai hal yang membuat ketahanan keluarga juga terancam. Banyak keluarga mengalami perpisahan, kekacauan, penyimpangan, dan kerusakan sehingga tidak lagi mampu berkontribusi positif bagi masyarakat. Keluarga-keluarga membutuhkan penguatan, khususnya melalui pendidikan agama Kristen. Karena itu, tujuan dari tulisan ini adalah menganalisis peran pendidikan agama Kristen dalam meningkatkan ketahanan keluarga. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Tulisan ini merupakan kajian terhadap berbagai teori ketahanan keluarga dan pendidikan agama Kristen. Hasil penelitian adalah pendidikan agama Kristen berperan dalam meningkatkan ketahanan keluarga dengan melakukan penguatan spiritualitas keluarga melalui pesan dan narasi dalam Alkitab; melakukan pengembangan hubungan antara keluarga dengan unit-unit sosial yang lebih luas; mendampingi para orang tua supaya bertanggung jawab dalam pendidikan anak mereka sejak usia dini; menyusun kurikulum dengan memasukkan materi-materi terkait ketahanan keluarga; menyediakan buku-buku pengajaran Kristen yang memuat materi ketahanan keluarga; dan menyediakan para pengajar keluarga yang mampu menjadi teladan dalam ketahanan keluarganya.Kata Kunci: Peran, Pendidikan Agama Kristen, Meningkatkan, Ketahanan Keluarg
Keluarga Tanpa Keturunan: Implementasi Pendidikan Agama Kristen Dalam Menjaga Kebahagiaan
Penelitian ini bertujuan untuk mendesain manajemen dalam menjaga kebahagiaan pada keluarga tanpa keturunan sebagai implementasi dari pendidikan agama kristen. Faktor ketidakhadiran keturunan dapat membuat keluarga tidak bahagia. Pendidikan agama dan psikologi menemukan masalah perceraian dan tekanan batin dialami oleh keluarga yang tidak dikaruniai keturunan. Pendidikan agama kristen yang diharapkan mampu mengendalikan masalah perceraian belum dapat mendidik keluarga tanpa keturunan dengan desain manajemen yang tepat. Pendidikan psikologi menilai stigma negatif dan tekanan dari keluarga dan lingkungan sosial, mampu membuat keluarga tanpa keturunan mengalami tekanan batin dan kurang percaya diri. Oleh karena itu, melalui studi literatur, penelitian ini melalui empat poin utama yaitu, pemahaman, problematika, faktor, dan implikasi desain manajemen pendidikan agama Kristen untuk menjaga kebahagiaan keluarga tanpa keturunan. Hasil dari penelitian ini bahwa desain manajemen pendidikan agama Kristen adalah solusi yang tepat untuk menjaga kebahagiaan keluarga tanpa keturunan. Kesimpulannya yaitu menerapkan desain manajemen pendidikan agama Kristen oleh keluarga tanpa keturunan di dalam keluarga dan lingkungan sosial. 
kristen-johnson/STM-image-manip-count: STM-QOUNT-v1.0.0
STM-QOUNT-v1.0.0
August 29, 2022
Kristen-johnson
Series of scripts written in Matlab programming language designed for facilitating quantitative analysis of scanning microscopy images or any images containing uniformly spaced arrays. May be used for classifying and counting image features for single or series of images
Pendidikan Agama Kristen Gereja dalam Menghadapi Kondisi Psikologi Jemaat Akibat Pandemi Covid-19
In this article, the author doing a study about the role of christian education in the church in dealing with the psychological conditions of the congregation due to the Covid-19 pandemic. The background for writing this article departs from the information data of printed media, online media which suggests psychological conditions such as stress, excessive pressure and anxiety that arise due to the Covid-19 pandemic outbreak in humans. This article examines the Christian faith in Christian education in the church forum, which plays an important role in dealing with the psychological conditions experienced by the congregation. This article analyzes Christian faith in Christian education in the church forum, analyzes the psychological conditions caused by Covid-19. The purpose of this paper is to provide an understanding of Christian faith which is useful for strengthening the human soul when the person experiences pressure, stress, anxiety, and so on. The method that I use in this article is a qualitative research method. The analytical process used by the author is by analyzing the Bible as the main source and various actual and reliable sources of literature related to the title in this article in order to produce an accountable study.Dalam artikel ini, penulis melakukan kajian tentang bagaimana peran pendidikan agama Kristen Gereja dalam menghadapi kondisi psikologi jemaat akibat pandemi covid-19. Latar belakang penulisan artikel ini beranjak dari data-data informasi media cetak, media online yang mengemukakan tentang adanya kondisi psikologis seperti stres, tekanan dan kecemasan yang berlebihan yang timbul akibat wabah pandemi covid-19 pada manusia. Artikel ini mengkaji tentang iman Kristen dalam wadah pendidikan agama Kristen Gereja yang sangat berperan penting dalam menghadapi kondisi psikologis yang dialami oleh jemaat. Artikel ini menganalisis iman Kristen dalam wadah pendidikan agama Kristen Gereja, menganalisis kondisi psikologis akibat covid-19.Tujuan dari penulisan ini, untuk memberikan pemahaman tentang iman Kristen yang bermanfaat untuk menguatkan jiwa manusia ketika manusia tersebut mengalami tekanan, stres, cemas, dan sebagainya. Metode yang penulis gunakan dalam artikel ini adalah metode penelitian kualitatif. Proses analisis yang digunakan penulis yaitu dengan menganalisis Alkitab sebagai sumber utama dan berbagai sumber kepustakaan yang aktual dan terpercaya yang berhubungan dengan judul dalam artikel ini agar menghasilkan kajian yang dapat dipertanggungjawabkan
- …
